Kerajaan Rattanakosin

Kerajaan Rattanakosin[a]
อาณาจักรรัตนโกสินทร์  (Thai)
Anachak Rattanakosin

Kerajaan Siam[b]
ราชอาณาจักรสยาม  (Thai)
Ratcha-anachak Sayam

1782–1932
Bendera Siam
Atas: Bendera
(1832–1916)
Bawah: Bendera
(1917–1932)

Atas: Lambang
(1873–1910)
Bawah: Lambang
(1911–1932)
Semboyan
  • สพฺเพสํ สงฺฆภูตานํ สามคฺคี วุฑฺฒิ สาธิกา
  • Sabbesaṃ Saṅghabhūtānaṃ Sāmaggī Vuḍḍhi Sādhikā (Pāḷi)
  • "Persatuan Diantara Mereka Yang Bersatu Membawa Keberhasilan dan Kemakmuran"
Lagu kebangsaan
  • จอมราชจงเจริญ
    Chom Rat Chong Charoen
    "Hiduplah Raja Agung"
    (1852–1871)
  • บุหลันลอยเลื่อน
    Bulan Loi Luean
    "Bulan yang Mengambang di Langit"
    (1871–1888)
  • สรรเสริญพระบารมี
    Sansoen Phra Barami
    "Muliakan Sang Raja"
    (1888–1932)
Lingkup pengaruh Rattanakosin, 1805
Lingkup pengaruh Rattanakosin, 1805
Peta administratif Siam, 1916
Peta administratif Siam, 1916
Ibu kotaBangkok
Bahasa resmiThai (Siam)
Bahasa tutur
Thailand Tengah, Thai Selatan, Thai Utara, Lao, Khmer, Melayu, Bermacam-macam Bahasa Cina[2]
Agama
Demonimbangsa Siam
Pemerintahan
Raja 
• 1782–1809 (pertama)
Phutthayotfa Chulalok
• 1809–1824
Phutthaloetla Naphalai
• 1824–1851
Nangklao
• 1851–1868
Mongkut
• 1868–1910
Chulalongkorn
• 1910–1925
Vajiravudh
• 1925–1932 (terakhir)
Prajadhipok
Raja Muda 
• 1782–1803 (pertama)
Maha Sura Singhanat
• 1868–1885 (terakhir)
Wichaichan
LegislatifTidak ada[c]
Era SejarahPeriode modern awal, zaman modern
• Pendirian
6 April 1782
1785–1786
20 Juni 1826
1826–1828
1841–1845
• Westernisasi dan kebangkitan nasionalisme
1851–1932
18 April 1855
24 Juni 1932
Populasi
• Awal abad ke-19[4][5][6][d]
1,000,000–4,000,000
• 1929[7]
11,506,207
Mata uang
Zona waktuICT
(UTC+07:00)
Format tanggaldd/mm/yyyy (BE)
Lajur kemudikanan
Didahului oleh
Digantikan oleh
krjKerajaan
Thonburi
krjKerajaan
Chiang Mai
krjKerajaan
Vientiane
krjKerajaan
Luang Phrabang
krjKerajaan
Champasak
krjKerajaan
Nakhon Si Thammarat
krjKerajaan
Pattani
Kepangeranan Hà Tiên
Sip Song Chau Tai
Chiang Hung
kslKesultanan
Kedah
Terengganu
Kelantan
Negara Kengtung
Kerajaan Siam
Malaya Britania Raya
Indochina Prancis
Burma Britania Raya
Sekarang bagian dari
  1. ^ Secara lebih informal, rentang waktu sejarah ini merujuk pada zaman Rattanakosin di Thailand. Istilah Rattanakosin dapat juga merujuk pada Thailand modern semenjak Bangkok menjadi ibukota.
  2. ^ Bermula dari Perjanjian Bowring pada tahun 1855, nama negara merujuk pada julukan "Kerajaan Siam" dalam perjanjian antarnegara.[1]
  3. ^ Dari tahun 1925 hingga 1932, didirikan sebuah dewan legislatif yang disebut Dewan Tertinggi Negara Siam, meskipun tidak memiliki kekuasaan legislatif.
  4. ^ 1800 (Lieberman)/Permulaan abad ke-19(Baker-Phongpaichit).
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kerajaan Rattanakosin (bahasa Thai: อาณาจักรรัตนโกสินทร์, IPA: [āːnāːt͡ɕàk ráttanákōːsǐn]) atau sering disebut Kerajaan Siam juga Kerajaan Bangkok adalah pusat kekuatan tradisional keempat dalam Sejarah Thailand. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1782 dengan pendirian Bangkok sebagai ibu kota menggantikan Thonburi.

Kerajaan memerintah berdasarkan sistem Mandala. Sistem ini memungkinkan kekuasaan lokal yang tinggi dengan kerajaan memiliki pengaruh dan efektivitas kekuasaan atas wilayahnya. Pada masa jayanya di rentang tahun 1805 hingga 1812, kerajaan ini terdiri dari 25 entitas politik, mulai dari kadipaten-kadipaten dan kepangeranan hingga persemakmuran dan kerajaan-kerajaan. Jangkauan terjauhnya sampai menjangkau Negara-negara Shan, Yunnan selatan, Laos, Kamboja, bagian utara Si Rat Malai dan Kawthoung. Pendiri Rattanakosin adalah Raja Rama I dari Dinasti Chakri. Setengah pertama masa kekuasaannya Sang Raja ditandai dengan penguatan kekuatan Siam di pusat daratan Asia Tenggara juga penanda pertandingan dan peperangan atas penguasaan wilayah melawan kekuatan saingannya, yaitu Burma dan Vietnam. Masa yang kedua menjadi masa keterlibatan kekuatan kolonial Prancis dan Inggris menjajah negara-negara tetangga sehingga Rattanakosin menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu mempertahankan kedaulatannya secara mandiri.

Secara internal, kerajaan ini berkembang menjadi negara bangsa, absolut, dengan batas-batas yang ditentukan dari hubungan dengan bangsa Barat. Periode ini ditandai dengan adanya kekuasaan terpusat pada raja, penghapusan kontrol tenaga kerja, peralihan ke ekonomi agraris, perluasan kendali atas negara-negara bawahan yang jauh, penciptaan identitas nasional tunggal, dan munculnya kelas menengah perkotaan. Namun demikian, gagalnya perwujudan reformasi demokrasi berujung pada meletusnya Revolusi Siam 1932 dan pendirian kerajaan konstitusional.



Referensi

  1. ^ Silpa-1 (6 July 2017). ""สยาม" ถูกใช้เรียกชื่อประเทศเป็นทางการสมัยรัชกาลที่ 4". ศิลปวัฒนธรรม (dalam bahasa Thai). Diakses tanggal 10 August 2017. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ Lieberman, Victor (2003). Strange Parallels: Volume 1, Integration on the Mainland: Southeast Asia in Global Context, c. 800–1830 (Studies in Comparative World History) (Edisi Kindle). Cambridge University Press. ISBN 978-0521800860.
  3. ^ a b Baker, Chris; Phongpaichit, Pasuk. A History of Thailand 4th edition. Cambridge University Press.
  4. ^ Lieberman, Victor (2003). Strange Parallels: Volume 1, Integration on the Mainland: Southeast Asia in Global Context, c. 800–1830 (Studies in Comparative World History) (Edisi Kindle). Cambridge University Press. hlm. 295. ISBN 978-0521800860. "Siam's population must have increased from c. 2,500,000 in 1600 to 4,000,000 in 1800."
  5. ^ Thailand, economy and politics. Kuala Lumpur; New York : Oxford University Press. 1995. ISBN 978-967-65-3097-4.
  6. ^ Baker, Chris; Phongpaichit, Pasuk (2022). A History of Thailand. Cambridge University Press. hlm. 26. ISBN 978-1-009-01483-0.
  7. ^ "Number of population in Thailand : 1911–1990 census years". web.nso.go.th. National Statistical Office. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 24 March 2022. Diakses tanggal 14 January 2022.
  • Greene, Stephen Lyon Wakeman. Absolute Dreams. Thai Government Under Rama VI, 1910–1925. Bangkok: White Lotus, 1999
  • Wyatt, David, Thailand: A Short History, Yale University Press, 1984

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement