Pencitraan Soviet pada Perang Rusia-Ukraina
Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, pencitraan terhadap Uni Soviet menjadi aspek penting dalam Perang Rusia-Ukraina. Simbol-simbol Soviet digunakan oleh Rusia sendiri maupun pasukan-pasukan separatis Rusia di Ukraina, untuk menunjukkan antipati terhadap Ukraina dan kebijakan Ukraina terhadap dekomunisasi. Pencitraan ini merupakan bagian dari kampanye Rusia bagi kepentingan yang lebih luas untuk mendelegitimasi negara Ukraina dan membenarkan aneksasi Rusia terhadap wilayah-wilayah di Ukraina, seperti aneksasi terhadap Krimea pada 2014 dan aneksasi wilayah di bagian tenggara Ukraina pada 2022.
Pada wilayah-wilayah di Ukraina yang dikuasai Rusia, pasukan militer Rusia kerap mengibarkan Panji Kemenangan sebagaimana yang pernah dikibarkan tahun 1945, oleh tentara merah di Reichstag dalam peristiwa pertempuran Berlin. Bendera-bendera Ukraina kerap diabaikan atau diganti oleh para kolaborator Ukraina dengan bendera Rusia atau bendera Ukraina Soviet.
Berdasarkan undang-undang dekomunisasi yang disahkan Ukraina pada 2015, tentang pelarangan penggunaan simbol-simbol komunis dan Nazi, maka pencitraan yang menggunakan simbol-simbol Soviet, merupakan tindakan yang ilegal menurut hukum Ukraina.
Tujuan

Selama berlangsungnya peristiwa invasi Rusia ke Ukraina, bendera Uni Soviet dan Panji Kemenangan, terlihat banyak dikibarkan oleh kendaraan-kendaraan militer Rusia. Menurut pendapat seorang ilmuwan potilik Amerika Serikat, Mark Beissinger yang dimuat dalam siaran France 24, bahwa motivasi Rusia terkait pencitraan tersebut, bukan semata-mata bertujuan untuk mendirikan kembali negara komunis, tetapi Rusia berkeinginan untuk membangun kembali dominasinya atas Ukraina dan menentang undang-undang dekomunisasi Ukraina yang bertujuan untuk melepaskan peninggalan dan pengaruh RSFS Rusia. Simbol-simbol Soviet di Ukraina merupakan sebuah tindakan ilegal dan menampilkannya juga secara luas, dianggap sebagai tindakan provokatif di negara-negara bekas Uni Soviet lainnya, kecuali di Belarus, yang terlibat dalam invasi Rusia ke Ukraina.[1]
Sejarawan Amerika Serikat, Anne Applebaum menyatakan bahwa "Rusia modern hanya memiliki korupsi, nihilisme dan kekuasaan pribadi Putin. Mereka telah membawa kembali bendera Soviet dan patung-patung Lenin sebagai lambang kemenangan Rusia".[2] Di beberapa wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, termasuk gedung-gedung pemerintah, bendera Ukraina telah diganti dengan Panji Kemenangan, sebagaimana yang pernah dikibarkan di Reichstag dalam pertempuran Berlin 1945 untuk menadai kemenangan Uni Soviet atas Jerman Nazi. Pengibaran bendera tersebut ditujukan untuk mewakili klaim presiden Vladimir Putin bahwa Ukraina perlu didenazifikasi.[3][4] Selama peristiwa unjuk rasa dan kerusuhan di Ukraina, yang dikenal dengan peristiwa Euromaidan pada 2013 dan 2014, banyak monumen dan peninggalan yang didedikasikan bagi tokoh revolusioner Rusia Vladimir Lenin di singkirkan dan proses ini dipercepat selama aksi Revolusi Ukraina pada 2014 yang disusul dengan pengesahan undang-undang dekomunisasi Ukraina pada 2015. Namun demikian, sejak 2022, sejumlah monumen dan peninggalan yang telah disingkirkan tersebut, didirikan kembali di wilayah-wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.[2][5][6][7]

Peristiwa
"Babushka Z"
Pada April 2022, sebuah rekaman video yang menunjukkan seorang nenek di Ukraina bernama Anna Ivanovna,[8] menyapa tentara Ukraina sambil memegang bendera Soviet di rumahnya di Velyka Danylivka. Nenek Anna mengira mereka adalah tentara Rusia, sehingga ia mengatakan bahwa ia dan suaminya telah "menunggu dan berdoa untuk mereka, untuk Putin dan semua orang."[9] Tentara Ukraina kemudian memberi nenek Anna makanan, tetapi mengambil bendera dari tangannya, lantas menginjak-injak bendera tersebut. Nenek Anna lalu menyatakan "orang tuaku tewas untuk bendera tersebut dalam Perang Patriotik Raya."[9] Video tersebut kemudian menjadi viral dan ditampilkan dalam media-media yang dikendalikan oleh pemerintah Rusia, lalu dikutip oleh propagandis Rusia sebagai bukti bahwa invasi Rusia ke Ukraina mendapat dukungan rakyat, terlepas dari kenyataannya bahwa sebagian besar orang-orang Ukraina, bahkan warga di wilayah Ukraina yang berbahasa Rusia, menentang invasi tersebut.[9] Meskipun demikian, nenek Anna menjadi simbol propaganda Rusia yang tampil dimana-mana, di lukisan mural, kartu pos, coretan jalanan, papan iklan dan stiker-stiker bergambar dirinya di Rusia[10][11] dan ia dibuatkan patungnya di wilayah Mariupol yang dikuasai Rusia.[9] Di antara para militeris, ia dijuluki sebagai "Babushka Z" (ба́бушка Z, "Nenek Z") atau "Nenek dengan bendera merah".[10] Seorang politikus Rusia yang bertanggung jawab atas sebagian wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, Sergey Kiriyenko, menyebutnya sebagai "simbol tanah air untuk dunia Rusia".[4]

Pada Mei 2022, Nenek Anna mengatakan kepada media Ukrainska Pravda, bahwa ia secara keliru mengenali tentara Ukraina sebagai tentara Rusia, sambil memegang bendera Rusia, bukan karena simpati, melainkan ia merasa perlu berdamai dengan dengan tentara Rusia agar mereka tidak "menghancurkan" desanya dan Ukraina, setelah tentara Rusia menghancurkan rumahnya. Setelahnya, ia merasa menjadi "pengkhianat", karena citranya telah dieksploitasi oleh Rusia.[8] Sebulan kemudian, Nenek Anna menyatakan kepada BBC News bahwa ia tidak mendukung perang, tetapi ia telah (secara keliru) menyambut dua tentara Rusia dan mengatakan, pada waktu itu ia "senang bahwa Rusia akan datang dan tidak berperang dengan kami. Saya senang karena kita akan bersatu kembali." [9] Dalam pernyataannya ke BBC News Rusia, Nenek Anna masih tinggal di Velyka Danylivka dan "tidak berencana pergi kemana pun".[12] Promosi "Nenek dengan bendera merah" di media-media yang dikendalikan pemerintah Rusia hampir berhenti, ketika terungkap bahwa Nenek Anna tidak menentang negara Ukraina.[12]
Pembalikan Rusia atas dekomunisasi Ukraina
Pada 26 Agustus 2022, pasukan Rusia mengibarkan Panji Kemenangan di Pisky, sebuah desa dekat Donetsk, dalam upayanya untuk mendorong tentara Ukraina keluar dari Donbas.[13]
Banyak patung-patung Lenin yang telah disingkirkan pada tahun-tahun sebelumnya, didirikan kembali di wilayah-wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.[2][5][6][7]
Untuk melawan simbol-simbol Soviet Rusia, pihak otoritas Ukraina telah meningkatkan upaya-upaya dekomunisasi. Lambang Uni Soviet pada Monumen Ibu Pertiwi di Kyiv, dihapus lalu diganti dengan lambang Ukraina pada Agustus 2023.[14]
Referensi
- ^ Young, Pareisa (11 Maret 2022). "Ukraine: Russian troops flying Soviet flag, symbol of 're-establishing Russian domination'". The Observers - France 24 (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 27 April 2022. Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b c Harding, Luke (24 April 2022). "Back in the USSR: Lenin statues and Soviet flags reappear in Russian-controlled cities". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 7 Agustus 2025.
- ^ Tharoor, Ishaan (2 Mei 2022). "Analysis | Soviet flags keep rising over Russian-occupied Ukraine". The Washington Post (dalam bahasa Inggris). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b "'It's a reference to the USSR — to its return' Why is the Kremlin incorporating Soviet symbols into its war propaganda?". Meduza (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 Mei 2022.
- ^ a b Fink, Andrew (20 April 2022). "Lenin Returns to Ukraine". The Dispatch (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b Bowman, Verity (27 April 2022). "Kyiv pulls down Soviet-era monument symbolising Russian-Ukrainian friendship". The Telegraph (dalam bahasa Inggris). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b Journal, Yaroslav Trofimov | Photographs by Manu Brabo for The Wall Street (1 Mei 2022). "Russia's Occupation of Southern Ukraine Hardens, With Rubles, Russian Schools and Lenin Statues". WSJ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b Карловський, Денис. ""Бабця з прапором СРСР" кляне російську армію, бо та зруйнувала її дім" ["Nenek dengan Bendera Uni Soviet" Mengecam Tentara Rusia yang Menghancurkan Rumahnya]. Українська правда (dalam bahasa Ukraina). Diakses tanggal 2025-08-07.
- ^ a b c d e Bettiza, Sofia; Khomenko, Svyatoslav (15 Juni 2022). "Babushka Z: The woman who became a Russian propaganda icon". BBC News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 19 Oktober 2022. Diakses tanggal 5 Juli 2022.
- ^ a b Sorokina, Yanina (4 Mei 2022). "Explainer: How a Ukrainian Pensioner Became a Pro-War Symbol in Russia". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ Mohan, Geeta (4 Mei 2022). "Old woman with red flag is now the face of Russian loyalty in this war". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Mei 2022.
- ^ a b "Бабушка с флагом, жители Мариуполя, военные-отказники. Что стало с героями материалов Би-би-си за полгода после начала вторжения России" [Grandmother with a flag, residents of Mariupol, military-refuseniks. What happened to the heroes of the BBC materials six months after the start of the Russian invasion.] (dalam bahasa Rusia). BBC News Rusia. 24 Agustus 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Oktober 2022. Diakses tanggal 21 Februari 2023.
- ^ Stepanenko, Kateryna; Hird, Karolina; Kagan, Frederick W.; Barros, George (25 Agustus 2022). "Russian Offensive Campaign Assessment, August 25" (dalam bahasa Inggris). Institute for the Study of War. Diarsipkan dari asli tanggal 26 August 2022. Diakses tanggal 26 Agustus 2022.
- ^ Lister, Tim; Voitovych, Olga; Kottasová, Ivana; Noor Haq, Sana (7 Agustus 2023). "Ukraine replaces Soviet-era hammer and sickle symbol with a trident on Kyiv statue". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 Agustus 2023.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


