Kecelakaan pick up Tongas 2013

Kecelakaan pick up Tongas 2013
Lokasi kecelakaan di Jalan Raya Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
Rincian
Tanggal28 Desember 2013; 12 tahun lalu (2013-12-28)
Waktu16.00 WIB
LetakDesa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
Koordinat7°45′07″S 113°09′29″E / 7.752°S 113.158°E / -7.752; 113.158
NegaraIndonesia
JalurJalan Raya ProbolinggoPasuruan
OperatorSwasta
Jenis kecelakaanKecelakaan lalu lintas
PenyebabPelanggaran marka jalan dan human error
Statistik
Kendaraan2
Penumpang32
Meninggal dunia18
Luka-luka14
Harta benda2 kendaraan rusak berat

Kecelakaan pick up Tongas 2013 adalah kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu, 28 Desember 2013 sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil pikap Mitsubishi T120 SS bernomor polisi B 2625 XCU yang mengangkut rombongan pelayat dengan truk gandeng.[1] Sebanyak 32 orang, 18 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka, termasuk dua anak-anak. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan paling tragis di Jawa Timur pada tahun tersebut.[2]

Kronologi

Sebuah kecelakaan maut terjadi pada Sabtu sore, 28 Desember 2013, sekitar pukul 16.00 WIB, di Jalan Raya Tongas, tepatnya di Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut melibatkan mobil pikap Mitsubishi T120 SS bernomor polisi B 2625 XCU dan truk gandeng bernomor polisi P 8568 UL.[3]

Menurut keterangan Kepala Satlantas Polresta Probolinggo AKP Muklason, mobil pikap yang dikemudikan Slamet (40) melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi kejadian, sopir pikap berusaha menyalip beberapa kendaraan di depannya. yakni sebuah station wagon, Mitsubishi Colt Diesel, dan bus melalui jalur berlawanan. Namun, dari arah barat muncul truk gandeng bermuatan tapioka, sehingga tabrakan keras tidak dapat dihindari.[4]

Akibat benturan hebat tersebut, puluhan penumpang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak terlempar dari bak terbuka pikap. Sebanyak 15 orang meninggal di tempat, dan tiga lainnya meninggal dunia saat mendapat perawatan di RSUD Tongas, sementara korban luka berat dirujuk ke RSUD dr. Saiful Anwar, Kota Malang.

Rombongan penumpang diketahui berasal dari tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yakni, Sumurmati, Mentor, dan Jangur. Mereka berjumlah sekitar 32 orang dan tengah dalam perjalanan menuju Pasuruan untuk bertakziah.[5]

Kapolda Jawa Timur saat itu, Irjen Pol Unggung Cahyono, turun langsung meninjau lokasi kejadian. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kecelakaan menonjol, karena jumlah korban meninggal dunia mencapai 18 orang. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian pengemudi yang melanggar marka jalan.[6]

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, “Marka jalan yang tidak terputus berarti kendaraan tidak boleh menyalip, namun sopir pikap tetap memaksakan diri.[7]

Korban

Total korban meninggal dunia berjumlah 18 orang, terdiri atas 16 orang dewasa dan dua anak-anak, termasuk sopir pikap. Empat belas orang lainnya mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang karena luka berat.[8]

Tindakan dan penyelidikan

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polda Jatim, penyebab kecelakaan dipastikan karena kelalaian pengemudi (human error). "Sang sopir pikap ditetapkan sebagai tersangka. Tapi akan di-SP3 karena yang bersangkutan turut meninggal dunia akibat kecelakaan itu. Polisi akan menindak tegas kendaraan barang dan hewan tapi ternyata mengangkut manusia," kata Iwan di Mapolresta, sebelum melepas konvoi pelopor keselamatan berlalu lintas, Selasa (31/12/2013) sore. Sopir pikap yang juga meninggal dunia ditetapkan sebagai tersangka secara post-mortem. Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan Korlantas Polri, Dishub Jatim, dan Puslabfor Polri Cabang Surabaya.[9]

Kecelakaan ini juga mendapat perhatian nasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan polisi serta Kementerian Perhubungan untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga meminta Jasa Raharja mempercepat pemberian santunan kepada para korban.[10]

Dampak dan kebijakan

Pasca tragedi ini, Korlantas Polri menegaskan kembali larangan penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia.[11] Larangan tersebut kemudian menjadi dasar pemasangan tulisan peringatan “Dilarang mengangkut penumpang di bak belakang” di berbagai kendaraan pikap di Indonesia.[12]

Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta agar dilakukan rekayasa angkutan pedesaan yang aman bagi masyarakat desa yang terbiasa menggunakan pikap terbuka, sementara pakar transportasi ITS mendukung gagasan tersebut dengan meneliti alternatif kendaraan pedesaan yang lebih aman.[13]

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan keprihatinannya atas kecelakaan antara truk gandeng P-8568-UL dan mobil pikap B-2625-XCU di Jalan Raya Curah Tulis, Tongas, Probolinggo, yang menewaskan 18 orang. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi para pengemudi agar lebih berhati-hati di jalan.[14]

Saifullah Yusuf juga mengingatkan bahwa penggunaan mobil terbuka untuk mengangkut penumpang sangat berisiko dan dilarang di jalan raya, meski masih banyak digunakan di pedesaan karena alasan ekonomi. Ia meminta pemerintah mencari solusi transportasi aman bagi masyarakat desa dan memastikan bantuan diberikan kepada para korban.[15]

Sebagai pengingat atas tragedi tersebut, mobil pikap yang terlibat dalam kecelakaan kemudian dipajang sebagai monumen di Tongas, ujung barat Kabupaten Probolinggo. Monumen ini dibangun agar masyarakat selalu mengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas serta larangan menggunakan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang.[16]

Kapolres Probolinggo, Iwan Setiawan, terkait menjelaskan bahwa pembangunan monumen ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib dalam berkendara. “Monumen itu mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Uang hilang bisa dicari, barang hilang bisa dibeli lagi, tetapi nyawa tidak dapat tergantikan,” ujarnya.[17][18]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Hikmah Akhir Tahun Tragedi Tragis Kecelakaan Maut Tongas". Pariaman Today. 30 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  2. ^ "Kecelakaan Probolinggo dan Balada Orang-orang Desa". ANTARA News Jawa Timur. 31 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  3. ^ Budiarti, Irma (20 Juli 2024). "Petaka Pikap Maut Renggut Nyawa 18 Orang Rombongan Pelayat di Probolinggo". DetikJatim - Jatim Flashback. Diakses tanggal 2025-10-08.
  4. ^ "KECELAKAAN PROBOLINGGO : Inilah Kronologi Laka Maut Versi Polisi". news.espos.id. 29 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  5. ^ "Kecelakaan di Probolinggo, Pikap Berusaha Salip Bus". Regional Kompas. 28 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  6. ^ "Polisi: Pengemudi Pikap Berusaha Salip Tiga Kendaraan". Tribun Medan. 28 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  7. ^ "Kecelakaan di Probolinggo Dipastikan karena Human Error". Kompas. 30 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  8. ^ "Korban Tewas di Kecelakaan Probolinggo Capai 18 Orang". Kompas. 28 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  9. ^ "Tabrakan Maut di Probolinggo Tewaskan 18 Orang, Sopir Pickup Jadi Tersangka". detiknews. 28 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  10. ^ Aryani (30 Desember 2013). "Presiden Minta Aparat Pastikan Kecelakaan Probolinggo tidak Terulang". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-10-08.
  11. ^ "Pasca-Kecelakaan, Angkutan Bak Terbuka Dilarang". Tempo. 30 Desember 2013 | 20.10 WIB. Diakses tanggal 2025-10-08.
  12. ^ "Setelah Tragedi Tongas, Polisi Larang Pickup Angkut Orang". detik.com. 2014-01-02. Diakses tanggal 2025-10-08.
  13. ^ "Gubernur Minta Polisi Rekayasa Pickup Jadi Angkutan Pedesaan". detiknews. 30 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  14. ^ "Soekarwo: Rombongan Naik Pikap Jadi Budaya Warga Jatim". Kompas. 30 Desember 2013. Diakses tanggal 8 Oktober 2025.
  15. ^ "Gus Ipul Prihatin Kecelakaan Probolinggo". Antara News Jawa Timur. 29 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  16. ^ Anggara, Yogie (2014-07-24). "Tewaskan 20 Orang Pelayat, Mobil Pikap Ini Dipajang Jadi Monumen". WartaBromo. Diakses tanggal 2025-10-08.
  17. ^ "Lokasi Kecelakaan di Probolinggo Akan Dibangun Tugu Peringatan". Kompas. 31 Desember 2013. Diakses tanggal 2025-10-08.
  18. ^ "Mobil Tabrakan Maut di Probolinggo Dijadikan Monumen". detiknews. 25 Juli 2014. Diakses tanggal 2025-10-08.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement