Gempa bumi Maluku Utara 1998
| Waktu UTC | 1998-11-29 14:10:31 |
|---|---|
| ISC | 1326454 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 29 November 1998 |
| Waktu setempat | 23:10 WITA |
| Magnitudo | 7.7 Mw |
| Kedalaman | 33 km (21 mi) |
| Episentrum | 1°53′S 124°52′E / 1.89°S 124.86°E |
| Sesar | Sesar Sorong |
| Jenis | Strike-slip |
| Wilayah bencana | Indonesia, Maluku Utara, Sulawesi Tengah |
| Kerusakan total | $200 juta |
| Intensitas maks. | MMI IX (Hebat) |
| Tanah longsor | Ya |
| Korban | 41 tewas, 171 luka-luka, 8 hilang |
Gempa bumi Maluku Utara 1998 atau Gempa bumi Pulau Taliabu 1998 terjadi pada 29 November 1998, pada pukul 23:10 Waktu Indonesia Tengah. Gempa tersebut berskala 7.7 Mw dan melanda di lepas pantai selatan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Indonesia.[1] Sedikitnya 41 orang tewas di pulau-pulau terdekat dan tsunami pun terjadi. Ratusan rumah, bangunan, dan kantor rusak atau hancur.
Gempa bumi
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi akibat patahan geser dangkal pada Sesar Sorong.Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa gempa tersebut terjadi di sepanjang sesar yang membentang NNE–SSW. Sesar terbatas yang dimodelkan oleh USGS menunjukkan bahwa sesar tersebut melintasi bagian tengah Pulau Taliabu. Pergeseran maksimum sebesar 8,7 m (29 kaki) terjadi di sepanjang area sesar yang melintasi di bawah pulau tersebut. Gempa bumi tersebut memiliki Skala intensitas Modified Mercalli maksimum IX (Hebat). Intensitas VI (Kuat) dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi. Namun, intensitas maksimum kerusakan hanya VII (Sangat kuat).
Tsunami
Banyak penduduk di sepanjang pantai khawatir akan datangnya tsunami dan mengungsi dari rumah mereka. Tsunami tidak dikonfirmasi oleh BMKG, menambahkan bahwa karena gempa bumi tersebut bersifat geser, tsunami besar tidak diperkirakan akan terjadi. Penduduk di pulau itu melaporkan gelombang setinggi 2,75 m (9,0 kaki) di pantai.
Dampak dan korban
Setidaknya 34 orang tewas, delapan orang hilang, dan 153 orang terluka di Pulau Taliabu dan Pulau Mangole.[2] Banyak korban jiwa dan kerusakan properti disebabkan oleh tanah longsor. Setidaknya 512 rumah hancur dan 760 lainnya rusak. Gempa bumi juga merusak atau menghancurkan sembilan gereja, 17 sekolah, 12 masjid, dan 14 kantor pemerintah. Di pulau Sulawesi, tujuh orang tewas, 18 orang terluka, dan ada beberapa kerusakan pada bangunan di Kota Manado. Sebagian besar korban jiwa berasal dari Pulau Mangole, di mana bangunan, rumah, dan masjid, yang sebagian besar terbuat dari kayu, hancur atau rusak. Tanah longsor juga dilaporkan menghancurkan sebuah dermaga.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ ANSS. "M 7.7 - 264 km ESE of Luwuk, Indonesia 1998". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
- ^ "Sejarah Gempa & Tsunami di Kepulauan Maluku Sejak Tahun 1608". Tirto.id. 2023-01-12. Diakses tanggal 2026-01-12.
- ^ "Gempa Maluku Pernah Menjadi Sebab 2 Tsunami Mematikan, Tahun Berapa?". Tempo.co. 2023-01-15. Diakses tanggal 2026-01-12.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


