Negara-negara Shan

Negara-Negara Shan
Negara-negara merdeka (abad ke-13–1557)
Bawahan Burma dan Tiongkok (1557–1885)
Wilayah kerajaan Kemaharajaan Britania (1885–1922)
Bagian dari Federasi Negara-Negara Shan (1922–1948)
Bagian dari Negara Bagian Shan (1948–1959)

Peta negara-negara Shan, 1900
Ibu kotaTaunggyi
Sejarah
 • JenisMonarki
Sejarah 
• Kemerdekaan dari Pagan dan Dali
Abad ke-13
• Si Kefa menjadi pemimpin Möng Mao
ca 1335
• Penghancuran Kerajaan Sagaing dan Pinya
1364
• Pemerintahan Shan di Burma Hulu
1527–1555
• Bawahan Dinasti Toungoo
1557
• Pendirian Protektorat Britania
Abad ke-19
• Aneksasi penuh ke Myanmar
1959
Didahului oleh
Digantikan oleh
krjKerajaan
Pagan
krjKerajaan
Dali
Federasi Negara-Negara Shan
Sekarang bagian dariMyanmar

Negara-negara Shan adalah sekumpulan negara kecil milik orang Shan yang disebut möng yang diperintah oleh penguasa bergelar saopha. Di Burma Britania Raya, wilayah-wilayah ini berkedudukan setara dengan princely state yang ada di India Britania.

Istilah ini pertama kali digunakan selama penjajahan Inggris di Burma sebagai sebutan geopolitik untuk wilayah-wilayah tertentu di Burma (secara resmi disebut Federasi Negara-Negara Shan, yang juga mencakup Negara-Negara Karenni, yang terdiri dari Negara Bagian Shan dan Kayah modern). Dalam beberapa kasus, istilah Negara-Negara Shan Siam digunakan untuk menyebut Lanna (Thailand Utara) dan Negara-Negara Shan Tiongkok merujuk ke daerah suku Shan di selatan Yunnan seperti Xishuangbanna.

Sejarah negara-negara ini dapat ditelusuri hingga masa Kerajaan Pagan; menurut kronik Tai, negara Shan yang kuat pertama pada zaman itu didirikan pada tahun 1215 di Möng Kawng, diikuti oleh Möng Nai pada tahun 1223. Pendirian ini merupakan bagian dari migrasi orang Tai yang lebih besar yang juga mendirikan Kerajaan Ahom pada tahun 1229 dan Kerajaan Sukhothai pada tahun 1253.[1] Pengaruh politik orang Shan meningkat setelah Mongol menyerbu Pagan pada tahun 1287 di mana mereka mendominasi wilayah utara hingga timur Burma—dari barat laut Region Sagaing hingga ke Perbukitan Shan. Negara-negara Shan yang baru didirikan bercorak multietnis yang juga dihuni sejumlah besar etnis minoritas seperti Chin, Palaung, Lisu, Pa'o, Kachin, Wa, dan Bamar.

Negara-negara Shan merupakan kekuatan dominan dalam politik Burma Hulu sepanjang abad ke-13 hingga ke-16. Negara-negara terkuat seperti Möng Mao, Möng Yang, dan Hsenwi, sering menyerbu Burma Hulu. Möng Mao mengakhiri Kerajaan Sagaing dan Pinya pada tahun 1364. Namun, mereka terlalu terpecah belah untuk menangkal gangguan dari tetangga yang lebih kuat. Di utara, Dinasti Ming Tiongkok menaklukkan Yunnan pada tahun 1380-an, dan menumpas perlawanan Shan terakhir pada tahun 1440-an.

Para penguasa Möng Mao pindah ke Möng Yang, dan pada tahun 1527 mereka memimpin konfederasi beranggotakan negara-negara Shan yang merebut Kerajaan Ava dan memerintah Burma Hulu hingga tahun 1555. Di selatan, dinasti Toungoo mencaplok semua negeri Shan yang kemudian dikenal sebagai Negara-Negara Shan Burma pada tahun 1557. Meskipun suku Shan telah diperintah oleh kerajaan-kerajaan Bamar yang berpusat di Burma Hilir, para saopha (kepala suku) Shan tetap mempertahankan otonomi yang besar.

Ketika Burma memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1948, Federasi Negara-Negara Shan berubah menjadi Negara Bagian Shan sementara wilayah selatan menjadi Negara Bagian Kayah sebagai bagian dari Uni Burma dengan hak untuk memisahkan diri dari uni tersebut. Namun, hak istimewa Negara Bagian Shan dan para saopha dilucuti oleh pemerintahan militer pimpinan Jenderal Ne Win pada tahun 1962.

Negara-negara historis

Sebagian besar negara-negara Shan hanyalah kerajaan kecil yang terorganisir di sekitar kota utama di daerah tersebut. Mereka terlibat dalam permainan politik yang berbahaya dengan menyatakan kesetiaan kepada negara-negara lain yang lebih kuat, terkadang secara bersamaan dalam satu waktu. Negara-negara yang lebih kecil seperti Loi-ai, Möng Hsat, dan Möng Hsu bersumpah setia kepada negara-negara Shan lain yang lebih kuat seperti Yawnghwe, Kengtung, dan Hsenwi. Sementara negara-negara yang lebih kuat menyatakan loyalitas kepada kerajaan yang lebih kuat seperti Ava, Burma, dan Tiongkok.

Beberapa negara Shan yang terutama adalah:[2]

  • Hsenwi
  • Hsipaw
  • Kengcheng
  • Kengtung
  • Möng Pai
  • Möng Kawng (Mogaung)
  • Möng Mit
  • Möng Pawn
  • Möng Nai
  • Möng Yang (Mohnyin)
  • Yawnghwe
  • Man Maw (Bhamo)

Sejarah

Sejarah awal negara-negara Shan diselimuti mitos. Umumnya mereka mengklaim berdiri di atas negara pendahulu dengan nama Sanskerta Shen/Sen. Cerita dalam kronik Shan dimulai dengan kisah dua bersaudara, Khun Lung dan Khun Lai, yang turun dari surga pada abad ke-6 dan mendarat di Hsenwi, di mana penduduk setempat memuja mereka sebagai raja.[3]

Suku Shan telah mendiami Perbukitan Shan dan wilayah lain di utara Myanmar modern sejak abad ke-10 Masehi. Menurut catatan lokal, negara Shan Möng Mao mungkin telah eksis di Yunnan pada abad ke-10 Masehi, tetapi menjadi negara bawahan Burma pada masa pemerintahan Anawrahta dari Pagan (1044–1077).[4]

Periode Dinasti Pagan

Relevansi historis negeri-negeri Shan di dalam kawasan Myanmar modern meningkat selama periode Kerajaan Pagan di Perbukitan Shan dan Kachin, dan semakin meningkat setelah jatuhnya Kerajaan Pagan ke tangan Dinasti Yuan pada tahun 1287. Suku Shan, yang termasuk dalam gelombang migrasi baru yang datang bersama serbuan Mongol, dengan cepat mendominasi wilayah dari utara Negara Bagian Chin dan barat laut Wilayah Sagaing modern hingga Perbukitan Shan. Negara-negara Shan yang baru didirikan merupakan negara-negara multietnis yang dihuni sejumlah besar etnis minoritas seperti Chin, Palaung, Pa-O, Kachin, Akha, Lahu, Wa, dan Bamar. Negeri-negeri Shan yang paling kuat adalah Möng Yang dan Möng Kawng di tempat yang sekarang menjadi Negara Bagian Kachin, diikuti oleh Hsenwi, Hsipaw, Möng Mit, dan Kengtung di Negara Bagian Shan modern.[5]

Negara Möng Mao

Möng Mao muncul di tengah kekosongan kekuasaan setelah Kerajaan Dali di sepanjang perbatasan Myanmar-Tiongkok modern jatuh ke tangan Dinasti Yuan sekitar tahun 1254. Yuan memerintah wilayah tersebut secara tidak langsung dalam apa yang dikenal sebagai Sistem Kepala Suku Pribumi (Tusi). Pemerintah Yuan menyatakan persatuan atas keragaman suku bangsa yang tinggal di sepanjang perbatasan di barat daya Yunnan.[6] Pada tahun 1380-an, Möng Mao berkonflik dengan Dinasti Ming dari Tiongkok, beberapa bentrokan terjadi hingga akhirnya Möng Mao dikalahkan pada tahun 1444. Wilayahnya terbagi di antara beberapa negara Shan, dan keluarga kerajaan pindah ke barat Sungai Irrawaddy untuk melanjutkan kekuasaan mereka di Möng Yang, yang pada akhirnya akan memimpin Konfederasi Negara-Negara Shan.[7]

Konfederasi Negara-Negara Shan

Kerajaan Siam dan negeri-negeri Shan dalam peta buatan Britannica, 1892

Konfederasi Negara-Negara Shan adalah sekelompok negara-negara suku Shan yang menaklukkan Kerajaan Ava pada tahun 1527 dan memerintah Burma Hulu hingga tahun 1555. Konfederasi ini awalnya terdiri dari Möng Yang, Möng Kawng, Bhamo, Möng Mit, dan Kale. Konfederasi ini dipimpin oleh Sawlon, kepala suku Möng Yang, dan merupakan keturunan keluarga kerajaan Möng Mao.[7] Konfederasi ini memperluas kekuasaannya hingga ke Prome (Pyay) pada 1533.[8]

Sawlon, pendiri konfederasi tewas dibunuh menterinya sendiri. Penggantinya, Thohanbwa kurang disukai hingga akhirnya dibunuh oleh para menterinya. Sempat berganti pemimpin beberapa kali, satu per satu wilayah mereka dikuasai oleh Dinasti Toungoo yang berkembang di selatan hingga akhirnya seluruh negeri Shan takluk pada Toungoo pada 1557.[9]

Penjajahan Inggris di Burma

Dua saopha Shan bersama istri-istrinya yang duduk di tengah-tengah mereka di acara durbar yang digelar di New Delhi untuk menghormati Raja Edward VII

Pada tahun 1885, setelah tiga perang yang secara bertahap memasukkan wilayah Burma ke dalam imperium mereka, Inggris akhirnya menduduki seluruh Myanmar modern. Wilayah tersebut kemudian dijadikan provinsi milik India Britania.[10]

Di bawah pemerintahan kolonial Inggris, negara-negara Shan secara nominal menjadi negara kepangeranan yang berdaulat. Meski negara-negara tersebut diperintah oleh raja lokal, mereka tunduk pada aliansi di bawah Mahkota Britania.[11][12]

Menjelang fase terakhir pemerintahan Inggris, negara-negara Shan dan Karenni diberi label sebagai "Wilayah Perbatasan", sebutan umum untuk wilayah pegunungan yang berbatasan dengan India, Tiongkok, dan Laos di mana pemerintah Inggris mengizinkan pemerintahan lokal. Pada tahun 1922, negara-negara Shan digabung menjadi Federasi Negara-Negara Shan. Wilayah-wilayah ini dikelola secara terpisah oleh Burma Frontier Service dari British Assistance Superintendents, yang kemudian berganti nama menjadi Assistant Residents.[13]

Pada tahun 1935, Wilayah Perbatasan dibagi menjadi "Wilayah yang Dikecualikan" dan "Wilayah yang Dikecualikan Sebagian"—juga dikenal sebagai "Wilayah Bagian I" dan "Wilayah Bagian II"—melalui Jadwal Kedua Undang-Undang Pemerintahan Burma tahun 1935.[14][15]

Negara-negara Shan Tiongkok

Peta Kerajaan Toungoo dengan Koshanpye di timur laut.
Peta abad ke-19 menyertakan negeri-negeri Shan Tiongkok.

Negara-negara Shan Tiongkok adalah negara-negara atau wilayah kecil orang Shan yang diperintah oleh raja-raja lokal di bawah kedaulatan Tiongkok. Mereka juga dikenal sebagai Koshanpye atau "Sembilan Negara Shan". Negara yang terutama adalah Möng Lem (Mainglengyi, Maing-ying, Mong Lien), Möngmāu (Möng Mao), Hsikwan (Si-gwin), Möngnā (Ganya), Sandā (Zhanda, Möng Santa), Hosā (Ho Hsa, Hotha), Lasā (Möng Hsa, La Hsa), Möngwan (Möng Wan, Mo-wun), Möngmyen (Möng Myen, Momien, Momein/Tengyue) dan Köng-ma (Küngma, Kaing-ma, Kengma, Gengma),[16] serta Keng Hung (Chiang Hung).[17]

Sebagian besar sejarah negara-negara kecil Tai (Dai) ini tidak jelas. Kronik dan tradisi yang ada mengenai negara-negara Shan paling utara yang terpencil mencakup nama dan tanggal yang saling bertentangan yang telah menyebabkan interpretasi yang berbeda.[18] Menurut tradisi, terdapat Negara Pong yang berasal dari kerajaan legendaris Udiri Pale, yang didirikan pada tahun 58 SM. Kronik Cheitharol Kumbaba dari Kerajaan Manipur—yang ditulis jauh kemudian—menyebutkan aliansi antara Negara Kangleipak dan Kerajaan Pong.[19] Kerajaan semilegendaris ini juga disebutkan dalam catatan penaklukan Anawrahta dari Pagan. Beberapa sarjana mengidentifikasi Kerajaan Pong dengan Möng Mao serta dengan Luh Shwan yang juga disebutkan dalam kronik Tiongkok.[18]

Sebagai negara bawahan dari kerajaan-kerajaan Tionghoa yang lebih kuat, negara-negara Shan ini memperoleh kemerdekaan dalam kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan setelah Kerajaan Dali di Yunnan jatuh ke tangan Dinasti Yuan.[20] Pada abad ke-17, wilayah-wilayah negara-negara Shan yang terpencil ini telah digabungkan ke dalam wilayah inti dinasti-dinasti Tionghoa. Para penguasanya diizinkan untuk mempertahankan sebagian besar otoritas di bawah sistem kepemimpinan yang disebut Tǔsī Zhìdù (Hanzi: 土司制度).[21] Pada pertengahan abad ke-18, Dinasti Konbaung yang berkuasa di Burma melancarkan serangkaian perang melawan Dinasti Qing di mana delapan negara Shan sempat diduduki oleh Burma, tetapi semua negara Shan yang terletak di ujung utara ini tetap berada di bawah kekuasaan Tiongkok setelah itu.[13]

Bekas teritori negara-negara Shan Tiongkok kini menjadi bagian dari Provinsi Yunnan. Di bawah pemerintahan Tiongkok, status orang Shan di sini berkurang karena mereka dicap sebagai "minoritas". Dengan demikian, mereka menjadi salah satu etnis minoritas di kawasan Yunnan seperti halnya suku Lahu dan Va.[22]

Referensi

  1. ^ Maung Htin Aung (1967). A History of Burma. New York and London: Cambridge University Press. hlm. 66.
  2. ^ "Shan and Karenni States of Burma". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2020.
  3. ^ Santasombat, Yos (1 December 2008). Lak Chang: A Reconstruction of Tai Identity in Daikong. ANU E Press. ISBN 978-1-921536-39-7 – via Google Books.
  4. ^ Nisbet, John (2005). Burma under British Rule - and before. Volume 2. Adamant Media Corporation. hlm. 417. ISBN 1-4021-5293-0.
  5. ^ Jon Fernquest (Autumn 2005). "Min-gyi-nyo, the Shan Invasions of Ava (1524–27), and the Beginnings of Expansionary Warfare in Toungoo Burma: 1486–1539". SOAS Bulletin of Burma Research. 3 (2). ISSN 1479-8484.
  6. ^ Daniels, Christian (2006). "Historical memories of a Chinese adventurer in a Tay chronicle; Usurpation of the throne of a Tay polity in Yunnan, 1573-1584". International Journal of Asian Studies. 3 (1): 28. doi:10.1017/S1479591405000203.
  7. ^ a b Fernquest, Jon (Autumn 2006). "Crucible of War: Burma and the Ming in the Tai Frontier Zone (1382–1454)". SOAS Bulletin of Burma Research. 4 (2).
  8. ^ Harvey 1925: 104–107
  9. ^ Maha Yazawin Vol. 2 2006: 242–244
  10. ^ Encyclopædia Britannica
  11. ^ Great Britain India Office. The Imperial Gazetteer of India. Oxford: Clarendon Press, 1908.
  12. ^ Lowis, C. C. (Cecil Champain) (3 Januari 1902). "Burma. Part I, Report". Rangoon : Office of the Supt. of Govt. Print., Burma – via Internet Archive.
  13. ^ a b "Kanbawsa - A Modern Revie". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2016.
  14. ^ Donald M. Seekins, Historical Dictionary of Burma (Myanmar), p. 193
  15. ^ "Government of Burma Act, 1935" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-11-09.
  16. ^ Kaung: Miex, Kaung: Max [Gaeng Miex, Gaeng Max] N23.33, Е99.25. Town in Yunnan, Gengma County town. 'Mother's fields'. Other names: Gengma, Küngma, Kaingma, 耿马 Gěngmǎ; Dictionary of Wa (2 vols): With Translations into English, Burmese and Chinese By Justin Watkins, p. 1139
  17. ^ Peter Truhart, Asia & Pacific Oceania, p. 218
  18. ^ a b Yos Santasombat, Lak Chang: A Reconstruction of Tai Identity in Daikong, p. 3-4
  19. ^ Phanjoubam Tarapot, Bleeding Manipur, Har Anand Publications (30 Juli 2007) ISBN 978-8124109021
  20. ^ Daniels, Christian (2006) "Historical memories of a Chinese adventurer in a Tay chronicle; Usurpation of the throne of a Tay polity in Yunnan, 1573–1584," International Journal of Asian Studies, 3, 1 (2006), pp. 21–48.
  21. ^ John Anderson. Mandalay to Momien : a narrative of the two expeditions to western China of 1868 and 1875 under Colonel Edward B. Sladen and Colonel Horace Browne (2009)
  22. ^ "Susan Conway, The Politics of Inland Southeast Asia, SOAS". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2016. Diakses tanggal 25 November 2015.

Daftar pustaka

  • C. Patterson Giersch, Asian Borderlands: The Transformation of Qing China's Yunnan Frontier. Harvard University Press (2006), ISBN 9780674021716
  • Aung Tun, Sai (2009). History of the Shan State: From Its Origins to 1962 (dalam bahasa Inggris) (Edisi Kedua, berilustrasi). Chiang Mai, Thailand: Silkworm Books. ISBN 978-9-749-51143-5.
  • Harvey, G. E. (1925). History of Burma: From the Earliest Times to 10 March 1824. London: Frank Cass & Co. Ltd.
  • Kala, U (1724). Maha Yazawin (dalam bahasa Myanmar). Vol. 1–3 (Edisi 2006, cetakan ke-4). Yangon: Ya-Pyei Publishing. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement