Golimumab

Golimumab
Representasi kartun fragmen variabel antibodi golimumab. Fragmen rantai berat dan ringan masing-masing diwarnai biru dan kuning. Dari entri PDB 5yoy
Antibodi monoklonal
JenisWhole antibody
SumberTemplat:Infobox drug/mab source
TargetTNFα
Data klinis
Nama dagangSimponi, Simponi Aria
Nama lainCNTO-148[1]
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa610010
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: C
Rute
pemberian
Subkutan
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Pengenal
Nomor CAS
DrugBank
ChemSpider
  • none
UNII
KEGG
ChEMBL
ECHA InfoCard100.226.360 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC6530H10068N1752O2026S44
Massa molar146.945,25 g·mol−1

Golimumab adalah antibodi monoklonal manusia yang digunakan sebagai obat imunosupresif.[3][5] Golimumab menargetkan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), suatu molekul pro-inflamasi[6] dan karenanya merupakan penghambat TNF. Penurunan yang sangat besar pada kadar protein C-reaktif (CRP), interleukin-6, molekul adhesi antarsel (ICAM)-1, matriks metaloproteinase (MMP)-3, dan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) menunjukkan golimumab sebagai modulator penanda inflamasi dan metabolisme tulang yang efektif.[7] Golimumab diberikan melalui penyuntikan subkutan.[3][5][8]

Golimumab adalah penghambat faktor nekrosis tumor alfa (TNF-a). Golimumab adalah antibodi monoklonal manusia yang membentuk kompleks stabil dan berafinitas tinggi dengan bentuk bioaktif TNF-a manusia, baik yang larut maupun transmembran, sehingga mencegah pengikatan TNF-a ke reseptornya. Dengan memblokir TNF-a, golimumab mengurangi peradangan dan gejala lain dari penyakit yang diobati dengan golimumab.[9]

Golimumab merupakan alternatif terapeutik dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[10]

Kegunaan medis

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menyetujui penggunaan golimumab sebagai pengobatan untuk rheumatoid Arthritis, artritis psoriatis, dan ankilosing spondilitis.[5][11] Golimumab disetujui untuk pengobatan oleh FDA dan EMA pada tahun 2013 untuk pengobatan kolitis ulseratif.[12][13]

Golimumab disetujui di Kanada[2] dan Amerika Serikat[3] sebagai pengobatan subkutan sekali sebulan untuk orang dewasa dengan rheumatoid Arthritis, artritis psoriatis, artritis idiopatik juvenil, dan ankilosing spondilitis yang aktif sedang hingga berat.[14]

Efek samping

Reaksi merugikan yang paling umum (insiden >5%) adalah infeksi saluran napas atas, nasofaringitis, dan reaksi di tempat suntikan.[15]

Pengembangan

Golimumab mengikat TNFα baik dalam bentuk terlarut maupun transmembran. Antibodi ini diisolasi dari klon hibridoma yang dihasilkan oleh mencit transgenik yang diimunisasi dengan TNFα manusia. Klon yang mensekresi golimumab dipilih setelah diuji untuk rantai ringan dan berat manusia serta pengikatan TNFα. Produk komersialnya diproduksi dalam galur sel rekombinan yang dikultur dengan perfusi kontinu.[1]

Masyarakat dan budaya

Ketersediaan

Golimumab dikembangkan oleh Janssen Biotech, Inc. (sebelumnya Centocor Biotech, Inc.) yang juga memasarkan produk ini di Amerika Serikat. Janssen memasarkan golimumab di Kanada, Amerika Tengah dan Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Di Uni Eropa, Rusia, dan Turki, hak distribusi golimumab dipegang oleh MSD (Irlandia), anak perusahaan Merck & Co., Inc. Di Jepang, Indonesia, dan Taiwan, hak distribusi dipegang oleh Mitsubishi Tanabe Pharma Corporation.[16]

Biosimilar

Pada bulan September 2025, Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) memberikan opini positif, merekomendasikan pemberian izin edar untuk produk obat Gobivaz, yang ditujukan untuk pengobatan artritis reumatoid, artritis idiopatik juvenil, artritis psoriatis, spondiloartritis aksial, dan kolitis ulseratif. Pemohon untuk produk obat ini adalah Advanz Pharma Limited. Gobivaz adalah produk obat biosimilar yang sangat mirip dengan produk referensi Simponi (golimumab), yang telah mendapatkan izin edar di Uni Eropa pada bulan Oktober 2009.[9]

Penelitian

Rheumatoid Arthritis

Uji acak terkendali tersamar ganda berskala besar pada partisipan dengan rheumatoid Arthritis telah menunjukkan bahwa golimumab yang dikombinasikan dengan metotreksat lebih efektif daripada metotreksat saja.[17] Institut Nasional untuk Keunggulan Kesehatan dan Perawatan (NICE) menyatakan bahwa pengobatan dengan golimumab direkomendasikan bagi penderita artritis reumatoid yang sebelumnya gagal menjalani pengobatan TNFi.[18] Pada tahun 2011, tidak ada kasus sindrom mirip lupus yang disebabkan oleh obat yang dilaporkan.[19]

Uveitis

Terdapat bukti awal bahwa golimumab merupakan pilihan pengobatan untuk peradangan mata.[20]

Referensi

  1. ^ a b Mazumdar S, Greenwald D (2009). "Golimumab". mAbs. 1 (5): 422–31. doi:10.4161/mabs.1.5.9286. PMC 2759491. PMID 20065639.
  2. ^ a b "Simponi product information". Health Canada. 20 September 2013. Diakses tanggal 28 September 2025.
  3. ^ a b c d "Simponi- golimumab injection, solution". DailyMed. 30 September 2019. Diakses tanggal 11 November 2020.
  4. ^ "Simponi Aria- golimumab solution". DailyMed. 2 October 2020. Diakses tanggal 11 November 2020.
  5. ^ a b c d "Simponi EPAR". European Medicines Agency (EMA). 17 September 2018. Diakses tanggal 11 November 2020. Text was copied from this source which is copyright European Medicines Agency. Reproduction is authorized provided the source is acknowledged.
  6. ^ Statement On A Nonproprietary Name Adopted By The USAN Council – Golimumab Diarsipkan 20 February 2012 di Wayback Machine., American Medical Association.
  7. ^ Smolen JS, Landewé R, Breedveld FC, Buch M, Burmester G, Dougados M, Emery P, Gaujoux-Viala C, Gossec L, Nam J, Ramiro S, Winthrop K, de Wit M, Aletaha D, Betteridge N, Bijlsma JW, Boers M, Buttgereit F, Combe B, Cutolo M, Damjanov N, Hazes JM, Kouloumas M, Kvien TK, Mariette X, Pavelka K, van Riel PL, Rubbert-Roth A, Scholte-Voshaar M, Scott DL, Sokka-Isler T, Wong JB, van der Heijde D (March 2014). "EULAR recommendations for the management of rheumatoid arthritis with synthetic and biological disease-modifying antirheumatic drugs: 2013 update". Annals of the Rheumatic Diseases. 73 (3): 492–509. doi:10.1136/annrheumdis-2013-204573. PMC 4079096. PMID 24161836.
  8. ^ Smolen JS, Landewé R, Breedveld FC, Buch M, Burmester G, Dougados M, Emery P, Gaujoux-Viala C, Gossec L, Nam J, Ramiro S, Winthrop K, de Wit M, Aletaha D, Betteridge N, Bijlsma JW, Boers M, Buttgereit F, Combe B, Cutolo M, Damjanov N, Hazes JM, Kouloumas M, Kvien TK, Mariette X, Pavelka K, van Riel PL, Rubbert-Roth A, Scholte-Voshaar M, Scott DL, Sokka-Isler T, Wong JB, van der Heijde D (March 2014). "EULAR recommendations for the management of rheumatoid arthritis with synthetic and biological disease-modifying antirheumatic drugs: 2013 update". Annals of the Rheumatic Diseases. 73 (3): 492–509. doi:10.1136/annrheumdis-2013-204573. PMC 4079096. PMID 24161836.
  9. ^ a b "Gobivaz EPAR". European Medicines Agency (EMA). 19 September 2025. Diakses tanggal 28 September 2025. Text was copied from this source which is copyright European Medicines Agency. Reproduction is authorized provided the source is acknowledged.
  10. ^ World Health Organization (2025). The selection and use of essential medicines, 2025: WHO Model List of Essential Medicines, 24th list. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/382243.
  11. ^ "Simponi (golimumab) Receives FDA Approval as First Once-Monthly Anti-TNF for Treatment of Rheumatoid Arthritis, Psoriatic Arthritis and Ankylosing Spondylitis". www.drugs.com. Diakses tanggal 9 May 2016.
  12. ^ Löwenberg M, de Boer NK, Hoentjen F (12 March 2014). "Golimumab for the treatment of ulcerative colitis". Clinical and Experimental Gastroenterology. 7: 53–9. doi:10.2147/CEG.S48741. PMC 3958527. PMID 24648749.
  13. ^ "Johnson & Johnson Reports 2008 First-Quarter Results". Diarsipkan dari asli tanggal 7 October 2008. Diakses tanggal 28 April 2008.
  14. ^ Maxwell LJ, Zochling J, Boonen A, Singh JA, Veras MM, Tanjong Ghogomu E, Benkhalti Jandu M, Tugwell P, Wells GA (April 2015). "TNF-alpha inhibitors for ankylosing spondylitis". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2015 (4) CD005468. doi:10.1002/14651858.CD005468.pub2. PMC 11200207. PMID 25887212.
  15. ^ FDA Professional Drug Information
  16. ^ "Simponi Receives European Commission Approval For Treatment Of Non-Radiographic Axial Spondyloarthritis". Johnson & Johnson (Press release). 26 June 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 May 2016. Diakses tanggal 9 May 2016.
  17. ^ Oldfield V, Plosker GL (2009). "Golimumab: in the treatment of rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, and ankylosing spondylitis". BioDrugs. 23 (2): 125–35. doi:10.2165/00063030-200923020-00005. PMID 19489653. S2CID 195685167.
  18. ^ Tosh J, Archer R, Davis S, Stevenson M, Stevens JW (August 2013). "Golimumab for the treatment of rheumatoid arthritis after the failure of previous disease-modifying antirheumatic drugs: a NICE single technology appraisal". PharmacoEconomics. 31 (8): 653–61. doi:10.1007/s40273-013-0052-7. PMID 23576019. S2CID 23085023.
  19. ^ Williams VL, Cohen PR (May 2011). "TNF alpha antagonist-induced lupus-like syndrome: report and review of the literature with implications for treatment with alternative TNF alpha antagonists". International Journal of Dermatology. 50 (5): 619–25. doi:10.1111/j.1365-4632.2011.04871.x. PMID 21506984. S2CID 21538173.
  20. ^ Rifkin LM, Birnbaum AD, Goldstein DA (August 2013). "TNF inhibition for ophthalmic indications: current status and outlook". BioDrugs. 27 (4): 347–57. doi:10.1007/s40259-013-0022-9. PMID 23568177. S2CID 391892.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement