Mulian Menyelamatkan Ibunya

Mulian di Neraka (ilustrasi kontemporer) [1]

Mulian Menyelamatkan Ibunya (Hanzi: 目連救母; Pinyin: Mùlián jiù mǔ), atau Mulian Menyelematkan Ibunya Dari Neraka adalah sebuah cerita Buddhis Tionghoa populer yang berasal dari abad ketiga Era Umum, terinspirasi oleh cerita dari India mengenai Maudgalyayana, yang diberi nama Mulian dalam cerita-cerita Tionghoa. Mulian, seorang bhikkhu yang saleh, mencari bantuan Sang Buddha untuk menyelamatkan ibunya, yang telah jatuh ke alam nerakan yang paling rendah dan paling menyakitkan sebagai buah karma atas kesalahan-kesalahannya. Mulian tidak dapat menyelamatkannya dengan upaya pribadinya, tetapi sebaliknya diinstruksikan oleh Sang Buddha untuk mempersembahkan makanan dan dana kepada para bhikkhu dan biara pada hari kelima belas bulan ketujuh Imlek, yang memelopori Ulambana (Hanzi: 鬼節; Pinyin: guijie). Bakti bhikkhu tersebut kepada ibunya meyakinkan orang Tionghoa bahwa Buddhisme tidak merusak nilai Konfusius mengenai bakti dan membantu membuat Buddhisme menjadi sebuah agama orang Tionghoa.

Cerita ini berkembang dalam banyak variasi dan muncul dalam berbagai bentuk. Naskah-naskah Dinasti Tang yang ditemukan di awal abad kedua puluh di Dunhuang di Gansu mengungkapkan cerita-cerita yang beraneka ragam dalam bentuk chuanqi ("transmisi aneh") atau bianwen ("kisah transformasi"). Mulian dan ibunya tampil di atas panggung dalam opera, terutama opera rakyat, dan telah menjadi subjek film dan serial televisi. Cerita ini menjadi bagian standar layanan pemakaman Buddhis, terutama di pedesaan, sampai akhir abad ke-20. Legenda ini menyebar dengan cepat ke bagian Asia Timur lainnya, dan merupakan salah satu cerita yang paling awal yang ditulis dalam Sastra Korea, Vietnam, dan Jepang.[2]

Sebuah versi dari legenda ini yang mengganti Mulian (Pali: [Moggallāna] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) dengan temannya, Sāriputta, tercata dalam Petavatthu Theravāda dan merupakan dasar kebiasaan mempersembahkan makanan kepada hantu kelaparan dan Ulambana dalam budaya Kamboja, Sri Lanka, Thailand, dan Laos.[3] [4]

Terjemahan

  • Mair, Victor, ed. (2011), "A local drama from Shaoxing", The Columbia Anthology of Chinese Folk and Popular Literature, diterjemahkan oleh Berezkin, Rostislav, New York: Columbia University Press, hlm. 303–9[pranala nonaktif permanen]
  • Ma, Y. W.; Lau, Joseph, ed. (1985), "Maudgalyayana Rescues His Mother From Hell" (PDF), Traditional Chinese Stories, Dunhuang Bianwen Manuscript P2319, diterjemahkan oleh Eoyang, Eugene (Edisi reprinted, illustrated and annoted as Minford, John; Joseph S. M. Lau (2000). "The Quest of Mulian". From Antiquity to the Tang Dynasty. Classical Chinese Literature: An Anthology of Translations. Vol. I. New York; Hong Kong: Columbia University Press; Chinese University Press. ISBN 0-231-09676-3. ), Columbia University Press, ISBN 0-231-04058-X ;
  • Mair, Victor H., ed. (1983), "Maudgalyāyana: Transformation Text on Mahamaudgalyāyana Rescuing His Mother from the Underworld", Tun-Huang Popular Narratives, Cambridge; New York: Cambridge University Press, hlm. 87–122, ISBN 0-521-24761-6
  • Waley, Arthur (1960), "Mu Lien Rescues His Mother from Hell", Ballads and Stories from Tun-Huang, diterjemahkan oleh Waley, Arthur, London: Allen and unwin, hlm. 216–235 Translation of "Maudgalyāyana: Transformation Text on Mahamaudgalyāyana Rescuing His Mother from the Underworld, With Pictures, One Scroll, WIth Preface."
  • Johnson, David (2000), "Mulian Rescues His Mother", dalam DeBary, Wm. Theodore (ed.), From 1600 through the Twentieth Century, Sources of Chinese Tradition, vol. II, New York: Columbia University Press, hlm. 93–104, ISBN 0-231-51799-8 Excerpts.
  • Whitfield, Susan (1999). "The Nun's Tale". Life Along the Silk Road. Berkeley: University of California Press. hlm. 155–73. ISBN 978-0-520-23214-3. A popularized retelling of the Mulian story by an imagined Tang dynasty nun.

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement