Ngraho, Ngraho, Bojonegoro

kecamatan ngraho
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
KecamatanNgraho
Kode pos
62165
Kode Kemendagri35.22.01.2007 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°15′31″S 111°31′30″E / 7.25861°S 111.52500°E / -7.25861; 111.52500


Pemerintahan dan Pembagian Administratif

Kecamatan Ngraho merupakan salah satu pusat pelayanan publik di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro. Pusat pemerintahan kecamatan ini terletak di Desa Kalirejo, di mana terdapat berbagai instansi penting seperti Kantor Kecamatan, Polsek Ngraho, dan Koramil Ngraho.

Kecamatan ini terdiri dari 16 desa yang memiliki karakteristik unik, di antaranya:

  • Desa Kalirejo: Selain sebagai pusat administrasi, desa ini memiliki Dusun Peting yang dikenal karena kelestarian tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.[1]
  • Desa Glagah: Merupakan wilayah penyangga pertanian di sisi selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah perhutanan dan Kecamatan Margomulyo.
  • Desa Ngraho: Salah satu pemukiman tertua yang menjadi asal-usul nama kecamatan ini, dengan sejarah yang berkaitan dengan tokoh Raden Cokro Sontobali.[2]

Ngraho merupakan kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Perbatasan

Utara Desa Mojorejo
Timur Desa Kalirejo dan Blimbinggede
Selatan Kecamatan Margomulyo
Barat Desa Sumberagung

Sejarah

Desa Ngraho memiliki riwayat sejarah yang berkaitan dengan masa akhir Kesultanan Mataram. Wilayah ini pertama kali dibuka (babat alas) pada abad ke-17 oleh seorang tokoh bernama Raden Cokro Sontobali, yang merupakan abdi dalem dari Mataram. Dalam perkembangannya, Desa Ngraho tercatat sebagai salah satu wilayah yang memiliki kesadaran politik awal di Bojonegoro, dengan penyelenggaraan pemilihan kepala desa secara langsung yang sudah dimulai sejak tahun 1907.[3]

Ekonomi

Selain sektor pertanian, Desa Ngraho dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu dan pengolahan kayu jati. Produk kerajinan bambu dari desa ini telah menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif di wilayah Bojonegoro bagian selatan. Aktivitas ekonomi warga juga didukung oleh letaknya yang strategis sebagai wilayah penyangga pusat kecamatan.[4]



  1. ^ "Sedekah Bumi Dusun Peting: Napas Budaya yang Menghidupi Warisan Leluhur". Media Rajawali. 4 Juli 2025. Diakses tanggal 19 Februari 2026.
  2. ^ "Sejarah Desa Ngraho". Scribd. Diakses tanggal 19 Februari 2026.
  3. ^ "Sejarah Desa Ngraho". Scribd. Diakses tanggal 19 Februari 2026.
  4. ^ "Manfaatkan Bambu Sekitar Rumah, Pemuda Asal Ngraho Ini Sukses Usaha Kerajinan". Pemkab Bojonegoro. 21 Februari 2021. Diakses tanggal 19 Februari 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement