Hubungan Laos dengan Malaysia
Laos |
Malaysia |
|---|---|
Hubungan Laos dengan Malaysia adalah hubungan bilateral antara Laos dan Malaysia. Kedua negara tersebut merupakan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara).
Sejarah
Selama runtuhnya Blok Komunis, Uni Soviet tidak lagi mampu memberikan bantuan untuk pembangunan Laos.[1] Hal ini membuat Laos mencari bantuan dari negara lain untuk membantu pembangunan negaranya dan telah menyebabkan negara tersebut mengadopsi kebijakan luar negeri yang netral.[1] Ketika kebijakan netralitas ini diadopsi, hubungan dengan Malaysia pun terjalin.[1] Hubungan tersebut telah didukung oleh mantan Raja Malaysia Tuanku Mizan Zainal Abidin.[2]
Pada tanggal 29 Oktober 2001, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia mendukung keanggotaan Laos di Organisasi Perdagangan Dunia.[3]
Hubungan ekonomi

Pada tahun 2003, perdagangan antara kedua negara sangat kecil dengan nilai hanya US$2,4 juta tetapi meningkat menjadi US$2,7 juta pada tahun 2004.[4] Sementara pada tahun 2009, ekspor Malaysia ke Laos telah mencapai US$7,4 juta dan investasi Malaysia di negara tersebut telah mencapai US$150 juta.[5] Kedua negara juga telah menandatangani berbagai perjanjian untuk menyediakan perluasan hubungan bilateral seperti Perjanjian Perdagangan Bilateral, Perjanjian Pariwisata, Perjanjian Jaminan Investasi, Perjanjian Layanan Udara dan Perjanjian Kerjasama Ekonomi, Ilmiah dan Teknis.[4] Pada tahun 2010, Malaysia menempati peringkat kesembilan dalam daftar investor asing terbesar di Laos.[5][6] Pada tahun 2015, Malaysia adalah investor terbesar kedua setelah Vietnam dengan total investasi sebesar $430 juta.[7] Pada tahun 2017, kedua negara membentuk komite bersama mengenai kerja sama sains, teknologi, dan inovasi (STI),[8] dengan perusahaan Malaysia didorong untuk berinvestasi lebih banyak di Laos.[9]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c Martin Stuart-Fox (28 September 1997). A History of Laos. Cambridge University Press. hlm. 200–. ISBN 978-0-521-59746-3.
- ^ "King hopes Malaysia, Laos continue cooperation for mutual benefits". Bernama, Prime Minister's Office of Malaysia. 25 November 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 24 September 2015. Diakses tanggal 18 November 2013.
- ^ "Malaysia supports Laos' WTO membership bid". New Straits Times. 2001-10-30.
- ^ a b "Trade Relations between Lao PDR and Malaysia" (PDF). Smepdo.org. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 3 October 2023. Diakses tanggal 18 November 2013.
- ^ a b "Laos, Malaysia sign three cooperation documents". Vientiane Times, Lao Investors House. 4 Juni 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 18 November 2013. Diakses tanggal 18 November 2013.
- ^ "NA president receives Malaysian Ambassador". The National Assembly of The Lao People's Democratic Republic. Diarsipkan dari asli tanggal 20 October 2011. Diakses tanggal 18 November 2013.
- ^ Ralph Jennings (3 May 2017). "Impoverished Laos Shows Resistance To Becoming A Client State Of China". Forbes. Diakses tanggal 12 May 2017.
- ^ "Malaysia, Laos to establish joint committee on STI, ink MoU on STI". Bernama. The Sun. 9 May 2017. Diakses tanggal 12 May 2017.[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Opening way for Malaysia-Laos trade". The Star. 12 May 2017. Diakses tanggal 12 May 2017.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


