Insiden Abepura 2006
| Insiden Abepura 2006 | |||
|---|---|---|---|
| Bagian dari Konflik Papua | |||
| Tanggal | 16–17 Maret 2006 | ||
| Lokasi | Abepura, Jayapura, Papua | ||
| Sebab | Tambang Grasberg | ||
| Metode | Penghambatan lalu lintas, kerusuhan | ||
| Pihak terlibat | |||
| |||
| Jumlah korban | |||
| |||
| 28 terluka. 1 polisi Indonesia meninggal akibat luka-lukanya. 1 mahasiswa Papua meninggal dalam tahanan. | |||
Peristiwa Abepura 2006 adalah bentrokan antara mahasiswa Papua yang berunjuk rasa dengan polisi dan tentara Indonesia di distrik Abepura, Jayapura, Papua, pada 16 Maret 2006. Bentrokan tersebut menewaskan empat polisi dan seorang tentara, serta melukai puluhan pengunjuk rasa lainnya.
Protes
Pada tanggal 16 Maret 2006, mahasiswa Universitas Cenderawasih memprotes tambang Grasberg di Abepura, Jayapura. Mereka memblokade jalan menuju bandara dan menolak berdialog dengan perwakilan pemerintah daerah, serta tidak membubarkan diri ketika diperintahkan oleh polisi. Setelah sempat terjadi kebuntuan, Korps Brigade Mobil (Brimob) kepolisian memutuskan untuk membubarkan massa dengan gas air mata. Setelah beberapa saat, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi yang menggunakan senjata api dan para pengunjuk rasa melemparkan batu dan botol ke arah mereka. Tiga perwira Brimob tewas dalam bentrokan tersebut, bersama dengan seorang Sersan Angkatan Udara Indonesia, sementara seorang perwira polisi lainnya meninggal dunia akibat luka-lukanya pada minggu berikutnya. Secara total, dua puluh lima orang dirawat karena luka-luka, dan setidaknya lima orang tertembak.[1][2]
Penangkapan
Sehari setelah insiden, beberapa petugas Brimob melepaskan tembakan ke udara di depan pangkalan militer Abepura, melukai tiga warga sipil.[3] Penggerebekan dilakukan terhadap asrama mahasiswa, dengan 23 orang ditangkap atas serangan tersebut, 20 di antaranya dituntut. Dari tersangka yang ditangkap, satu orang meninggal dalam tahanan akibat kekerasan fisik.[1]
Akibat
Beberapa pengunjuk rasa kemudian dilaporkan menyeberang ke Papua Nugini untuk menghindari penangkapan.[4] Senator Australia Natasha Stott Despoja mengklaim, mengutip aktivis, bahwa 16 mayat telah ditemukan di dekat lokasi kerusuhan, meskipun klaim ini dibantah oleh organisasi hak asasi manusia lokal Indonesia.[5]
Referensi
- ^ a b Out of Sight: Endemic Abuse and Impunity in Papua's Central Highlands. Human Rights Watch. 2007. hlm. 67–69.
- ^ "Korban Tewas Abepura Menjadi Lima". liputan6.com. 22 March 2006. Diakses tanggal 24 February 2020.
- ^ "Oknum Brimob Letuskan Senjata, 3 Warga Luka di Papua". detiknews. 17 March 2006. Diakses tanggal 24 February 2020.
- ^ "Perusuh Abepura Diduga Menyeberang ke PNG". Gatra. 17 March 2006. Diakses tanggal 24 February 2020.
- ^ "Rights watchdogs probe Papua massacre claims". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). 26 March 2006. Diakses tanggal 24 February 2020.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


