Gempa bumi Jawa 1926

Gempa bumi Jawa 1926
Gempa bumi Jawa 1926 di Jawa
Gempa bumi Jawa 1926
Gempa bumi Jawa 1926 di Indonesia
Gempa bumi Jawa 1926
Waktu UTC1926-09-10 10:34:28
ISC839390
USGS-ANSSComCat
Tanggal setempat10 September 1926 (1926-09-10)
Waktu setempat17:34
Magnitudo7.1 Mw[1]
Kedalaman35 km (22 mi)
Episentrum9°10′08″S 110°37′48″E / 9.169°S 110.630°E / -9.169; 110.630
Wilayah bencanaJawa, Hindia Belanda
Intensitas maks.MMI VII (Sangat kuat)
KorbanTidak diketahui

Gempa bumi Jawa 1926 terjadi pada 17:34 waktu setempat, tanggal 10 September di Pulau Jawa. Gempa tersebut memiliki besaran 7.1 Mw dengan intensitas maksimum yang dirasakan sebesar VII (Merusak) atau VIII (Sangat merusak) pada skala makroseismik Eropa.

Kondisi tektonik

Pulau Jawa terletak pada batas lempeng konvergen antara Lempeng Australia dan Lempeng Sunda. Konvergensi antara lempeng-lempeng ini sangat curam di dekat selatan Pulau Jawa, dengan perpindahan yang digerakkan oleh Patahan dip-slip murni di sepanjang zona subduksi (yang dikenal sebagai zona subduksi Sunda). Secara historis, gempa bumi besar pernah tercatat di daerah ini seperti pada tahun 1867, 1875, 1926, 1937, dan 1943.[2] Gempa bumi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006, merupakan patahan dangkal pada lempeng Sunda di dekat pesisir Jawa, menyebabkan lebih dari 5.000 korban jiwa, hampir 40.000 orang luka-luka, dan menyebabkan kerusakan besar.[3]

Dampak

Gempa bumi tersebut terjadi pada sore hari, pukul 17:34 waktu setempat. Gempa tersebut menyebabkan cerobong asap PG yang terbuat dari batu bata runtuh, cerobong asap tersebut kemudian dibangun kembali dan dimulai dari tahun 1926 dan baru selesai pada 1927, pembangunan tersebut dikerjakan oleh arsitek dari Semarang, Van Oyen.[4] Meskipun tidak banyak yang tahu tentang gempa tersebut, dan sangat sedikit catatan sejarah dalam peristiwa ini, gempa bumi tersebut merupakan yang terbesar di Pulau Jawa, sejak gempa besar lainnya pada tahun 1867.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "M 7.1 - 138 km SSE of Pundong, Indonesia". United States Geological Survey.
  2. ^ Martin, S. S.; Cummins, P. R.; Meltzner, A. J. (2022), "Gempa Nusantara: A Database of 7380 Macroseismic Observations for 1200 Historical Earthquakes in Indonesia from 1546 to 1950", Bulletin of the Seismological Society of America, 112 (6): 2958–2980, Bibcode:2022BuSSA.112.2958M, doi:10.1785/0120220047, hdl:10356/166257, ISSN 0037-1106, S2CID 253365854
  3. ^ Pramumijoyo, S.; Thant, M.; Kawase, H., Seismic hazard mapping for Yogyakarta depression area, Indonesia (PDF), hlm. 54, 55, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-07-13, diakses tanggal 2018-10-04
  4. ^ "Prasasti Peristiwa Gempa Besar 1926 di Klaten Ditemukan". Detik.com. 14 Juli 2025. Diakses tanggal 14 Juli 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement