Staf Khusus Presiden Republik Indonesia

Staf Khusus Presiden adalah lembaga nonstruktural yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas Presiden Republik Indonesia, di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan Kementerian dan instansi pemerintah lainnya.

Berdasarkan Pasal 1 dan 2 Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden dan Staf Khusus Wakil Presiden dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden dan Staf Khusus Wakil Presiden, Staf Khusus, tugasnya dikoordinasikan, dan diberikan dukungan administrasi oleh, dan bertanggungjawab kepada Sekretaris Kabinet. Hak keuangan dan fasilitas lainnya bagi Staf Khusus Presiden diberikan setinggi-tingginya setingkat dengan jabatan struktural eselon I.a. Staf Khusus Presiden dapat berasal dari Pegawai Negeri (Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Polri) atau bukan Pegawai Negeri. Masa bakti Staf Khusus Presiden paling lama sama dengan masa jabatan Presiden yang bersangkutan.

Staf Khusus bersifat Operasional, yaitu melekat 24 jam bersama Presiden, berbeda dengan Dewan Pertimbangan Presiden dan lembaga seperti Unit Kerja Presiden/Kantor Staf Presiden

Susunan Staf Khusus

Susunan Staf Khusus Presiden dapat berubah-ubah sesuai dengan kehendak Presiden setiap periode.

Daftar Staf Khusus

Periode 2004–2009

Foto resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004–2009

Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat pertama kali, Staf Khusus beliau diantaranya yaitu:[1]

No. Nama Bidang Tahun Ket.
1
Dino Patti Djalal Hubungan Luar Negeri 2004–2009 [Ket. 1][2]
2
Andi Mallarangeng Hubungan Dalam Negeri 2004–2009 [Ket. 2][2]
3
Sardan Marbun Hukum dan Pemberantasan KKN 2004–2008 [3][2]
Pemberantasan KKN 2008–2009 [3][2]
4
Heru Lelono Otonomi dan Pemerintahan Daerah 2004–2009 [4][2]
5
Kurdi Mustofa Komunikasi Sosial 2004–2009 [2][1]
6
Irvan Edison Pertahanan & Keamanan 2004–2009 [1][2]
7
Yenny Zannuba Wahid Komunikasi Politik 2004–2007 [Ket. 3]
M. Djali Yusuf 2008–2009 [1][5]
8
Denny Indrayana Hukum 2008–2009 [6][1][2]

Periode 2009–2014

Foto resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009–2014

Pada Masa Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014) atau Periode ke-2 SBY menjabat. Selain mempertahankan beberapa staf khusus dan mengganti serta menambah beberapa posisi baru,[7][8] presiden Yudhoyono juga membentuk Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).[9]

No. Nama Bidang Tahun Ket.
1
Dino Patti Djalal Hubungan Luar Negeri 2009–2010 [Ket. 1][7]
Teuku Faizasyah 2010–2014 [Ket. 4][10]
2
Julian Aldrin Pasha Hubungan Dalam Negeri 2009–2014 [Ket. 5][7]
3
Ahmad Yani Basuki Publikasi dan Dokumentasi 2009–2014 [7]
4
Velix Wanggai Otonomi Daerah/Papua 2009–2014 [7]
5
Andi Arief Bantuan Sosial dan Bencana Alam 2009–2014 [7]
6
Jusuf Wangkar Pangan dan Energi 2009–2013 [7]
Hariyanto 2013–2014 [11]
7
Daniel Theodore Sparringa Komunikasi Politik 2009–2014 [7]
8
Sardan Marbun Komunikasi Sosial 2009–2014 [7]
9
Denny Indrayana Hukum dan Pemberantasan KKN 2009–2011 [7]
10
Heru Lelono Informasi dan Hubungan Masyarakat 2009–2014 [7]
11
Firmanzah Ekonomi 2012–2014 [12]
12
Agung Risdhianto Sekretaris Pribadi Presiden 2009–2011
Kustanto Widiatmoko 2011–2014
13
Kuntoro Mangkusubroto Kepala UKP4 2009–2014

Periode 2014–2019

Foto resmi Presiden Joko Widodo periode pertama (2014)

Pada masa Kabinet Kerja (2014-2019) atau saat Presiden Joko Widodo mulai menjabat, Jokowi juga mengangkat beberapa Staf Khusus. Jokowi juga membubarkan UKP4 dan membentuk lembaga Kantor Staf Kepresidenan (lembaga khusus di bawah Presiden, berbeda dengan Staf Khusus)

No. Nama Bidang Tahun Ket.
1
Teten Masduki Koordinator Staf Ahli 2014–2015 [Ket. 6]
2018–2019
2
Sukardi Rinakit Politik dan Pers 2015–2019 [14][15]
3
A.A.G.N. Ari Dwipayana Komunikasi 2015–2019 [16][15][17]
4
Lenis Kogoya Papua 2015–2019 [15][18]
5
Johan Budi Komunikasi 2016–2019 [Ket. 7]
[15][19]
6
Gories Mere Intelijen dan Keamanan 2016–2019 [20][15]
7
Diaz Hendropriyono Sosial 2016–2019 [20]
8
Siti Ruhaini Dzuhayatin Keagamaan Internasional 2018–2019 [21][15][22]
9
Abdul Ghofarrozin Keagamaan 2018–2019 [15][22]
10
Adita Irawati Komunikasi ke Kementerian dan Lembaga 2018–2019 [15][22]
11
Ahmad Erani Yustika Dana Desa 2018–2019 [15][22]

Periode 2019–2024

Foto resmi Presiden Joko Widodo periode kedua (2019)
Staf Khusus Presiden RI - Milenial (2019)

Pada kabinet jilid II Joko Widodo (Kabinet Indonesia Maju), beberapa staf khusus periode 2014–2019 masih menjabat pada periode ini. Staf lainnya diumumkan pada 21 Oktober 2019 sebelum pengumuman anggota kabinet[23] dan pada 21 November 2019.[24][25]

No. Nama Bidang Tahun Ket.
1
Fadjroel Rachman Komunikasi 2019–2021 [Ket. 8]
2
A.A.G.N Ari Dwipayana Koordinator Staf Ahli 2019–2024
3
Anggit Nugroho Asisten Pribadi Presiden 2019–2024 [25]
4
Diaz Hendropriyono Sosial 2019–2024 [25]
5
Sukardi Rinakit Politik 2019–2024 [25]
6
Arif Budimanta Ekonomi 2019–2024 [25]
7
Dini Shanti Purwono Hukum 2019–2024 [25]
8
Billy Mambrasar Pendidikan, Inovasi dan Daerah Terluar 2019–2024 [25][26]
9
Putri Indahsari Tanjung Pemberdayaan Industri Kreatif & Kewirausahaan 2019–2024 [25]
10
Adamas Belva Syah Devara Inovasi 2019–2020 [Ket. 9][25]
11
Ayu Kartika Dewi Sosial 2019–2024 [25]
12
Andi Taufan Garuda Putra Ekonomi dan Keuangan 2019–2020 [Ket. 10][25]
13
Angkie Yudistia Sosial 2019–2024 [25]
14
Aminuddin Ma'ruf Komunikasi dengan Kelompok Strategis 2019–2023 [Ket. 11][25]
15
Grace Natalie 2024
16
Juri Ardiantoro 2024

Periode 2024–2029

Foto resmi Presiden Prabowo Subianto (2024)

kabinet Prabowo Subianto (Kabinet Merah Putih) hanya dijabat 2 orang.

No. Nama Bidang Tahun Ket.
1
Yovie Widianto Ekonomi Kreatif 2024– [29]
2
Tiar Nabilla Karbala UMKM dan dan Teknologi Digital 2025– [30]

Catatan

  1. ^ a b Stafsus Presiden Bid. Hubungan Luar Negeri Dino Patti Djalal merangkap Juru Bicara Presiden bidang Luar Negeri
  2. ^ Stafsus Presiden Bid. Hubungan Dalam Negeri Andi Mallarangeng merangkap Juru Bicara Presiden bidang Dalam Negeri
  3. ^ Stafsus Presiden Bid. Komunikasi Politik Yenny Zannuba Wahid mengundurkan diri pada Juni 2007[2]
  4. ^ Stafsus Presiden Bid. Hubungan Luar Negeri Teuku Faizasyah merangkap sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
  5. ^ Stafsus Presiden Bid. Hubungan Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha merangkap sebagai Juru Bicara Presiden bidang Dalam Negeri
  6. ^ Pada September 2015, Teten Masduki dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan, namun pada Januari 2018 kembali lagi menjadi Staf Khusus[13]
  7. ^ Stafsus Presiden Bid. Komunikasi Johan Budi merangkap sebagai Juru Bicara Presiden
  8. ^ Stafsus Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman merangkap Juru Bicara Presiden
  9. ^ Mengundurkan diri pada 15 April 2020[27]
  10. ^ Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri pada 24 April 2020[28]
  11. ^ Aminuddin Ma'ruf mengundurkan diri pada 23 Oktober 2023

Referensi

Tautan Daring
  1. ^ a b c d e "Presiden Gelar Pertemuan Dengan Wantimpres, UKP3R dan Staf Khusus". Kementerian Sekretariat Negara RI. 30 Oktober 2008. Diakses tanggal 26 Oktober 2019.
  2. ^ a b c d e f g h i "Sudah Tiga Kali Beleid tentang Staf Khusus Presiden Direvisi". Hukum Online. 13 September 2008. Diakses tanggal 8 April 2026.
  3. ^ a b Arif Rahman Hakim (9 Februari 2015). "Sardan Marbun yang Kukenal". Kompasiana. Diakses tanggal 8 April 2026.
  4. ^ "Heru Lelono, dari Beo hingga Supertoy". Liputan6.com. 6 Februari 2010. Diakses tanggal 8 April 2026.
  5. ^ "Berita Duka, Mantan Pangdam IM Mayjen TNI Purn M Djali Yusuf Meninggal Dunia". Kumparan. 19 Maret 2022. Diakses tanggal 8 April 2026.
  6. ^ "Denny Indrayana Kini Staf Khusus Presiden". antaranews.com. 1 September 2008. Diakses tanggal 8 April 2026.
  7. ^ a b c d e f g h i j k "Presiden Resmi Angkat 10 Staf Khusus". Tempo.co. 19 November 2009. Diakses tanggal 26 Oktober 2019.
  8. ^ "Presiden SBY Angkat 10 Staf Khusus". detikcom. 19 November 2009. Diakses tanggal 26 Oktober 2019.
  9. ^ "SBY: Wajar Pro dan Kontra Susunan Kabinet". Republika. 22 Oktober 2019. Diakses tanggal 26 Oktober 2019.
  10. ^ "Faizasyah: Ke Acara AFI, Presiden Hanya Bawa Tiga Staf Khusus". tempo.co. 27 September 2010. Diakses tanggal 8 April 2026.
  11. ^ Susi Fatimah (14 Mei 2013). "SBY Tunjuk Hariyanto Jadi Staf Khusus Bidang Pangan". okezone.com. Diakses tanggal 8 April 2026.
  12. ^ Luhur Hertanto (15 Juni 2012). "Dekan FEUI Jadi Staf Khusus Presiden SBY". detik.com. Diakses tanggal 8 April 2026.
  13. ^ Kuwado, Fabian Januarius (2018-01-17). Meiliana, Diamanty (ed.). "Teten Masduki Jadi Komandan Staf Khusus Presiden". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-11.
  14. ^ "Teten Masduki Dan Sukardi Rinakit Gawangi Tim Komunikasi Presiden". Sekretariat Kabinet Indonesia. 11 Mei 2015. Diakses tanggal 8 April 2026.
  15. ^ a b c d e f g h i "Profil dan Tugas 11 Staf Khusus Presiden". 24 Mei 2018. Diakses tanggal 8 April 2026.
  16. ^ "Ari Dwipayana | Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) - Academia.edu". ugm.academia.edu. Diakses tanggal 2019-03-08.
  17. ^ "Tugas Baru Putra Bali Ini, Diangkat Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi". kagama.co. 11 September 2016. Diakses tanggal 8 April 2026.
  18. ^ "Jejak Lenis Kogoya, Tokoh Muda Papua Penerima Pangkat Letkol Tituler". CNN Indonesia. 20 Juli 2024. Diakses tanggal 8 April 2026.
  19. ^ "Presiden Jokowi Tunjuk Johan Budi Sebagai Staf Khusus Presiden".
  20. ^ a b "Ini Profil Dua Staf Khusus Presiden yang Baru". HukumOnline. 11 Juli 2016. Diakses tanggal 8 April 2026.
  21. ^ Arnani, Mela. Wedhaswary, Inggried Dwi (ed.). "INFOGRAFIK: Para Staf Khusus Presiden..." Kompas.com. Diakses tanggal 2019-09-14.
  22. ^ a b c d Muhammad Iqbal (15 Mei 2018). "Mengenal 4 Staf Khusus Baru Jokowi". Kumparan.com. Diakses tanggal 8 April 2026.
  23. ^ Humas Kemensetneg (21 Oktober 2019). "Presiden Jokowi Tunjuk Jubir dan Tujuh Orang untuk Bantu Proses Pembentukan Kabinet". Kementerian Sekretariat Negara RI. Diakses tanggal 25 Oktober 2014.
  24. ^ Fakhrizal Fakhri (21 November 2019). "Jokowi Umumkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Milenial". Okezone.com. Diakses tanggal 21 November 2019.
  25. ^ a b c d e f g h i j k l m "Daftar 14 Staf Khusus Jokowi pada Periode Kedua". CNN Indonesia. 21 November 2019. Diakses tanggal 21 November 2019.
  26. ^ "Billy Mambrasar Ajak Awardee BPI Kemendikburistek Memasuki Pemerintahan". 22 Desember 2022. Diakses tanggal 8 April 2026.
  27. ^ detik.com (21 April 2020), "Stafsus Presiden Belva Devara Mengundurkan Diri", diakses 27 Juni 2021.}}
  28. ^ Andhika Prasetia (24 April 2020), "Andi Taufan Juga Mundur dari Staf Khusus Jokowi", detik.com, diakses 27 Juni 2021.
  29. ^ "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 22 Oktober 2024. Diakses tanggal 8 April 2026.
  30. ^ "Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala, Tokoh Muda Jabar dari Primajasa Masuk dalam Lingkaran Istana Negara". pikiran-rakyat.com. 8 Mei 2025.
Tautan Dasar Hukum

Lihat Pula

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement