Kontroversi yang melibatkan Miftah Maulana Habiburrahman

Potret Gus Miftah ketika menjadi penceramah agama

Selama Menjadi Pendakwah Miftah Maulana Habiburrohman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah sering melakukan tindakan Kontroversial yang diantaranya adalah sebagai berikut:

Menoyor Kepala Istri di Depan Umum

Sebuah potongan video saat Gus Miftah menoyor kepala istrinya viral di media sosial. Pria 43 tahun itu duduk bersebelahan dengan istrinya, asyik menikmati musik yang sedang dilantunkan tiba-tiba Gus Miftah memegang kepala istrinya lalu menggoyang-goyangkannya. Tampak guncangannya agak keras hingga istri Gus Miftah yang berkerudung kecokelatan berusaha menahannya. Ekspresi Gus Miftah sendiri terlihat semringah ketika melakukannya dan terkesan tindakannya itu sebagai ekspresi bercanda. Namun, tak semua warganet yang melihatnya sepaham.[1]

Setelah ramai dihujat netizen, Gus Miftah memberikan klarifikasi. Dia mengatakan sikapnya menoyor kepala sang istri, Ning Astuti sebagai bahasa cinta. Dia membantah anggapan dirinya melakukan kekerasan pada istri.

Gus Miftah menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat perayaan hari lahir ke-12 pondok pesantren yang dipimpinnya. Perayaan itu digelar selama empat hari empat malam.

Pada malam hari, ada konser silaturahmi kebangsaan. Salah satu penyanyi yang tampil pada konser itu ialah Deni Setiawan atau yang dikenal dengan nama Denny Caknan. [2]

Menghina Penjual Es Teh

"És téhmu jik okéh ra?" (es teh mu masih banyak, tidak?), dan ketika pedagang itu mengangguk, Ia menjawab, "Masih? Ya kana didol, goblok!" (Masih? Ya jual sana, bodoh!)."

Gus Miftah, dalam acara 'Tabligh Akbar di Magelang 20 November 2024'.

Kronologi

Pada sebuah acara tablig akbar yang diselenggarakan di Lapangan drh. Soepardi, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, pada 20 November 2024. Gus Miftah, yang juga seorang Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan; [3], terlibat dalam sebuah insiden yang menjadi sorotan setelah Ia melontarkan kelakar yang berisi umpatan sehingga dianggap merendahkan martabat manusia.

Dalam video tersebut nampak Gus Miftah menghina Sunhaji seorang Pedagang es yang berada di dilokasi acara dan diikuti oleh tawaan orang-orang di sekitarnya.

Reaksi

Tindakan Gus Miftah menghina Sunhaji menuai kecaman publik. Publik menilai etika Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu buruk dan tidak pantas. Bahkan beberapa tokoh dan bahkan Perdana Menteri Malaysia ikut mengomentari kejadian ini. berikut adalah beberapa reaksi atas kejadian ini.

  1. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ikut mengomentari kejadian ini yang kemudian menjadi viral di Malaysia[4][5]
  2. M. Febriyanto Firman Wijaya selaku Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menyayangkan hal tersebut, pasalnya sebagai tokoh agama yang memiliki banyak pengikut, seharusnya beliau menjadi contoh yang baik dalam bertutur kata[6]
  3. Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengomentari gaya berdakwah Gus Miftah yang dikecam karena mengolok-olok pedagang es teh. Menurut Gus Mus, pendakwah harus mengerti apa tujuan dari dakwah itu sendiri[7]
  4. Inayah Wahid, Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyampaikan reaksi keras atas gaduh Gus Miftah yang mengolok-olek Sunhaji, penjual es teh asal Magelang. Dia sebutkan bahwa dagang es teh lebih mulia daripada dagang agama[8]
  5. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengungkap Prabowo menegur Gus Miftah. Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto sangat menjunjung adab kepada siapa pun.[9]
  6. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid menyoroti kasus Ustaz Miftah Maulana yang sempat mengolok-olok penjual es teh. Ia mengingatkan Gus Miftah untuk mengevaluasi metode dakwahnya[10]
  7. Sebuah petisi meminta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden sudah ditandatangani 217.584 orang. Anggota DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera memberi usul agar Gus Miftah mempertimbangkan mundur dari jabatannya itu.[11]

Setelah kejadian tersebut, Gus Miftah mendatangi kediaman pedagang es teh untuk meminta maaf.[12] Kemudian pada tanggal 6 Desember 2024, Gus Miftah menyatakan mundur dari tugasnya sebagai Utusan Khusus Presiden.[13]

Bagi-bagi Uang Saat Kampanye

Pada 28 Desember 2023, Gus Miftah menjadi sorotan publik setelah videonya membagikan uang kepada warga di gudang rokok milik Haji Her di Desa Peltong, Pamekasan, Madura, viral di media sosial. Dalam video tersebut terdengar sorakan "Prabowo" dan terlihat seseorang mengangkat kaos bergambar capres nomor urut 2, sehingga menimbulkan dugaan praktik politik uang dalam masa kampanye Pilpres 2024.[14]

Menanggapi hal itu, Haji Her menyatakan bahwa uang tersebut merupakan bentuk sedekah pribadinya, bukan bagian dari kampanye, dan Gus Miftah hanya hadir untuk memberikan tausiah tanpa keterlibatan dalam pembagian uang.[15] Gus Miftah sendiri menegaskan bahwa ia bukan bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) atau Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran, dan bersedia menerima sanksi jika terbukti bersalah.[16]

Bawaslu Sleman kemudian memeriksa Gus Miftah pada 8 Januari 2024 dan mengklarifikasi 28 poin terkait peristiwa tersebut. Tidak ditemukan pelanggaran pemilu dalam pemeriksaan itu. Bahkan, Mahkamah Konstitusi dalam putusan 22 April 2024 menyatakan bahwa kegiatan Gus Miftah tidak berkaitan dengan kampanye paslon mana pun karena tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan resmi dalam tim kampanye serta tidak terpenuhinya unsur politik uang dalam peristiwa tersebut.[17]

Sebut PKS Sebagai Partai Wahabi

"Dakwah yang menyenangkan itu khas NU dan Ahlussunnah wal Jamaah, sedangkan dakwah yang suka menakut-nakuti identik dengan Wahabi, yang di Indonesia menurut saya identik dengan PKS. Karena itu, saya ragu NU bisa sejalan dengan PKS"

Gus Miftah, Pengajian Akbar PW Muslimat NU Lampung, Lampung Selatan, 12 Januari 2024'.

Pada Jumat, 12 Januari 2024, saat memberikan ceramah di Pengajian Akbar PW Muslimat NU Lampung di Lapangan Cipta Karya, Kalianda, Lampung Selatan, Gus Miftah menyampaikan bahwa dakwah yang “menyenangkan” berasal dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (NU), sedangkan dakwah yang “menakut‑nakuti” identik dengan paham Wahabi. Ia lalu menyatakan bahwa di Indonesia, paham Wahabi itu “identik dengan PKS”[18]

Pernyataan tersebut segera memicu kehebohan. Wakil Ketua Umum PKB, Gus Jazil, menegaskan bahwa Gus Miftah “bukan kiai alim” dan seharusnya berhati-hati agar tidak menebar perpecahan. Sementara Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, menuding pernyataan itu “ngawur” secara ilmiah dan berpotensi mengganggu persatuan umat. Ia menantang Gus Miftah untuk ngaji bersama kitab Ahlussunnah wal Jamaah agar tafsirnya dapat dibahas secara tepat.[19]

Tidak hanya itu, tim hukum DPW PKS Lampung bahkan mempertimbangkan melaporkan Gus Miftah ke Polda Lampung dengan dasar dugaan pelanggaran Pasal 14–15 UU 1/1946 terkait penyebaran berita bohong atau menimbulkan keonaran. Di sisi lain, PKS Lampung menegaskan bahwa partainya mengedepankan prinsip rahmatan lil alamin, berbeda jauh dari label Wahabi yang dialamatkan oleh Gus Miftah.[20]

Sebut Ustaz Khalid Basalamah Wahabi

"Orang-orang NU bilang apa? Gus Miftah sok ngartis. Kemudiaan apa? Saya agak menjauh dari Raffi Ahmad. Yang terjadi apa? Raffi Ahmad diomelin sama orang baru, Ustaz Khalid Basalamah yang berbeda pendapat dengan saya. Ketika Raffi dikatain Khalid Basalamah, orang-orang NU bilang lah kok piye yoh Gus?. Kok Raffi Ahmad digandeng orang Wahabi?"

Gus Miftah, Oktober 2022'.

Pada sekitar Oktober 2022, pendakwah Gus Miftah menuai perhatian publik setelah dalam sebuah ceramah ia menyebut bahwa Ustaz Khalid Basalamah merupakan bagian dari kelompok Wahabi. Pernyataan itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Gus Miftah menyatakan perbedaan pendekatan dakwah antara kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dengan gaya yang ia sebut cenderung "keras" seperti yang diasosiasikan dengan Wahabi, seraya menyebut nama Ustaz Khalid Basalamah sebagai contoh.

Pernyataan ini menuai kritik, terutama dari tokoh NU seperti Gus Umar Hasibuan, yang melalui media sosial mengecam Gus Miftah. Ia mempertanyakan apakah Gus Miftah sudah melakukan tabayyun kepada Ustaz Khalid sebelum menuduhnya Wahabi. Ia juga mengingatkan agar tidak seenaknya melabeli sesama pendakwah yang masih berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.[21]

Gus Miftah kemudian memberikan klarifikasi pada 21 Februari 2022 melalui berbagai media. Ia menjelaskan bahwa perbedaan antara dirinya dan Ustaz Khalid adalah dalam ranah khilafiyah (perbedaan pendapat dalam fikih), bukan dalam akidah, dan itu hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat merendahkan atau menuduh secara personal.

Menariknya, pada 9 Juli 2022, publik dikejutkan oleh beredarnya video yang menunjukkan Gus Miftah dan Ustaz Khalid Basalamah berpelukan dan tersenyum akrab saat bertemu di Arafah saat ibadah haji. Video ini menjadi bukti bahwa meski ada perbedaan dalam gaya dakwah dan pemikiran, keduanya tetap menjaga hubungan baik secara pribadi.[22]

Pertunjukan wayang berkarakter mirip Ustaz Khalid Basalamah di pesantren Gus Miftah

Dakwah di Gereja

Pada 29 April 2021, Gus Miftah menghadiri peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai tamu undangan yang menyampaikan orasi kebangsaan. Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini. Gus Miftah menyatakan bahwa kehadirannya bukan untuk memberikan ceramah agama dalam rangka ibadah, melainkan menyampaikan pesan kebangsaan dan toleransi antarumat beragama dalam rangka peresmian tempat ibadah tersebut.[23]

Kehadiran Gus Miftah di gereja tersebut menuai kontroversi di kalangan publik. Banyak netizen yang mengkritiknya karena dianggap menyalahi batas interaksi agama, bahkan ada yang menyebutnya sesat dan kafir. Meski begitu, tak sedikit pula yang mendukung langkah Gus Miftah sebagai bentuk dakwah inklusif dan moderat. Tokoh-tokoh seperti Rais Syuriyah PBNU Kiai Syamsul Ma’arif turut menyayangkan respons berlebihan dari sebagian masyarakat, menyebut bahwa publik sering salah fokus dan lebih keras pada dakwah damai dibanding pada aksi-aksi radikal.[24]

Dalam klarifikasinya, Gus Miftah menegaskan bahwa imannya tetap kuat dan tidak berubah hanya karena hadir di tempat ibadah agama lain. Ia menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan memiliki dasar dalam pandangan ulama, yakni membolehkan kehadiran di acara non-Muslim selama tidak mengikuti ritual keagamaannya. Ia juga menyampaikan bahwa dakwah di era modern harus menjawab tantangan zaman, termasuk fenomena saling mengkafirkan antarumat Islam sendiri. Menurutnya, kehadirannya di gereja adalah bagian dari dakwah kebangsaan, bukan kompromi terhadap akidah.[25]

Dakwah di Klub Malam

Pada sekitar tahun 2006, Gus Miftah mulai rutin mengunjungi tempat-tempat hiburan malam di Yogyakarta dan Bali, termasuk klub malam, lokalisasi, bar, dan salon “plus-plus”, dengan tujuan melakukan dakwah terbuka dan “ngaji bareng” para pekerja malam. Ia menjalin komunikasi intens dengan manajemen tempat hiburan tersebut, menjelaskan visi-misi kegiatan keagamaan, dan mendapatkan izin resmi untuk berbicara maupun selawatan bersama pengunjung[26] Pendekatan ini terinspirasi dari metode dakwah Rasulullah dalam menjangkau kelompok yang terpinggirkan, dan dilakukan dengan ketentuan tidak menimbulkan kegaduhan atau memaksa pengunjung[27]

Pada September 2018, media memberitakan video viral Gus Miftah berdakwah di sebuah klub malam di Bali (misalnya Boshe VVIP Club), di mana ia mengajak wanita berbaju seksi untuk berselawat. Aksi ini menimbulkan pro dan kontra: MUI menyatakan selawatan di tempat dengan aurat terbuka “tidak sopan”, khususnya jika tidak menutup aurat, tetapi tetap mengakui niat baik dakwah tersebut[28]

Sekretaris Jenderal PBNU dan Wakil Ketua MUI justru mengapresiasi keberanian Gus Miftah menjangkau komunitas yang dianggap terabaikan—kelab malam, lokalisasi, dan daerah penuh kemaksiatan—selama dakwahnya sesuai manhaj yang benar dan niat ibadah tulus[29]

Dalam perjalanan berdakwahnya, Gus Miftah pernah mendapatkan reaksi positif dari beberapa pengunjung; ada yang sebelumnya bermasalah dengan agama, kemudian berubah, sehingga ada cerita pekerja malam di Yogyakarta yang setelah berdialog dengannya akhirnya membantu membangun masjid. Isi ceramahnya menekankan bahwa agama bukan sekadar dosa-pahala, tapi akhlak dan ketuhanan, serta tidak menghakimi berdasarkan penampilan fisik [30] Ia menegaskan bahwa setiap individu, meski bekerja di dunia malam, tetap memiliki iman yang bisa dirawat, sementara perannya sebagai da’i disebutnya seperti “SPA: sales promotion akhirat,” yang mengangkat citra Islam sebagai agama yang menyenangkan[31]

Bandingkan Larangan Speaker Masjid dengan Dangdutan

"Tadarus digalakkan, saya gak sepakat ada edaran gak usah tadarus pakai speaker luar. Tetap tadarus pakai speaker luar, tapi tahu waktu, jam 10 ganti speaker njero (dalam). Sekarang ada imbauan gak usah pakai speaker luar, lha wong setahun pisan (setahun sekali), itu nanggap dangdutan di alun-alun sampai jam 1 malam ora urusan kok. Kadang-kadang kita tu gak adil lo. Kalau dangdutan sampai jam 2 ra ngagas (tak peduli), begitu tadarus dilirang "

Gus Miftah, Ceramah di Bangsri, Sukodono, Sidoarjo (Jatim), Maret 2024

Pada Maret 2024, Gus Miftah terlibat dalam kontroversi setelah dalam sebuah ceramah di Sidoarjo, Jawa Timur, ia membandingkan pembatasan penggunaan pengeras suara masjid saat Ramadan dengan kegiatan hiburan seperti dangdutan yang menurutnya tetap diizinkan hingga larut malam. Ia mempertanyakan alasan pembatasan tadarus Al-Qur’an menggunakan speaker luar, sementara acara dangdut dapat berlangsung hingga pukul satu dini hari.[32]

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, menyebut Gus Miftah "asal bunyi" dan "gagal paham" terhadap ketentuan yang berlaku. Kemenag menegaskan bahwa tidak terdapat larangan penggunaan pengeras suara di masjid, melainkan pengaturan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022. Edaran tersebut mengatur penggunaan pengeras suara dengan tujuan menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan, khususnya terkait volume dan waktu penggunaan.[33]

Menanggapi kritikan tersebut, Gus Miftah menyatakan bahwa dirinya tidak secara spesifik merujuk pada surat edaran mana pun, melainkan menyuarakan keresahan masyarakat yang merasakan suasana Ramadan semakin sepi. Ia menekankan bahwa penggunaan pengeras suara masjid tetap dapat dilakukan secara bijak, dengan batasan waktu yang wajar, agar syiar Ramadan tetap terasa meriah sebagaimana tradisi di masa lalu.[34]

Sebut Pesinden Yati Pesek Lonte

""Kulo niku bersyukur Bude Yati elek. Milo dadi sinden. Lak ayu dadi lonte kan iki (Saya itu bersyukur Bude Yati itu jelek. Makanya jadi sinden. Kalau cantik jadi lonte kan ini),"

Gus Miftah, Limbukan Wayang Kulit Ponpes Ora Aji, 18 Februari 2022

Pada saat pentas wayang kulit yang diadakan di pondok pesantren miliknya (Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY) pada hari Jumat, 18 Februari 2022 yang mengundang dalang Ki Warseno Slank dan Yati Pesek sebagai salah satu pesinden, Miftah secara tidak sengaja berkelakar dengan Yati Pesek menggunakan kalimat yang merendahkan harkat dan martabat perempuan.

Kronologi

Ia awalnya menyebut Yati Pesek dengan sebuah kalimat umpatan yang merupakan versi sempurna dari kalimat yang terdapat pada sebuah lagu yang dibawakan oleh Yati Pesek ("Bajing Loncat"). Meskipun Yati Pesek sempat menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman atas kelakar tersebut, Miftah secara tidak sengaja meneruskan kelakar yang menjurus objektivikasi perempuan tersebut dengan menyamakan Yati Pesek sebagai salah satu pekerja seks komersial yang sempat Ia asuh dan bina (Ironisnya, Miftah pada kelakarnya kemudian bercerita bahwa Ia sendiri tidak pernah menyebut pekerja seks komersial dengan kalimat tersebut) karena Yati Pesek "tidak cantik" dan kemudian menyebut susu (konteksnya adalah alat kelamin pada dada perempuan) milik Yati Pesek sudah kedaluwarsa. Yati Pesek sendiri menunjukkan secara tidak langsung ketidaksukaan terhadap kelakar dari Miftah tersebut dengan menyebut bahwasannya Miftah adalah seorang ustadz atau kyai yang secara sosial wajib menjaga kalimatnya. Akan tetapi, Miftah membela diri melalui menyanggah bahwa dirinya sebagai seorang ustadz atau kyai diperbolehkan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap audiens yang dihadapi. Ki Warseno Slank sebagai salah satu penampil utama kemudian membelokkan pembicaraan dengan menyebut bahwa hal yang kedaluwarsa (di sini untuk mengalihkan topik pembicaraan Miftah yaitu susu kedaluwarsa) masih ada yang bagus dan bermanfaat seperti halnya tape dan tempe.[35][36][37]

Reaksi

Yati Pesek sendiri sebagai objek yang dijadikan bahan olokan oleh Miftah di dalam kelakarnya sendiri memendam rasa tidak nyaman atas humor Miftah selama dua tahun lebih. Pada awalnya, anak dari Yati Pesek ingin melabrak Miftah secara langsung di mana hal ini dicegah oleh Yati Pesek sendiri karena beliau yakin balasan hanya diberikan oleh Tuhan (Allah SWT).[38]

Kemudian, rasa tidak nyaman dan tidak enak Yati Pesek sendiri kemudian diceritakan kepada Erick Estrada. Erick Estrada yang kemudian mengunggah video reels dan voice notes dari Yati Pesek yang mengaku memendam hal ini selama dua tahun dan Ia sendiri meminta Miftah meminta maaf kepada Yati Pesek tanpa kamera atau tidak dijadikan konten di dalam media sosial.[39][40]

Dipolisikan Karena diduga Hina Istri Orang

"“Istri dukun itu jelek.” “Orang yang datang ke dukun itu orang bodoh.”"

Gus Miftah, podcast milik Atta Halilintar, 10 September 2022'.

Pada 10 September 2022, pendakwah Gus Miftah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Gus Irfan dan kuasa hukumnya, Firdaus Oibowo. Laporan tersebut juga turut mencantumkan nama YouTuber Atta Halilintar sebagai pihak terlapor. Dugaan pelanggaran berawal dari tayangan podcast di kanal YouTube milik Atta Halilintar, di mana Gus Miftah menyampaikan pandangan negatif terhadap praktik perdukunan. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa orang yang datang ke dukun adalah orang bodoh, dan menyampaikan bahwa “istri dukun itu jelek dan merongos.” Pernyataan tersebut dianggap merendahkan istri Gus Irfan, yang merasa tersinggung secara pribadi.[41]

Laporan tersebut diajukan dengan dasar hukum Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang mengatur mengenai pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media elektronik. Pihak pelapor menilai bahwa ucapan Gus Miftah tidak hanya menghina profesi dukun, tetapi juga menyerang secara personal istri dari salah satu pelapor. Selain itu, pelapor menyatakan bahwa praktik perdukunan di Indonesia memiliki legitimasi melalui organisasi dan pengakuan sosial tertentu.[42]

Gus Miftah menanggapi laporan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya siap mengikuti proses hukum apabila dipanggil oleh pihak kepolisian. Ia menganggap pelaporan tersebut sebagai bentuk pencarian sensasi dan menyebutnya sebagai upaya “mencari konten.” Gus Miftah juga menyatakan bahwa dalam pernyataannya ia tidak pernah menyebutkan nama atau identitas siapa pun secara spesifik, sehingga merasa tidak perlu meminta maaf. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan kritik terhadap praktik perdukunan secara umum, bukan kepada individu tertentu.[41]

Hingga pertengahan September 2022, proses hukum belum menunjukkan perkembangan signifikan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa laporan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut untuk menentukan kelayakan proses penyidikan. Gus Miftah menyampaikan kesiapannya untuk bersikap kooperatif apabila dipanggil, tetapi menilai bahwa laporan tersebut cenderung tidak substansial dan kemungkinan tidak akan diproses lebih lanjut karena kurangnya dasar yang kuat.[43]

Sebut Orang NU Lebih Dulu Masuk Surga Dibanding Muhammadiyah

Penghinaan Profesi Dokter

"Siapa bilang dokter itu pintar? Dokter itu goblok. Buktinya setiap orang datang ditanya, kan goblok.” “Kalau pintar ngapain pakai tanya? Dokter itu yang pintar cuma satu, siapa? Dokter hewan, nggak pernah ditanya langsung disuntik."

Gus Miftah, Desember 2024'.

Pada Desember 2024, pendakwah Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video ceramah lamanya beredar luas di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah ulang oleh akun @opposite6892 di platform X (sebelumnya Twitter) dan menampilkan pernyataan kontroversial Gus Miftah yang menyebut profesi dokter dengan sebutan “goblk”. Dalam cuplikan tersebut, ia mempertanyakan intelektualitas dokter dengan mengatakan, “Siapa bilang dokter itu pintar? Dokter itu goblk,” sambil menyoroti kebiasaan dokter yang selalu menanyakan keluhan pasien sebagai tanda ketidaktahuan.[44]

Dalam bagian lain dari ceramah yang sama, Gus Miftah kembali mengulangi ucapannya, “Dokter itu gobl*k,” dan menyatakan bahwa jika dokter terus-menerus bertanya kepada pasien, maka hal itu menunjukkan bahwa dokter tidak mengetahui penyakit yang diderita. Pernyataannya tersebut dianggap menghina profesionalisme dan etika medis karena mengabaikan metode anamnesis yang merupakan bagian penting dari prosedur diagnosis dalam praktik kedokteran.[45]

Gus Miftah juga membuat perbandingan antara dokter umum dan dokter hewan. Ia menyatakan bahwa hanya dokter hewan yang dianggap pintar karena tidak perlu bertanya kepada pasien untuk mengetahui penyakitnya. Ia mengatakan, “Dokter yang pintar cuma satu… dokter hewan. Nggak pernah ditanya, langsung disuntik,” sebagai bentuk sindiran terhadap metode konsultasi dalam dunia kedokteran manusia. Ucapan ini mempertegas kritiknya terhadap pendekatan profesi medis.[46]

Pernyataan Gus Miftah tersebut mendapat kecaman dari sejumlah netizen dan tenaga medis. Banyak pihak menilai bahwa ucapannya tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh agama yang memiliki pengaruh publik. Mereka menganggap Gus Miftah gagal memahami pentingnya proses diagnosis melalui wawancara medis dan menyayangkan digunakannya kata-kata kasar terhadap profesi dokter. Hingga kini, belum ada permintaan maaf resmi dari Gus Miftah terkait pernyataan tersebut.[47]

Sebut Rendang Tidak Punya Agama

""Yang wajib makan halal itu kan Muslim, non-Muslim gak ada kewajiban makan halal."

"Terus kenapa harus marah ketika ada orang non-Muslim jual rendang babi dan dikasih label non-halal? Itu artinya jujur dong."

"Eh ngomong-ngomong, sejak kapan ya rendang punya agama?""

Gus Miftah, Video Instagram Pribadi, 14 Juni 2022'.

Pada Juni 2022, Gus Miftah menuai sorotan publik setelah menanggapi polemik mengenai penjualan rendang babi di sebuah restoran Padang di Jakarta. Menu tersebut memicu reaksi masyarakat, khususnya dari komunitas Minangkabau yang menganggap rendang sebagai makanan khas yang identik dengan budaya Islam. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada 14 Juni 2022, Gus Miftah menyatakan bahwa kewajiban mengonsumsi makanan halal berlaku bagi umat Islam, sementara non-Muslim bebas menentukan pilihan makanannya. Ia juga mengapresiasi kejujuran pihak restoran yang secara terbuka mencantumkan label non-halal pada menunya.[48]

Dalam unggahan yang sama, Gus Miftah mempertanyakan keberatan sebagian masyarakat terhadap penggunaan nama “rendang” pada makanan non-halal. Ia menyampaikan pertanyaan retoris, “Sejak kapan rendang punya agama?”, yang kemudian menimbulkan kontroversi di media sosial dan media massa. Pernyataan tersebut menuai respons beragam; sebagian pihak menilai bahwa pernyataan itu merendahkan simbol budaya dan keagamaan, sementara lainnya menganggapnya sebagai bentuk pelurusan pemahaman tentang hukum makanan dalam Islam.[49]

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ustaz Adi Hidayat, yang menilai bahwa pertanyaan Gus Miftah tidak memiliki substansi penting. Ia menyamakan pertanyaan itu dengan mempertanyakan kewarganegaraan batik atau alat musik tradisional seperti angklung. Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa rendang merupakan produk budaya yang memiliki nilai-nilai tertentu yang berkaitan dengan identitas masyarakat dan ajaran agama, khususnya dalam konteks adat Minangkabau.[50]

Gus Miftah kemudian memberikan klarifikasi atas polemik tersebut. Ia menyatakan bahwa pertanyaannya bersifat retoris dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Menurutnya, rendang adalah benda mati yang tidak memiliki agama, dan pernyataannya bertujuan untuk mendorong toleransi dalam masyarakat majemuk, termasuk dalam hal perbedaan pilihan makanan. Ia juga menyayangkan jika pernyataannya disalahartikan atau dipolitisasi. Kontroversi ini menjadi bagian dari diskursus publik yang lebih luas mengenai batas antara ekspresi keagamaan, budaya, dan toleransi sosial.[51]

Referensi

  1. ^ Liputan6.com (2024-10-04). "Viral Gus Miftah Toyor Kepala Istri Saat Nonton Denny Caknan Bernyanyi, Candaannya Ditegur Warganet". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-12-06. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ "Klarifikasi Gus Miftah Usai Heboh Video Toyor Kepala Istri: Itu karena Saya Gemes". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-06.
  3. ^ Al-Farraby, Raden Muhammad Ikhsan (2024-10-22). "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". Presiden RI. Diakses tanggal 2024-12-06.
  4. ^ Ramadhanny, Fitraya. "Gus Miftah Mundur tapi Makin Viral di Malaysia karena PM Anwar Ibrahim". detikinet. Diakses tanggal 2024-12-09.
  5. ^ luc. "PM Malaysia Anwar Ibrahim Sorot Gus Miftah, Beri Komentar Menohok". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2024-12-09.
  6. ^ Indayanti, Rianita (2024-12-09). "Viral Gus Miftah, Dosen UMS Ingatakan Adab". RRI.co.id. Diakses tanggal 2024-12-09.
  7. ^ Fadlil, Mukhammad, Video: Pesan Mendalam Gus Mus soal Gaya Berdakwah Gus Miftah yang Mengolok-olok, diakses tanggal 2024-12-09
  8. ^ Kurniawan, Andy. "Reaksi Menohok Putri Gus Dur: Lebih Mulia Dagang Es Teh daripada Dagang Agama". detikjatim. Diakses tanggal 2024-12-09.
  9. ^ Nadhiroh, Fatichatun. "Sederet Polemik Gus Miftah Hina Penjual Es Teh Bikin Presiden Beri Teguran". detikjatim. Diakses tanggal 2024-12-09.
  10. ^ Haq, Arina Zulfa Ul. "Wakil Ketua Komisi VIII Minta Gus Miftah Evaluasi Metode Dakwah". detikjateng. Diakses tanggal 2024-12-09.
  11. ^ Hutajulu, Matius Alfons. "Anggota DPR Beberkan Banyaknya Desakan Agar Gus Miftah Mundur". detiksumut. Diakses tanggal 2024-12-09.
  12. ^ detikcom, Tim. "Jabatan Singkat Gus Miftah Usai Viral Hina Penjual Es Teh". detiknews. Diakses tanggal 2024-12-06.
  13. ^ Rismoyo, Mauludi. "Gus Miftah Mundur Jadi Utusan Khusus Presiden Usai Introspeksi Diri". detikpop. Diakses tanggal 2024-12-06.
  14. ^ "Perjalanan Gus Miftah, Viral Bagi-Bagi Uang saat Pilpres 2024 Hingga Diangkat Jadi Utusan Khusus Presiden". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-15.
  15. ^ Media, Kompas Cyber (2024-04-22). "MK Nilai Kegiatan Bagi-bagi Uang Gus Miftah Tak Berkaitan dengan Kampanye". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-06-15.
  16. ^ detikJogja, Tim. "Gus Miftah Viral Bagi-bagi Uang: Kalau Dinyatakan Bersalah, Saya Terima". detikjogja. Diakses tanggal 2025-06-15.
  17. ^ Media, Kompas Cyber (2024-04-22). "MK Nilai Kegiatan Bagi-bagi Uang Gus Miftah Tak Berkaitan dengan Kampanye". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-06-15.
  18. ^ "Gus Miftah Sebut PKS Identik Wahabi, PKB: Maklum Bukan Kiai Alim". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
  19. ^ Astungkoro, Ronggo (2024-01-17). "Diidentikkan Gus Miftah dengan Wahabi, PKS: Tafsiran Ngawur dan Ganggu Persatuan Umat". Republika.co.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
  20. ^ "DPW PKS Lampung soal Gus Miftah Sebut PKS Mirip Wahabi: Kita Rahmatan Lil Alamin". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-15.
  21. ^ Rif'an, Zaki (2022-10-10). "Gus Miftah Bilang Ustaz Khalid Basalamah Wahabi, Tokoh NU Ingatkan untuk Jangan Merasa Paling Benar". FAJAR. Diakses tanggal 2025-06-15.
  22. ^ detikcom, Tim. "Adem, Gus Miftah dan Ustaz Khalid Basalamah Bersua di Arafah". detikhot. Diakses tanggal 2025-06-15.
  23. ^ "Dituding Kafir Orasi di Gereja, Gus Miftah: Kebangetan!". Suarajakarta.id. Diakses tanggal 2025-06-25.
  24. ^ "Orasi Kebangsaan di Gereja Dihujat, Gus Miftah: Alhamdulillah". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2025-06-25.
  25. ^ "- YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2025-06-25.
  26. ^ "Cerita Gus Miftah saat Berdakwah di Kelab Malam". kumparan. Diakses tanggal 2025-06-25.
  27. ^ "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2025-06-25.
  28. ^ Damarjati, Danu. "Gus Miftah Selawatan di Klub Malam, Ketua Dakwah MUI: Tak Sopan". detiknews. Diakses tanggal 2025-06-25.
  29. ^ Liputan6.com (2018-09-13). "PBNU Apresiasi Gus Miftah Berdakwah di Tempat Hiburan Malam". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-06-25. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  30. ^ "Dakwah Gus Miftah di Tempat Hiburan Malam Yogyakarta". 123dok.com. Diakses tanggal 2025-06-25.
  31. ^ "Resep Sukses Dakwah Ala Gus Miftah Dakwah di Klab Malam". Majelis Ulama Indonesia. 2020-07-15. Diakses tanggal 2025-06-25.
  32. ^ Liputan6.com (2024-03-12). "Kemenag Sebut Gus Miftah Gagal Paham Kritik Larangan Speaker saat Ramadhan". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-07-07. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  33. ^ "Kemenag soal Gus Miftah Bandingkan Speaker Masjid dan Dangdutan: Asbun dan Gagal Paham". Suarasumut.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  34. ^ Indonesia, CNN. "Gus Miftah dan Kemenag Saling Sindir soal Sepiker Masjid saat Ramadan". nasional. Diakses tanggal 2025-07-07.
  35. ^ Liputan6.com (2024-12-08). "Pengakuan Yati Pesek Nangis di Kamar Setelah Dihina Miftah Maulana, Hanya Bisa Sebut Nama Allah". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-12-10. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  36. ^ Liputan6.com (2024-12-06). "Gus Miftah Diamuk Netizen Lagi, Gegara Video Lawas Menghina Seniman Senior Yati Pesek Viral". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-12-10. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  37. ^ Gus miftah official (2022-02-18), Live Wayang Kulit Bersama Ki Warseno Slank & Gus Miftah #wayangtidakharam!, diakses tanggal 2024-12-10
  38. ^ Liputan6.com (2024-12-08). "Terungkap Yati Pesek Cegah Anaknya Labrak Miftah Maulana: Jangan, Aku Mau Minta Pengadilan Tuhan". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-12-10. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  39. ^ "Erick Estrada Desak Miftah Maulana Minta Maaf ke Yati Pesek: Datang Tanpa Kamera". kumparan. Diakses tanggal 2024-12-10.
  40. ^ mis. "Erick Estrada Desak Gus Miftah Minta Maaf ke Yati Pesek Tanpa Kamera". hot-gossip. Diakses tanggal 2024-12-10.
  41. ^ a b "Gus Miftah Sebut Tak Masalah Dipolisikan Gus Irfan karena Hina Dukun: Mereka Butuh buat Konten". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-07-07.
  42. ^ Diterbitkan, Penulis: Editor KapanLagi com Diperbarui:. "Atta Halilintar dan Gus Miftah Dilaporkan ke Polisi Diduga Cemarkan Nama Baik Dukun". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2025-07-07. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  43. ^ "Dianggap Menghina Dukun, Gus Miftah: Sebelum Saya Ngomong Sudah Ada di Google". suara.com. Diakses tanggal 2025-07-07.
  44. ^ "Video Lawas Gus Miftah Hina Profesi Dokter Dibongkar Netizen". suara.com. Diakses tanggal 2025-07-07.
  45. ^ DEMOCRAZY.ID. "Jahat Banget Mulutnya! Viral Video Lawas Gus Miftah 'Hina' Profesi Dokter". DEMOCRAZY News. Diakses tanggal 2025-07-07.
  46. ^ NtvNews.ID. "Gus Miftah Bikin Heboh Lagi, Sebut Dokter "Goblok" dalam Ceramahnya - Ntvnews.id". www.ntvnews.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  47. ^ Suaradotcom (2024-12-06), Video Lawas Gus Miftah Hina Profesi Dokter Dibongkar Netizen, diakses tanggal 2025-07-07
  48. ^ Insertlive. "Heboh Rendang Babi, Gus Miftah: Sejak Kapan Rendang Punya Agama?". hot-gossip. Diakses tanggal 2025-07-07.
  49. ^ "Gus Miftah Pertanyakan Sejak Kapan Rendang Punya Agama, Ustadz Adi Hidayat: Sejak Batik Punya Kewarganegaraan". Suarajogja.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  50. ^ disway.id. "Gus Miftah Tanya Sejak Kapan Rendang Punya Agama, UAH Jawab: Pertanyaan Kurang kerjaan." disway.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  51. ^ disway.id. "Kena Semprot UAH Soal Rendang Tak Punya Agama, Gus Miftah: Loh Salah Saya di Mana? Benda Mati Kan..." disway.id. Diakses tanggal 2025-07-07.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement