Wayang Topeng Carita

Pemakaian topeng pada wayang topeng ini

Wayang Topeng Carita adalah sebuah seni pertunjukan wayang topeng yang terdapat di Desa Lawahan, Tapin, Kalimantan Selatan. Kisah yang diceritakan biasanya diambil dari kisah-kisah lokal atau epik terkenal seperti Ramayana dan Mahabharata.[1] Kesenian ini mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda dari Kemendikbud RI pada tahun 2024 atas usul Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tapin. Kesenian ini mulai dipertunjukkan pada tahun 1998 saat kepemimpinan Bupati Tapin, Knach Noor Ajie.[butuh rujukan]

Sejarah

Wayang topeng carita lahir pada tahun 1995 dari seorang seniman pahat, dalang, dan pemain wayang Gung, Mamanda, serta Bagipang bernama Janderi. Janderi dikenal dengan panggilan Dalang Janderi.[butuh rujukan]

Janderi awalnya membuat topeng-topeng yang memiliki karakter aneh, lucu, dan unik. Topeng-topeng tersebut diberi nama pantul dan ditampilkan pada acara resepsi perkawinan untuk hiburan serta menjadi bagian dari pelaksanaan bausung pengantin. Kesenian topeng ini pernah dibawakan Janderi saat Festival Budaya dalam rangka HUT Tapin pada tahun 1995-1996.[butuh rujukan]

Kesenian bermuka dua

Penampil dalam Wayang Topeng Carita di Tapin Art Fest 2025

Masyarakat di Jawa mengatakan bahwa bentuk kesenian tradisi yang ada di Banjar merupakan kesenian bermuka dua. Ini hasil pengamatan mereka yang membandingkan kesenian wayang Gung dengan wayang orang di Jawa. Pernyataan ini mendorong Janderi membuat topeng-topeng karakter pewayangan untuk membuktikan bahwa kesenian tradisi di Kalsel tidak bermuka dua.[butuh rujukan]

Kesenian bermuka dua dipahami berbeda-beda. Janderi berpendapatan sebutan ini adalah dua desain wajah karakter tokoh pewayangan pada ketopong alias penutup kepala. Ada pula yang memaknainya terdapat dua wajah pada pemain wayang Gung berupa desain wajah karakter tokoh pewayangan yang ada pada ketopong, dan wajah asli pemain wayang Gung. Persepsi lain yang berkembang adalah bahwa pernyataan tersebut mengandung sebuah kritikan bahwa bentuk kesenian tradisi khususnya wayang kesenian wayang orang di Kalimantan Selatan rendah dan masih perlu dibenahi.[butuh rujukan]

Inspirasi dari mimpi

Hadirnya wayang topeng carita juga didasarkan dari mimpi Janderi yang melihat rupa dari tokoh-tokoh pewayangan. Mimpi tersebut ia refleksikan dalam bentuk topeng.[butuh rujukan]

Setelah beberapa topeng tokoh pewayangan dibuat, mulailah diperkenalkan dalam tiap pementasan. Sebelum Wayang Topeng Carita, ada beberapa nama yang dicetuskan, yakni Topeng Carita, Wayang Carita, dan Wayang Topeng. Wayang Topeng Cerita diambil setelah mendapatkan saran seniman dan tokoh-tokoh masyarakat pencinta seni di Kabupaten Tapin.[2]

Referensi

  1. ^ Andani Aritonang, Tumpal; Pasya, M Rastaferian (6 November 2024). Hanafi, Imam (ed.). "Pemkab Tapin angkat kembali warisan budaya Wayang Topeng Carita". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-06-16.
  2. ^ Fadli, Rasidi (3 September 2024). "Tahulah Pian, Sejarah Munculnya Wayang Topeng Carita Di Tapin Karena Ini". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-06-16.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement