Kopyah, Anjatan, Indramayu
Kopyah | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Indramayu | ||||
| Kecamatan | Anjatan | ||||
| Kode pos | 45256 | ||||
| Kode Kemendagri | 32.12.23.2009 | ||||
| Luas | 6.77 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 7.229 jiwa | ||||
| Kepadatan | 1.067,80 jiwa/km² | ||||
| Jumlah RT | 21 | ||||
| Jumlah RW | 4 | ||||
| |||||
Kopyah adalah desa yang terletak di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Desa Kopyah merupakan salah satu hasil dari pemekaran Desa Anjatan, pada tahun 1980. Mayoritas mata pencaharian di Desa Kopyah adalah di bidang agraria. Desa Kopyah saat ini dipimpin oleh seorang kuwu bernama H. Ramli (2021-2027).
Sejarah
Masa Kolonial/Penjajahan
Menurut catatan lokal, wilayah Anjatan dan sekitarnya (termasuk Kopyah saat ini) merupakan wilayah yang subur. Alhasil, tempat ini sering dijadikan untuk tempat berladang dan berternak bagi masyarakat di zaman dahulu. Perkembangan kegiatan ekonomi sederhana ini mengundang banyak masyarakat untuk mencari mata pencaharian di Anjatan dan sekitarnya. Berkembangnya Anjatan sebagai desa juga diikuti dengan pembagian blok untuk mengidentifikasi wilayah tertentu, salah satunya adalah Blok Kopyah, yang kemudian nanti akan menjadi desa sendiri. Tempat ini sering disinggahi oleh seorang yang sakti sebagai tempat beristirahat sembari melepaskan kopiahnya, oleh karena itu tempat ini sering disebut 'Kopyah'.
Dibukanya Stasiun Haurgeulis pada tahun 1912 oleh Statsspoorwegen, memungkinkan masyarakat Kopyah untuk menjual hasil produksi pertaniannya. Adanya kereta api ini juga memungkinkan adanya mobilitas masyarakat ke Jakarta ataupun Cirebon. Kopyah menjadi semakin berkembang dengan adanya pembangunan Bendungan Salamdarma pada tahun 1923, yang nantinya mengaliri saluran irigasi ke Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu, termasuk Kopyah. Kemajuan infrastruktur transportasi dan pertanian ini mengundang banyak pendatang asal Tegal, Brebes, dan Slawi ke daerah Kopyah, yang menjadi alasan mengapa terdapat banyak masyarakat yang berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa ngapak.
Pasca Kemerdekaan Indonesia
Pada tahun 1980, Blok Kopyah dimekarkan dari desa utamanya, dan kemudian dinaikkan statusnya menjadi desa. Proses pemekaran Kopyah menjadi desa ini telah melewati beberapa rintangan, sebagai contoh, pembangunan kantor kepala desa harus melalui dana swadaya dan pembangunan bersama-sama. Kantor desa tersebut selesai dibangun pada tahun 1987, dan berada di pinggir Jalan Patrol - Haurgeulis - Bantarwaru. Saat ini, Desa Kopyah dipimpin oleh seorang Kuwu bernama H. Ramli, dengan masa jabatan 2021 hingga 2027.
Menurut BPS pada tahun 2024, ada 7.229 jiwa masyarakat yang tinggal di Kopyah. Hingga saat ini, sektor pertanian masih menjadi penggerak ekonomi utama di desa Kopyah.
Geografi
Kopyah berada di ketinggian 13 mdpl. Dengan topografi yang cenderung datar dengan kemiringan tanah sekitar 0-2%. Tipe tanahnya berupa tanah aluvial kelabu tua, dengan karakteristik kaya akan mineral, memungkinkan tanah tersebut untuk subur dan cocok untuk pertanian. Desa Kopyah dialiri oleh Saluran Irigasi Salamdarma, dan Kali Plawat.
Pemerintahan
Kuwu (Kepala Desa)
| Nama Kuwu | Masa Menjabat |
|---|---|
| Masduki (PJ) | 1980 - 1983 |
| Masnun Shidiq | 1983 - 1987 |
| Juaningsih (PJ) | 1987 - 1988 |
| Edy Dimyati | 1988 - 1997 |
| Duki bin Hadi (PJ) | 1997 - 1998 |
| Rali | 1998 - 2008 |
| Ramli | 2008 - 2014 |
| Rustana (PJ) | 2014 - 2015 |
| Najat | 2015 - 2021 |
| Oman Fathurohman, SE (PJ) | 2021 |
| H. Ramli | 2021 - 2027 |
Kampung/Blok
| Nama Kampung/Blok | Koordinat |
|---|---|
| Kebonwaru | -6.356840712873049, 107.95554629800081 |
| Konca | -6.361008239624557, 107.95586487457818 |
| Kopyah Barat | -6.369785843738653, 107.95533999742412 |
| Kopyah Timur | -6.3663746231807465, 107.95718575496653 |
| Kura/Sukamaju | -6.369578135291658, 107.96095681968785 |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.





