Perwalian (pemerintahan)
Wali kuasa atau dewan perwalian adalah seseorang atau sekelompok orang yang dipilih untuk bertindak sebagai kepala negara karena penguasa yang masih kecil, tidak mampu hadir, atau lemah.[1] Periode pemerintah seorang wali kuasa atau dewan perwalian bisa juga disebut sebagai periode perwalian.
Dalam monarki, wali kuasa biasanya memerintah karena salah satu alasan, tetapi juga dapat terpilih untuk memerintah selama masa peralihan ketika garis kerajaan telah mati. Ini terjadi dalam kasus di Kerajaan Finlandia dan Kerajaan Hungaria, di mana garis kerajaan dianggap punah setelah terjadinya Perang Dunia I. Di Islandia, wali kuasa mewakili Raja Denmark sebagai penguasa Islandia sampai negara menjadi republik pada tahun 1944. Dalam Persemakmuran Polandia-Lithuania (1569-1795), raja yang elektif, yang sering menyebabkan peralihan yang cukup panjang. Untuk sementara, itu adalah Primata Katolik Roma (Uskup Agung Gniezno) yang menjabat sebagai wali kuasa, diistilahkan sebagai "interrex" (Bahasa Latin: penguasa "antara raja" seperti di Roma kuno). Di republik kecil San Marino, dua Kapten Wali Kuasa, atau Capitani Reggenti, yang dipilih semi-tahunan (mereka bertugas selama jangka waktu enam bulan) sebagai kepala negara dan pemerintahan gabungan.
Kadang-kadang, wali kuasa bisa juga dirujuk sebagai bupati di Indonesia dan merujuk pada posisi lebih rendah dari penguasa negara. Di Republik Provinsi Serikat, para anggota kelas penguasa, tidak secara formal keturunan bangsawan tetapi secara de facto, yang dikenal secara kolektif sebagai regenten (bentuk jamak Bahasa Belanda untuk bupati atau wali kuasa). Di Hindia Belanda, bupati adalah seorang pangeran pribumi yang diizinkan untuk memerintah secara de facto 'negara' koloni sebagai Regentschap (lihat istilah tersebut). Akibatnya, di negara penerusnya Indonesia, wali kuasa atau regent adalah istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris berarti seorang bupati (pejabat pemerintah lokal).
Wali penguasa di monarki yang masih ada
Asia
Jepang
- Pangeran Shōtoku untuk tantenya, Suiko
- Pangeran Nakano Ōe
- Fujiwara no Tadahira
- Fujiwara no Tadamichi
- Toyotomi Hideyoshi
- Tokugawa Ieyasu, Maeda Toshiie, Uesugi Kagekatsu, Mori Terumoto, Ukita Hideie untuk Toyotomi Hideyori
- Hirohito untuk ayahnya, Kaisar Taishō dari 1921 sampai 1926
Malaysia
Konstitusi Malaysia tidak memperbolehkan seorang raja menjadi Raja di negara bagiannya dan Yang di-Pertuan Agong secara bersamaan, maka ketika seorang raja diangkat menjadi Yang di-Pertuan Agong selama masa jabatan 5 tahun, maka taktha kerajaan asalnya akan dianggap sebagai absen dan biasanya kekosongan ini diisi oleh pemangku raja yang bisa dilantik pada hari yang sama.
- Tengku Muhammad Ismail untuk ayahnya Mizan Zainal Abidin dari Terengganu
- Ismail Idris dari Johor untuk ayahnya Ibrahim Iskandar dari Johor
Thailand
- Prem Tinsulanonda dari 13 Oktober sampai 1 Desember 2016 untuk Vajiralongkorn ketika ia berkabung untuk ayah dan raja sebelumnya di Jerman
Eropa
Belgia
- Pangeran Baudouin, Adipati Brabant, wali penguasa dari 1950 sampai 1951 untuk ayahnya, Leopold III dari Belgia
Britania Raya
- George, Pangeran Wales dan Pangeran Wali Penguasa (1811-1820) untuk ayahnya George III dari Britania Raya
Denmark
- Pangeran Frederik untuk ayahnya, Christian X dari Denmark, 1942-1943
- Pangeran Frederik untuk ibunya, Margrethe II dari Denmark dari 21-25 Februari 2023
- Christian, Putra Mahkota Denmark ketika ayahnya Frederik X dari Denmark melakukan kunjungan kerja ke Polandia dari 31 Januari sampai 2 Februari 2024.[2][3]
Liechtenstein
- Hans-Adam II dari Liechtenstein, wali penguasa untuk ayahnya Franz Josef II dari Liechtenstein dari 1984 sampai Franz Josef II meninggal pada 1989.
- Alois, Pangeran Pewaris Liechtenstein, wali penguasa untuk ayahnya Hans-Adam II dari Liechtenstein sejak 15 Agustus 2004.
Spanyol
- Caudillo Francisco Franco dari 1947 sampai kematiannya pada 1975 setelah merestorasi monarki dengan takhta kosong yang akhirnya diisi oleh penobatan Juan Carlos I dari Spanyol.
Wali penguasa di kerajaan bersejarah
Asia
Mongolia
- Tolui
- Töregene
- Oghul Qaimish, istri Guyuk Khan
Nepal
- Gyanendra dari Nepal menjadi wali penguasa setelah pembunuhan saudaranya Birendra dari Nepal, selama empat hari komanya Dipendra dari Nepal, Gyanendra akhirnya menjadi raja setelah Dipendra meninggal.
Tiongkok
- Zhou Gong saat Raja Cheng dari Zhou masih kecil sampai ia cukup umur untuk berkuasa sendiri
- Lu Buwei dan Zhao Ji pada masa awal pemerintahan Qin Shi Huang
- Lü Zhi
- Huo Guang, Jin Midi dan Shangguan Jie untuk Kaisar Zhao dari Han
- Wang Mang
- Liang Ji
- He Jin
- Dong Zhuo, Li Jue, Guo Si, Cao Cao, dan Cao Pi pada masa Kaisar Xian dari Han
- Cao Zhen, Cao Xiu, Chen Qun, dan Sima Yi pada masa Kaisar Cao Rui
- Cao Shuang, Sima Yi dan Sima Shi pada masa Kaisar Cao Fang
- Sima Zhao dan Sima Yan pada masa Kaisar Cao Mao dan Cao Huan
- Zhuge Liang, Jiang Wan dan Fei Yi pada masa Kaisar Liu Shan
- Zhuge Ke, Sun Jun, dan Sun Chen pada masa Kaisar Sun Liang
- Yuwen Tai
- Yuwen Hu
- Wu Zetian
- Xiao Yanyan
- Dorgon, Jirgalang dan Duoduo untuk Fulin, Kaisar Shunzhi ketika kaisar masih muda
- Cixi dan Ci'an untuk Kaisar Tongzhi dan Guangxu
- Zaifeng untuk putranya, Puyi
Referensi
- ^ The Oxford English Dictionary defines the term as "A person appointed to administer a State because the Monarch is a minor, is absent or is incapacitated."
- ^ "Kronprins Christian skal være regent for første gang – TV 2". nyheder.tv2.dk (dalam bahasa Dansk). 2024-01-30. Diakses tanggal 2024-02-04.
- ^ "Kronprins Christian bliver for første gang regent | Nyheder". DR (dalam bahasa Dansk). 2024-01-30. Diakses tanggal 2024-02-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


