Sidney Altman
| Sidney Altman | |
|---|---|
![]() Altman pada 2011 | |
| Lahir | 7 Mei 1939 Montreal, Quebec, Kanada |
| Meninggal | 5 April 2022 (umur 82) Rockleigh, New Jersey, A.S. |
| Kebangsaan | Kanada, Amerika (sejak 1984) |
| Pendidikan | MIT, Universitas Colorado Boulder, Universitas Columbia, Universitas Negeri Arizona |
| Dikenal atas | Ribozim |
| Suami/istri | Ann Korner
(m. 1972; c. 2018) |
| Anak | 2 |
| Penghargaan | Nobel Kimia (1989) Medali Emas Lomonosov (2016) Penghargaan Rosenstiel (1988) |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Biologi molekuler |
| Institusi | Universitas Yale Universitas Cambridge Universitas Harvard MRC Laboratory of Molecular Biology |
| Disertasi | Bacteriophage T4 DNA replication in the absence and presence of 9-aminoacrine (1967) |
| Pembimbing doktoral | Leonard Lerman |
| Mahasiswa doktoral | Benjamin C. Stark, Robin Reed |
Sidney Altman (7 Mei 1939 – 5 April 2022) adalah sorang ahli biologi molekuler Kanada-Amerika. Ia menerima Hadiah Nobel Kimia 1989 dengan Thomas Cech karena secara serentak menemukan bahwa molekul RNA dapat mengatur dirinya sendiri tanpa enzim, dan secara langsung memengaruhi reaksi kimia dalam sel. Karyanya melanjutkan pengetahuan bagaimana data genetik ditransfer, dan bagaimana pertahanan tubuh dapat diperkuat terhadap serangan virus.
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



