Sirikit dari Thailand

Sirikit
สิริกิติ์
Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri
Ratu Sirikit pada tahun 1960-an
Ratu Thailand
Berkuasa28 April 1950–13 Oktober 2016
Penobatan5 Mei 1950
PendahuluRambhai Barni
PenerusSuthida
Ibu Suri Thailand
Berkuasa5 Mei 2019–24 Oktober 2025
PendahuluSaovabha Phongsri
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa13 Oktober 2016–24 Oktober 2025
PendahuluBhumibol Adulyadej (Rama IX dari Thailand)
PenerusPutri Ubolratana Rajakanya
KelahiranMom Rajawongse Sirikit Kitiyakara
(1932-08-12)12 Agustus 1932
Thailand Pathumwan, Phra Nakhon, Siam
Kematian24 Oktober 2025(2025-10-24) (umur 93)
Bangkok, Thailand
Pasangan
(m. 1950; meninggal 2016)
Keturunan
WangsaKitiyakara (lahir)
Mahidol (melalui pernikahan)
DinastiChakri
AyahNakkhatra Mangala, Pangeran Chanthaburi
IbuMom Luang Bua Snidvongs
AgamaBuddha
Tanda tanganSirikit สิริกิติ์

Somdet Phra Nang Chao Sirikit Phraborromaratchininat, Phra Borrommarachachunani Phan Phi Luang[a][1] (lahir dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara, RTGS: Mom Ratchawong Sirikit Kitiyakon);[b] 12 Agustus 1932 – 24 Oktober 2025) adalah anggota keluarga kerajaan Thailand yang menjadi Ratu Thailand dari 28 April 1950 hingga 13 Oktober 2016 sebagai istri Raja Bhumibol Adulyadej. Ia merupakan ibu dari Raja Vajiralongkorn.

Ia bertemu dengan Bhumibol di Paris, tempat ayahnya menjabat sebagai duta besar Thailand. Mereka menikah pada tahun 1950, tak lama sebelum penobatan Raja Bhumibol. Sirikit diangkat menjadi ratu wali pada tahun 1956, ketika sang raja menjalani kehidupan sebagai biksu Buddha untuk sementara waktu. Sirikit memiliki empat orang anak bersama sang raja. Sebagai permaisuri dari raja yang pada masanya merupakan kepala negara dengan masa pemerintahan terlama di dunia, ia juga menjadi permaisuri dengan masa pengabdian terlama di dunia. Sirikit mengalami stroke pada tahun 2012 dan sejak itu tidak lagi tampil di hadapan publik. Pada 24 Oktober 2025, istana mengumumkan bahwa ia telah meninggal.[2][3]

Kehidupan

Sirikit lahir pada 12 Agustus 1932 dengan nama Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara[c] di kediaman Lord Vongsanuprabhand, kakek dari pihak ibu. Ia merupakan putri sulung dan anak ketiga dari Pangeran Nakkhatra Mangkala Kitiyakara, putra Pangeran Kitiyakara Voralaksana, dan Mom Luang Bua Snidvongs (1909–1999). Namanya, yang diberikan oleh Ratu Rambai Barni, berarti "kemuliaan Kitiyakara".[4]

Keluarga Kitiyakara sekitar tahun 1950an, termasuk (dari kiri ke kanan) Bua Kitiyakara, Bhumibol Adulyadej, Sirikit, Nakkhatra Mangala, Adulakit Kitiyakara, Busba Kitiyakara, Kalyanakit Kitiyakara

Ia memiliki kakak dan adik, antaralain:

  1. Mom Rajawongse Kalyanakit Kitiyakara (20 September 1929 - 15 Mei 1987)
  2. Mom Rajawongse Adulakit Kitiyakara (2 November 1930 - 5 Mei 2004)
  3. Than Phu Ying Butsaba Kitiyakara Sathanaphong

Sirikit dibesarkan oleh kakek-nenek dari pihak ibu selama setahun setelah kelahirannya, karena ayahnya berada di Amerika Serikat untuk bekerja sebagai sekretaris Kedutaan Siam di Washington, D.C. Ibunya menyusul suaminya tiga bulan kemudian. Ketika Sirikit berusia satu tahun, orang tuanya kembali ke Thailand. Sirikit tinggal bersama keluarganya di Istana Deves, dekat Sungai Chao Phraya, Bangkok.[5]

Sebagai anak-anak, Sirikit sering mengunjungi nenek dari pihak ayahnya. Pada tahun 1933, ia pernah melakukan perjalanan bersama Putri Absornsaman Devakula mengikuti tur Raja Prajadhipok di Songkhla.[6]

Sirikit lulus dari sekolah menengah atas Sekolah Biara St. Fransiskus Xaverius, sebuah sekolah Katolik Perancis di Bangkok. Selama masa kecilnya, ayahnya merupakan duta besar Thailand di Perancis, Denmark, dan Inggris. Sirikit pernah bersekolah di negara tersebut dan Swiss.

Pendidikan

Pada usia empat tahun, Sirikit bersekolah di TK Sekolah Rajini (Queen's College), di mana ia kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat dasar. Saat itu, Perang Pasifik sedang berlangsung. Bangkok berkali-kali dibom, terutama di jalur kereta api, sehingga perjalanan menjadi tidak aman. Ia pun pindah ke Sekolah Biara Saint Francis Xavier karena letaknya yang dekat dengan istana. Ia menempuh pendidikan di Saint Francis Xavier mulai dari kelas dua sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah awal.[7][8]

Pada tahun 1946, setelah perang berakhir, ayahnya pindah ke Inggris untuk bertugas sebagai duta besar untuk Court of St James's dan memboyong keluarganya. Sirikit yang saat itu berusia 13 tahun menyelesaikan pendidikan menengahnya di sana. Selama di Inggris, ia belajar bermain piano serta fasih berbahasa Inggris dan Prancis. Karena tugas ayahnya sebagai diplomat, keluarga mereka berpindah-pindah ke negara lain, termasuk Denmark dan Prancis. Selama di Prancis, ia belajar di sebuah akademi musik di Paris.

Di Prancis pula Sirikit bertemu dengan Bhumibol Adulyadej. Keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan karena sama-sama merupakan keturunan Raja Chulalongkorn (Rama V). Pada saat itu, Bhumibol telah naik takhta dan sedang menempuh pendidikan di Swiss. Bhumibol dan Sirikit (beserta beberapa pelajar lainnya) menginap di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Paris. Sirikit mendampingi raja saat mengunjungi berbagai tempat wisata, dan mereka menemukan bahwa mereka memiliki banyak kesamaan.

Pernikahan

Dokumentasi pernikahan Bhumibol Adulyadej dan Sirikit Kitiyakara pada tahun 1950

Selama mengenyam pendidikan di Swiss, ia bertemu dengan Raja Bhumibol, yang saat itu belajar di sana. Ketika Raja Bhumibol mengalami kecelakaan sepeda motor dan dibawa ke rumah sakit di Lausanne, Sirikit kerap membesuknya atas perintah dari Ayahnya.

Dari pertemuan itu, hubungan mereka semakin dekat. Sirikit yang saat itu masih berusia 15 tahun, mengatakan bahwa pandangan pertamanya dengan Bhumibol Adulyadej adalah benci pada pandangan pertama[9]. Bhumibol mengatakan bahwa ia akan datang pada pukul 4.00, namun Bhumibol baru datang pada pukul 8.00.

Pada 19 Juli 1949, mereka bertunangan di Lausanne.[10] Pada Maret 1950, Bhumibol kembali ke Thailand dan Sirikit menyertainya hingga mereka melangsungkan pernikahan pada 28 April 1950 di Istana Pathumwan.

Wali Raja

Ratu Sirikit (paling kiri), Putri Galyani Vadhana (tengah), Putri Hemvadi, Putri Adisaya Suriyabha, Putri Adorn Dibyanibha, dan Ratu Rambhai Barni (kanan) pada tahun 1950

Ketika raja menjalani masa tradisi sebagai biksu Budha pada tahun 1956, Ratu Sirikit bertindak sebagai wali raja.[11]

Ratu Sirikit mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Tahta Ananta Samakhom pada tanggal 20 September 1956

Ia mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat yang berkumpul di Gedung Tahta Ananta Samakhom pada tanggal 20 September 1956 saat ia diangkat sebagai wali raja oleh suaminya.

Ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik sehingga secara resmi dinobatkan sebagai Wali Raja Thailand dan Raja memberinya gelar 'Somdet Phra Nang Chao Sirikit Phra Borommarachininat' pada hari ulang tahun Raja, 5 Desember 1956. Ia menjadi ratu wali Siam kedua dalam sejarah Thailand. Ratu wali yang pertama adalah Ratu Saovabha Phongsri dari Siam, yang menjabat sebagai wali saat suaminya, Raja Chulalongkorn, melakukan perjalanan ke Eropa, dan kemudian bergelar Ratu Sri Patcharindra.[12]

Anak

Hubungan Nama Lengkap Lahir Pernikahan
Anak pertama Thunkramom Ying Ubol Ratana Rajakanya Siriwattana Banawadi

(nama lahir: Somdet Phra Chao Luk Ther Chao Fa Ubol Ratana Rajakanya Siriwattana Banawadi)

5 April 1951, Lausanne, Swiss Ia menikah dengan Peter Ladd Jensen pada 1972 (bercerai), dan memiliki 3 anak:
  1. Ploypailin Jensen
  2. Bhumi Jensen
  3. Sirikitiya Jensen
Anak kedua Phra Bat Somdet Phra Paramenthra Ramadhibodi Srisinra Maha Vajiralongkorn Mahisara Bhumibol Rajavarangkura Kitisirisumburna Adulyadej Sayamindradhipeshra Rajavarodom Borommanat Pobitra Phra Vajira Klao Chao Yu Hua

(nama lahir: Somdet Phra Chao Luk Ya Ther Chao Fa Maha Vajiralongkorn)

28 Juli 1952, Bangkok, Thailand Ia menikah dengan 4 istri dan memiliki total 7 anak dan 3 anak yang diakui oleh kerajaan, antaralain:
  1. Putri Bajrakitiyabha
  2. Putri Sirivannavari
  3. Dipangkorn Rasmijoti
Anak ketiga Somdet Phra Kanitthatirat Chao Krom Somdet Phra Thepparat Ratchasuda Chao Fa Maha Chakri Sirindhorn Rattasimagunakornpiyachat Sayam Borommaratchakumari

(nama lahir: Somdet Phra Chao Luk Ther Chao Fa Sirindhorn Debaratanasudda Kittivadhanadunlasophak)

2 April 1955, Bangkok, Thailand Tidak menikah
Anak keempat Somdet Phra Nong Nang Thoe Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari, Khun Phra Srisavangavadhana

(nama lahir: Somdet Phra Chao Luk Ther Chao Fa Chulabhorn Walailak Agrarajakumari)

4 Juli 1957, Bangkok, Thailand Ia menikah dengan Virayudh Tishyasarin (bercerai), dan memiliki 2 anak:
  1. Putri Siribhachudabhorn
  2. Putri Aditayadornkitikun

Masalah kesehatan dan kematian

Bendera Thailand dikibarkan setengah tiang pada 26 Oktober 2025 di sebuah rumah sakit di Si Samrong sebagai bentuk berkabung atas wafatnya Ratu Sirikit

Pada fajar tanggal 21 Juli 2012, Sirikit merasa tidak stabil dan terhuyung saat berolahraga di Rumah Sakit Siriraj, tempat suaminya dirawat. Setelah melakukan pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI), tim dokter menetapkan bahwa ia menderita stroke iskemik.[13] Sejak saat itu, ia membatasi penampilan di hadapan publik demi menjalani perawatan, termasuk saat audiensi agung yang diberikan suaminya pada ulang tahun ke-85 di Gedung Tahta Ananta Samakhom pada 5 Desember 2012.[14]

Pada 29 November 2016, pihak istana mengumumkan bahwa sang ratu telah keluar dari rumah sakit dan kembali ke Vila Kerajaan Chitralada untuk masa pemulihan.[15]

Sirikit mangkat di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn pada pukul 21.21 ICT (14.21 UTC) tanggal 24 Oktober 2025 dalam usia 93 tahun. Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand melaporkan bahwa beliau wafat akibat komplikasi dari infeksi darah setelah dirawat di rumah sakit sejak 17 Oktober. Masa berkabung selama satu tahun bagi pejabat pemerintah, serta 90 hari bagi masyarakat umum, diumumkan oleh putra beliau, Raja Vajiralongkorn, dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul.[16][17] Bendera di seluruh Thailand juga diperintahkan untuk dikibarkan setengah tiang selama 30 hari.[18] Jenazah beliau disemayamkan di Gedung Tahta Dusit Maha Prasat di kompleks Istana Raja dalam peti jenazah kerajaan yang serupa dengan peti jenazah suaminya, mulai hari Minggu, 26 Oktober.

Status budaya

Ratu Sirikit dan Raja Bhumibol bersama Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard selama kunjungan kenegaraan Thailand ke Belanda pada tahun 1960.
Ratu Sirikit (mengenakan Pakaian tradisional Thailand) dan Raja Bhumibol Adulyadej selama kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada tahun 1960.

Liputan media internasional mengenai tur luar negeri Sirikit pada tahun 1960-an sering kali menyoroti pakaian dan gaya busananya. Majalah Time melaporkan pada tahun 1962 bahwa ia kembali masuk dalam daftar wanita berpakaian terbaik di dunia.[19] Vanity Fair kemudian memasukkannya ke dalam daftar International Best Dressed Hall of Fame List pada tahun 1965.[20] Pada tahun 2025, majalah Town & Country menggambarkannya sebagai ikon mode glamor era 1950-an dan 1960-an, serta mencatat seringnya ia muncul dalam daftar busana terbaik internasional.[21] Ia berkolaborasi dengan perancang busana Prancis Pierre Balmain untuk menciptakan pakaian yang terbuat dari sutra Thailand. Promosi yang ia lakukan terhadap teknik tenun tradisional dianggap berjasa dalam mendukung industri sutra di Thailand.[22]

Seperti suaminya, Sirikit sangat terkenal dan dihormati di Thailand. Hari ulang tahunnya menjadi hari libur nasional dan ditetapkan sebagai Hari Ibu di Thailand. Sirikit dikenal pada kegiatan amalnya. Ia merupakan presiden Palang Merah Thailand sejak tahun 1956. Ia juga menaruh perhatian yang besar pada pengungsi dari Kamboja dan Myanmar yang melarikan diri ke Thailand.

Eponim

Ratu Sirikit dikenal luas karena kegiatan amalnya.[23] Ia merupakan presiden kehormatan Palang Merah Thailand, jabatan yang dipegangnya sejak tahun 1956. Ia mendapatkan peran yang lebih menonjol dalam posisi ini pasca bencana tsunami di Thailand selatan pada Desember 2004. Ia juga aktif dalam upaya bantuan bagi para pengungsi dari Kamboja dan Myanmar yang berada di Thailand.

Banyak tempat dan benda di Thailand yang dinamai menurut nama Sang Ratu:

Sang Ratu juga aktif dalam mempromosikan budaya dan sejarah Thailand, terutama melalui inisiatifnya dalam pembuatan film Thailand berjudul The Legend of Suriyothai, salah satu film Thailand termewah dan termahal yang pernah diproduksi.[25]

Gelar, gaya, gelar kehormatan dan penghargaan

Gelar bangsawan untuk
Ratu Sirikit dari Thailand
Gaya referensiKebawah Duli Yang Maha Mulia
Gaya penyebutanKebawah Duli Seri Paduka Baginda
Gaya alternatifPhra Phanphee Laung

Gelar dan gaya

  • 12 Agustus 1932 – 28 April 1950 : Yang Amat Berbahagia Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara (Thai: หม่อมราชวงศ์สิริกิติ์ กิติยากร)
  • 28 April 1950 – 5 Mei 1950 : Ratu Sirikit (Thai: สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์)[26]
  • 5 Mei 1950 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit
    • 5 Mei 1950 – 5 Desember 1956 : สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินี[27] (sebagai Ratu Permaisuri)
    • 5 Desember 1956 – 5 Mei 2019 : สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ[28] (sebagai Ratu Bupati)
  • 13 Oktober 2016 – 5 Mei 2019 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit dari Raja Rama IX
    (Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ในพระบาทสมเด็จพระปรมินทรมหาภูมิพลอดุลยเดช บรมนาถบพิตร)
  • 5 Mei 2019 – 24 Oktober 2025 : Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Sirikit, Sang Ibu Suri
    (Thai: สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง)[29]

Kehormatan

Selama bertakhta 66 tahun sebagai permaisuri Raja Bhumibol Adulyadej yang merupakan salah satu monarki terlama di dunia, Ratu Sirikit menerima berbagai tanda kehormatan kenegaraan baik dari dalam maupun luar negeri sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, diantaranya;[30]

Dalam Negeri

Luar Negeri

Tabel silsilah

Hubungan antara Bhumibol Adulyadej dan Sirikit[41]
Savang VadhanaChulalongkorn
(Rama V)
Uam Bisalayabutra
Apsarasaman DevakulaKitiyakara Voralaksana
SrinagarindraMahidol AdulyadejBua KitiyakaraNakkhatra Mangala
Bhumibol Adulyadej
(Rama IX)
Sirikit

Catatan

  1. ^ Thai: สิริกิติ์, pelafalan [sì.rì.kìt] listen.
  2. ^ Thai: สิริกิติ์ กิติยากร; RTGS: Sirikit Kitiyakon.
  3. ^ Gelar "Mom Rajawongse" menunjukkan bahwa ia adalah putri dari "Mom Chao" (Yang Mulia Pangeran). Gelar ini hanya menyatakan bahwa dia adalah keturunan keluarga kerajaan tetapi bukan anggota keluarga kerajaan.

Referensi

  1. ^ "Rare royal photos of Queen Sirikit released for 90th birthday". nationthailand (dalam bahasa Inggris). 13 August 2022. Diakses tanggal 6 August 2023.
  2. ^ "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ พระบรมราชชนนีพันปีหลวง สวรรคต" (PDF). Diakses tanggal 25 October 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ https://laotiantimes.com/2025/10/25/thailands-queen-sirikit-the-queen-mother-passes-away-at-93/
  4. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)Templat:Nonspecific
  5. ^ "พระราชประวัติการศึกษา สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ | รอยยิ้มของในหลวง ร.9". 18 October 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
  6. ^ "สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ - แขกเลี้ยงวัวทำนาย เด็กผู้หญิงคนนี้มีบุญวาสนาเป็นราชินี". 11 August 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
  7. ^ "พระราชประวัติการศึกษา สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ฯ | รอยยิ้มของในหลวง ร.9". 18 October 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 August 2018. Diakses tanggal 29 August 2018.
  8. ^ "สมาคมศิษย์เซนต์ฟรังฯ จัดพิธีบูชาขอบพระคุณ ถวายพระพรแด่ สมเด็จพระบรมราชชนนีพันปีหลวง". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2022. Diakses tanggal 14 January 2022.
  9. ^ ในหลวง รัชกาลที่ ๙ (2016-10-28), Hate at First Sight between Her Majesty Queen Sirikit and His Majesty King Bhumibol Adulyadej, diakses tanggal 2026-03-09 Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. ^ Handley, Paul M. (2006). The King Never Smiles: A Biography of Thailand's Bhumibol Adulyadej, pp. 103–4. Yale University Press.
  11. ^ Handley (2006), hlm. 131-32.
  12. ^ สมเด็จพระบรมราชินีนาถ 2 พระองค์แห่งกรุงรัตนโกสินทร์
  13. ^ "Statement of the Bureau of the Royal Household, Re: Her Majesty the Queen falls ill at Siriraj Hospital, dated 21 July 2012" (PDF) (dalam bahasa Thai). Biro Rumah Tangga Kerajaan. 21 July 2012. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 5 December 2012.
  14. ^ "Statement of the Bureau of the Royal Household, Re: Her Majesty the Queen falls ill at Siriraj Hospital, No. 12, dated 4 December 2012" (PDF) (dalam bahasa Thai). Biro Rumah Tangga Kerajaan. 4 December 2012. Diakses tanggal 5 December 2012.
  15. ^ "แถลงการณ์สำนักพระราชวัง "พระราชินี" พระอาการทั่วไปดีขึ้นมาก เสด็จกลับประทับพระตำหนักจิตรลดาฯ". Matichon (dalam bahasa Thai). Bangkok. 29 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2016. Diakses tanggal 29 November 2016.
  16. ^ "Thailand mourns as beloved Queen Mother Sirikit dies at 93". Al Jazeera. 25 October 2025. Diakses tanggal 25 October 2025.
  17. ^ Mydans, Seth (24 October 2025). "Sirikit, Glamorous Former Queen of Thailand Who Wielded Power, Dies at 93". The New York Times. Diakses tanggal 24 October 2025.
  18. ^ "PM announces year-long mourning for government officials, 90 days for the public, following Queen Sirikit's passing". The Nation. 24 October 2025. Diakses tanggal 26 October 2025.
  19. ^ "World: Reigning Beauties". Time. 8 June 1962. Diakses tanggal 12 January 2026.
  20. ^ "The International Best-Dressed List Hall of Fame". Vanity Fair. 6 August 2014. Diakses tanggal 12 January 2026.
  21. ^ "Queen Sirikit, Thailand's Longest-Serving Queen Consort, Dies at 93". Town & Country. 27 October 2025. Diakses tanggal 12 January 2026.
  22. ^ "Thailand's Queen Mother Sirikit, influential style icon, dies at 93". Reuters. 25 October 2025. Diakses tanggal 12 January 2026.
  23. ^ "Thailand's Queen Mother Sirikit, influential style icon, dies at 93". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). 25 October 2025. Diakses tanggal 25 October 2025.
  24. ^ Ridout, Lucy (2009). The Rough Guide to Thailand, p. 357. Penguin.
  25. ^ "Thailand's Suriyothai beats Titanic", News, UK: BBC, 23 November 2001, diakses tanggal 7 July 2008.
  26. ^ พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระราชินี (ทรงสถาปนา หม่อมราชวงศ์ สิริกิติ์ พระอัครมเหษี เป็น สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์) ฉบับพิเศษ  หน้า ๑ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๔, ๒๘ เมษายน พ.ศ. ๒๔๙๓
  27. ^ พระบรมราชโองการ ประกาศ สถาปนาสมเด็จพระบรมราชินี (ทรงสถาปนาพระเกียรติยศ สมเด็จพระราชินีสิริกิติ์ ขึ้นเป็น สมเด็จพระนางเจ้าราชินีสิริกิติ์ พระบรมราชินี) ฉบับพิเศษ  หน้า ๑๐ เล่ม ๖๗ ตอนที่ ๒๖, ๕ พฤษภาคม พ.ศ. ๒๔๙๓
  28. ^ พระบรมราชโองการ ประกาศ เฉลิมพระอภิไธย สมเด็จพระนางเจ้า ฯ พระบรมราชินี (สมเด็จพระนางเจ้าสิริกิติ์ พระบรมราชินีนาถ ประกาศ ณ วันที่ ๕ ธันวาคม พุทธศักราช ๒๔๙๙)   หน้า ๑๖๔๐ เล่ม ๗๓ ตอนที่ ๑๐๓, ๕ ธันวาคม พ.ศ. ๒๔๙๙
  29. ^ "ประกาศสถาปนา" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา. 136 (15ง): 2. 5 พฤษภาคม พ.ศ. 2562.
  30. ^ A.i.l (2013-01-17). "WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU: Her Majesty Permaisuri Sirikit..Lambang Keunggulan Wanita Thailand." WARISAN RAJA & PERMAISURI MELAYU. Diakses tanggal 2023-06-13.
  31. ^ Saad719 (2020-10-04). "Thai State Visit to Belgium, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  32. ^ Saad719 (2020-09-08). "Thai State Visit to Denmark, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  33. ^ Kunjungan Presiden Soeharto ke Thailand (1970), diakses tanggal 2024-02-15
  34. ^ "S.M. Sirikit Regina di Tailandia, Cavaliere di Gran Croce Ordine al Merito della Repubblica Italiana" (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 8 May 2013.
  35. ^ Saad719 (2018-09-27). "Japanese State Visit to Thailand, 1991". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  36. ^ Saad719 (2020-10-17). "Thai State Visit to Luxembourg, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  37. ^ "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
  38. ^ "Boletín Oficial del Estado" (PDF). boe.es. Diakses tanggal 6 September 2015.
  39. ^ Saad719 (2020-09-23). "Thai State Visit to Sweden, 1960". The Royal Watcher (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  40. ^ "Two Ancient Lands Strengthen Their Ties". Taiwan Today. 1 July 1963. Diakses tanggal 13 April 2020. President Chiang decorated King Bhumibol with the Special Grand Cordon of the Order of Brilliant Jade and Queen Sirikit with the Special Grand Cordon of the Order of Propitious Clouds.
  41. ^ Finestone, Jeffrey (1989). The Royal Family of Thailand: The Descendants of King Chulalongkorn. New Cavendish Books. ISBN 978-09-04568-88-2.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement