Wayang Suluh

Pementasan wayang suluh

Wayang Suluh adalah wayang yang terbuat dari kulit dan berbentuk manusia biasa, dengan tokoh wayang keseharian, misalnya Pak Lurah, Pak Haji, Ibu Guru, Bapak Guru, petani, saudagar, anak sekolah, mahasiswa dan lainnya. Ceritanya pun tentang permasalahan sehari-hari dalam keluarga, masyarakat,dan kehidupan masyarakat pedesaan, yang sangat sederhana sesuai dengan keadaan masyarakat waktu itu.[1][2]

Suluh berarti "secercah sinar" terang. Wayang Suluh pada zaman setelah kemerdekaan digunakan oleh Departemen Penerangan dalam melakukan penyuluhan pembangunan kepada masyarakat. Menteri Penerangan Ali Murtopo, Boediardjo dan Harmoko memakai wayang suluh sebagai media penerangan yang handal. Bahkan dalang wayang kulit waktu itu dalam adegan Intermeso Limbukan, menampilkan acara selingan dengan memainkan wayang Suluh. Mbah Cermo dari kota Pacitan adalah salah satu dalang wayang suluh ternama di daerah Pacitan di sekitar tahun 70an.

  • "Sesuluh" berarti memberikan penjelasan atau membuat hati yang gelap menjadi terang, memberikan pencerahan dari yang belum tahu menjadi mengerti.
  • "Penyuluhan" memberikan pengertian, penjelasan suatu hal baru kepada masyarakat yang belum mengerti sehingga mereka paham akan suatu program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru, atau dalam bahasa sekarang: "Sosialisasi"
  • "Penyuluh" atau juru penerang, adalah orang atau pegawai pemerintah yang tugasnya memberikan penyuluhan atau penerangan tentang berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

"Dalang" pada zaman itu juga bertindak sebagai juru penerang pemerintah yang ikut menyebar-luaskan program-program pembangunan, dan salah satu medianya adalah dengan menggunakan Wayang Suluh ini. [3][4]

Referensi

  1. ^ "COLLECTION OF Museum Penerangan: Wayang Suluh". ranggawarsitamuseum.id. Diakses tanggal 10 November 2025.
  2. ^ "Wayang Suluh". emuseum.cornell.edu. Diakses tanggal 10 November 2025.
  3. ^ "#Wayang Suluh". kompas.com. Diakses tanggal 10 November 2025.
  4. ^ "wayang kulit suluh". kompas.com. Diakses tanggal 10 November 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement