Sindangkempeng, Pancalang, Kuningan
Sindangkempeng | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Kuningan | ||||
| Kecamatan | Pancalang | ||||
| Kode Kemendagri | 32.08.22.2008 | ||||
| Luas | 139.478 Ha | ||||
| Jumlah penduduk | 1.778 | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||
Sindangkempeng adalah desa di kecamatan Pancalang, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.
Sejarah
Sindangkempeng berasal dari kata sindang dan kempeng. Menurut cerita salah satu sesepuh Desa Sindangkempeng, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, desa ini berawal dari perjalanan seorang tokoh bernama Ki Buyut Serang. Ia datang dari arah barat bersama muridnya, dalam keadaan dikejar balatentara sebuah kerajaan karena dianggap melakukan pelanggaran (yang tidak diketahui secara pasti).
Dalam pelariannya, Ki Buyut Serang dan muridnya sampai di sebuah hutan yang dipenuhi pohon kelapa. Ketika mereka berhenti untuk beristirahat karena kelelahan dan kehausan, Ki Buyut memegang salah satu pohon kelapa, dan secara ajaib pohon itu menunduk. Muridnya pun mengambil kelapa tersebut. Masyarakat meyakini bahwa tempat istirahat ini berada di Hutan Bubulak, sebelah barat Desa Sindangkempeng.[1]
Setelah memulihkan tenaga, mereka melanjutkan perjalanan ke arah timur, menyusuri sungai. Dalam perjalanan, terdengar suara tangisan bayi. Setelah dicari, benar adanya seorang bayi ditemukan. Karena bayi itu masih membutuhkan susu dan mereka tidak mampu merawatnya, maka dibuatlah sebuah peti untuk menghanyutkan bayi tersebut di sungai, dengan harapan ada yang menemukannya.[1]
Bayi itu akhirnya terbawa arus hingga ke laut dan ditemukan oleh seorang pembesar di pesisir Cirebon. Sayangnya, bayi tersebut meninggal dunia dan dimakamkan di wilayah Kesambi, Cirebon, yang kini dikenal masyarakat sebagai Makam Jabang Bayi.[2]
Untuk mengenang peristiwa itu, Ki Buyut Serang dan muridnya membabat hutan tempat mereka menemukan si jabang bayi dan mendirikan sebuah pedukuhan.[1]
'''Sindangkempeng''' berasal dari kata ''sindang'' yang berarti silakan, dan ''kempeng'' yang berarti mampir. Maka, '''Sindangkempeng''' dapat dimaknai sebagai “silakan mampir”.[1]
Pemerintahan
Sindangkempeng adalah salah satu desa di kecamatan Pancalang, wilayah ini dikepalai oleh seorang kepala desa.
Profil Daerah
Batas Wilayah
Batas wilayah kelurahan Sindangkempeng
- Di sebelah utara berbatasan dengan desa Tarikolot .
- Di sebelah selatan berbatasan dengan desa Pancalang .
- Di sebelah barat berbatasan dengan desa Tenjolayar .
- Di sebelah timur berbatasan dengan desa Sarewu,Danalampah .
Geografis
Kelurahan Sindangkempeng dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18 °C - 32 °C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm - 3.000 mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau.
Ekonomi
Orang-orang Sindangkempeng dikenal sebagai petani yang ulet.
Website
Website untuk melihat kegiatan masyarakat kelurahan Tarikolot antara lain:
- Blog Usaha ( http://galendomanis.blogspot.com )
- Peta Desa ( http://wikimapia.org#lat=-6.7986565&lon=108.5050213&z=17&l=0&m=b )
Pertanian
Hampir seluruh masyarakat Sindangkempeng adalah petani, selain menanam padi mereka juga menanam tanaman lainnya seperti palawija, ketela pohon, ubi jalar dan lain sebagainya.
Perkebunan
Hasil perkebunan yang biasanya dibudidayakan kebanyakan dari jenis buah-buahan seperti: pisang, mangga, rambutan dan juga melinjo.
Demografi
Penduduk kelurahan Sindangkempeng berjumlah 1.778 orang.
Pendidikan
Sekolah dasar yang ada di kelurahan Sindangkempeng antara lain:
- PAUD GEMILANG
- MADRASAH BHANU SALIH
- SDN Sindangkempeng I
- SMPN 2 Pancalang
- SMKN 6 Kuningan
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



