Ladrang
Ladrang adalah salah satu bentuk gending dalam musik gamelan Jawa yang memiliki struktur kolotomik yang khas.[1][2][3] Bentuk ini ditandai oleh pola 32 ketukan dalam satu gongan, dengan pembagian menjadi empat kenongan. Setiap bagian kenongan terdiri atas 8 ketukan, dan siklus ritmisnya diakhiri dengan pukulan gong ageng sebagai penanda akhir gongan. Dalam satu gongan ladrang terdapat: 1 gong ageng; 4 kenong (setiap 8 ketukan) dan pukulan kethuk[4] dan kempul[4] yang mengisi pola kolotomik gamelan. Struktur ini menciptakan ritme yang teratur dan menjadi dasar bagi variasi balungan serta isian instrumen lain seperti gender, bonang, dan gambang.[5]
Fungsi
Ladrang dimanfaatkan dalam beragam bentuk pementasan, seperti pada pertunjukan Wayang kulit untuk mengiringi adegan-adegan tertentu, dalam tari Jawa khususnya pada bagian yang memerlukan irama sedang, serta dalam klenengan sebagai gending yang disajikan secara mandiri dalam pertunjukan karawitan.[6][1]
Ladrang umumnya memiliki tempo sedang hingga cepat, meskipun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Laras yang digunakan dapat berupa slendro maupun pelog, serta dimainkan dalam berbagai pathet.[7]
Contoh
Beberapa gending yang memakai bentuk ladrang antara lain Ladrang Wilujeng,[8][9] Ladrang Pangkur,[10] dll.[11] Contoh dari penggunaan kempyang, kethuk, kempul, kenong dan gong dalam ladrang Pangkur slendro pathet 9:[12][13][14]
Buka: 2121 2621 2635(G)
p t p - p t p N
2 1 2 6 2 1 6 5
p t p P p t p N
6 5 2 1 3 2 1 6
p t p P p t p N
2 3 2 1 5 3 2 1
p t p P p t p N+G
3 2 1 6 2 1 6 5
Keterangan: p= kempyang, t= kethuk, P= kempul, N= kenong, G= gong. Angka menunjukkan balungan musik (slenthem dan demung).[12]
Referensi
- ^ a b M.Hum, Prof Dr Kasidi. ESTETIKA PEDALANGAN: Ruwatan Murwakala Kajian Estetika dan Etika Budaya Jawa. Dwi - Quantum. hlm. 213. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Rahayu, Sukesi (2017). Garap sindhenan Jawa Timur Surabayan. ISI Press. hlm. 156. ISBN 978-602-61933-0-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Kusmayati, A. M. H., & Raharja. (2019). Memahami Lelangan Beksan Banjaransari melalui elemen musikal karawitan. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 20(1), 24–35.
- ^ a b Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
- ^ "Ladrang Siyem The Royal Anthem of Thailand In Javanese ..." journal.isi.ac.id. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.
- ^ Saputro, Sarwanto Mardi (1988). Gending-gending kreasi. Seti-Aji. hlm. 37. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Javanese Gamelan Music - National Museum of Asian Art". asia.si.edu. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.
- ^ Palgunadi, Bram (2021-06-15). Bayang-Bayang Kisah Wayang. B&C Studio, Design, & Craft Works. hlm. 51. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Gending Ladrang Wilujeng". Diakses tanggal 2026-02-05.
- ^ "Gending Larang Pangkur". YouTube. Diakses tanggal 2026-02-05.
- ^ "Ladrang Pangkur, performed by the Cornell Gamelan Ensemble". youtube.com. Diakses tanggal 12 Jan. 2026.
- ^ a b Becker, Judith; Feinstein, Alan H. (2020-08-06). Karawitan: Source Readings in Javanese Gamelan and Vocal Music, Volume 1 (dalam bahasa Inggris). University of Michigan Press. hlm. 419. ISBN 978-0-472-90164-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Gending Ladrang: Warisan Budaya Musik Tradisional Jawa Yang Abadi | Not Gending". notgending.com. 2024-09-27. Diakses tanggal 2026-02-05.
- ^ "Client Challenge". id.scribd.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
Lihat juga
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


