Pusat Kesehatan Angkatan Laut
| Pusat Kesehatan Angkatan Laut | |
|---|---|
Lambang TNI AL | |
| Dibentuk | 9 Oktober 1948 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | TNI Angkatan Laut |
| Tipe unit | Kesehatan |
| Bagian dari | Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia |
| Markas | Cilangkap, Jakarta Timur |
| Julukan | Puskesal |
| Baret | BIRU LAUT |
| Situs web | puskesal.tnial.mil.id |
| Tokoh | |
| Kepala | Laksamana Muda TNI dr. Sujoko Purnomo, Sp.B. |
| WaKil Kepala | Laksamana Pertama TNI dr. Mohamad Sulaiman Abidin, Sp.M. |
Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Puskesal) sebelumnya bernama Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal) adalah Badan Pelaksana Pusat ditingkat Markas Besar TNI Angkatan Laut yang berkedudukan langsung di bawah Kasal. Puskesal bertugas menyelenggarakan pembinaan kesehatan yang meliputi kesehatan matra laut, kesehatan preventif, pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan, material kesehatan, dan sumber daya tenaga kesehatan dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut.[1]
Sejarah
Pada awal pembentukannya yaitu pada periode pasca perang kemerdekaan hingga masa orde lama, fasilitas kesehatan sangat terbatas, dan sebagian besar layanan kesehatan TNI AL didukung oleh fasilitas kesehatan peninggalan satuan kesehatan dari angkatan bersenjata Jepang dan Belanda yang tersisa setelah Perang Dunia II. Dalam periode ini, dibentuk Djawatan Kesehatan Angkatan Laut (Djankesal) untuk membangun sistem dukungan kesehatan yang dapat menopang keberlanjutan operasional TNI AL di tengah kondisi pasca kemerdekaan yang penuh tantangan. Djankesal mulai mengembangkan kapasitas personel kesehatan dengan pelatihan dan pendidikan tenaga medis lokal, dan membangun fasilitas kesehatan dasar di pangkalan-pangkalan utama TNI AL. Fokus utama adalah menangani berbagai krisis kesehatan yang dihadapi pasukan, termasuk penyakit menular yang umum terjadi pada masa tersebut, seperti malaria dan kolera.
Pada masa orde baru, dilakukan modernisasi dan penataan organisasi di tubuh TNI AL, termasuk Djankesal, dengan investasi dalam infrastruktur dan teknologi di bidang kesehatan. Fasilitas kesehatan diperluas dan ditingkatkan, termasuk pembangunan Rumah Sakit Angkatan Laut di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Djankesal mulai menerapkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia, meskipun masih sangat dasar. Djankesal mulai menjalin kerja sama dengan negara lain dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengembangan tenaga medis.
Setelah periode orde baru, terjadi restrukturisasi di berbagai lembaga pemerintah, termasuk di jajaran kesehatan TNI AL, untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan. Fokus utamanya adalah meningkatkan akuntabilitas dan responsibilitas dalam penyediaan pelayanan dan dukungan kesehatan bagi seluruh personel TNI AL. Djankesal berganti nama menjadi Direktorat Kesehatan TNI Angkatan Laut (Ditkesal) dan terus berinvestasi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dengan mengirimkan tenaga medis untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan di dalam dan luar negeri. Sekitar tahun 1994, dilaksanakan kembali penataan organisasi TNI AL, termasuk perubahan nomenklatur Direktorat Kesehatan Angkatan Laut menjadi Dinas Kesehatan TNI Angkatan Laut (Diskesal). Diskesal berperan aktif dalam penanganan krisis kesehatan nasional, termasuk wabah penyakit dan penanggulangan bencana alam yang memerlukan respon cepat dan efisien dari tenaga medis TNI AL.
Pada masa kini Diskesal memanfaatkan teknologi canggih dalam pelayanan kesehatan, termasuk telemedicine dan sistem informasi kesehatan terintegrasi untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Peningkatan fasilitas kesehatan terus dilakukan, dengan pembangunan dan renovasi rumah sakit dan klinikklinik kesehatan di berbagai pangkalan TNI AL di seluruh Indonesia. Diskesal mengambil langkah antisipatif dan responsif dalam menghadapi ancaman kesehatan, baik yang bersifat nyata maupun potensial, dengan menyusun protokol kesehatan dan strategi penanggulangan yang komprehensif. Diskesal fokus pada peningkatan layanan kesehatan dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis fakta untuk mendukung kesiapan operasional TNI AL, memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan nasional dan internasional untuk pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam layanan kesehatan. Diskesal terus beradaptasi terhadap perkembangan lingkungan strategis.
Pada tahun 2025, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 Dinas Kesehatan Angkatan Laut resmi berubah menjadi Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Puskesal).[2]
Tugas
Puskesal adalah salah satu Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) dalam lingkup Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) yang memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan dan kemampuan operasional TNI AL dibidang kesehatan. Puskesal didirikan untuk melaksanakan pembinaan kesehatan personel TNI AL agar senantiasa dapat menjalankan tugasnya dalam mempertahankan kedaulatan negara di dan lewat laut. Seiring dengan perkembangan zaman, Puskesal terus beradaptasi dan bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks dan dinamis. Tugas penting Puskesal mencakup beberapa aspek, antara lain:
- Pelayanan Kesehatan, memberikan dukungan dan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh personel TNI AL beserta keluarganya melalui fasilitas kesehatan yang tersedia, termasuk rumah sakit dan klinik kesehatan.
- Pembinaan Kesehatan, melakukan pem- binaan kesehatan secara menyeluruh, meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, untuk memastikan kesiapan fisik dan mental personel dalam menjalankan tugas operasional.
- Pengembangan Kapasitas, meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan TNI AL melalui pengadaan peralatan medis modern dan pemanfaatan teknologi kesehatan terkini untuk mendukung pelayanan yang lebih efisien dan efektif.
- Koordinasi dan Kerja sama, menjalin kerja sama dengan instansi kesehatan lain, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan isu-isu kesehatan.
Struktur Organisasi
Struktur Pusat
- Kepala (Kapuskesal)
- Wakil Kepala (Wakapuskesal)
- Direktoral Perencanaan & Anggaran (Ditrena)
- Direktoral Personel (Ditpers)
- Direktoral Kesehatan Matra Laut (Ditkesmatla)
- Direktoral Kesehatan Preventif (Ditkesprev)
- Direktoral Pelayanan Kesehatan (Dityankes)
- Direktoral Material dan Fasilitas Kesehatan (Ditmatfaskes)
Lembaga
- Lembaga Kedokteran Gigi R.E. Martadinata (Ladokgi R.E. Martadinata), Jakarta
- Lembaga Kedokteran Gigi Yos Sudarso (Ladokgi Yos Sudarso), Makassar
- Lembaga Kesehatan Kelautan Drs. Med. R. Rijadi Sastropanola, Phys. (Lakesla Drs. Med. R. Rijadi Sastropanola, Phys.), Surabaya
- Lembaga Farmasi Angkatan Laut Drs. Mochamad Kamal (Lafial Drs. Mochamad Kamal), Jakarta
Rumah Sakit
Tipe A
Tipe B
- RSAL dr. Mintohardjo, Jakarta
- RSAL dr. Midiyanto Suratani, Tanjungpinang
- RSAL Marinir Cilandak, Jakarta
Tipe C
- RSAL dr. Komang Makes, Medan
- RSAL Dr. dr. Tarmizi Taher, Padang
- RSAL dr. Oepomo, Surabaya
- RSAL drg. Nainggolan, Surabaya
- RSAL Jala Ammari, Makassar
- RSAL Samuel J. Moeda, Kupang
- RSAL dr. Wahyu Slamet, Bitung
- RSAL dr. FX. Soehardjo, Ambon
- RSAL dr. Soedibjo Sardadi, Jayapura
- RSAL dr. Jeanne Winaktu, Merauke
- RSAL dr. Rahadi Osman, Pontianak
- RSAL Ilyas, Tarakan
- RSAL dr. Raden Oetojo, Sorong
- RSAL Marinir Iwa Pangalila, Surabaya
Tipe D
- RSAL J. Lilipory, Sabang
- RSAL dr. Soekantyo Jahja, Sidoarjo
- RSAL dr. Idris P. Siregar, Surabaya
- RSAL dr. Azhar Zahir, Manokwari
- RSAL dr. Gandhi A.T., Biak Numfor
Kepala
Kepala Kesehatan Angkatan Laut (Kakesal)
- Kolonel Laut (K) dr. Oepomo (1951—1 Maret 1957)
- Laksda TNI dr. Arifin Syukur (1 Maret 1957—25 Juli 1960)
Direktur Kesehatan Angkatan Laut (Dirkesal)
- Laksda TNI dr. Abdullah Citro Prawiro (25 Juli 1960—1 Juni 1964)
- Laksda TNI dr. Muhammad Sukamdi (1 Juni 1964—1 Juli 1968)
- Laksda TNI dr. Sutrisno (1 Juli 1968—1 Juli 1971)
- Laksma TNI dr. Azhar Zahir (7 Juli 1971—1 Desember 1974)
Kepala Djawatan Kesehatan Angkatan Laut (Kajankesal)
- Laksma TNI dr. Soedibjo Sardadi (1 Desember 1974—1 Januari 1979)
- Laksma TNI dr. Soesanto Mangunsardjito (1 Januari 1979—15 Agustus 1984)
Direktur Kesehatan Angkatan Laut (Dirkesal)
- Laksma TNI dr. Tubagus Saufat Effendi Wiraatmadja (15 Agustus 1984—15 Juli 1986)
- Laksma TNI Prof. Dr. dr. H.A. Prayitno, Sp.KJ.(K). (15 Juli 1986—30 Juli 1989)
- Laksma TNI dr. H.M. Sjamsul Anwar, Sp.KL. (30 Juli 1989—2 Desember 1991)
- Laksma TNI dr. Aziz E. Siregar (2 Desember 1991—21 Agustus 1993)
- Laksma TNI dr. Amin Nurhadi (21 Agustus 1993—25 Agustus 1994)
Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Kadiskesal)
- Laksma TNI dr. Harjanto Mahdi, Sp.THT., Sp.KL. (25 Agustus 1994—12 Oktober 1996)
- Laksma TNI dr. Subagjo, Sp.B., Sp.OT., FICS. (12 Oktober 1996—9 Oktober 1998)
- Laksma TNI dr. W. Setyawan, Sp.B. (9 Oktober 1998—3 Maret 2000)
- Laksma TNI dr. Tito Sulaksito, Sp.B., Sp.OT., FICS. (3 Maret 2000—16 November 2000)
- Laksma TNI Prof. Dr. dr. Sutarno, Sp.THT., Sp.KL., S.H., M.H., CMC. (16 November 2000—1 November 2004)
- Laksma TNI dr. Imansyah Ali, Sp.PD., Sp.KL., FINASIM. (1 November 2004—12 Desember 2006)
- Laksma TNI Prof. Dr. dr. M. Guritno Suryokusumo, S.MHS., DEA. (12 Desember 2006—14 Desember 2007)
- Laksma TNI drg. Budhi Siswanto, M.M.[3] (14 Desember 2007—1 Juli 2008)
- Laksma TNI dr. Kusdinar Diyon, Sp.S. (1 Juli 2008—21 Desember 2010)
- Laksma TNI dr. Sakti Hoetama, Sp.U.[4] (21 Desember 2010—23 Desember 2011)
- Laksma TNI dr. Supriyono, Sp.OG(K).Onk. (23 Desember 2011—25 Juni 2012)
- Laksma TNI dr. Jeanne P.M.R. Winaktu, Sp.BS. (25 Juni 2012—18 Februari 2013)
- Laksma TNI dr. Adi Riyono, NS.Dipl., Sp.KL., Subsp.PH(K). (18 Februari 2013—18 November 2013)
- Laksma TNI dr. Nelson Pandaleke, Sp.PD. (18 November 2013—19 Mei 2014)
- Laksma TNI dr. Bambang Renaldi, Sp.M.[5] (19 Mei 2014—5 September 2014)
- Laksma TNI dr. Syarief Hidayat, Sp.DVE., FINSDV., FAADV. (5 September 2014—26 Februari 2016)
- Laksma TNI dr. Lukman Djauw, M.Kes. (26 Februari 2016—25 April 2017)
- Laksma TNI Dr. drg. R.A. Nora Lelyana, M.H.Kes., FICD. (25 April 2017—20 Desember 2018)
- Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp.BTKV., Subsp.VE(K). (20 Desember 2018—26 November 2019)
- Laksma TNI dr. Ahmad Samsulhadi, M.A.R.S. (26 November 2019—23 Februari 2021)
- Laksma TNI dr. Agus Guntoro, Sp.BS., Subsp Spine(K).[6] (23 Februari 2021—17 Juli 2023)
- Laksma TNI dr. R.M. Tjahja Nurrobi, Sp.OT(K).Hand., M.Kes.[7] (17 Juli 2023—18 Desember 2023)
- Laksma TNI dr. Dwi Adang Iskandar, Sp.B.[8] (18 Desember 2023—6 Desember 2024)
- Laksma TNI dr. Sujoko Purnomo, Sp.B.[9] (6 Desember 2024—15 Agustus 2025)
Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Kapuskesal)
- Laksda TNI dr. Sujoko Purnomo, Sp.B. (15 Agustus 2025—sekarang)
Referensi
- ^ Perpres No. 84 Tahun 2025 Tentang Perubahan SOTK MABES TNI
- ^ Tujuh Jabatan di TNI AL Berubah, Pusat Teritorial hingga Siber
- ^ DELAPAN JABATAN DISERAHTERIMAKAN DI HADAPAN KASAL
- ^ Laksma TNI DR. Sakti Hoetama Jabat Kadiskesal
- ^ Sebanyak 36 Pati TNI Kembali Dimutasi, Ini Nama-nama Lengkapnya
- ^ Panglima TNI Mutasi 114 Pati: Pangdam Pattimura Hingga Pangkoopsau I
- ^ Panglima TNI mutasi 96 perwira tinggi, beberapa mengisi jabatan strategis
- ^ Rotasi, Mutasi dan Promosi Jabatan 183 Perwira Tinggi TNI
- ^ Inilah Daftar Mutasi 92 Perwira Tinggi TNI AL Desember 2024, Danlantamal Batam Diganti
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


