Sindangkempeng, Pancalang, Kuningan

Sindangkempeng
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenKuningan
KecamatanPancalang
Kode Kemendagri32.08.22.2008 Suntingan nilai di Wikidata
Luas139.478 Ha
Jumlah penduduk1.778
Kepadatan-
Peta
PetaKoordinat: 6°48′32″S 108°29′59″E / 6.80889°S 108.49972°E / -6.80889; 108.49972

Sindangkempeng adalah desa di kecamatan Pancalang, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.

Sejarah

Sindangkempeng berasal dari kata sindang dan kempeng. Menurut cerita salah satu sesepuh Desa Sindangkempeng, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, desa ini berawal dari perjalanan seorang tokoh bernama Ki Buyut Serang. Ia datang dari arah barat bersama muridnya, dalam keadaan dikejar balatentara sebuah kerajaan karena dianggap melakukan pelanggaran (yang tidak diketahui secara pasti).

Dalam pelariannya, Ki Buyut Serang dan muridnya sampai di sebuah hutan yang dipenuhi pohon kelapa. Ketika mereka berhenti untuk beristirahat karena kelelahan dan kehausan, Ki Buyut memegang salah satu pohon kelapa, dan secara ajaib pohon itu menunduk. Muridnya pun mengambil kelapa tersebut. Masyarakat meyakini bahwa tempat istirahat ini berada di Hutan Bubulak, sebelah barat Desa Sindangkempeng.[1]

Setelah memulihkan tenaga, mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur, menyusuri sungai. Dalam perjalanan, terdengar suara tangisan bayi. Setelah dicari, benar adanya seorang bayi ditemukan. Karena bayi itu masih membutuhkan susu dan mereka tidak mampu merawatnya, maka dibuatlah sebuah peti untuk menghanyutkan bayi tersebut di sungai, dengan harapan ada yang menemukannya.[1]

Bayi itu akhirnya terbawa arus hingga ke laut dan ditemukan oleh seorang pembesar di pesisir Cirebon. Sayangnya, bayi tersebut meninggal dunia dan dimakamkan di wilayah Kesambi, Cirebon, yang kini dikenal masyarakat sebagai Makam Jabang Bayi.[2]

Untuk mengenang peristiwa itu, Ki Buyut Serang dan muridnya membabat hutan tempat mereka menemukan si jabang bayi dan mendirikan sebuah pedukuhan.[1]

'''Sindangkempeng''' berasal dari kata ''sindang'' yang berarti silakan, dan ''kempeng'' yang berarti mampir. Maka, '''Sindangkempeng''' dapat dimaknai sebagai “silakan mampir”.[1]

Pemerintahan

Sindangkempeng adalah salah satu desa di kecamatan Pancalang, wilayah ini dikepalai oleh seorang kepala desa.

Profil Daerah

Batas Wilayah

Batas wilayah kelurahan Sindangkempeng

Geografis

Kelurahan Sindangkempeng dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18 °C - 32 °C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm - 3.000 mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau.

Ekonomi

Orang-orang Sindangkempeng dikenal sebagai petani yang ulet.

Website

Website untuk melihat kegiatan masyarakat kelurahan Tarikolot antara lain:

Pertanian

Hampir seluruh masyarakat Sindangkempeng adalah petani, selain menanam padi mereka juga menanam tanaman lainnya seperti palawija, ketela pohon, ubi jalar dan lain sebagainya.

Perkebunan

Hasil perkebunan yang biasanya dibudidayakan kebanyakan dari jenis buah-buahan seperti: pisang, mangga, rambutan dan juga melinjo.

Demografi

Penduduk kelurahan Sindangkempeng berjumlah 1.778 orang.

Pendidikan

Sekolah dasar yang ada di kelurahan Sindangkempeng antara lain:

  • PAUD GEMILANG
  • MADRASAH BHANU SALIH
  • SDN Sindangkempeng I
  • SMPN 2 Pancalang
  • SMKN 6 Kuningan

Referensi

  1. ^ a b c d https://www.facebook.com/share/p/1Ymzhk2Wo9/.
  2. ^ . https://www.facebook.com/share/p/1Ymzhk2Wo9/. ; ; ;



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement