Rejoagung, Trangkil, Pati
Rejoagung | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Pati | ||||
| Kecamatan | Trangkil | ||||
| Kode pos | 59153 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.18.21.2013 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
SEJARAH DAN PROFIL DESA REJOAGUNG
Rejoagung adalah desa di kecamatan Trangkil, Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Rejoagung terletak di wilayah pesisir utara Kabupaten Pati, tepatnya di 4 Km dari Kecamatan Trangkil. Secara administratif, desa ini terbagi menjadi tiga wilayah utama : dua pedukuhan yaitu Terbaos dan Ketanggan, serta satu wilayah krajan yang dikenal sebagai Mbonagung. Ketiga wilayah ini membentuk kesatuan sosial dan budaya yang erat serta berperan dalam sejarah panjang terbentuknya Desa Rejoagung.
I. SEJARAH DAN ASAL USUL DESA
Desa Rejoagung memiliki akar sejarah yang kuat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Nama “Rejoagung” berasal dari kata “Rejo” (makmur) dan “Agung” (besar/luhur), yang mencerminkan harapan masyarakat akan kemajuan desa. Tiga wilayah utama desa ini yaitu :
- Mbonagung sebagai pusat pemerintahan (Krajan),
- Terbaos sebagai daerah agraris,
- Ketanggan sebagai wilayah strategis lintas desa.
Desa ini juga memiliki situs-situs keramat serta para leluhur atau danyang yang dihormati hingga kini, seperti Mbah Joko Serut, Mbah Supi, Mbah Buyut Kebon, dan lainnya.
1. Asal-Usul Nama “Rejoagung”
Nama “Rejoagung” berasal dari bahasa Jawa, yakni kata "Rejo" yang berarti ramai atau makmur, dan "Agung" yang berarti besar atau luhur. Konon, wilayah ini dulunya merupakan daerah yang rawan banjir dan sering tergenang air dari tanggul, tetapi tetap dihuni oleh masyarakat yang ulet dan pekerja keras. Lambat laun, wilayah ini menjadi semakin ramai dan produktif, hingga masyarakat sepakat menyebutnya "Rejoagung"—sebagai bentuk harapan dan do’a agar wilayah ini selalu makmur dan besar.
2. Wilayah Mbonagung (Krajan)
Mbonagung adalah pusat pemerintahan desa sekaligus titik awal perkembangan permukiman. Sebagai wilayah krajan, Mbonagung menjadi jantung desa tempat kantor pemerintahan, tempat ibadah, balai desa, dan pusat kegiatan sosial-budaya masyarakat. Secara historis, Mbonagung dipercaya sebagai lokasi awal mula permukiman para leluhur yang membuka hutan dan lahan untuk pertanian dan perkebunan.
3. Pedukuhan Terbaos
Pedukuhan Terbaos berada di bagian barat atau barat laut desa, dan dikenal sebagai wilayah yang lebih agraris. Banyak penduduk Terbaos yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian sawah dan perkebunan tradisional. Menurut cerita lisan, nama “Terbaos” berasal dari kata “baos” (berita) karena dulunya di tempat ini sering berlangsung pertemuan antar tokoh dusun untuk menyampaikan kabar atau keputusan dari para sesepuh.
4. Pedukuhan Ketanggan
Ketanggan terletak di sisi barat desa yaitu wilayah yang terletak antara Mbonagung dan Terbaos, dan merupakan daerah yang juga aktif di bidang pertanian, perikanan darat dan peternakan. Warga Ketanggan dikenal ramah dan menjaga tradisi gotong royong yang kuat. Secara etimologis, nama “Ketanggan” mungkin berasal dari kata “tangga” atau “tanggan” yang berarti jalur atau lintasan, karena posisinya strategis sebagai jalur penghubung antar wilayah desa sekitar.
5. Para Leluhur dan Pepunden Desa
Dalam perjalanan sejarah dan spiritual Desa Rejoagung, dikenal sejumlah danyang atau leluhur yang dihormati oleh masyarakat. Mereka diyakini sebagai pendiri, pelindung, atau tokoh penting yang berjasa membentuk karakter dan kehidupan desa. Para pepunden yang dihormati antara lain :
1) Mbah Joko Serut – dipercaya bersemayam di arah menuju Karanglegi.
2) Mbah Kibah – dikenal berada di Gayam Kopek.
3) Mbah Buyut Kebon – danyang dari wilayah Ketanggan.
4) Mbah Penggung – juga berasal dari Ketanggan, sering dikaitkan dengan kekuatan spiritual pelindung dusun.
5) Mbah Proyo – figur leluhur yang turut berperan dalam sejarah desa.
6) Mbah Supi – dikenal dengan Sendang Supi di belakang Masjid Mbonagung, tempat yang dianggap keramat.
7) Mbah Pethok – bersemayam di area Sawah Braholo wilayah Mbonagung.
Para tokoh ini biasa dihormati melalui doa dan ziarah, terutama menjelang acara-acara adat desa seperti sedekah bumi.
6. Situs-Situs Bersejarah Desa
Selain tokoh leluhur, Desa Rejoagung juga memiliki beberapa situs yang dianggap sakral dan memiliki nilai sejarah, budaya, maupun spiritual tinggi, di antaranya :
1. Sendang Suling – sumber mata air yang dipercaya keramat dan menjadi tempat ritual atau sumber air bersih.
2. Jembul Suromentolo – tempat sawah Terbaos sebelah barat punden gareman, sebuah petilasan yang dianggap sakral oleh warga.
3. Bunuk Drajat – situs spiritual lainnya yang juga diyakini oleh masyarakat.
Situs-situs ini menjadi bagian penting dari identitas kultural masyarakat dan terus dirawat serta dilestarikan hingga kini.
Desa Rejoagung bukan hanya sekadar wilayah administratif, tetapi juga warisan sejarah dan budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat pesisir utara Jawa. Dengan tiga wilayah utamanya—Terbaos, Ketanggan, dan Mbonagung—desa ini terus berkembang secara sosial, ekonomi, dan budaya, sembari tetap menjaga kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Meski tidak banyak literatur tertulis yang mendokumentasikan perjalanan Desa Rejoagung secara lengkap, sejarah lisan dan peninggalan tokoh leluhur menjadi sumber penting dalam memahami identitas desa serta nilai sejarah dan identitas Desa Rejoagung tetap hidup melalui cerita lisan dan situs-situs peninggalan leluhur tersebut. Kini, Desa Rejoagung terus tumbuh dan berkembang sebagai desa yang memiliki semangat kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang kuat menuju desa mandiri dengan pembangunan berbasis potensi lokal.
Ke depan, upaya untuk menggali sejarah dan silsilah tokoh-tokoh pendiri desa ini menjadi tugas kolektif masyarakat dan pemerintah desa, termasuk melalui pendekatan budaya, pengumpulan cerita rakyat, serta kerja sama dengan lembaga sejarah atau akademisi, sebagai ruang terbuka untuk riset dan kegiatan pelacakan sejarah untuk pelestarian budaya lokal yang terintegrasi dengan karakter geografis dan sosial masyarakat Desa Rejoagung yang akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi rakyat.
II. PROFIL DESA REJOAGUNG
Desa Rejoagung merupakan desa wilayah Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.
1. Visi dan Misi Desa
Visi :
“Mewujudkan Desa Rejoagung yang Mandiri, Sejahtera, Berbasis Pertanian dan Berbudaya”.
Misi :
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian dan usaha produktif.
2. Mendorong pendidikan dan kesehatan masyarakat.
3. Menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai budaya.
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
5. Mengembangkan infrastruktur desa secara berkelanjutan.
2. Identitas Desa
- Nama Desa : Rejoagung
- Kecamatan : Trangkil
- Kabupaten : Pati
- Provinsi : Jawa Tengah
- Kode Desa : 3318212013
- Kode Pos : 59153
3. Kondisi Geografis
· Desa Rejoagung terletak di 4 KM dari Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati.
- Batas Wilayah :
- Utara : Desa Karangwage, dan Desa Krandan
- Selatan : Desa Trangkil, dan Desa Jatimulyo
- Barat : Desa Trangkil, dan Desa Karanglegi
- Timur : Desa Kertomulyo, dan Desa Guyangan
- Topografi : Dataran rendah, sebagian berupa lahan pertanian dan perkebunan.
4. Kondisi Demografis
· Luas Wilayah : ± 139,100 ha (Tanah sawah : 82 ha, dan tanah karas/ darat : 57,100 ha)
· Jumlah Dusun : 3 (Terbaos, Ketanggan, dan Mbonagung)
· Jumlah RT : 21 RT
· Jumlah RW : 3 RW
· Jumlah Penduduk : ± 3.372 jiwa (data desa tahun 2016)
5. Potensi Ekonomi
- Pertanian : Padi, jagung, dan hortikultura
- Perikanan : Tambak darat
- Peternakan : Sapi, kambing, dan unggas (Itik dan ayam)
- UMKM : Makanan olahan ringan, hasil tani, kerajinan lokal
- Pasar dan Kios: Beberapa warung dan toko sembako warga yang melayani kebutuhan harian masyarakat
6. Sosial Budaya
Seperti halnya desa-desa lain di Pati utara, Rejoagung juga memiliki berbagai tradisi dan budaya lokal yang diwariskan dari leluhur, seperti sedekah bumi, kenduri desa, serta pertunjukan wayang kulit, seni kethoprak atau kuda lumping (barongan) pada momen-momen tertentu. Tradisi ini menjadi pengikat sosial dan budaya masyarakat serta menjadi sarana menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Desa Rejoagung memiliki kekayaan tradisi seperti :
· Sedekah Bumi
· Nggantingi (menjelang musim giling tebu)
· Takbiran Keliling
· Kenduri / tahlilan
· Gotong royong / kerja bhakti warga
Kegiatan-kegiatan ini tak hanya menjadi simbol syukur, tetapi juga mempererat silaturahmi warga lintas pedukuhan.
7. Pemerintahan & Pembangunan
Pemerintahan Desa Rejoagung dijalankan sesuai dengan sistem pemerintahan desa yang berlaku secara nasional. Kepala desa dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui pemilihan kepala desa (Pilkades). Seiring waktu, pembangunan di desa Rejoagung terus mengalami kemajuan, baik dalam bidang infrastruktur, pendidikan, maupun ekonomi masyarakat.
Desa ini dikenal memiliki masyarakat yang religius, gotong royong tinggi, dan berorientasi pada pertanian sebagai mata pencaharian utama. Selain itu, beberapa warganya juga mengembangkan usaha kecil menengah (UKM), peternakan, dan perdagangan.
a. Pemerintahan Desa
- Kepala Desa
- Sekretaris Desa
- Perangkat Desa :
- Kaur Keuangan
- Kaur Administrasi & Umum
- Kaur Perencanaan
- Kasi Pemerintahan
- Kasi Pelayanan
- Kasi Kesejahteraan
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
- RT dan RW
b. Kelembagaan Desa
- LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa)
- PKK
- Karang Taruna
- Kelompok Tani
- BUMDes
c. Lembaga Kemasyarakatan
- Kelompok Tani
- Kelompok Usaha Perempuan / UMKM, usaha rumahan, dan lain-lain
- Lembaga ekonomi seperti Koperasi Desa
- Organisasi NU, Muslimat, Fatayat, ANSHOR, IPNU, IPPNU, dan Ikatan Remaja Masjid.
8. Pendidikan dan Kesehatan
1). Sarana Pendidikan :
- TK/RA : 1 buah
- TPQ : 1 buah
- SD Negeri : 2 buah
- Madin : 1 buah
- PAUD : 1 buah
- Ponpes : 1 buah
2) Sarana Kesehatan :
- Posyandu
- Polindes
- Bidan Desa
- Posbindu
- Akses ke Puskesmas Trangkil
9. Fasilitas Umum dan Infrastruktur
- · Kantor Desa
- · Balai Desa
- · Masjid dan Mushola
- · Lapangan Olahraga
- · Jalan desa sudah beraspal dan rabat beton
- · Saluran irigasi pertanian dan drainase
10. Penutup
Desa Rejoagung merupakan cerminan semangat masyarakat pedesaan yang gigih membangun kehidupan desa yang terus berkembang. Dengan nilai-nilai luhur warisan para leluhur dan semangat gotong royong, Desa Rejoagung terus melangkah maju, menjaga identitas, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Potensi ekonomi berbasis agrikultur dan tradisi yang kuat menjadi pondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan. Harapan masyarakat adalah menjadikan Rejoagung sebagai desa yang mandiri, religius, dan sejahtera.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Didokumentasikan oleh : Basis (Kasi Pelayanan Desa Rejoagung)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



