Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia

Utusan Khusus Presiden adalah pejabat yang melaksanakan tugas tertentu yang diberikan oleh presiden di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan organisasi kementerian dan instansi pemerintah lainnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, utusan khusus presiden bertanggung jawab kepada presiden dan laporan pelaksanaan tugas dikoordinasikan oleh sekretaris kabinet.[1][2]

Periode 2001–2004

Nama Bidang Tahun Ref.
Nana Sutresna Kerja Sama dengan Negara-negara di Kawasan Asia Afrika dan Anggota Gerakan Nonblok 2002–2004 [3]

Periode 2004–2009

Nama Bidang Tahun Ref.
Nana Sutresna Kerja Sama dengan Negara-negara di Kawasan Asia Afrika dan Anggota Gerakan Nonblok 2004–2009 [4]
Masalah Semenanjung Korea
Alwi Shihab Negara-negara Timur Tengah, Organisasi Kerja sama Islam (OKI), dan Bank Pembangunan Islam 2005–2009 [5][6]
Ali Alatas Perdamaian Timur Tengah 2006–2008 [7][8]
Tiopan Bernhard Silalahi Negara-negara Timur Tengah 2006–2009 [9]

Periode 2009–2014

Nama Bidang Tahun Ref.
Nana Sutresna Kerja Sama dengan Negara-negara di Kawasan Asia Afrika dan Anggota Gerakan Nonblok[3] 2009–2011
Masalah Semenanjung Korea [4][10]
Nila Moeloek Millennium Development Goals (MDGs) 2009–2014 [11][12]
Tiopan Bernhard Silalahi Kawasan Asia Pasifik 2010–2014 [13][14]
Farid Husain Dialog Papua 2011–2014 [15]
Harbrinderjit Singh Dillon Penanggulangan Kemiskinan 2011–2014

Periode 2014–2019

2
3
Eddy Pratomo dan Din Syamsuddin
Nama Bidang Tahun Ref.
Eddy Pratomo Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia 2015–2019 [16]
Alwi Shihab Negara-negara Timur Tengah dan Organisasi Kerja sama Islam 2015–2019 [17][18]
[19][20]
Din Syamsuddin Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban 2017–2018 [21][22]
[23]
Syafiq A. Mughni 2018–2019

Periode 2019–2024

Pada periode II, tercatat Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo hanya mempunyai dua utusan khusus, yakni Muhamad Mardiono dan Bambang Susantono. Muhamad Mardiono dilantik pada 23 November 2022, sedangkan Bambang Susantono dilantik pada Juni 2024.

Nama Bidang Tahun Ref.
Muhamad Mardiono Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan 2022–2024 [24]
Bambang Susantono Kerja Sama Internasional Pembangunan Ibu Kota Nusantara 2024 [25]

Periode 2024–2029

Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto mempunyai 7 utusan khusus. Awalnya Prabowo Subianto melantik 7 utusan khusus presiden, yakni Muhamad Mardiono, Setiawan Ichlas, Miftah Maulana Habiburrohman, Raffi Ahmad, Ahmad Ridha Sabana, Raffi Ahmad, Zita Anjani, dan Mari Elka Pangestu pada 22 Oktober 2024, bersamaan dengan Penasihat Khusus dan Staf Khusus.[26] Di akhir Oktober 2024, Prabowo Subianto menunjuk Hashim Djojohadikusumo, sebagai Utusan Khusus di bidang Iklim dan Energi. Miftah Maulana Habiburrohman mengundurkan diri pada 6 Desember 2024.

Utusan Khusus Presiden RI pada saat pelantikan (2024)
Utusan Khusus Presiden RI (2024)
Nama Lambang Bidang Tahun
Muhamad Mardiono
Ketahanan Pangan 2024–sekarang
Setiawan Ichlas
Ekonomi dan Perbankan 2024–sekarang
Miftah Maulana Habiburrohman
Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan 2024[Ket. 1]
Raffi Ahmad
Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni 2024–sekarang
Ahmad Ridha Sabana
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital 2024–sekarang
Mari Elka Pangestu
Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral[Ket. 2] 2024–sekarang
Zita Anjani
Pariwisata 2024–sekarang
Hashim Djojohadikusumo
Iklim dan Energi 2024–sekarang

Catatan

  1. ^ Miftah Maulana Habiburrohman mengundurkan diri pada 6 Desember 2024, karena umpatan ke pedagang es teh yang dianggap merendahkan martabat manusia saat mengisi acara Tabligh Akbar di Magelang pada 20 November 2024 (lihat kontroversinya))[27]
  2. ^ Merangkap sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". 22 Oktober 2024. Diakses tanggal 19 Desember 2024.
  2. ^ Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024
  3. ^ a b "Profil Nana Sutresna". Tokoh Indonesia. Diakses tanggal 12 September 2025.
  4. ^ a b "Nana Sutrestna, Utusan Presiden Korut dan Korsel". 23 Januari 2006. Diakses tanggal 12 September 2025.
  5. ^ "Alwi Shihab Hadiri KTT OKI". 6 Desember 2005. Diakses tanggal 14 November 2025.
  6. ^ Abeyasa, Auvry (26 April 2006). "SBY Menjawab Harapan Melalui Presidentials Delivery Unit". detik.com. Diakses tanggal 12 September 2025.
  7. ^ Abeyasa, Auvry (6 Mei 2022). "Biografi Ali Alatas: Profil Ali Alatas, Menlu Pada Masa Soeharto dan Habibie". Tirto.id. Diakses tanggal 12 September 2025.
  8. ^ Abeyasa, Auvry (19 Juli 2006). "Ali Alatas Jadi Utusan Khusus Perdamaian Timteng". AntaraNews. Diakses tanggal 12 September 2025.
  9. ^ "TB Silalahi, Tetap Eksis Sejak Orde Baru". 10 Februari 2012. Diakses tanggal 14 November 2025.
  10. ^ "Laporan Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI Ke Negara Korea Selatan dalam Rangka Penyusunan RUU Tentang Radio Televisi Republik Indonesia" (PDF). DPR RI. 2013.
  11. ^ "Utusan Khusus Presiden Kini Setingkat Menteri". JPNN.com. 26 Februari 2012. Diakses tanggal 12 September 2025.
  12. ^ "Nila Moeloek: Menteri Kesehatan yang Tertunda". CNN Indonesia. 26 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 September 2025.
  13. ^ Maharani, Esthi (6 Februari 2012). "Utusan Khusus Presiden Bukan Jabatan Permanen". Republika.
  14. ^ Kisdiantoro, ed. (6 September 2020). "Jadwal Terbang SBY Ditunda Satu Jam". TribunNews. Diakses tanggal 14 November 2025.
  15. ^ Maharani, Esthi (7 November 2011). "Farid Husain, Sang Juru Runding Daerah Konflik". BBC Indonesia. Diakses tanggal 14 November 2025.
  16. ^ "Presiden Jokowi Tunjuk Eddy Pratomo Jadi Utusan Khusus Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia". Kementerian Sekretariat Negara RI. 11 Juni 2015. Diakses tanggal 11 September 2025.
  17. ^ "Utusan Khusus Presiden RI dukung Wali Kota Banda Aceh Bangun NAIC". Pemerintah Kota Banda Aceh. 5 Juni 2018. Diakses tanggal 14 November 2025.
  18. ^ "Presiden Islamic Development Bank Group Menerima Utusan Khusus Presiden RI". Islamic Development Bank. 9 Februari 2017. Diakses tanggal 14 November 2025.
  19. ^ "Prof. Alwi Shihab: Perlu Kerendahan Hati Berkolaborasi Merawat Kerukunan Umat Beragama". Institut Leimena. 5 April 2024. Diakses tanggal 14 November 2025.
  20. ^ "Tiba Di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Disambut Putra Mahkota UEA". 13 September 2019. Diakses tanggal 14 November 2025.
  21. ^ "Presiden Jokowi Angkat Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban". Sekretariat Kabinet RI. 23 Oktober 2017. Diakses tanggal 11 September 2025.
  22. ^ "Din Syamsuddin Ungkap Alasan Mundur dari Utusan Khusus Jokowi". CNN Indonesia. 25 September 2018. Diakses tanggal 11 September 2025.
  23. ^ "Jokowi Tunjuk Syafiq Mughni sebagai Pengganti Din Syamsuddin". AMINEF. Oktober 2018. Diakses tanggal 11 September 2025.
  24. ^ "Presiden Jokowi Lantik Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden". Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden - Kementerian Sekretariat Negara. 23 November 2022. Diakses tanggal 11 September 2025.
  25. ^ Safitri, Eva (13 Juni 2024). "Jokowi Resmi Angkat Bambang Susantono Jadi Utusan Khusus Kerja Sama IKN". Detik.com. Diakses tanggal 12 November 2024.
  26. ^ "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". Sekretariat Kabinet RI. 22 Oktober 2024. Diakses tanggal 11 September 2025.
  27. ^ Rismoyo, Mauludi. "Gus Miftah Mundur Jadi Utusan Khusus Presiden Usai Introspeksi Diri". detikpop. Diakses tanggal 2024-12-06.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement