Sipatuhu, Banding Agung, Ogan Komering Ulu Selatan
Sipatuhu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Selatan | ||||
| Kabupaten | Ogan Komering Ulu Selatan | ||||
| Kecamatan | Banding Agung | ||||
| Kode pos | 32274 | ||||
| Kode Kemendagri | 16.09.03.2021 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.558 jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Sipatuhu adalah desa yang berada di kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, Indonesia. Kodepos 32274. Desa ini memiliki jumlah penduduk 2.558 jiwa yang terdiri dari 1.354 pria dan 1.204 wanita. [1]
Desa Sipatuhu memiliki luas wilayah sekitar 4,60 km² dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 422,17 jiwa per km².[1]
Sebagian besar penduduk Desa Sipatuhu bermata pencaharian sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Jenis usaha pertanian yang dijalankan masyarakat cukup beragam, seperti padi, karet, jagung, madu dan sayur-sayuran, namun komoditas yang paling dominan adalah kopi. [2]
Letak Geografis
Secara geografis, Desa Sipatuhu berada tidak jauh dari kawasan wisata Danau Ranau, danau terbesar kedua di Pulau Sumatera. Posisi tersebut menjadikan Desa Sipatuhu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa agrowisata serta sentra souvenir dan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Ranau. [1]
Komoditas
Desa Sipatuhu juga dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta dan gula aren yang cukup besar, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Produksi kopi dan gula aren di desa ini telah berkembang sejak masa kolonial Belanda dan masih menjadi komoditas utama hingga saat ini. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan produk turunan seperti gula aren semut, kopi luwak, kopi pinang, serta produk olahan lainnya dalam skala industri kecil dan rumah tangga (UMKM). [2]
Selain itu lingkungan alam Desa Sipatuhu sangat mendukung untuk kegiatan budidaya lebah madu. Di wilayah desa ini banyak terdapat tanaman kopi, durian, duku, serta tanaman lain yang menjadi sumber pakan lebah madu. Ketersediaan sumber air bersih dan kondisi lingkungan yang relatif jauh dari kebisingan membuat wilayah desa Sipatuhu sesuai untuk ternak lebah madu.[3]
Salah satu jenis lebah madu yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Sipatuhu adalah Apis mellifera atau lebah madu barat yang dikenal mampu menghasilkan madu dalam jumlah relatif banyak. Pemanenan madu umumnya dilakukan setiap tiga bulan sekali setelah musim bunga berakhir. Madu dipanen pada pagi hari yang cerah ketika sisiran dalam kotak stup telah tertutup lapisan lilin, sebagai tanda madu telah siap dipanen.[3]
Referensi
- ^ a b c Sulistyo, Bambang; Alfani, Hendra; Rosihan, Akhmad; Utama, Alip Susilowati (2019-10-15). "PENGEMBANGAN DESA SIPATUHU MENJADI DESA SENTRA SOUVENIR DAN OLEH-OLEH DI KAWASAN WISATA DANAU RANAU KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN". SENADIMAS.
- ^ a b Alfani, Hendra; Sulistyo, Bambang; Rosihan, Akhmad; Utama, Alip Susilowati (2019-11-01). "PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA SIPATUHU DALAM MENOPANG KAWASAN WISATA DANAU RANAU DI KAB. OGAN KOMERINGULU SELATAN". Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI (dalam bahasa Inggris). 3 (2): 118–126. doi:10.37859/jpumri.v3i2.1427. ISSN 2745-3782.
- ^ a b Supriyanto, S. (2018). "ANALISIS KONTRIBUSI USAHA LEBAH MADU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA TANI (STUDI KASUS) DI DESA SIPATUHU KECAMATAN BANDING AGUNG KABUPATEN OKU SELATAN". www.semanticscholar.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-05.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



