Gatra (musik)
Dalam terminologi musik Jawa, gatra memiliki makna sebagai "satuan terkecil" yang menyusun kalimat-kalimat lagu. Gatra memiliki dua makna berbeda, bergantung pada konteks. Yang pertama, dalam konteks macapat, gatra merupakan terkecil yang membentuk satu bait (pada). Sementara itu, dalam karawitan, gatra adalah satuan irama atau metrum terkecil (seperti birama).
Dalam macapat, setiap cakrik tembang yang akan dijadikan acuan untuk menulis tembang macapat harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan, mulai dari jumlah gatra, guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Guru gatra merujuk pada jumlah baris dalam satu pada; guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam satu gatra; sedangkan guru lagu adalah bunyi vokal terakhir pada setiap gatra. Setiap jenis tembang memiliki guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu memiliki aturan yang tidak sama, sehingga juga memengaruhi watak dari tembang macapat tersebut. Misalnya, cakrik tembang macapat Mijil memiliki 6 gatra.[1]
Sementara itu, dalam karawitan, gatra merujuk pada satuan metrum terkecil dalam gendhing. Dalam satu gatra pada gendhing, terdapat empat ketuk (keteg) yang menjadi penyusun nada-nada balungan. Satu gatra memiliki nada keempat sebagai fokus utama yang disebut sèlèh. Alat-alat musik kolotomis berupa keluarga gong berukuran besar seperti gong besar, gong suwukan, kempul, dan kenong, hampir selalu ditempatkan pada nada keempat yang merupakan nada terkuat. Dalam notasi gamelan Kepatihan, gatra biasanya dikumpulkan satu-satu di setiap notasi balungan (misalnya 5652 5653), tetapi penggunaan spasi pada teks musik karawitan bukan menandakan bahwa ada not jeda di antara kedua gatra, karena masing-masing angka menandakan satu ketukan.[2]
Referensi
- ^ Miswanto 2022, hlm. 151-152.
- ^ Supanggah 2004, hlm. 1-2.
Daftar pustaka
- Miswanto (2022). Panggugah Jati: Bunga Rampai Bijak Jawa. Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara. ISBN 9786239745073. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Supanggah, R. (2004). "Gatra: A Basic Concept in Traditional Javanese Gending" (PDF). Balungan. Vol. 9–10.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


