Korupsi Pertamina Patra Niaga 2025

Kasus korupsi Pertamina 2025 adalah kasus korupsi yang masih berjalan yang melibatkan perusahaan BUMN minyak dan gas alam Pertamina di awal 2025. Skandal ini melibatkan cemaran antara bahan bakar bersubsidi dan yang tidak bersubsidi. Hingga 2025, ini adalah skandal korupsi terbesar di Indonesia, melewati skandal korupsi PT Timah Tbk dengan perkiraan kerugian Rp968,5 triliun.[1]

Latar belakang

Sejak 1960, Pertamina menjadi perusahaan monopoli dalam pasar minyak dan gas setelah MPR mengeluarkan undang-undang yang membuat eksplorasi minyak dan gas hanya dapat dilakukan oleh negara hingga 2005, saat perusahaan minyak dan gas asing dipebolehkan beroperasi dengan ketentuan yang ketat. Pada 1970-an, Indonesia merasakan bonanza minyak karena krisis energi 1970-an yang menyebabkan harga minyak meningkat dengan Pertamina memainkan peran penting dalam pertumbuhan tersebut. Seiring penurunan jumlah cadangan minyak Indonesia, pemerintah lalu memperbolehkan Pertamina mengimpor minyaknya.[2]

Skandal

Pada 25 Februari, Kejaksaan Agung menemukan tujuh individu yang melakukan korupsi, termasuk lima eksekutif yang bekerja pada PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina. Skandal ini ditelusuri hingga periode impor minya antara 2018 hingga 2023.[2][3] Dugaan tindakan tersebut dilaporkan sebagai kerugian negara hingga Rp193,7 triliun.[4][5]

Di antara tersangka yang ditangkap, terdapat:

Tiga orang tersangka tersebut ditangkap setelah ditemukan melanggar regulasi yang mengharuskan Pertamina memprioritaskan pengolahan minyak lokal dibandingkan impor.

Selain itu, di antara sektor swasta, pengusaha Muhammad Kerry Andrianto Riza juga ditangkap karena keterlibatannya dalam kasus ini. Oleh karena penangkapan tersebut, ayah dari Muhammad Kerry, rumah milik pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid di Jakarta Selatan juga digerebek dalam kaitannya terhadap penyelidikan kasus ini.

Jaksa juga menangkap Dimas Werhaspati, komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim; dan Gading Ramadhan Joedo, komisaris PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak.[6][7]

Produk Pertamina yang dijual di stasiun pengisian

Investigasi lebih lanjut menemukan dugaan Pertamina yang menjual campuran produk RON 92 Pertamax dengan produk subsidi RON 90 Pertalite. Heppy Wulansari, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga menolak tuduhan tersebut dan mengatakan pada media bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki bukti yang cukup kuat.[4]

Pada Juli 2025, kantor jaksa mengumumkan Mohammad Riza Chalid sebagai tersangka dalam skandal korupsi Pertamina. Riza dikatakan telah mengabaikan panggilan penyelidikan hingga 3 kali dan dikatakan telah kabur ke Singapura lama sebelum ia diumumkan sebagai tersangka.[8] Namun, pihak berwenang Singapura mengatakan bahwa tidak ada data imigrasi tentang kedatangan Riza. Imigrasi Indonesia lalu menyatakan bahwa Riza diduga kabur ke Malaysia pada Februari.[9]

Hingga Juli 2025, terdapat total 18 orang yang dijadikan tersangka oleh jaksa.[10]

Penyelidikan

Setelah skandal ini diumumkan, Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil beberapa tokoh yang sebelumnya berhubungan dengan Pertamina untuk bersaksi dalam penyelidikan ini.

Pada 10 Maret, mantan direktur Pertamina, Nicke Widyawati, dipanggil untuk bersaksi pada skandal korupsi pengadaan LNG dalam Pertamina. Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama juga dipanggil sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Basuki menyatakan bahwa ia tidak mengetahui jumlah uang yang hilang dalam skandal.[11][12]

Searah jarum jam dari kiri atas: Nicke Widyawati, mantan direktur utama Pertama; Basuki Tjahaja Purnama, mantan Komisaris Utama Pertamina; Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina; Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Anggota DPR Eko Hendro Purnomo berencana untuk memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk bersaksi terhadap DPR.[13] Erick Thohir akan bersaksi pada 5 Maret untuk bersaksi dalam kasus ini sekaligus mengevaluasi performa BUMN lainnya terhadap Komisi VI DPR RI.

Lalu, Komisi VI DPR RI memanggil Direktur Utama, Simon Aloysius Mantiri, untuk bersaksi terhadap DPR. Dalam kesaksiannya, dewan Mufti Anam memarahi Mantiri karena menolak menjawab tentang pencampuran Pertamax.[14]

Hingga 8 Maret 2025, Kejaksaan Agung telah menyelidiki hingga 8 saksi. Di antara orang-orang tersebut, terdapat staf dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Pertamina dan anak perusahaannya, dan jurnalis otomotif Fitra Eri.[15]

Reaksi

Skandal korupsi ini telah menyebabkan reaksi campuran antara pemerintah dan persepsi publik terhadap Pertamina. Korupsi ini telah mencoreng reputasi Pertamina secara nasional.

Pemerintah

Saat konferensi pers, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, secara terbuka mengumumkan permintaan maaf untuk korupsi dan pencampuran Pertamax. Simon juga menyebutkan bahwa kasus korupsi tersebut telah menjadi pukulan keras terhadap Pertamina dan mengapresiasi penegak hukum dalam menyelesaikan kasus dan bersedia untuk bekerja sama dengan penegak hukum jika diperlukan.[16]

Dalam konferensi pers yang berbeda, Jaksa Agung ST Burhanuddin menjamin publik bahwa penyelidikan saat ini tidak berhubungan dengan isu pencampuran minyak dan meminta publik tetap tenang.[17] Burhanuddin juga meminta publik untuk tetap mendukung Pertamina dengan mengklaim bahwa produk yang dijual oleh Pertamina aman untuk digunakan.[18]

Publik

Stasiun pengisian bahan bakar milik Shell di Jakarta

Setelah berita tentang pencampuran Pertamax diumumkan, banyak orang yang menjadi tidak percaya dalam praktik bisnis Pertamina. Seiring dengan meningkatnya pengawasan publik, kebanyakan konsumer Indonesia memboikot produk Pertamina dan mulai beralih ke stasiun pengisian bahan bakar swasta seperti Shell, BP, dan Vivo.[19] Menurut profesor hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), M. Fatahillah Akbar, konsumer memiliki hak untuk menuntut ganti rugi terhadap Pertamina berdasarkan hukum pidana dan perdata..[20]

Profesor Manajemen dan Administrasi Publik UGM, Gabriel Lele mendesak Pertamina untuk mengimplementasikan reformasi struktural untuk mengembalikan kepercayaan publik. Gabriel mengkritisi Pertamina tentang kurangnya reformasi struktural, dengan mencatat bahwa kebanyakan solusi cenderung berbasis jangka pendek dan reaksioner daripada komprehensif. Ia juga mendesak pemerintah untuk melonggarkan peraturan agar memperbolehkan kompetitor untuk masuk dalam pasar energi Indonesia.[21]

Pada 8 April 2025, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia melakukan protes di kantor Pertamina, Samarinda, meminta perusahaan untuk bertanggung jawab penuh terhadap skandal pencampuran mereka.[22]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Liga Korupsi Indonesia, Pertamina Kokoh Bertengger di Puncak Klasemen". Metro TV. 5 March 2025. Diakses tanggal 13 March 2025.
  2. ^ a b Guild, James (11 March 2025). "The Scandal at Indonesia's State-Owned Energy Firm Pertamina, Explained" [Skandal Firma Energi Milik Negara Pertamina, Dijelaskan] (dalam bahasa Inggris). The Diplomat. Diakses tanggal 13 March 2025.
  3. ^ "Indonesia's Pertamina pledges to improve transparency following corruption allegations" [Pertamina Indonesia berjanji akan meningkatkan transparansi menyusul tuduhan korupsi] (dalam bahasa Inggris). Reuters. 3 March 2025. Diakses tanggal 13 March 2025.
  4. ^ a b Bambang Ismoyo (25 February 2025). "Pertamina Vows Cooperation as Executives Named in $11.9B Corruption Scandal" [Pertamina Berjanji akan Bekerja Sama Setelah Eksekutif Mereka Terlibat Skandal Korupsi $11,9 Miliar] (dalam bahasa Inggris). Jakarta Globe.
  5. ^ "Indonesian prosecutors arrest three Pertamina unit executives over oil imports" [Jaksa Indonesia menahan tiga eksekutif Pertamina terhadap impor minyak] (dalam bahasa Inggris). The Straits Times. 25 February 2025.
  6. ^ Jihan Ristiyanti (25 February 2025). "AGO Uncovers Rp193.7 Trillion Loss in Pertamina's Crude Oil Corruption Case" (dalam bahasa Inggris). Tempo.
  7. ^ "Godfather of Gasoline, Riza Chalid" [Bapak Minyak, Riza Chalid] (dalam bahasa Inggris). Tempo. 12 March 2025.
  8. ^ "Jakarta Launches Manhunt for Riza Chalid Over $17.5 Billion Oil Graft Scandal" [Jakarta Memburu Riza Chalid terhadap Skandal Campuran Minyak $17,5 Miliar] (dalam bahasa Inggris). Jakarta Globe. 10 July 2025.
  9. ^ Mulya, Fath Putra (17 Juli 2025). Masrafi, Laode (ed.). "Imigrasi sebut data perlintasan terakhir Riza Chalid pergi ke Malaysia". ANTARA.
  10. ^ "Daftar Lengkap 18 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Minyak Mentah". JPNN. 11 Juli 2025.
  11. ^ "KPK periksa Nicke Widyawati terkait penyidikan korupsi pengadaan LNG". Antara News. 10 March 2025. Diakses tanggal 13 March 2025.
  12. ^ "Ahok Siap Bersaksi dalam Kasus Dugaan Korupsi di PT Pertamina". Kompas. 13 March 2025. Diakses tanggal 13 March 2025.
  13. ^ Rahel Narda Chaterine (25 February 2025). Ardito Ramadhan (ed.). "Erick Thohir-Bos Pertamina Bakal Dipanggil DPR Buntut Korupsi Minyak Mentah". Kompas.com.
  14. ^ Adhyasta Dirgantara (12 March 2025). "Ketika Bos Pertamina Kena Semprot Anggota DPR..." Kompas.
  15. ^ Dani Aswara, Jihan Ristiyanti, Raden Putri Alpadillah Ginanjar, Yudono Yanuar, Jamal Abdun Nashr, Sultan Abdurrahman, Alfitria Nefi P, Myesha Fatina Rachman (8 March 2025). "Perjalanan Kasus Dugaan Korupsi Pertamina, Kejagung Periksa 8 Saksi". Tempo. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  16. ^ Dewi, Fransiska (3 March 2025). "Bos Pertamina Minta Maaf: Korupsi BBM Adalah Pukulan, Menyedihkan". Bloomberg. Diakses tanggal 14 March 2025.
  17. ^ Dewi, Fransiska (6 Maret 2025). "Jaksa Agung Pastikan Penyidikan Korupsi Pertamina Tidak Terkait dengan BBM yang Beredar Saat Ini". Tempo. Diakses tanggal 14 Maret 2025.
  18. ^ "Jaksa Agung Minta Masyarakat Dukung Pertamina". Metro TV. Diakses tanggal 14 March 2025.
  19. ^ "Shell Indonesia Akui Ada Lonjakan Permintaan BBM, Stok Aman?". Bisnis. 7 March 2025. Diakses tanggal 13 March 2025.
  20. ^ Ade Ridwan Yandwiputra (26 February 2025). "Masyarakat Bisa Ikut Tuntut Ganti Rugi di Kasus Korupsi Pertamina". Tempo.
  21. ^ Riza Aslam Khaeron (17 March 2025). "Pertamina Dinilai Butuh Reformasi Struktural Karena Sering Terlibat Skandal". Metro TV.
  22. ^ "Mahasiswa Demo Pertamina, Tuntut Tanggung Jawab Dugaan BBM Oplosan". selasar.co. Diakses tanggal 2025-04-08.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement