Stasiun MRT Toa Payoh

Toa Payoh
 NS19 


大巴窑 ・ Dàbāyáo / Tōa Pa-iô
தோ பாயோ ・ Tō Pāyō
Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT)
Gerbang D stasiun MRT Toa Payoh
Lokasi
  • 510 Lorong 6 Toa Payoh
    Singapore 319398[1]
Koordinat01°19′58″N 103°50′51″E / 1.33278°N 103.84750°E / 1.33278; 103.84750
OperatorSMRT Trains Ltd (SMRT Corporation)
Jalur
Jumlah peron2 (1 peron pulau)
Jumlah jalur2
LayananBus (Toa Payoh Bus Interchange), taksi
Konstruksi
Jenis strukturBawah tanah
Tinggi peron1
Akses difabelYa
Sejarah
Dibuka7 November 1987; 38 tahun lalu (1987-11-07)
Penumpang
Juni 202432.943 per hari[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya   MRT Singapura   Stasiun berikutnya
Jalur Utara Selatan
Lokasi pada peta
Toa Payoh di Singapore Rail central area
Toa Payoh
Toa Payoh
Lokasi di Singapore Rail central area
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun MRT Toa Payoh adalah sebuah stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) bawah tanah di jalur Utara Selatan, Toa Payoh, Singapura. Terletak di pusat kota Toa Payoh, stasiun tersebut terintegrasi dengan Toa Payoh Bus Interchange dan HDB Hub, markas besar Housing and Development Board. Stasiun tersebut menaungi perlintasan tiga jalan: Lorong 1 Toa Payoh, Lorong 2 Toa Payoh dan Lorong 6 Toa Payoh.

Pertama kali diumumkan pada Mei 1982, pembangunan stasiun tersebut dimulai pada 1983 sebagai bagian dari Tahap I dari sistem MRT. Pada Agustus 1985, stasiun tersebut menjadi stasiun Moda Raya Terpadu pertama di Singapura pertama berstruktur beton yang rampung. Stasiun tersebut dibuka pada 7 November 1987 dan menjadi salah satu stasiun MRT pertama yang beroperasi dalam jasa pendapatan. Stasiun tersebut memiliki skema kuning muda dengan serangkaian genting berwarna di lantai pertemuan.

Riwayat

Sebuah plakat di stasiun yang memperingati pembukaan tahap pertama MRT Singapura

Stasiun Toa Payoh termasuk dalam rencana awal jaringan MRT yang diterbitkan pada Mei 1982.[3] Konfirmasi pertama bahwa stasiun tersebut akan menjadi salah satu stasiun Tahap I (dari Ang Mo Kio sampai Marina Bay) timbul pada November tahun tersebut.[4][5] Segmen tersebut memberikan prioritas karena stasiun tersebut melintas melewati wilayah-wulayah yang memiliki tuntutan yang lebih tinggi untuk angkutan umum, seperti lahan-lahan perumahan berpenduduk padat Toa Payoh dan Ang Mo Kio serta Central Area. Jalur tersebut ditujukan untuk memulihkan keadaan lalu lintas di koridor jalan Thomson–Sembawang.[6][7]

Kontrak 104 untuk pembangunan stasiun-stasiun Toa Payoh dan Novena diserahkan kepada Perusahaan Patungan Tobishima–Takenaka pada September 1983. Kontrak S$96.8 juta (US$50 juta pada 2022) meliputi pembangunan terowongan sepanjang 2.329 kilometer (1.447 mi).[8][9] Pembangunan terowongan antara Toa Payoh dan Novena dimulai dengan acara peletakan batu pertama di Shan Road pada 22 Oktober 1983. Acara tersebut menandai permulaan pembangunan jaringan MRT.[10] Terowongan dan stasiun diharapkan rampung pada awal 1988.[11]

Stasiun tersebut dibangun di lahan terminal bus Toa Payoh Central, yang dipindahkan ke tempat terdekat.[12] Di Shan Road, pengerjaan awal digali di lapisan batu pasir. Terowongan melintas ke segala arah dari pengerjaan tersebut. Komposisi tanah terdiri dari batu pasir, granit, tanah liat laut, atau batu terdekomposisi. Bagian batu pasir dibawa menggunakan tameng (dengan pengerahan beton semprot/garing temporer). Bagian granit dibawa dan juga diranjau memakai peledak. Bagian tanah liat laut dibangun menggunakan potong-dan-tutup, dan bagian batu terdekomposisi menggunakan metode terowongan Austria Baru.[13]

Pada 6 Agustus 1985, Toa Payoh menjadi stasiun MRT pertama yang memiliki pengerjaan strukturalnya yang rampung, dengan emper semen terakhir dituangkan ke stasiun sebagai bagian dari acara pengatapan.[14][15][16] Karena berbagai kondisi tanah, pada November 1985, kontraktor meminta perpanjangan delapan bulan dan klaim moneter tambahan untuk membangun terowongan antara stasiun-stasiun Novena dan Toa Payoh.[17]

Pada Januari 1986, bagian pertama dari sistem MRT, dari stasiun Yio Chu Kang sampai Toa Payoh, diumumkan akan dibuka pada awal 1988.[18] Tanggal tersebut dijadwalkan ulang menjadi 7 November 1987 dalam sebuah pengumuman pada 16 September tahun tersebut.[19][20][21] Dalam rangka memfamiliarisasikan masyarakat dengan sistem tersebut,[22] stasiun tersebut menyediakan pratinjau dari 10 sampai 11 Oktober 1987.[23][24] Pada pratinjau tersebut, sekitar 44.000 orang mengunjungi stasiun tersebut.[25] Namun, karena tak ada kereta yang melayani, banyak penentangan dari banyak pengunjung. Beberapa orang menyatakan keterpikatan dan penasaran, dan beberapa pengunjung membeli tiket untuk mengambil pemberangkatan MRT pada debut sistem tersebut.[26]

Pada hari pembukaan, Toa Payoh menjadi stasiun yang paling banyak dikunjungi pada jalur yang baru rampung, dengan jalur-jalur panjang di luar stasiun pukul 11:00.[27] Pada acara pembukaan, wakil perdana menteri tingkat dua Ong Teng Cheong, mengadvokasikan dan mengkomisikan perencanaan sistem MRT, menghadiri acara tersebut sebagai tamu kehormatan istimewa. Yeo Ning Hong, Menteri Komunikasi dan Informasi, secara resmi memulai operasi MRT dan mengumumkannya menjadi "permulaan" sistem MRT.[28] Pada hari itu, tombol darurat diaktifkan di stasiun Toa Payoh tepat sebelum pukul 20:30, yang menghantarkan kereta-kereta selama sekitar setengah jam sepanjang salah satu dari dua trek yang menuju ke stasiun tersebut.[27]

Pada 8 Januari 2006, stasiun Toa Payoh menjadi salah satu dari empat stasiun MRT yang dilibatkan dalam Exercise Northstar V, sebuah kegiatan kontra-terorisme.[29] Pada Juli 2012, Land Transport Authority menyerukan tindakan untuk pencegahan banjir (seperti pembatas banjir baru) di stasiun Toa Payoh, bersama dengan sebelas stasiun MRT lainnya.[a][30][31] Dari Juli 2012 sampai 2014, eskalator di Gerbang D (perlintasan pejalan kaki yang terhubung dengan Lorong 2 Toa Payoh) diganti dan diperbaharui.[32]

Detail stasiun

Pemandangan bagian dalam stasiun Toa Payoh
Lantai pertemuan stasiun
Lantai peron stasiun Toa Payoh

Toa Payoh melayani jalur Utara Selatan (North South line, NSL) dan berada di antara stasiun Braddell dan Novena. Kode stasiun resminya adalah NS19.[33] Kala dibuka, stasiun tersebut memiliki kode stasiun N6[34] sebelum diubah menjadi kode stasiun saat ininya pada Agustus 2001 sebagai bagian dari kampanye perluasan sistem untuk menunjang perluasan Sistem MRT.[35][36] Seperti seluruh stasiun NSL, stasiun tersebut dioperasikan oleh SMRT Trains.[37] Stasiun tersebut beroperasi antara pukul 5:41 dan 12:25 pada setiap hari.[38] Frekuensi kereta beragam dari 2.5 sampai 5.0 menit.[39]

Stasiun tersebut memiliki empat gerbang yang melayani kawasan Toa Payoh.[40] Toa Payoh artinya "rawa besar" dalam dialek Hokkien. Nama tersebut merupakan sebuah rujukan kepada kawasan berrawa besar yang ada sebelum pembangunan tempat-tempat pasar Tionghoa disana.[41][42] Markah tanah di sekitarnya meliputi Toa Payoh Bus Interchange, HDB Hub,[43] Perpustakaan Umum Toa Payoh, Stadion Toa Payoh, Kompleks Renang Toa Payoh serta sekolah-sekolah dasar dan menengah CHIJ. Stasiun tersebut juga bersebelahan dengan dua gereja: Gereja Kebangkitan Kristus dan Gereja Methodis Toa Payoh.[1][40]

Stasiun bawah tanah tersebut memiliki tempat pertemuan di lantai atas dan peron di lantai bawah.[44] Seperti kebanyakan stasiun pada jaringan MRT awal, Toa Payoh memiliki sebuah peron pulau.[45] Toa Payoh juga merupakan salah satu dari beberapa stasiun pada jaringan awal yang memiliki langit-langit bertingkat ganda. Gerbang dan peron lebar dirancang untuk mengakomodasi kerumunan besar.[46]

Stasiun Toa Payoh memiliki skema warna kuning muda untuk tiang dan kanopi.[47] Sepanjang tempat pertemuan 50-meter (160 ft), stasiun tersebut menampilkan mural "bergaya pelangi" yang terdiri dari 15.000 genting dalam berbagai warna. Mural pelangi ditujukan untuk merekfleksikan masyarakat berbagai latar belakang rasial bergerak bersama dalam harmoni.[48]

Sebagai bagian dari SMRT's Comic Connect, sebuah acara kesenian publik dari mural bertema warisan, stasiun tersebut menampilkan The Toa Payoh Story karya James Suresh, Sayed Ismail dan Suki Chong.[49] Karya seni sepanjang 7 meter (23 ft) tersebut[50] menampilkan berbagai markah tanah kawasan Toa Payoh, yang meliputi taman bermain naga, Biara Shuang Lin, dan Perpustakaan Umum Toa Payoh.[51] Mural tersebut meliputi gambar Seah Eu Chin, seorang pengusaha dan pemilik lahan di wilayah tersebut.[49] Karena Toa Payoh merupakan kota pertama yang dibangun oleh Housing and Development Board, para seniman berniat agar mural tersebut mengaitkan signifikansi wilayah tersebut dengan pijakan besar dalam sejarah Singapura.[52] Selain itu, mereka memakai nada-nada sepia untuk "mengambil mural tersebut kembali dalam waktu" serta membuat gambar serealisitis mungkin untuk mendatangkan perhatian pada detail kecilnya.[50]

Catatan

Referensi

  1. ^ a b "Toa Payoh MRT Station (NS19)". OneMap. Otoritas Pertanahan Singapura. Diakses tanggal 8 March 2021.
  2. ^ "Land Transport DataMall". Datamall. Land Transport Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 August 2024. Diakses tanggal 14 August 2024.
  3. ^ "Proposed MRT stations". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 23 Mei 1982. hlm. 1. Diakses tanggal 12 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  4. ^ "Where the 14 North–South MRT stations will be". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 30 November 1982. hlm. 7. Diakses tanggal 31 Juli 2022 – via NewspaperSG.
  5. ^ "Exact locations of 14 stations". Business Times. Singapore Press Holdings. 30 November 1982. hlm. 1 – via NewspaperSG.
  6. ^ Annual report. Singapore: Provisional Mass Rapid Transit Authority. 1983. hlm. 5.
  7. ^ Dhaliwal, Rav (29 August 1982). "North–south line off first". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diakses tanggal 19 December 2020 – via NewspaperSG.
  8. ^ Wee, Agnes (16 September 1983). "Japanese win first MRT civil engineering contract". Business Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diakses tanggal 18 December 2020 – via NewspaperSG.
  9. ^ Seah, Richard (6 September 1983). "Japanese likely to bag first two MRT jobs". Business Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Desember 2020. Diakses tanggal 18 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  10. ^ John, Alan; Tan, Julie (23 Oktober 1983). "Days of wine and promise". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 June 2022. Diakses tanggal 23 Juni 2022.
  11. ^ "Work begins on the first part of MRT system". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 29 Oktober 1983. hlm. 17. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  12. ^ "The big dig starts in two months". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 4 Agustus 1983. hlm. 7. Diakses tanggal 18 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  13. ^ Mass Rapid Transit System: Proceedings of the Singapore Mass Rapid Transit Conference. Singapore: Mass Rapid Transit Corporation. 1987. hlm. 264. ISBN 9971-84-636-5. OCLC 82363485.
  14. ^ "Toa Payoh MRT station first to be topped out". Business Times. Singapore Press Holdings. 6 Agustus 1985. hlm. 2. Diakses tanggal 15 Juni 2017 – via NewspaperSG.
  15. ^ "MRT nears half-way mark". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 31 Juli 1985. hlm. 8. Diakses tanggal 18 December 2020 – via NewspaperSG.
  16. ^ "Speech by Dr Yeo Ning Hong, Minister for Communications and Information and Second Minister for Defence, at the topping out ceremony at the Toa Payoh MRT station on 5 August 1985 at 10.00 am" (PDF). National Archives of Singapore. Kementerian Komunikasi dan Informasi. 5 Agustus 1985. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 Desember 2020. Diakses tanggal 18 Desember 2020.
  17. ^ "MRT builder claims additional cost". Business Times. Singapore Press Holdings. 16 November 1985. hlm. 12. Diakses tanggal 18 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  18. ^ "The first residents to ride MRT trains". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 14 January 1986. hlm. 12. Diakses tanggal 19 December 2020 – via NewspaperSG.
  19. ^ Dhaliwal, Rav (16 September 1987). "MRT trains to roll on Nov 7". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1 – via NewspaperSG.
  20. ^ Soong, Martin (16 September 1987). "MRT trains may start runs a month early". Business Times. Singapore Press Holdings. hlm. 2. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  21. ^ Lim, Soon Neo (25 September 1987). "MRT to spend $1.5 m on educating public before trains roll". Business Times. Singapore Press Holdings. hlm. 2 – via NewspaperSG.
  22. ^ "MRT station tours from next month". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 4 September 1987. hlm. 19. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  23. ^ "Speech by Dr Yeo Ning Hong, Minister for Communications and Information and Second Minister for Defence, at Toa Payoh MRT station open day on Saturday, 10 October 1987 at 9.00 am" (PDF). Arsip Nasional Singapura. Kementerian Komunikasi dan Informasi. 10 Oktober 1987. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 December 2020. Diakses tanggal 18 Desember 2020.
  24. ^ "MRT tours for public start today at Braddell and Toa Payoh". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 10 Oktober 1987. hlm. 16 – via NewspaperSG.
  25. ^ "57,000 visit two stations over the weekend". The Straits Times. Singapore Press Holdings. 13 Oktober 1987. Diakses tanggal 18 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  26. ^ Dhaliwal, Rav (11 Oktober 1987). "Thousands turn up for first look at MRT stations". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 14. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  27. ^ a b Dhaliwal, Rav; Michael, Lim (8 November 1987). "All aboard for the Subway Age". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 February 2022. Diakses tanggal 12 September 2017 – via NewspaperSG.
  28. ^ "Speech by Dr Yeo Ning Hong, Minister For Communications and Information And Second Minister For Defence (Policy), at the inauguration of public service of the MRT system at the Toa Payoh Station on Saturday, 7 November 1987 at 9.00 am" (PDF). Arsip Nasional Singapura. Kementerian Komunikasi dan Informasi. 7 November 1987. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2019. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  29. ^ "Twenty-two agencies in Exercise Northstar V ready for action". Channel NewsAsia. Mediacorp. 3 January 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 1 October 2007. Diakses tanggal 11 April 2020.
  30. ^ Sim, Royston (30 Juli 2012). "Anti-flooding measures at 11 more MRT stations". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Februari 2022. Diakses tanggal 23 Juni 2022.
  31. ^ "Anti-flooding measures at 11 more MRT stations". Eco-Business. 30 Juli 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Agustus 2014. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  32. ^ "Upgrading of overhead bridges and underpasses". Land Transport Authority. Diarsipkan dari asli tanggal 3 April 2016. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  33. ^ "MRT System Map" (PDF). Land Transport Authority. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 Agustus 2020.
  34. ^ "Going to N1, B3, W11, El2, anyone?". The Straits Times. 25 Oktober 1985. hlm. 21. Diakses tanggal 19 November 2024 – via NewspaperSG.
  35. ^ Salim, Shazalina (3 Agustus 2001). "Red, green and grey". Today. hlm. 9. Diakses tanggal 15 Desember 2024 – via NewspaperSG.
  36. ^ "New Signage System For MRT And LRT Network". LTA. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Agustus 2003. Diakses tanggal 15 Desember 2024.
  37. ^ "Getting Around – Public Transport – Rail Network". Land Transport Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2019. Diakses tanggal 27 April 2021.
  38. ^ "Toa Payoh – First & Last Train". SMRT Journeys. SMRT Trains. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2021. Diakses tanggal 19 December 2020.
  39. ^ "LTA | Transport Tools | MRT/LRT". Land Transport Authority. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2019. Diakses tanggal 11 Mei 2020.
  40. ^ a b "Toa Payoh – Exits". SMRT Journeys. SMRT Trains. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2021. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  41. ^ "Toa Payoh". Housing & Development Board. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Desember 2020. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  42. ^ Savage, Victor (2013). Singapore street names: A study of toponymics. Singapore: Marshall Cavendish Editions. hlm. 632. ISBN 978-981-4408-35-6. OCLC 868957283.
  43. ^ "HDB Hub". Housing & Development Board. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 October 2020. Diakses tanggal 19 December 2020.
  44. ^ Wee, Agnes (21 Oktober 1983). "Designs of two MRT stations". Business Times. Singapore Press Holdings. hlm. 3. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  45. ^ Dhaliwal, Rav (28 April 1987). "Getting to know the network and how it will work". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 19. Diakses tanggal 19 Desember 2020 – via NewspaperSG.
  46. ^ Sajan, Chantal (29 Februari 2020). "Early stations' bare essentials". The Straits Times. Singapore Press Holdings. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 September 2020. Diakses tanggal 19 Desember 2020.
  47. ^ Choo, Jonathan (12 December 1987). "Reflections of our lifestyle". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 4. Diakses tanggal 10 September 2020 – via NewspaperSG.
  48. ^ Dhaliwal, Rav (1 Maret 1987). "Rainbow dressing at Toa Payoh station". The Straits Times. Singapore Press Holdings. hlm. 3.
  49. ^ a b Manoharan, Sabarna (23 Juni 2022). "SMRT unveils series of murals depicting history of neighbourhoods". The Straits Times. Singapore Press Holdings. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Juni 2022. Diakses tanggal 24 June 2022.
  50. ^ a b Tushara, Elisha (17 November 2024). "Art on the go: Singapore's rich heritage on display at MRT stations". The Straits Times (Interactive). Diakses tanggal 17 November 2024.
  51. ^ "The Toa Payoh Story" (PDF). SMRT Corporation. 23 Juni 2022. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 24 Juni 2022. Diakses tanggal 24 June 2022.
  52. ^ "SMRT Trains engages local art community to produce wall murals showcasing Singapore's heritage in vicinity of train stations". SMRT Corporation. 23 Juni 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Juni 2022. Diakses tanggal 24 Juni 2022.

Pranala luar

Gambar luar
The station interior under construction during its topping out ceremony Source: NAS
Passengers on the opening day of the station Source: NAS

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement