Jembatan Citiis
Jembatan Citiis | |
|---|---|
| Koordinat | 7°02′12″S 107°53′53″E / 7.036607°S 107.898187°E |
| Melintasi | Jalur kereta api Bogor–Padalarang–Kasugihan |
| Lokal | Ciherang, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat |
| Ujung awal | Nagreg |
| Ujung akhir | Lebakjero |
| Pemilik | Direktorat Jenderal Perkeretaapian |
| Karakteristik | |
| Tinggi | 820 meter |
| Karakteristik rel | |
| Lebar sepur | 1067 mm |
| Sejarah | |
| Dibangun | 1889 |
| Mulai dibangun | 1889 |
| Dibuka | 1921 |
| Lokasi | |
Koordinat: 7°2′11.7852″S 107°53′53.4718″E / 7.036607000°S 107.898186611°E | |
Jembatan Citiis adalah jembatan kereta api yang menghubungkan Bandung dan Garut, serta Yogyakarta, yang terletak di Ciherang, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan melintasi Lembah Cisaat. Jembatan kereta api Citiis juga melintasi Jalan Lingkar Nagreg di bawahnya.
Geografis
Berada di ketinggian 820 meter di atas permukaan laut, Jembatan Citiis merupakan jembatan kereta api tertinggi yang masih aktif di Indonesia. Jembatan ini dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda, bertepatan dengan pembangunan jalur Cicalengka–Garut oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1889.
Sejarah
Pembangunan jembatan kereta api Citiis cukup menantang, karena harus melintasi lembah curam dan medan berbatu. Jembatan ini selesai dibangun pada 10 Januari 1889, dengan panjang 173 meter dan lima pilar penyangga. Besinya diimpor langsung dari Eropa melalui pelabuhan Batavia.
Pada tahun 1921, jembatan kereta api Citiis diperkuat dengan 20 ton baja penguat untuk meningkatkan kapasitas beban jembatan.[1]
Layanan
Berikut adalah kereta api yang melintasi Jembatan Citiis:
Penumpang
- Kelas eksekutif
- Argo Wilis, antara Bandung dan Surabaya Gubeng
- Turangga, antara Bandung dan Surabaya Gubeng
- Kelas campuran
- Lodaya, antara Bandung dan Solo Balapan (eksekutif–ekonomi)
- Malabar, antara Bandung dan Malang (eksekutif–ekonomi)
- Mutiara Selatan, antara Bandung dan Surabaya Gubeng (eksekutif–ekonomi)
- Pangandaran, antara Gambir dan Banjar (eksekutif–ekonomi)
- Papandayan, antara Gambir dan Garut (eksekutif–ekonomi)
- Baturraden Ekspres, antara Bandung dan Purwokerto (eksekutif–ekonomi)
- Kelas ekonomi
- Kahuripan, antara Kiaracondong dan Blitar
- Kutojaya Selatan, antara Kiaracondong dan Kutoarjo
- Pasundan, antara Kiaracondong dan Surabaya Gubeng
- Serayu, antara Pasar Senen dan Purwokerto via Kroya - Kiaracondong - Purwakarta
- Cikuray, antara Pasar Senen dan Garut
- Commuter Line
Kargo
- Over Night Services antara Surabaya Kota dan Bandung
Insiden
- Pada 4 Juni 2019, KA Serayu yang menuju Purwokerto mengalami anjlok di dekat jembatan kereta api Citiis, yang menyebabkan keterlambatan jadwal kereta api, termasuk KA Pangandaran dan Galunggung.[2]
Referensi
- ^ "Jembatan Citiis Nagreg dengan Elevasi Tertinggi di Indonesia, Eksis Sejak 1889". Tribun Travel. Diakses tanggal 2025-01-30.
- ^ "KA Serayu Anjlok, Perjalanan Kereta Lintas Selatan Terhambat". Tempo. 5 Juni 2019 | 11.16 WIB. Diakses tanggal 2025-11-12.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



