Puasa Ramadan di Uzbekistan

Puasa Ramadan di Uzbekistan merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-8 Masehi yang diawali oleh komunitas muslim dari suku Uzbek. Namun puasa Ramadan pernah dilarang diadakan selama masa pemerintahan Uni Soviet di Uzbekistan dan baru kembali diadakan setelah Uzbekistan memperoleh kemerdekaan akibat keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991 M.

Pelaksanaan puasa Ramadan di Uzbekistan utamanya dilakukan oleh muslim dari suku Uzbek dan suku Tajik baik di pedesaan maupun di perkotaan selama bulan Ramadan. Rata-rata durasi puasa di Uzbekistan selama 16 jam 26 menit. Ketika berbuka puasa, umumnya penduduk di Uzbekistan berbuka bersama keluarganya masing-masing. Akhir puasa Ramadan di Uzbekistan ditandai dengan perayaan Idul Fitri yang diadakan setiap tanggal 1 Syawal.

Sejarah

Puasa Ramadan telah menjadi tradisi dan bagian dari kehidupan muslim suku Uzbek di Uzbekistan sejak abad ke-8 Masehi. Pelaksanaanya selalu disertai dengan perayaan Idul Fitri setelah berakhirnya bulan Ramadan.[1] Namun pada masa pemerintahan Uni Soviet di Uzbekistan, Pemerintah Uni Soviet mulai memberlakukan pelarangan puasa Ramadan bagi penduduk muslim di Uzbekistan. Larangan tersebut merupakan bagian dari aksi penghapusan simbol-simbol dan ritual-ritual keagamaan yang diterapkan oleh Pemerintahn Uni Soviet.[2]

Pelarangan yang ditetapkan selama era pemerintahan Uni Soviet tidak membuat seluruh penduduk Uzbekistan berhenti melaksankan puasa Ramadan. Tetap ada penduduk muslim di Uzbekistan yang melaksanakan puasa Ramadan tetapi jumlah mereka terhitung hanya sedikit saja.[3] Penduduk muslim di Uzbekistan yang kedapatan melaksanakan puasa Ramadan akan menerima penyiksaan dari Pemerintah Uni Soviet. Penyiksaan yang dialami oleh muslim yang tetap melaksanakan puasa Ramadan ada yang baru dihentikan setelah yang disiksa mengalami kematian.[2]

Pelarangan puasa Ramadan bagi penduduk muslim di Uzbekistan baru berakhir setelah Uni Soviet dibubarkan pada tahun 1991 dan Uzbekistan menjadi negara yang merdeka.[2][4] Setelah penduduk Uzbekistan kembali marak melaksanakan puasa Ramadan dan Idul Fitri, Presiden Uzbekistan menerbitkan dekrit presiden yang menyatakan bahwa setiap pekerja muslim diberi izin untuk tidak bekerja pada hari pertama puasa Ramadan.[5]

Pelaksanaan

Puasa Ramadan di Uzbekistan dilaksanakan oleh umat Islam selama bulan Ramadan.[6] Rata-rata durasi puasa di Uzbekistan selama 16 jam 26 menit.[7] Namun perbedaan jam siang hari pada bulan Ramadan di wilayah-wilayah Uzbekistan mencapai 6,2 jam karena letaknya yang berada di belahan Bumi utara paling utara dibandingkan negara mayoritas muslim lainnya.[8]

Penduduk Uzbekistan dari suku Uzbek dan suku Tajik di pedesaan sebagian besar melaksanakan puasa Ramadan.[5] Puasa Ramadan harian di Uzbekistan berakhir dengan buka puasa di malam hari. Di Kota Nukus dan Kota Khiva, buka puasa dilakukan oleh masing-masing perkumpulan keluarga muslim.[9] Akhir pelaksanaan puasa Ramadan di Uzbekistan ditandai dengan perayaan Idul Fitri yang diadakan setiap tanggal 1 Syawal.[10] Idul Fitri merupakan salah satu hari libur nasional di Uzbekistan.[11]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ The Brown Reference Group plc (September 2006). World and Its Peoples Volume 1 (dalam bahasa Inggris). Tarrytown: Marshall Cavendish Corporation. hlm. 705. ISBN 978-0-7614-7571-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b c Astuti, Marfuah Panji (2019). Ariyani, Marina (ed.). Journey To Samarkand. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. hlm. 43. ISBN 978-602-483-832-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ West, Barbara A. (2009). Encyclopedia of the Peoples of Asia and Oceania. New York: Facts On File, Incorporated. hlm. 862. ISBN 978-0-8160-7109-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Urinboyev, Rustamjon (2017). "Chapter Seven - Establishing an "Uzbek Mahalla" via Smartphones and Social Media: Everyday Transnational Lives of Uzbek Labor Migrants in Russia". Dalam Laruelle, Marlene (ed.). Constructing the Uzbek State: Narratives of Post-Soviet Years (PDF) (dalam bahasa Inggris). Lanham: Lexington Book. hlm. 119. ISBN 978-1-4985-3836-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ a b Mohanty, Jatin Kumar (2006). Terrorism and Militancy in Central Asia. Delhi: Kalpaz Publications. hlm. 124. ISBN 81-7835-322-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Asmayani, Nurul (April 2013). Fedrian, Hasmand (ed.). Jejak Ramadhan di Berbagai Negara. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 327. ISBN 978-979-592-616-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Sunarto (Oktober 2018). "Perbedaan Waktu Puasa di Wilayah Abnormal dan Aplikasi Hukumnya". Kordinat. 17 (2): 291. ISSN 1411-6154.
  8. ^ Hodler, R., Raschky, P. A., dan Strittmatter, A. (2024). "Religion and Terrorism: Evidence from Ramadan Fasting". Journal of Peace Research (dalam bahasa Inggris). 61 (3). SAGE Publishing: 357–358. doi:10.1177/00223433221145641. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  9. ^ YouGuide Ltd (2024). The Regional Travel Guide for Khiva and the Karakalpakstan Desert (Uzbekistan). Youguide International BV. hlm. 58. ISBN 9781837143559. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ^ Abdullaev, R., dkk. (2017). Mallakhanov, S., Azimova, S., dan Mirkhalikov, D. (ed.). Intangible Cultural Heritage of Uzbekistan. ICHCHAP, IICAS dan Komisi Nasional Uzbekistan untuk UNESCO. hlm. 148. ISBN 978-9943-357-46-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ^ Knowlton, MaryLee (2006). Uzbekistan. Tarrytown: Marshall Cavendish Benchmark. hlm. 122. ISBN 0-7614-2016-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement