Hari Wayang Nasional

Salah satu acara dalam kegiatan peringatan Hari Wayang Nasional

Hari Wayang Nasional jatuh pada tanggal 7 November setiap tahunnya. Hari Wayang Nasional ini diperingati karena Wayang merupakan salah satu pilar utama seni budaya bangsa Indonesia yang Adi Luhung. Dalam wayang mengandung pelajaran, fatwah, dan simbol-simbol yang menjadi nilai hidup dan moral bangsa Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Pada tanggal 7 November 2003 UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan dunia tak benda, sedangkan penetapan Hari Wayang Nasional ini melalui Keppres 30 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, karena "wayang adalah ekspresi budaya, dan budaya pada dasarnya ada di dalam ide dan pikiran masyarakat Indonesia." Salah satu acara peringatan dari hari wayang nasional & dunia ini dilaksanakan oleh ISI (Institut Seni Indonesia Yogyakarta).[1]

Keputusan Presiden mengenai Hari Wayang Nasional ini menjelaskan, bahwa wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Penetapan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap upaya pemajuan wayang Indonesia. Hari Wayang Nasional bukan termasuk hari libur. Namun, pemerintah daerah dan berbagai lembaga budaya biasanya merayakan Hari Wayang Nasional dengan mengadakan pertunjukan wayang di daerah mereka masing-masing.[2]

Sejarah dan Nilai Budaya Wayang

Wayang merupakan seni pertunjukan yang menampilkan cerita-cerita epik dan mitologi, dan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya sebagai hiburan semata, wayang juga membawa pesan moral, nilai-nilai budaya, dan spiritual yang mendalam dalam setiap ceritanya. Dalam sejarahnya, wayang telah berkembang menjadi berbagai bentuk pertunjukan, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang orang. Keanekaragaman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Perayaan Hari Wayang Nasional tidak hanya berdasarkan pengakuan dari UNESCO, tetapi juga berangkat dari usulan masyarakat dan komunitas wayang Indonesia melalui Senawangi (Sekretariat Nasional Wayang Indonesia). Rekomendasi tersebut kemudian disampaikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Sekretariat Negara.

Perayaan Hari Wayang Nasional (HWN) pada tahun 2023 menjadi momentum penting untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya berharga yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia. Dengan memahami nilai-nilai dalam setiap pertunjukan wayang, diharapkan masyarakat dapat terus merawat dan mengembangkan warisan yang telah ada, memastikan bahwa wayang tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.[3]

Pada perayaan HWN tahun 2024, direktur UNESCO Office Jakarta, Makki Katsuno Hayashikawa, memberikan sambutan dan berterima kasih atas keramahtamahan masyarakat Klaten yang telah merayakan hari wayang ini. “Saya banyak belajar tentang gamelan dan wayang termasuk (memahami) bagaimana keduanya menjadi warisan budaya takbenda. Pengalaman ini sangat unik karena saya bisa berkunjung langsung ke tempat pembuatan wayangnya. Dengan demikian saya tahu dan dapat mengalami secara langsung bagaimana budaya ini dibangun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, generasi muda, komunitas masyarakat, sehingga tradisi ini bisa diwariskan secara turun temurun ke generasi berikutnya."[4]

Rangkaian kegiatan

Peringatan HWN tahun 2025 dirayakan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari rangkaian lomba menggambar, melukis, hingga pertunjukan wayang yang digelar selama beberapa hari sebagai bagian dari upaya penguatan budaya lokal. Sebagai contoh, Pemerintah Desa/Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur memperingati HWN dengan mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Acara budaya tersebut berlangsung meriah pada Sabtu malam (1/10/2025) bertempat di Balai Desa Semboro.

Sementara di tempat lain, Kabupaten Kebumen menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya lokal dengan menggelar peringatan HWN tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dan Wakil Bupati H. Zaeni Miftah. Mulai dari lomba menggambar, melukis, hingga mewarnai wayang dengan media yang unik seperti gerabah dan caping akan berlangsung selama tiga hari penuh mulai tanggal 6 hingga 8 November 2025 di Kapal Mendoan, salah satu ikon wisata kreatif Kabupaten Kebumen.[5][6]

Referensi

  1. ^ "Hari Wayang Nasional dan Dunia". kemenkopmk.go.id. Diakses tanggal 4 November 2025.
  2. ^ "Asal-usul Hari Wayang Nasional Diperingati setiap 7 November". tempo.co. Diakses tanggal 4 November 2025.
  3. ^ "Mengenal Sejarah Hari Wayang Nasional". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 4 November 2025.
  4. ^ "Peringatan Hari Wayang Nasional, Momentum Penting dalam Mendukung Penguatan Karakter Bangsa". kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 4 November 2025.
  5. ^ "Peringatan Hari Wayang Nasional 2025". rri.co.id. Diakses tanggal 4 November 2025.
  6. ^ "Hari Wayang Nasional 7 November, Begini Sejarah dan Maknanya". detik.com. Diakses tanggal 4 November 2025.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement