Pembajakan dan penyanderaan kereta api Gajayana 2011
| Pembajakan dan penyanderaan kereta api Gajayana 2011 | |
|---|---|
![]() | |
| Lokasi | 6°27′S 108°14′E / 6.450°S 108.233°E Stasiun Telagasari, Indramayu, Jawa Barat, Indonesia |
| Tanggal | 27 Agustus 2011 07.09 WIB (UTC+7) |
| Sasaran | Kereta api |
Jenis serangan | Penyanderaan |
| Senjata | Senjata tajam berupa sangkur |
| Tewas | Nihil |
| Luka | 1 (masinis) |
| Pelaku | 3 (salah seorang pelaku masuk lokomotif) |
| Motif | Depresi |
Pada tanggal 27 Agustus 2011, tepatnya pada musim mudik lebaran 1432 hijriah, kereta api Gajayana Lebaran tujuan Stasiun Gambir mengalami insiden pembajakan di Stasiun Telagasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Terdapat tiga orang pelaku menghalangi kereta api itu di stasiun tersebut. Salah seorang dari mereka masuk ke kabin lokomotif dan menyandera masinis, sedangkan dua orang lainnya masuk ke dalam kereta menjadi penumpang gelap. Pelaku pembajakan memaksa masinis mengikuti arahan mereka untuk mengarahkan kereta api ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, hingga akhirnya aparat keamanan berhasil mengamankan situasi di stasiun tersebut. Insiden ini disebut-sebut merupakan peristiwa pembajakan kereta api pertama di Indonesia.
Latar belakang

Kereta api Gajayana adalah salah satu kereta api eksekutif yang melayani rute Malang–Gambir pulang pergi. Pada musim Idulfitri 2011, dijalankan perjalanan tambahan lebaran dari kereta api tersebut untuk melayani penumpang yang akan mudik menuju Malang di masa libur lebaran.
Pada pagi hari tanggal 27 Agustus 2011, saat kereta api tersebut sedang melanjutkan perjalanan dari Malang ke Jakarta dalam keadaan sepi penumpang, sejumlah tiga orang pelaku berhasil memasuki ruang lokomotif dan mengambil alih kontrol kereta api, memaksa masinis agar mengikuti instruksi mereka untuk mengarahkan kereta apinya ke Stasiun Pasar Senen. Identitas salah satu pelaku kemudian terungkap sebagai anggota Korps Marinir TNI AL.[1]
Kronologi[2]
Kereta Api Gajayana Lebaran diberangkatkan dari Stasiun Malang pada 26 Agustus 2011 pukul 17.30 WIB menuju Jakarta. Pada keesokan harinya, 27 Agustus 2011, kereta api tersebut melanjutkan perjalanan dari Stasiun Cirebon pada pukul 06.21 WIB. Sekitar pukul 06.54 WIB, kereta sempat tertahan di sinyal masuk Stasiun Jatibarang. Selanjutnya, pada pukul 07.09 WIB, sejumlah orang, termasuk pelaku pembajakan, menghalangi laju kereta di Stasiun Telagasari. Dalam peristiwa tersebut, salah satu pelaku naik ke lokomotif dan memaksa masinis, Yodian Wiliarso, untuk mengikuti kehendak mereka.
Pada rentang waktu 07.28–07.30 WIB, kereta berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang yang sebelumnya berada di dalam lokomotif. Setelah itu, masinis melaporkan kepada Pusat Kendali (PK) Daerah Operasi III Cirebon bahwa lokomotif telah kosong dari penumpang. Pada pukul 08.12 WIB, masinis menyesuaikan frekuensi radio dan meminta kepada petugas PK agar perjalanan kereta diberikan aspek sinyal hijau di seluruh stasiun berikutnya sehingga kereta dapat melaju tanpa henti menuju Jakarta. Kereta kemudian melintas Stasiun Cikampek pada pukul 08.14 WIB.
Antara pukul 08.16 hingga 09.00 WIB, petugas PK Timur Daerah Operasi I Jakarta berupaya menghubungi masinis melalui radio lokomotif, tetapi tidak memperoleh respons. Upaya penghentian melalui prosedur berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Bekasi juga tidak berhasil. Kontak baru kembali terjalin pada pukul 09.08 WIB, ketika masinis menyampaikan dengan suara pelan bahwa dirinya sedang disandera dan memohon agar kereta dilanjutkan hingga Stasiun Gambir. Namun, karena kondisi Stasiun Gambir sedang padat oleh penumpang dan rangkaian kereta lain, kereta tidak diarahkan ke stasiun tersebut.
Pada pukul 09.10 WIB, upaya penghentian kereta di Stasiun Jatinegara kembali gagal, sehingga perjalanan dialihkan menuju Stasiun Pasar Senen. Dua menit kemudian, kondektur menerima informasi dari pegawai Stasiun Purwokerto agar dilakukan penarikan rem darurat ketika kereta memasuki Stasiun Pasar Senen. Pusat Kendali kemudian menginstruksikan teknisi kereta api untuk melaksanakan tindakan tersebut. Kereta akhirnya tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 09.35 WIB dan dimasukkan ke jalur 4, setelah rem darurat ditarik dari dalam rangkaian.
Sesaat setelah kereta berhenti, aparat Brigade Mobil (Brimob) dan Kepolisian segera melakukan tindakan pengamanan. Dalam operasi tersebut, dua orang pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri. Selama insiden berlangsung, masinis mengalami luka ringan, termasuk tekanan psikologis dan bekas goresan pisau sangkur, tetapi tidak terdapat korban jiwa dari kalangan penumpang maupun kru kereta api.
Akibat
Insiden tersebut tidak mengganggu operasional kereta api secara keseluruhan meskipun sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap jadwal perjalanan kereta api jarak jauh yang sibuk menjelang libur Idulfitri. Masinis diistirahatkan sementara setelah kejadian untuk pemulihan fisik dan psikologis. Tidak ada korban jiwa dari pihak penumpang maupun kru kereta api dalam insiden ini, tetapi sempat terdapat kejadian tegang selama negosiasi dengan pelaku.
Tindak lanjut
Aparat kepolisian dan militer melakukan penangkapan pelaku dan penyelidikan terhadap motif di balik pembajakan. Salah satu pelaku yang berhasil diamankan diidentifikasi sebagai Sersan Satu Darso, anggota Korps Marinir TNI AL, yang kemudian diproses hukum. Penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan motif pelaku berkaitan dengan tekanan psikologis dan depresi, meskipun motif pastinya terus diselidiki oleh pihak berwajib bersama psikiater dan pihak keluarga pelaku.[3][4]
Sebagai langkah keamanan pascainsiden tersebut, PT Kereta Api Indonesia menambah pengamanan dengan menempatkan personel kepolisian di kabin lokomotif untuk mencegah insiden serupa selama musim libur berikutnya. Polisi juga menyiapkan pengawalan ketat dengan personel tambahan, termasuk rencana pengamanan ratusan personel untuk rangkaian kereta api di seluruh jalur strategis.[5]
Lihat juga
Referensi
- ^ antaranews.com (2011-08-27). "Pelaku pembajakan KA Gajayana prajurit marinir". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ "Inilah Kronologi Kasus Pembajakan KA Gajayana". Kompas.com. 2011-08-27. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ "Pelaku Pembajakan KA Gajayana Diduga Orang Stres". Tempo. 27 Agustus 2011 | 15.04 WIB. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ Anonim (2011-09-03). "Latar Belakang Pembajakan KA Gajayana Mulai Terkuak". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ "Cegah Pembajakan, 500 Personel Polisi Siap Kawal Lokomotif & Kereta". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-24.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



