Penyergapan di Cikalong (1684)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2025) |
Penyergapan di Cikalong yang terjadi tahun 1684 ini terjadi karena seorang Vaandrig dari Belanda yang sangat tidak sopan kepada Untung dan Pangeran Purbaya, sehingga membuat Untung menjadi marah dan menghabisi mereka.[1]
| Penyergapan di Cikalong (1684) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Saudara Banten, Peperangan Banten–Belanda, dan Pemberontakan Untung Surapati | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
Pasukan Untung |
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Korban | |||||||
| tidak diketahui |
| ||||||
Latar belakang
Pangeran Purbaya berpikir bahwa ia bergerilya sudah tidak ada artinya lagi, karena ia sudah bergerilya selama bertahun-tahun dan tidak ada hasil apapun, dan ia memutuskan untuk menyerah kepada kompeni. Kebetulan saat itu Pangeran Purbaya melewati Cikalong dan saat itu Untung ada di sana.Saat mereka berunding datanglah Vaandrig Williem Kuffeler, saat mereka berunding Kuffeler memperlihatkan sikap sombong dan tidak sopan kepada Pangeran Purbaya, karena Pangkat Untung lebih tinggi dari Kuffeler, Untung memperingati Kuffeler agar tidak bersikap seperti itu kepada Pangeran Purbaya. Kuffeler malah semakin tidak sopan kepada Untung, Untung juga dihina dan direndahkan.
Penyergapan kepada Kuffeler
Untung saat itu menahan amarah hingga malam hari, mereka bertiga (Untung, Pangeran Purbaya, dan Kuffeler) bermalam di Cikalong. Saat malam hari Pangeran Purbaya pergi tanpa sepengetahuan Untung. Untung berfikir bahwa Pangeran Purbaya sakit hati atas omongan Kuffeler, melihat kepergian Pangeran Purbaya, Untung merencanakan untuk menyerang tenda Kuffeler. Penyergapan pun dilakukan oleh Untung dan Pasukannya. Kuffeler berhasil lolos meninggal 20 pasukannya yang tewas.[1][2]
Setelah penyergapan
Sesampainya Van Happel di Cikalong, dia melihat tempat itu sudah kosong dan hanya melihat sisa pertempuran, ia segera melaporkan kejadian ini kepada Kapten Ruys[1] Setelah kejadian ini Untung lari kearah Timur yaitu ke Cirebon. dan di sini lah Untung mendapat gelar Surapati.
Referensi
- ^ a b c d e Ratnawati Anhar 1984, hlm. 53.
- ^ a b Michrob, Halwany, A. Mudjahid Chudari 1984, hlm. 114.
Sumber
- Michrob, Halwany, A. Mudjahid Chudari. 1989. Catatan masalalu Banten. Serang: Pengurus Daerah Tingkat II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kapubaten Serang
- Ny. Ratnawati Anhar. 1984. Untung Surapati. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan direktorat sejarah dan nilai tradisional proyek inventarisasi dan dokumentasi sejarah nasional Jakarta
- Qur'anul Hidayat. 2023. Dendam Kesumat Belanda ke Untung Surapati, Seluruh Keturunannya Ditumpas Habis. Okezone.com. Diakses tanggal 9-Januari-2025
- Iswara N Raditya. 2018. Untung Surapati, Bekas Budak yang Mengawini Perempuan Belanda. Tirto.id. Diskses tanggal 9-Januari-2025
- Siti Fatimah. 2024. Untung Suropati. Jendelapuspita.com. Diakses tanggal 8-Januari-2025
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


