Frankenstein (film 2025)
| Frankenstein | |
|---|---|
Poster penayangan film | |
| Sutradara | Guillermo del Toro |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Guillermo del Toro |
Berdasarkan | Frankenstein oleh Mary Shelley |
| Pemeran | |
| Penata musik | Alexandre Desplat |
| Sinematografer | Dan Laustsen |
| Penyunting | Evan Schiff |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 149 menit |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $120 juta[1] |
Pendapatan kotor | $480.678[2] |
Frankenstein adalah film drama fiksi ilmiah gotik Amerika tahun 2025 yang diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh Guillermo del Toro, berdasarkan pada novel tahun 1818 karya Mary Shelley. Film ini dibintangi oleh Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai Si Makhluk, bersama Mia Goth dan Christoph Waltz sebagai peran pendukung. Film ini mengikuti kehidupan Frankenstein, seorang ilmuwan egois yang eksperimennya dalam menciptakan kehidupan baru menghasilkan konsekuensi berbahaya.
Del Toro telah lama membayangkan sebuah film Frankenstein yang setia sebagai "proyek impian". Proyek ini awalnya sedang dalam pengembangan untuk Universal Pictures, dengan del Toro yang memilih aktor yang berkolaborasi dengannya Doug Jones sebagai si Makhluk, dan Bernie Wrightson sedang dipertimbangkan untuk merancang monster tersebut. Namun, Universal menangguhkan proyek tersebut terkait dengan rencana yang telah dibuat pada waralaba Dark Universe. Netflix menghidupkannya kembali pada tahun 2023, dengan Elordi memerankan Si Makhluk. Proses syuting berlangsung dari Februari hingga September 2024. Wrightson meninggal pada tahun 2017, dan kompilasi bergambar Bernie Wrightson's Frankenstein merupakan inspirasi utama bagi tampilan film tersebut.
Frankenstein ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada tanggal 30 Agustus 2025. Film ini ditayangkan terbatas di bioskop di Amerika Serikat mulai 17 Oktober dan dirilis secara global pada 7 November di Netflix. Film tersebut secara umum menerima ulasan positif dari para kritikus. Baik National Board of Review maupun American Film Institute menobatkannya sebagai salah satu dari sepuluh film terbaik tahun 2025.[3][4] Film ini memperoleh lima nominasi pada Penghargaan Golden Globe ke-83, termasuk Film Terbaik – Drama, serta sembilan nominasi pada Academy Award ke-98, di antaranya Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik (Elordi). Film ini juga memenangkan penghargaan untuk Desain Kostum Terbaik, Tata Rias dan Tata Rambut Terbaik, serta Desain Produksi Terbaik.
Plot
Pembuka
Pada tahun 1857, kapal Angkatan Laut Kerajaan Denmark Horisont sedang melakukan ekspedisi ke Kutub Utara, tetapi terjebak dalam es Arktik. Awak kapal, yang dipimpin oleh Kapten Anderson, menemukan Baron Victor Frankenstein yang terluka parah dan membawanya naik ke kapal. Mereka segera diserang oleh seorang makhluk dengan kekuatan superhuman yang lukanya dapat beregenerasi, yang menuntut penyerahan Victor. Saat seluruh kru kapal kewalahan, kapten menggunakan senapan blunderbuss dan berhasil menenggelamkan makhluk tersebut ke dalam air es. Victor kemudian menjelaskan bahwa dialah pencipta makhluk tersebut, dan menceritakan kisah hidupnya sampai dengan peristiwa yang mengarah pada penciptaannya.
Part 1: Victor's Tale
Ibu Victor meninggal saat melahirkan adik laki-lakinya, William, yang menjadi kesayangan ayah mereka yang bangsawan dan dokter terkenal. Kecewa dengan ayahnya yang kasar dan berduka atas ibunya yang dicintainya, Victor bertekad untuk menaklukkan kematian dan tumbuh menjadi ahli bedah yang brilian tetapi arogan. Pada tahun 1855, ia dipecat dari Kolegium Kerajaan Ahli Bedah Edinburgh akibat penelitian kontroversialnya yang mampu menghidupkan kembali mayat. Seorang pedagang senjata Henrich Harlander yang melihat karya Victor menawarkannya dana tak terbatas dan sebuah menara terbengkalai sebagai tempat untuk melakukan eksperimennya. Victor meminta bantuan William untuk membangun laboratoriumnya, dan ia mulai jatuh hati kepada Elizabeth, keponakan Harlander, yang bertunangan dengan William — meskipun Elizabeth menolak pendekatan Victor.
Ketika Harlander mulai tidak sabar menuntut hasil, Victor mengambil bagian-bagian tubuh dari penjahat yang digantung dan tentara yang tewas dalam Perang Krimea yang sedang berlangsung, yang ia gunakan untuk merakit tubuh makhluk yang akan dihidupkan. Saat terjadi badai, Victor berencana untuk memanfaatkan petir untuk mengalirkan arus listrik melalui sistem limfatik untuk menghasilkan energi bagi jantung dan otak sang makhluk. Harlander yang sekarat karena sifilis, memohon kepada Victor untuk dipindahkan ke tubuh baru, tetapi Victor menolak, percaya bahwa otak Harlander tidak bisa digunakan karena telah terinfeksi penyakit. Saat mencoba menyabotase eksperimen tersebut, Harlander terjatuh hingga tewas. Victor berhasil menyetrum makhluk tersebut, tetapi gagal menghidupkannya.
Victor terbangun pada pagi berikutnya dan menemukan makhluk itu hidup. Ia mengajarinya mengucapkan namanya sebelum merantainya di lantai bawah menara. Makhluk itu menunjukkan kekuatan luar biasa dan kemampuan regenerasi yang cepat. Pada saat William dan Elizabeth berkunjung, Elizabeth menemukan makhluk ciptaan Victor dan menjalin ikatan dengannya serta mempertanyakan perlakuan Victor terhadapnya, sambil mengajarinya mengucapkan namanya. Victor kemudian mengungkap kematian Harlender kepada William dengan berbohong bahwa makhluk tersebut yang membunuhnya. Semakin frustrasi dengan kurangnya perkembangan intelektual makhluk tersebut dan takut akan ancaman yang ditimbulkannya, Victor membakar laboratoriumnya dengan makhluk tersebut dalam keadaan terantai di dalamnya. Ia berubah pikiran setelah mendengar makhluk itu memanggil namanya, tetapi terlempar terkena kobaran api saat mencoba masuk kembali ke menara yang tidak lama kemudian meledak. Akibat kejadian tersebut, kaki kanan Victor putus.
Di Kutub Utara, sang Makhluk berhasil keluar dari air. Pada saat Victor selesai menceritakan kisahnya kepada Kapten Anderson, makhluk itu berhasil naik ke kapal dan masuk ke ruangan Kapten. Kapten pasrah dengan nasibnya, sambil mengatakan bahwa ia sudah tahu siapa sebenarnya makhluk itu dari cerita Victor. Namun, Makhluk itu memutuskan untuk menceritakan kisahnya sendiri.
Part 2: The Creature's Tale
Sang Makhluk membebaskan diri pada saat ledakan dan mengembara di hutan. Di hutan, dia bertemu dengan para pemburu yang kemudian menembaknya. Melarikan diri dari para pemburu, ia berlindung di sebuah gubuk di pertanian terdekat, tempat ia mengamati seorang lelaki tua yang buta sedang mengajari cucunya membaca. Makhluk itu menyadari bahwa para pemburu yang menembaknya adalah keluarga lelaki buta tersebut, sehingga memutuskan untuk tetap bersembunyi sambil mempelajari bahasa dan diam-diam membantu keluarga lelaki itu, yang kemudian berterima kasih kepada dermawan tak terlihat yang mereka anggap sebagai "Roh Hutan".
Setelah seluruh keluarga lelaki itu pergi selama musim dingin, Makhluk itu berani menampakkan diri dan berteman dengan lelaki tua tersebut, yang mengajarinya membaca dan berbicara dengan fasih. Ia kemudian kembali ke laboratorium Victor dan menemukan catatan yang menegaskan hakikat penciptaannya serta alamat kediaman Victor. Saat kembali ke pertanian, ia mendapati lelaki tua itu diserang oleh serigala. Makhluk itu melawan, membunuh beberapa di antaranya, dan menemani si lelaki buta yang sedang sekarat. Di waktu yang sama, keluarga lelaki buta tersebut pulang dan menganggap bahwa si lelaki buta dibunuh oleh sang Makhluk sehingga berusaha membunuhnya, yang membuat sang Makhluk melarikan diri.
Menyadari bahwa ia tidak bisa mati dan akan menghabiskan keabadian sendirian, Makhluk itu menemui Victor pada malam pernikahan William dan Elizabeth, menuntut agar Victor menciptakan seorang pendamping baginya. Victor menolak, mengungkapkan rasa jijik dan penyesalannya karena telah menciptakan sang Makhluk. Makhluk itu menyerang Victor, tetapi Elizabeth datang dan menyentuhnya. Pada saat Victor menembak sang Makhluk, Elizabeth menggunakan tubuhnya melindunginya sehingga tewas terbunuh. Mendengar tembakan, William dan para tamu berusaha melawan makhluk itu tetapi dengan mudah ditaklukkan oleh sang Makhluk. Kepala William terbentur sehingga terluka parah. Dalam keadaan sekarat, William berkata bahwa dia selalu takut kepada Victor dan menyebut Victor sebagai monster yang sebenarnya. Makhluk itu membawa Elizabeth ke sebuah gua dan mendampinginya hingga ia meninggal.
Di masa kini, Victor meminta maaf kepada makhluk itu dan mengaku bahwa hidupnya terus dihantui rasa penyesalan, sebelum kemudian meninggal. Makhluk itu memaafkannya, lalu mendorong kapal keluar dari bongkahan es. Anderson meninggalkan obsesinya yang berbahaya dengan memberi tahu awak kapalnya bahwa mereka akan pulang. Makhluk itu menyaksikan kapal berlayar menuju matahari terbit, mengulurkan tangan untuk meraih sinar matahari— sebagaimana yang pernah diajarkan Victor kepadanya.
Pemeran
- Oscar Isaac sebagai Baron Victor Frankenstein, seorang ahli bedah yang berencana menciptakan kehidupan dari kematian
- Christian Convery sebagai Victor muda
- Jacob Elordi sebagai Si Makhluk, sebuah ciptaan mengerikan dari Victor Frankenstein
- Mia Goth sebagai:
- Lady Elizabeth Harlander, Tunangan William, yang disukai Victor
- Baroness Claire Frankenstein, mendiang Ibu Victor, yang meninggal saat melahirkan William
- Felix Kammerer sebagai William Frankenstein, Adik laki-laki Victor dan tunangan Elizabeth
- David Bradley sebagai Si Buta, seorang pria tua buta yang berteman dengan Si Makhluk
- Lars Mikkelsen sebagai Kapten Anderson, kepala ekspedisi Angkatan Laut Kerajaan Denmark ke Kutub Utara
- Charles Dance sebagai Baron Leopold Frankenstein, ayah Victor yang keras dan otoriter serta seorang dokter terkenal
- Christoph Waltz sebagai Henrich Harlander,[5] Paman Elizabeth dan seorang produsen senjata kaya yang mendanai eksperimen Victor
- Kyle Gatehouse sebagai Pemburu Muda, putra tak bernama dari Pria Buta
- Lauren Collins sebagai Alma, istri Pemburu Muda
- Sofia Galasso sebagai Anna-Maria, cucu dari pria buta dan putri dari Pemburu Muda
- Ralph Ineson sebagai Professor Krempe,[6] seorang profesor yang mengawasi persidangan Victor
- Burn Gorman sebagai seorang algojo yang darinya Victor memperoleh sisa-sisa jenazah penjahat yang telah meninggal
- Nikolaj Lie Kaas sebagai Kepala Perwira Larsen, yang berusaha membujuk Kapten Anderson tentang kekuatan dan moral kru yang semakin menurun
Produksi
Pengembangan
Pada tahun 2007, Guillermo del Toro mengatakan bahwa salah satu proyek yang "akan ia lakukan apa pun untuk bisa membuatnya" adalah versi "tragedi Miltonian" dari Frankenstein, dengan mengutip bahwa naskah tulisan Frank Darabont sebagai naskah yang "nyaris sempurna", yang akhirnya berkembang menjadi film karya Kenneth Branagh, Mary Shelley's Frankenstein.[7] Pada Januari 2008, ia mengungkapkan bahwa saat itu ia sedang membuat sejumlah gambar yang ia harapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk dunia dalam film ini, dan bahwa ia juga telah mulai membuat catatan naskah — tetapi berhenti ketika terjadi pemogokan WGA (Writers Guild of America).[8] Bulan berikutnya, del Toro menyampaikan visinya:
Yang sedang saya coba lakukan adalah mengambil mitos itu dan membuat sesuatu darinya, tetapi dengan menggabungkan unsur Frankenstein dan Bride of Frankenstein tanpa menjadikannya sekadar kisah klasik tentang monster. Menurut saya, momen-momen terbaik dari novel Frankenstein belum pernah difilmkan [...] Satu-satunya orang yang menurut saya benar-benar berhasil menampilkan kehampaan, bukan sisi tragis, bukan dimensi Miltonian dari sang monster, tetapi kehampaan adalah Christopher Lee dalam film-film Hammer, di mana ia benar-benar terlihat seperti sesuatu yang menjijikkan tetapi hidup. Boris Karloff berhasil memerankan sisi tragedinya dengan sempurna, tetapi ada begitu banyak versi lain, termasuk naskah luar biasa karya Frank Darabont yang pada akhirnya tidak benar-benar difilmkan.[9][10]
Pada tahun yang sama, pada bulan September, film ini mulai dikembangkan melalui kesepakatan first-look tiga tahun Guillermo del Toro dengan Universal Pictures, bersamaan dengan sejumlah film lain yang diumumkan akan ia sutradarai, termasuk Dr. Jekyll and Mr. Hyde, Slaughterhouse-Five dan Drood.[11] Del Toro menyebut ilustrasi Frankenstein karya Bernie Wrightson sebagai sumber inspirasinya inspiration, dan mengatakan bahwa film ini tidak akan menjadi adaptasi langsung dari novel Mary Shelley, melainkan "sebuah kisah petualangan yang melibatkan sang makhluk."
Pada tahun 2009, del Toro menyatakan bahwa produksi film Frankenstein tidak akan dimulai setidaknya selama empat tahun.[12] Meskipun begitu, ia sudah menunjuk rekan kerja yang sering berkolaborasi dengannya, Doug Jones untuk memerankan sang Makhluk dan telah mulai melakukan uji tata rias bersama sang aktor.[13][14] Jones kemudian berkomentar bahwa proyek tersebut dibatalkan karena rencana masa depan Universal untuk waralaba Dark Universe mereka.[15] Pada Comic-Con 2010, del Toro mengatakan kepada Collider bahwa cerita itu adalah "novel favoritnya".[16] Pada tahun 2013, del Toro secara terbuka menyatakan minatnya untuk memilih Benedict Cumberbatch sebagai pemeran sang Makhluk.[17] Pada tahun 2014, del Toro mengatakan bahwa ia ingin membuat versi dari Frankenstein dan Bride of Frankenstein, dan bahwa ketua Universal, Donna Langley telah beberapa kali mendekatinya untuk meyakinkannya agar proyek tersebut bisa dibuat, tetapi ia enggan melakukannya karena itu adalah "proyek impiannya".[18]
Pada tahun 2016, del Toro berkata tentang usahanya untuk mewujudkan film ini:
Bagi saya, Frankenstein adalah puncak dari segalanya, dan sebagian dari diri saya ingin membuat versi dari cerita tersebut, tetapi sebagian lain dari diri saya selama lebih dari 25 tahun selalu mundur karena takut untuk melakukannya. Saya bermimpi bisa membuat film Frankenstein terbaik yang pernah ada, tetapi begitu kamu membuatnya — ya, kamu sudah selesai membuatnya. Entah hasilnya bagus atau tidak, itu sudah selesai. Kamu tidak bisa lagi bermimpi tentangnya. Itulah tragedi seorang pembuat film. [...] Entah kamu mendapatkan nilai 10 atau 6,5, kamu sudah berada di Olimpiade, dan kamu sudah dihakimi.[19]
Pada tahun 2020, dalam sebuah wawancara untuk mempromosikan film Antlers, menyatakan bahwa jika ia memiliki pendanaan, ia akan membuat adaptasi Frankenstein yang terbagi menjadi dua hingga tiga film, karena kompleksitas buku tersebut dan perubahan sudut pandang di dalamnya.[20]
Pada tahun 2023, proyek ini dihidupkan kembali oleh Netflix, yang sebelumnya telah menandatangani kontrak kerja sama multi-tahun dengan del Toro untuk memproduksi berbagai proyek. Setelah kemenangan film Guillermo del Toro's Pinocchio di ajang Academy Awards ke-95 untuk kategori Film Animasi Terbaik, Variety mengungkapkan bahwa del Toro akan menulis dan menyutradarai film tersebut, dengan Andrew Garfield, Oscar Isaac dan Mia Goth sedang dalam tahap awal pembicaraan untuk kemungkinan peran untuk mereka.[21] Pada bulan September, del Toro mengungkapkan bahwa proses syuting dijadwalkan dimulai pada Februari 2024, dan bahwa Christoph Waltz telah bergabung dalam jajaran pemeran.[22] Pada bulan Januari, Jacob Elordi menggantikan Garfield untuk memerankan sang Makhluk, karena benturan jadwal yang disebabkan oleh pemogokan SAG-AFTRA.[23][24] Del Toro telah menghabiskan sembilan bulan untuk merancang penampilan sang Makhluk versi Garfield, tetapi rancangan tersebut dibatalkan ketika Garfield meninggalkan proyek itu, sehingga del Toro hanya memiliki sembilan minggu untuk mendesain ulang penampilan untuk Elordi yang bertubuh lebih tinggi.[25] Felix Kammerer, Lars Mikkelsen, David Bradley, Christian Convery, dan Charles Dance kemudian bergabung dalam jajaran pemeran dengan peran yang belum diumumkan. Sebelumnya, Charles Dance pernah memerankan ayah Frankenstein dalam film Victor Frankenstein tahun 2015. [24][26] Pada bulan April 2024, del Toro mengumumkan bahwa Ralph Ineson bergabung dalam film tersebut dalam sebuah penampilan cameo yang "penting".[27]
Del Toro menjelaskan pendekatannya terhadap adaptasi ini: "“Hal yang saya anggap indah adalah bahwa ketika kamu menciptakan mitos universal, entah itu Frankenstein, Pinocchio, Dracula, atau Sherlock Holmes, mitos itu sendiri tumbuh jauh melampaui materi aslinya, sehingga setiap interpretasi bisa sama-sama benar-benar dicintai jika dibuat dengan ketulusan, kekuatan, dan penuh karakter. Jika kamu berpikir hanya dalam kerangka kesetiaan mutlak terhadap naskah aslinya, kamu akan benar-benar terbelenggu."[28]
Syuting
Pengambilan gambar utama dimulai pada 12 Februari 2024 di Toronto, dan selesai pada 30 September.[26][29] Pengambilan gambar tambahan dilakukan di Royal Mile di Edinburgh, Hospitalfield House di Arbroath, Angus dan Burghley House di Stamford, Lincolnshire, pada September 2024.[30][31] Del Toro menyatakan bahwa film ini bukan film horor, melainkan sebuah kisah yang sangat emosional.[32]
Oscar Isaac, yang memerankan tokoh utama Frankenstein, mengatakan bahwa film ini adalah "kisah yang sangat bergaya Eropa, tetapi diceritakan melalui sudut pandang yang sangat Amerika Latin, Meksiko, dan Katolik. Jadi, suasananya benar-benar penuh gairah sepanjang waktu.".[33]
Musik
Pada Januari 2025, Alexandre Desplat mengungkap bahwa dialah yang menggubah musiknya, setelah sebelumnya bekerja sama dengan del Toro dalam The Shape of Water (2017) dan Pinocchio (2022).[34] Dalam sebuah wawancara pada Mei 2025, Desplat mengatakan: "Sinema Guillermo sangat liris, dan musik saya juga agak liris. Jadi saya pikir musik dari Frankenstein Ini akan menjadi sesuatu yang sangat liris dan emosional. Saya tidak mencoba membuat musik yang mengerikan."[32]
Pengaruh
Del Toro mengatakan tentang inspirasinya dalam membuat film tersebut: "Itu adalah agama bagiku. Sejak kecil — aku dibesarkan dalam keluarga Katolik — Aku tak pernah begitu mengerti tentang para santo. Lalu ketika aku melihat Boris Karloff di layar, aku mengerti apa arti seorang santo atau seorang Mesias seperti apa. Jadi, aku sudah mengikuti perkembangan si makhluk sejak kecil, dan aku selalu menunggu filmnya dibuat dalam kondisi yang tepat, baik secara kreatif dalam hal mencapai cakupan yang kubutuhkan untuk membuatnya berbeda, untuk membuatnya dalam skala yang memungkinkan kamu merekonstruksi seluruh dunia."[35] Del Toro mengakui adaptasi James Whale tahun 1931 sebagai pengaruh penting dan versinya juga mengambil inspirasi dari sekuelnya tahun 1935 Bride of Frankenstein.[36] Del Toro juga mengutip Rebecca (1940) karya Alfred Hitchcock, Wuthering Heights (1939) karya William Wyler, Dragonwyck (1946) karya Joseph L. Mankiewicz, dan Uncle Silas (1947) karya Charles Frank di antara inspirasi dan pengaruh sinematiknya.[37] Selama acara Netflix di Los Angeles, cuplikan pertama dari film tersebut diiringi musik karya komposer Polandia Wojciech Kilar untuk film Francis Ford Coppola tahun 1992 Bram Stoker's Dracula.[38]
Perilisan
Frankenstein ditayangkan perdana pada kompetisi utama di Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 30 Agustus 2025.
Untuk pemutaran perdananya di Amerika Utara, Frankenstein masuk dalam program Special Presentations di Festival Film Internasional Toronto, di mana filmnya diputar pada 8 September 2025.[39][40] Serta ditayangkan dalam Gala Presentation di Festival Film Internasional Busan ke-30 pada 18 September 2025.[41][42] Film ini juga dipresentasikan dalam Gala Presentation di Festival Film Internasional Busan ke-30 pada 18 September 2025,[43][44] dan sebagai Headline Gala di Festival Film London BFI ke-69 pada 13 Oktober 2025.[45] Untuk penayangan perdana di Meksiko, film ini diputar di Festival Film Internasional Morelia.[46]
Film ini ditayangkan di sejumlah bioskop pilihan pada 17 Oktober 2025 sebelum dirilis di Netflix pada 7 November 2025.[47][48] Distribusi untuk perilisan di bioskop-bioskop tertentu di Meksiko ditangani oleh Pimienta Films.[46]
Media rumahan
Pada 23 Februari 2026, Variety melaporkan bahwa film ini akan mendapatkan perilisan media rumahan fisik sebagai bagian dari Criterion Collection.[49]
Penerimaan
Respons kritis

Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 85% pada 361 ulasan para kritikus adalah positif. Konsensus situs web berbunyi: "Menemukan sisi kemanusiaan dalam salah satu monster paling ikonik di dunia perfilman, Frankenstein karya Guillermo Del Toro adalah sebuah epik mewah yang mendapatkan daya tarik paling kuatnya dari penampilan luar biasa Jacob Elordi."[50] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 78 dari 100, berdasarkan 58 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[51] Film ini digambarkan sebagai romantisme Gotik, sejalan dengan film karya del Toro sendiri, Crimson Peak (2015) atau film-film seperti Interview with the Vampire (1994) karya Neil Jordan dan Bram Stoker's Dracula (1992) karya Francis Ford Coppola.[52] Hal ini juga langsung menjadi inspirasi bagi sejumlah komentar budaya.[53]
Adaptasi mewah Guillermo del Toro terhadap Frankenstein karya Mary Shelley telah memecah belah para kritikus dalam spektrum kekaguman. Alissa Wilkinson dari The New York Times, memilih film tersebut sebagai Critic's Pick, berpendapat bahwa versi del Toro sepenuhnya merangkul hutang budi novel tersebut yang mendalam kepada Paradise Lost sambil membubuhkannya dengan gaya khasnya, mengubah kerangka sastra Shelley menjadi kisah khas del Toro tentang ayah yang mengerikan dan anak yang terlantar, yang tetap setia pada inti pathos dari teks aslinya.[54] Keseimbangan antara kesetiaan dan visi pribadi ini tercermin dalam ulasan David Rooney dari The Hollywood Reporter, yang menggambarkan film tersebut sebagai penceritaan ulang yang megah secara visual yang melampaui horor untuk menjadi tragedi Romantis yang agung, menunjukkan bahwa film ini sangat setia pada semangat tragis novel tersebut sambil mencapai skala sinematik yang baru.[55] Jamie Graham dari Empire magazine memberinya empat bintang dari lima, dan disebut sebagai "interpretasi yang luar biasa setia terhadap novel Mary Shelley" yang juga berfungsi sebagai kisah romantis Gotik yang sangat personal, memadukan tema-tema Shelley dengan ciri khas dongeng dan kengerian tubuh ala del Toro menjadi sebuah karya yang megah.[52] Dalam sebuah rave yang penuh semangat, Glenn Kenny dari Rogerebert.com memberikan nilai sempurna, dengan gigih membela integritas adaptasi tersebut, memberikan pujian kepada del Toro karena telah menciptakan sesuatu yang hampir baru dari materi sumber yang sudah dikenal dengan tetap "setia secara filosofis pada novel Mary Shelley" bahkan ketika dia dengan cerdas memindahkan inti cerita ke latar Victoria yang lebih fantastis, sehingga memperluas sisi kemanusiaan yang ditemukan dalam cerita klasik tersebut.[56] Perspektif yang lebih hati-hati datang dari ulasan Peter Bradshaw dari The Guardian, yang, sambil memberikan film tersebut tiga bintang dari lima dan mengagumi pergeseran naratifnya ke perspektif Sang Makhluk—sebuah elemen kunci dari novel Shelley yang memiliki banyak sudut pandang—berpendapat bahwa "penghormatan mewah dan berlebihan terhadap estetika Victoria" pada akhirnya memurnikan sisi mentah dari kisah tersebut, horor filosofis, menjauhkan diri dari energi transgresif yang ia temukan dalam interpretasi lain.[57] Kritik terhadap pilihan adaptasi ini diasah oleh Ava Elizabeth Jenkins di The Daily Tar Heel, yang, dalam penilaian yang beragam, berpendapat bahwa perubahan karakter tertentu dari rancangan Shelley—seperti menua Victor Frankenstein dan menata ulang peran Elizabeth—pada akhirnya "merusak bobot emosional dari materi sumber," membuat momen-momen penting dari novel tersebut terasa tidak pantas dalam apa yang masih ia sebut sebagai "interpretasi yang indah sekaligus mengerikan."[58] Demikian pula, Peter Debruge dari Variety mencatat bahwa meskipun visi del Toro "lebih mendekati maksud Mary Shelley" dibandingkan dengan sebagian besar adaptasi film sebelumnya, terutama dalam eksplorasinya yang empatik tentang penciptaan dan tujuan, film ini pada akhirnya runtuh karena bebannya sendiri, pilihan struktural dan durasi yang sangat panjang mengurangi kekuatan filosofis yang terkonsentrasi dalam novel tersebut.[59] Konsensus umum menilai Frankenstein karya del Toro sebagai sebuah kisah romantis bergaya Gotik yang megah, yang memprioritaskan inti spiritual novel tersebut di atas kesetiaan literal.
Penghargaan
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| AACTA International Awards | 6 Februari 2026 | Penyutradaraan Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | [60] |
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Menang | |||
| Aktris Pendukung Terbaik | Mia Goth | Nominasi | |||
| AARP Movies for Grownups Awards | 10 Januari 2026 | Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | Menang | [61] |
| Academy Awards | 15 Maret 2026 | Film Terbaik | Guillermo del Toro, J. Miles Dale, dan Scott Stuber | Nominasi | [62] |
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Produksi Terbaik | Production Design: Tamara Deverell; Set Decoration: Shane Vieau | Menang | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Tata Rias dan Penataan Rambut Terbaik | Mike Hill, Jordan Samuel, and Cliona Furey | Menang | |||
| Musik Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Tata Suara Terbaik | Greg Chapman, Nathan Robitaille, Nelson Ferreira, Christian Cooke, and Brad Zoern | Nominasi | |||
| African-American Film Critics Association | 9 Desember 2025 | Top 10 Films of the Year | Frankenstein | peringkat ke-4 | [63] |
| Alliance of Women Film Journalists | Januari 2026 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [64] |
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| American Film Institute Awards | 4 Desember 2025 | Top 10 Films | Frankenstein | Menang[a] | [4] |
| Astra Film Awards | 9 Januari 2026 | Film Terbaik – Drama | Frankenstein | Nominasi | [65] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Nominasi | ||||
| Aktor Pendukung Terbaik – Drama | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| 11 Desember 2025 | Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | [66] | |
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Tata Rias dan Tata Rambut Terbaik | Mike Hill, Jordan Samuel, dan Cliona Furey | Menang | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Menang | |||
| Tata Suara Terbaik | Nathan Robitaille, Nelson Ferreira, Christian Cooke, Brad Zoern, dan Greg Chapman (Teknisi Suara Produksi) | Nominasi | |||
| Aksi Terbaik | Frankenstein | Nominasi | |||
| Koordinator Aksi Terbaik | Eli Zagoudakis & Marshall Virtue | Nominasi | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, dan José Granell | Nominasi | |||
| Austin Film Critics Association | 18 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [67] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Skor Asli Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, and José Granell | Nominasi | |||
| Film Ulang/Waralaba Terbaik | Frankenstein | Nominasi | |||
| Celebration of Cinema and Television | 24 Oktober 2025 | Aktor – Film | Oscar Isaac | Menang | [68] |
| Chicago Film Critics Association | 11 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | [69] |
| Tata Artistik Terbaik/Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Menang | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Penggunaan Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess and Ivan Busquets (VFX supervisors) dan José Granell | Nominasi | |||
| Cinema Audio Society Awards | 7 Maret 2026 | Filmmaker Award | Guillermo del Toro | Menang | [70] |
| Costume Designers Guild Awards | 12 Februari 2026 | Keunggulan dalam Film Periode | Kate Hawley | Menang | [71] |
| Critics' Choice Movie Awards | 4 Januari 2026 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [72] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Menang | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Menang | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Tata Rambut dan Riasan Terbaik | Mike Hill, Jordan Samuel, Cliona Furey | Menang | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, José Granell | Nominasi | |||
| Tata Suara Terbaik | Nathan Robitaille, Nelson Ferreira, Christian Cooke, Brad Zoern dan Greg Chapman | Nominasi | |||
| Dallas–Fort Worth Film Critics Association | 17 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | peringkat ke-7 | [73] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | peringkat ke-5 | |||
| Skor Musik Terbaik | Alexandre Desplat | Runner-up | |||
| Deadline Contenders | 15 November 2025 | Contenders Hall Of Fame Award | Guillermo del Toro | Dianugerahi | [74] |
| Directors Guild of Canada | 8 November 2025 | Feature Film Crew Of The Year | Frankenstein | Menang | [75] |
| Florida Film Critics Circle | 19 Desember 2025 | Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, dan José Granell | Runner-up | [76] |
| Desain Produksi & Pengarahan Seni Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Runner-up | |||
| Golden Globe Awards | 11 Januari 2026 | Film Terbaik – Drama | Frankenstein | Nominasi | [77] |
| Aktor Terbaik dalam Film – Drama | Oscar Isaac | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik – Film | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Skor Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Gotham Awards | 1 Desember 2025 | Penampilan Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | [78][79] |
| Vanguard Tribute | Guillermo del Toro, Oscar Isaac dan Jacob Elordi | Menang | |||
| Hamilton Behind the Camera Awards | 5 November 2025 | Tata Rambut dan Tata Rias | Mike Hill | Menang | [80][81] |
| Hollywood Music in Media Awards | 19 November 2025 | Latar Musik – Film Panjang | Alexandre Desplat | Nominasi | [82] |
| The Hollywood Reporter Trailblazer Awards | 19 September 2025 | Trailblazer Award for Sustainable Production | Frankenstein | Menang | [83] |
| Indiana Film Journalists Association | 15 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [84] |
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Efek Khusus Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess and Ivan Busquets (VFX supervisors) dan José Granell | Menang | |||
| IndieWire Honors | 4 Desember 2025 | Wavelength Award | Jacob Elordi dan Mike Hill | Menang | [85] |
| Kansas City Film Critics Circle | 21 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [86] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Skor Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Film Fiksi Ilmiah/Fantasi/Horor Terbaik | Frankenstein | Nominasi | |||
| Las Vegas Film Critics Society | 19 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [87] |
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sutradara Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Pengarahan Seni Terbaik | Tamara Deverell and Shane Vieau | Menang | |||
| Film Horor/Fiksi Ilmiah Terbaik | Frankenstein | Nominasi | |||
| Los Angeles Film Critics Association | 7 Desember 2025 | Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Runner-up | [88] |
| Penghargaan Festival Film Internasional Marrakech | 6 Desember 2026 | Tribute - Golden Star Award | Guillermo Del Toro | Dianugerahi | [89] |
| Michigan Movie Critics Guild | 8 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [90] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Terobosan Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Festival Film Middleburg | 19 Oktober 2025 | Pencapaian Spesial dalam Penghargaan Desain Kostum | Kate Hawley | Menang | [91] |
| National Board of Review | 3 Desember 2025 | Top 10 Films | Frankenstein | Menang[a] | [3] |
| Newport Beach Film Festival | 22 Oktober 2025 | Sinematografi yang Luar Biasa | Dan Laustsen | Menang | [92] |
| Maverick Award | Jacob Elordi | Menang | [93] | ||
| New York Film Critics Online | 15 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Menang | [94] |
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Online Association Of Female Film Critics | 19 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Menang | [95] |
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, José Granell | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Palm Springs International Film Festival | 3 Januari 2026 | Visionary Award | Guillermo del Toro | Menang | [96] |
| Phoenix Critics Circle | 11 Desember 2025 | Film Fiksi Ilmiah Terbaik | Frankenstein | Menang | [97] |
| Aktor Terbaik dalam Peran Utama | Oscar Isaac | Nominasi | |||
| Aktor Terbaik dalam Peran Pendukung | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Koordinasi Aksi Terbaik | Eli Zagoudakis & Marshall Virtue | Nominasi | |||
| Phoenix Film Critic’s Society | 15 Desember 2025 | Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Menang | [98] |
| San Diego Film Critics Society | 15 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | [99] |
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Menang | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, José Granell | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Runner-up | |||
| Desain Suara Terbaik | Nathan Robitaille, Nelson Ferreira, Christian Cooke, Brad Zoern dan Greg Chapman | Nominasi | |||
| San Francisco Film Critics | 14 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | [100] |
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell | Runner-up | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Festival Film Internasional San Francisco | 12 November 2025 | Penghargaan Sains Sloan dalam Sinema | Frankenstein | Menang | [101] |
| Festival Film Internasional Santa Barbara | 8 Februari 2026 | Virtuoso Award | Jacob Elordi | Menang | [102] |
| Satellite Awards | 8 Maret 2026 | Film Terbaik – Drama | Frankenstein | Nominasi | [103] |
| Sutradara Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Aktor Terbaik dalam Film – Drama | Oscar Isaac | Nominasi | |||
| Aktor Terbaik dalam Peran Pendukung | Jacob Elordi | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Menang | |||
| Skor Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Riasan & Rambut Terbaik | Mike Hill, Jordan Samuel, and Cliona Furey | Nominasi | |||
| Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, and José Granell | Nominasi | |||
| Festival Film Savannah | 1 Oktober 2025 | Icon Award | Oscar Isaac | Menang | [104] |
| 3 November 2025 | Audience Award | Frankenstein | Menang | [105] | |
| Seattle Film Critics Society | 15 Desember 2025 | Aktor Terbaik dalam Peran Pendukung | Jacob Elordi | Nominasi | [106] |
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Skor Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Menang | |||
| Desain Efek Visual Terbaik | Dennis Berardi, Ayo Burgess, Ivan Busquets, José Granell | Nominasi | |||
| Southern Eastern Film Critics Association | 15 Desember 2025 | Top 10 Films of 2025 | Frankenstein | Menang[a] | [107] |
| St. Louis Film Critics Association Awards | 14 Desember 2025 | Film Terbaik | Frankenstein | Nominasi | [108] |
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo del Toro | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Desain Kostum Terbaik | Kate Hawley | Menang | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Menang | |||
| Skor Orisinal Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi | |||
| Film Horor Terbaik | Frankenstein | Nominasi | |||
| The Fashion Awards | 1 Desember 2025 | Perancang Kostum Terbaik Tahun Ini | Kate Hawley | Menang | [109] |
| Toronto Film Critics Association | 7 Desember 2025 | Aktor Terbaik dalam Peran Pendukung | Jacob Elordi | Runner-up | [110] |
| TIFF Tribute Awards | 7 September 2025 | Ebert Director Award | Guillermo del Toro | Dianugerahi | [111] |
| Festival Film Internasional Toronto | 14 September 2025 | People's Choice Award | Frankenstein | Runner-up | [112] |
| Festival Film Internasional Venesia | 6 September 2025 | Golden Lion | Guillermo del Toro | Nominasi | [113] |
| Fanheart3 Award – Graffetta d'Oro untuk Film Terbaik | Frankenstein | Menang | [114] | ||
| Washington DC Area Film Critics Association | 7 Desember 2025 | Aktor Pendukung Terbaik | Jacob Elordi | Nominasi | [115] |
| Skenario Adaptasi Terbaik | Guillermo Del Toro | Nominasi | |||
| Desain Produksi Terbaik | Tamara Deverell dan Shane Vieau | Nominasi | |||
| Sinematografi Terbaik | Dan Laustsen | Nominasi | |||
| Skor Terbaik | Alexandre Desplat | Nominasi |
Catatan
Referensi
- ^ Lang, Brent (August 20, 2025). "Guillermo del Toro Unpacks 'Frankenstein': The 30-Year Journey to Make It, Getting a Netflix Theatrical Release and Why He Axed the Plan for Two Movies". Variety. Diakses tanggal October 17, 2025.
- ^ "Frankenstein (2025) – Financial Information". The Numbers. Diakses tanggal November 21, 2025.
- ^ a b Lewis, Hilary (December 3, 2025). "National Board of Review Names 'One Battle After Another' as Best Film of 2025". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal December 3, 2025.
- ^ a b Hammond, Pete (2025-12-04). "AFI Awards Movie Top 10: 'Sinners', 'Avatar: Fire And Ash', 'Jay Kelly' Among Honorees". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ^ Dunn, Jack (June 1, 2025). "Guillermo del Toro's 'Frankenstein' Trailer: Oscar Isaac's Mad Scientist Turns Jacob Elordi Into a Monster". Variety. Diakses tanggal June 1, 2025.
- ^ Cremona, Patrick (January 31, 2025). "Guillermo del Toro's Frankenstein: Release date speculation and latest news". Radio Times. Diakses tanggal March 26, 2025.
- ^ Mike Sampson (October 26, 2007). "Guillermo talks!". JoBlo.com. Diarsipkan dari asli tanggal February 3, 2014. Diakses tanggal October 27, 2007.
- ^ Adler, Shawn (January 1, 2008). "Guillermo Del Toro Ready To Unleash Frankenstein's Monster". MTV Movies Blog. Diarsipkan dari asli tanggal September 18, 2015. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Chris Hewitt (February 8, 2008). "Guillermo Del Toro Talks The Hobbit". Empire. Diarsipkan dari asli tanggal November 23, 2011. Diakses tanggal February 8, 2008.
- ^ Hamman, Cody (November 21, 2024). "Everything We Know About Guillermo del Toro's Frankenstein (Behind the scenes image!)". JoBlo.com. Diakses tanggal February 11, 2025.
- ^ Fleming, Michael (September 3, 2008). "Guillermo Del Toro booked thru 2017". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 10, 2023. Diakses tanggal October 8, 2023.
- ^ "Guillermo Del Toro Casts Doug Jones in Frankenstein". June 14, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal June 16, 2009. Diakses tanggal June 24, 2009.
- ^ "Guillermo del Toro Leaves "The Hobbit," So What's Next for the Director? – MTV". MTV. Diarsipkan dari asli tanggal November 19, 2016. Diakses tanggal November 19, 2016.
- ^ Frappier, Rob (June 24, 2009). "Doug Jones Talks Frankenstein, The Hobbit, & Hellboy 3". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 28, 2009. Diakses tanggal June 24, 2009.
- ^ "Guillermo del Toro's "Frankenstein" Monster Was "Hauntingly Beautiful," Says Doug Jones". Collider. October 29, 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 2, 2021. Diakses tanggal February 3, 2024.
- ^ Radish, Christina (July 27, 2010). "SDCC2010: Guillermo del Toro Interview DON'T BE AFRAID OF THE DARK; Plus Info on THE HAUNTED MANSION, FRANKENSTEIN and HELLBOY". Collider. Diakses tanggal December 6, 2024.
- ^ Jagernauth, Kevin (July 6, 2013). "Guillermo Del Toro Wants Benedict Cumberbatch For 'Frankenstein', Charlie Kaufman Writing 'Slaughterhouse-Five'". IndieWire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 10, 2023. Diakses tanggal October 8, 2023.
- ^ Chitwood, Adam (July 17, 2014). "Guillermo del Toro Says Universal Wants Him to Do FRANKENSTEIN; Would Like to See the Universal Monster Universe Done as Period Movies". Collider. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Douglas, Edward (July 18, 2016). "Guillermo del Toro on Frankenstein, Pinocchio, The Strain & More at Fantasia Fest". Den of Geek. Diarsipkan dari asli tanggal July 29, 2020. Diakses tanggal March 3, 2024.
- ^ Weintraub, Steve (July 25, 2020). "Guillermo del Toro and Scott Cooper on Antlers and Filmmaking | Comic-Con@Home 2020" (video). YouTube (dalam bahasa Inggris). Comic-Con International. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 3, 2024. Diakses tanggal November 2, 2023.
- ^ Shanfeld, Ethan (March 15, 2023). "Guillermo del Toro Eyes Andrew Garfield, Oscar Isaac, Mia Goth for 'Frankenstein' Movie at Netflix". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 15, 2023. Diakses tanggal March 15, 2023.
- ^ Weintraub, Steve; Jones, Tamera (October 9, 2023). "Watch Guillermo del Toro Talk 'Pacific Rim,' 'Frankenstein,' His 'Jabba the Hut' Movie, and More in Hour-Long Interview [Exclusive]". Collider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 18, 2023. Diakses tanggal October 10, 2023.
- ^ Kroll, Justin (January 7, 2024). "Jacob Elordi To Play Frankenstein Monster In Guillermo Del Toro's Adaptation For Netflix; 'All Quiet On The Western Front' Breakout Felix Kammerer & 'Sweet Tooth' Star Christian Convery Also In Ensemble". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 22, 2024. Diakses tanggal January 25, 2024.
- ^ a b Rubin, Rebecca (January 7, 2024). "Jacob Elordi to Play Frankenstein's Monster in Guillermo del Toro's Netflix Adaptation". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 8, 2024. Diakses tanggal January 25, 2024.
- ^ Andrew Garfield Dropped Out of 'Frankenstein,' Leaving Nine Weeks to Recast and Transform Jacob Elordi: 'You Can't Be More Under Pressure Than That'
- ^ a b Kantorowicz, Asymina (January 24, 2024). "Guillermo Del Toro & The Cast Of The New 'Frankenstein' Film Stopped By A Toronto Restaurant". Narcity Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 24, 2024. Diakses tanggal January 24, 2024.
- ^ Squires, John (April 15, 2024). "Ralph Ineson Has a "Pivotal Cameo" in Guillermo del Toro's 'Frankenstein'". Bloody Disgusting. Diakses tanggal April 16, 2024.
- ^ https://www.mundoamerica.com/entertainment/2025/10/21/68f74fa0e9cf4ac0408b4584.html
- ^ Gearan, Hannah (September 30, 2024). "Guillermo del Toro's Mysterious Frankenstein Movie Wraps Filming". Screen Rant. Diakses tanggal September 30, 2024.
- ^ Blackhall, Cara (September 9, 2024). "Edinburgh Royal Mile taken over by film crews for new 'Frankenstein movie'". Edinburgh Live (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal December 3, 2024.
- ^ Parkhill, Harry (September 18, 2024). "Stately home closed for Netflix filming - BBC". BBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal July 27, 2025.
- ^ a b Lang, Brent (May 18, 2025). "Guillermo del Toro Teases 'Incredibly Emotional' 'Frankenstein' at Cannes: 'I'm Not Doing a Horror Movie'". Variety. Diakses tanggal May 27, 2025.
- ^ Garner, Glenn (October 7, 2025). "Oscar Isaac Explains Guillermo Del Toro's 'Frankenstein' Is "Very Mexican Catholic", Mia Goth Doesn't See It "As A Horror Film"". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal October 9, 2025.
- ^ "Alexandre Desplat Scoring Guillermo del Toro's 'Frankenstein'". Film Music Reporter. January 30, 2025. Diakses tanggal October 5, 2025.
- ^ Wiseman, Andreas (August 30, 2025). "Guillermo Del Toro: "The Battle In Telling Stories Is On Two Fronts: The Size Of The Screen, But Also The Size Of The Ideas" — Venice". Deadline Hollywood. Diakses tanggal September 21, 2025.
- ^ Rooney, David (August 30, 2025). "'Frankenstein' Review: Guillermo del Toro Transcends Horror in Emotionally Charged Take on Mary Shelley Led by Oscar Isaac and Jacob Elordi". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal September 21, 2025.
- ^ "In the Screening Room with Guillermo del Toro (Frankenstein)". October 28, 2025 – via YouTube.
- ^ Taylor, Drew (January 30, 2025). "Guillermo del Toro's 'Frankenstein' Is Grisly and Lush in First Footage of Jacob Elordi's Monster". TheWrap. Diakses tanggal September 21, 2025.
- ^ Rubin, Rebecca (July 21, 2025). "Aziz Ansari's 'Good Fortune,' Guillermo del Toro's 'Frankenstein,' 'The Smashing Machine' and More Added to TIFF Lineup". Variety.
- ^ "Frankenstein". TIFF (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal August 12, 2025.
- ^ Ramachandran, Naman (August 26, 2025). "Shu Qi's 'Girl' and 'Resurrection' Among Competition Titles as Busan Film Festival Unveils Lineup for 30th Edition". Variety (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal August 26, 2025.
- ^ Frankenstein - 30th Busan International Film Festival
- ^ Ramachandran, Naman (August 26, 2025). "Shu Qi's 'Girl' and 'Resurrection' Among Competition Titles as Busan Film Festival Unveils Lineup for 30th Edition". Variety (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal August 26, 2025.
- ^ Frankenstein - 30th Busan International Film Festival
- ^ Ford, Lily (2025-09-03). "'Jay Kelly,' 'Hamnet,' 'Frankenstein,' 'After The Hunt,' 'Is This Thing On?' Among Major Premieres in Full BFI London Film Festival Lineup". The Hollywood Reporter (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-13.
- ^ a b "Guillermo del Toro, Oscar Isaac y Jacob Elordi presentarán 'Frankenstein' en México". La Vanguardia (dalam bahasa Spanyol). October 17, 2025. Diakses tanggal October 19, 2025.
- ^ D'Alessandro, Anthony (January 30, 2025). "Netflix 2025 Movie Slate: Dates For Guillermo Del Toro's 'Frankenstein', 'Old Guard 2', Ben Affleck & Matt Damon's 'RIP', 'Wake Up Dead Man: Knives Out Mystery' & More". Deadline Hollywood. Diakses tanggal January 30, 2025.
- ^ Squires, John (2025-08-18). "Guillermo del Toro's 'Frankenstein' Coming to Theaters in October and Netflix in November [Posters]". Bloody Disgusting! (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-18.
- ^ Lang, Brent (February 23, 2026). "'KPop Demon Hunters,' Guillermo del Toro's 'Frankenstein' Joining Criterion Collection (EXCLUSIVE)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal February 23, 2026. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Frankenstein". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal December 21, 2025.
- ^ "Frankenstein". Metacritic. Fandom, Inc. Diakses tanggal December 6, 2025.
- ^ a b Graham, Jamie (14 October 2025). "Frankenstein (2025) Review". Empire. Diakses tanggal 24 October 2025.
- ^ Greenbaum, Dov (15 November 2025). "Can AI developers avoid Frankenstein's fateful mistake?". The Los Angeles Times. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ Wilkinson, Alissa (16 October 2025). "'Frankenstein' Review: Guillermo del Toro's Creature Rises". The New York Times. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ Rooney, David (30 August 2025). "'Frankenstein' Review: Guillermo del Toro Transcends Horror in Emotionally Charged Take on Mary Shelley Led by Oscar Isaac and Jacob Elordi". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ Kenny, Glenn (7 November 2025). "Frankenstein". RogerEbert.com. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ Bradshaw, Peter (30 August 2025). "Frankenstein review – Guillermo del Toro reanimates a classic as a monstrously beautiful melodrama". The Guardian. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ Jenkins, Ava Elizabeth (4 November 2025). "Review: Guillermo del Toro's 'Frankenstein' makes a monster of its source material". The Daily Tar Heel. Diakses tanggal 22 November 2025.
- ^ "'Frankenstein' Review: Guillermo del Toro's Monster Ambitions". Variety. 30 August 2025. Diakses tanggal 13 December 2025.
- ^ Hammond, Pete (December 18, 2025). "'One Battle After Another' & 'Hamnet' Lead Australia's AACTA International Awards Nominations". Deadline Hollywood. Diakses tanggal December 18, 2025.
- ^ "Announcing AARP's Movies for Grownups Awards Nominees". AARP.
- ^ Moreau, Jordan (2026-01-22). "Oscar Nominations 2026: 'Sinners' Dominates With 16 Nods, 'One Battle After Another' Follows With 13". Variety (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 23, 2026. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ^ Hipes, Patrick (December 9, 2025). "African American Film Critics Association Names 'Sinners' Best Film of 2025". Deadline Hollywood. Diakses tanggal December 11, 2025.
- ^ https://awardswatch.com/alliance-of-women-film-journalists-awfj-one-battle-after-another-hamnet-lead/
- ^ "The 2025 Hollywood Creative Alliance's (HCA) Astra Film Award Nominations". nextbestpicture.com. 2025-11-25. Diakses tanggal 2025-11-28.
- ^ "The 2025 Hollywood Creative Alliance's (HCA) Astra Creative Arts Awards Nominations". November 19, 2025.
- ^ "The 2025 Austin Film Critics Association (AFCA) Nominations".
- ^ Hammond, Pete (2025-09-17). "America Ferrera, 'Frankenstein' Star Oscar Isaac, Andy Garcia Among Honorees For 5th Annual Critics Choice Celebration Of Latino Cinema & TV". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-22.
- ^ "The 2025 Chicago Film Critics Association (CFCA) Nominations".
- ^ Beatrice, Verhoeven (2025-10-07). "Guillermo del Toro to Receive Cinema Audio Society's 2026 Filmmaker Award". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ "AwardsWatch - Costume Designers Guild (CGD): 'Weapons,' 'Hamnet,' 'Avatar: Fire and Ash' Score Nominations".
- ^ Davis, Clayton (December 5, 2025). "Critics Choice Awards Nominations: 'Sinners' Dominates With 17 Noms, Cynthia Erivo Snubbed for 'Wicked: For Good'". Variety. Diakses tanggal December 5, 2025.
- ^ Neglia, Matt (December 17, 2025). "The 2025 Dallas Fort-Worth Film Critics Association (DFWFCA) Winners". Next Best Picture (dalam bahasa American English). Diakses tanggal December 17, 2025.
- ^ Matt, Grobar (2025-11-15). "Guillermo Del Toro Says Working With Weinstein Brothers Was Worse Than Having Father Taken Hostage; Filmmaker Accepts Inaugural Contenders Hall Of Fame Award". Deadline. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ^ "WINNERS ANNOUNCED FOR 24TH ANNUAL DGC AWARDS". 2025-11-10. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ "One Win After Another for Paul Thomas Anderson's Pynchonesque Picture".
- ^ Moreau, Jordan (8 December 2025). "Golden Globes 2026 Nominations: 'One Battle After Another' Tops Films With Nine Nods, 'White Lotus' Leads TV With Six". Variety. Diakses tanggal 8 December 2025.
- ^ Lewis, Hilary (2025-10-28). "Gotham Film Awards Nominations: 'One Battle After Another' Leads With a Record Six Nods". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 2025-10-28.
- ^ Levy, Giana (2025-10-09). "Guillermo del Toro, Oscar Isaac and Jacob Elordi to Receive Gotham Vanguard Tribute for 'Frankenstein' (EXCLUSIVE)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-10.
- ^ "14th Annual Hamilton Behind the Camera Awards Honorees Announced in Partnership With Variety". Variety. 2025-11-05.
- ^ ""Frankenstein" director Guillermo del Toro honors hair and makeup artist Mike Hill". 2025-11-07 – via YouTube.
- ^ Pedersen, Erik (2025-11-05). "'Wicked: For Good', 'Sinners' & 'F1' Lead Hollywood Music In Media Awards Nominations". Deadline Hollywood (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ "Guillermo del Toro's 'Frankenstein' Honored With THR's Inaugural Trailblazer Award for Sustainable Production at TIFF". The Hollywood Reporter. 2025-09-19. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-10-03. Diakses tanggal 2025-09-19.
- ^ "The 2025 Indiana Film Journalists Association (IFJA) Winners".
- ^ Jones, Marcus (2025-11-12). "IndieWire Honors to Toast Adam Sandler, Kristen Stewart, Chase Infiniti, and More". IndieWire (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-16.
- ^ "AwardsWatch - Kansas City Film Critics Circle (KCFCC) Nominations: 'One Battle After Another,' 'Sinners Lead'". AwardsWatch (dalam bahasa American English). 2025-12-15. Diakses tanggal 2025-12-16.
- ^ "AwardsWatch - Las Vegas Film Critics Society (LVFCS) Winners: Amanda Seyfried, Timothée Chalamet and More".
- ^ "The 2025 Los Angeles Film Critics Association (LAFCA) Winners".
- ^ "Marrakech International Film Festival 2025 honors Guillermo del Toro with Golden Star Award". MSN (dalam bahasa American English).
- ^ "The 2025 Michigan Movie Critics Guild (MMCG) Nominations". December 5, 2025.
- ^ "AwardsWatch - 'Rental Family' to Close 13th Middleburg Film Festival; 'Eternity', 'The Secret Agent' Set as Spotlights". AwardsWatch (dalam bahasa American English). October 2, 2025. Diakses tanggal October 3, 2025.
- ^ "26th ANNUAL NEWPORT BEACH FILM FESTIVAL ANNOUNCES 2025 AWARDS WINNERS". Newport Beach Film Festival.
- ^ Scott, Feinberg (2025-10-23). "Newport Beach Film Fest: 'Frankenstein' Star Jacob Elordi Set for Maverick Award, Live 'Awards Chatter' Episode". The Hollywood Reporter.
- ^ "The 2025 New York Film Critics Online (NYFCO) Winners".
- ^ Matt, Neglia (December 17, 2025). "The 2025 Online Association Of Female Film Critics (OAFFC) Nominations". Next Best Picture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal December 18, 2025.
- ^ Pedersen, Erik (December 4, 2025). "'Frankenstein' Director & Stars Set For Visionary Award From Palm Springs Film Festival". Deadline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal December 6, 2025.
- ^ ""One Battle After Another" dominates PFCS 2025 Awards". Phoenix Film Critics Society.
- ^ https://phoenixfilmcriticssociety.org/home/f/%E2%80%9Cone-battle-after-another%E2%80%9D-dominates-pfcs-2025-awards
- ^ "The 2025 San Diego Film Critics Society (SDFCS) Winners".
- ^ "The 2025 San Francisco Bay Area Film Critics Circle (SFBAFCC) Winners".
- ^ "Sloan Science in Cinema Prize: Frankenstein". SFFILM (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-28.
- ^ Schwartz, Missy (2025-10-30). "Jacob Elordi, Chase Infiniti Among 2026 Santa Barbara Film Festival Honorees". TheWrap (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-30.
- ^ "IPA set to Celebrate the 30th Annual Satellite Awards". International Press Academy. December 16, 2025. Diakses tanggal December 16, 2025.
- ^ "AwardsWatch - 2025 SCAD Savannah Film Festival Honorees Include Rose Byrne, Oscar Isaac, Dylan O'Brien and Tessa Thompson". AwardsWatch (dalam bahasa American English). October 1, 2025. Diakses tanggal October 2, 2025.
- ^ "AwardsWatch - 'Frankenstein,' 'No Other Choice' Top Audience Awards at 2025 SCAD Savannah Film Festival". AwardsWatch (dalam bahasa American English). 2025-11-03. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ^ "The 2025 Seattle Film Critics Society (SFCS) Winners".
- ^ "AwardsWatch - Southern Eastern Film Critics Association (SEFCA) Awards: 'Sinners,' 'One Battle After Another' Top Most Wins". AwardsWatch (dalam bahasa American English). 2025-12-15. Diakses tanggal 2025-12-16.
- ^ "The 2025 St. Louis Film Critics Association (StLFCA) Winners".
- ^ Adegeest, Don-Alvin (28 November 2025). "Kate Hawley named first-ever Costume Designer of the Year at The Fashion Awards 2025". FashionUnited. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 16, 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ^ "The 2025 Toronto Film Critics Association (TFCA) Winners". December 7, 2025.
- ^ John, Hazelton (31 July 2025). "TIFF Tribute Awards for Guillermo del Toro, Jodie Foster, Hikari, Lee Byung Hun". Screen Daily (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 July 2025.
- ^ Erbland, Kate (14 September 2025). "The Toronto International Film Festival 2025 Awards Are Being Announced Now (Updating)". IndieWire. Diakses tanggal 14 September 2025.
- ^ Shafer, Ellise; Vivarelli, Nick (July 22, 2025). "Venice Film Festival Lineup: Guillermo del Toro's 'Frankenstein', Yorgos Lanthimos' 'Bugonia' With Emma Stone, Benny Safdie's 'Smashing Machine', Luca Guadagnino's 'After the Hunt' and More". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal July 22, 2025.
- ^ "Collateral awards and events of the 82nd Venice Film Festival". Venice Film Festival. Diakses tanggal 6 September 2025.
- ^ Prathk. "The 2025 Washington DC Area Film Critics Association (WAFCA) Nominations".
Pranala luar
- Situs web resmi
- Frankenstein di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Frankenstein di Netflix
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


