Lenis Kogoya
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
| Lenis Kogoya | |
|---|---|
| Lahir | 4 Juli 1977 Arso Timur, Keerom, Papua, Indonesia |
| Pekerjaan | Staf Khusus Menhan |
| Gelar | Staf Khusus Menteri Pertahanan Indonesia|Staf Khusus Menteri Pertahanan Indonesia Bidang Kedaulatan NKRI |
| Pendahulu | Jabatan Dibentuk |
| Pengganti | Petahana |
| Orang tua |
|
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 2024–sekarang |
| Pangkat | |
| Satuan | Infanteri |
Lenis Kogoya (lahir 4 Juli 1977) adalah seorang Staf Khusus Presiden era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diangkat pada Juni 2015, saat ini ia menjabat sebagai Staf Khusus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[1] Lenis Kogoya dikenal sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua sejak tahun 2010.[2]
Pendidikan
Lenis menyelesaikan sekolah dasar di menghabiskan masa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Setelahnya, Lenis melanjutkan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia. Kemudian pendidikan magister dilanjutkan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, dan pendidikan doktor di STT Periago Jakarta.[3]
Karier
Latar belakang sebagai Kepala Suku membuatnya menjadi rujukan untuk setiap kondisi Papua. Ia kerap mengunjungi titik terpencil di Papua. Lenis menilai menjadi orang di lingkaran satu Presiden Jokowi sebagai sejarah baru. Ia sempat menegaskan hanya di Pemerintahan Jokowi orang pedalaman bisa masuk Istana.[4] Perkenalannya dengan Joko Widodo yang saat itu menjabat menjadi Wali Kota Surakarta, dimulai saat Lenis menjadi mahasiswa di Semarang di tahun 2002-2006.[5] Lenis merupakan anak dari Lenggub Kogoya, seorang kepala suku Dani keturunan ke-4 di Pegunungan Tengah dengan gelar Panglima Perang yang dikenal dengan sebutan Gin Iyaglo.[6]
Ia benar-benar memanfaatkan posisi strategis itu untuk bersuara lantang tentang tanah kelahirannya. Ia pernah meminta penarikan pasukan TNI/Polri di Nduga pascapenyerangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). Pada konteks ini, Lenis seolah berani berhadap-hadapan dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menolak keras usul tersebut.
Teranyar, Lenis bersuara soal kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, dan beberapa wilayah lain akibat insiden terkait rasialisme di Surabaya dan Malang. Ia juga berperan mengajak Presiden Jokowi mengunjungi Papua. Dalam waktu dekat, Lenis bahkan menjanjikan kehadiran Jokowi di tengah masyarakat Papua untuk berdialog langsung.[2]
Referensi
- ^ "Kementerian Pertahanan Republik Indonesia". www.kemhan.go.id. Diakses tanggal 2025-07-08.
- ^ a b "Galeri Profile Lenis Kogoya". medcom.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-21. Diakses tanggal 2024-08-29.
- ^ "Jejak Lenis Kogoya, Tokoh Muda Papua Penerima Pangkat Letkol Tituler". CNN Indonesia. 2024-07-20. Diakses tanggal 2024-08-29.
- ^ Utama, Lazuardhi (2019-11-22). "3 Tokoh Papua yang Jadi Staf Khusus Presiden". Viva.co.id. Diakses tanggal 2024-08-29.
- ^ "Kisah Persahabatan Kepala Suku Dani dengan Jokowi". detiknews. 2019-08-23. Diakses tanggal 2024-01-04.
- ^ -, Piet (2017-04-02). "Eksistensi Lenis Kogoya Mempertahankan NKRI Tiru Sang Ayah". Dharapos Papua. Diakses tanggal 2024-01-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


