Festival Seni Sukorejo
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |
| Jenis | Festival Seni dan Budaya |
|---|---|
| Frekuensi | Tahunan |
| Lokasi | Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban |
| Waktu | Biasanya bulan September |
| Tahun Aktif | 2018–sekarang |
| Penyelenggara | Pemerintah Desa Sukorejo, Pokdarwis, Sanggar Seni Ngripto Raras |
| Situs Web | Akun Instagram KJS |
Festival Seni Sukorejo (disingkat FSS) adalah sebuah festival seni dan budaya tahunan yang diselenggarakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Acara ini merupakan perhelatan utama yang menampilkan berbagai potensi seni dan tradisi lokal, sekaligus menjadi ikon dari Kampung Jawa Sukorejo (KJS).[1]
Festival ini digagas sebagai panggung utama bagi para seniman lokal untuk berekspresi, sekaligus sebagai upaya regenerasi dan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Selain itu, FSS juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui bazar UMKM.[2]
Latar Belakang dan Tujuan
Festival Seni Sukorejo lahir dari semangat masyarakat dan para pegiat seni lokal, terutama yang bernaung di bawah Sanggar Seni Ngripto Raras, untuk menciptakan sebuah wadah ekspresi bersama. Desa Sukorejo yang memiliki kekayaan seni tradisi seperti karawitan, pedalangan, sandur, dan tari, membutuhkan sebuah acara puncak yang mampu menampilkan seluruh potensi tersebut kepada publik yang lebih luas.
Tujuan utama penyelenggaraan FSS adalah:
- Pelestarian Budaya: Menjaga dan nguri-uri (melestarikan) kesenian tradisional Jawa agar tidak punah.
- Regenerasi Seniman: Mendorong minat dan partisipasi generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan seni dan budaya.
- Pemberdayaan Ekonomi: Memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Promosi Desa Wisata: Memperkuat citra Sukorejo sebagai desa wisata budaya unggulan di Kabupaten Tuban.
Konsep Acara
Setiap tahunnya, Festival Seni Sukorejo mengusung konsep yang memadukan berbagai elemen budaya, antara lain:
- Pawai Budaya: Karnaval yang diikuti oleh warga dari berbagai RT, dusun, dan lembaga pendidikan, menampilkan kostum, properti, dan pertunjukan seni jalanan.
- Pagelaran Seni: Pementasan berbagai kesenian di panggung utama, seperti wayang kulit, wayang krucil, tari tradisional, tongklek, jaranan, dan teater rakyat sandur.
- Kirab Pusaka dan Tumpeng: Prosesi arak-arakan membawa pusaka desa dan tumpeng sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur dan rasa syukur.
- Bazar UMKM: Area pameran yang menampilkan produk-produk kuliner, kerajinan, dan ekonomi kreatif lainnya dari warga desa.
Penyelenggaraan per Tahun
Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2018, FSS secara konsisten diselenggarakan setiap tahun, bahkan saat pandemi dengan format yang disesuaikan.
- FSS ke-1 (2018)
Diselenggarakan dengan tema Merangkai Tradisi Menembus Globalisasi. Festival perdana ini berlangsung selama lima hari dan menjadi penanda dimulainya tradisi FSS. Acara diisi dengan pertunjukan kesenian lokal seperti Wayang Kulit dan Kentrung.[3][1]
- FSS ke-2 (2019)
Digelar pada 25–29 September 2019. Edisi kedua ini dimeriahkan dengan Kirab Pusaka dan Pawai 1.001 Tumpeng yang menjadi salah satu daya tarik utama. Pertunjukan Wayang Krucil dan Tongklek juga turut memeriahkan acara.[4]
- FSS ke-3 (2020)
Mengusung tema Tamba Teka Lara Lunga (Obat Datang, Sakit Pergi), festival ini beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19. Acara digelar secara virtual dari Sanggar Seni Ngripto Raras dan disiarkan melalui kanal YouTube, menunjukkan komitmen para seniman untuk tetap berkarya.[5]
- FSS ke-4 (2022)
Setelah jeda satu tahun, FSS kembali digelar secara luring dengan tema Gumregah Ngreksa Kabudayan Nuswantara. Acara ini diikuti oleh 200 penari jaranan, pawai antar desa, dan diramaikan oleh bazar UMKM.[6]
- FSS ke-5 (2023)
Pawai karnaval budaya menjadi highlight utama, diikuti oleh ratusan peserta dari 18 RT dan berbagai lembaga pendidikan. Antusiasme warga menunjukkan FSS telah menjadi acara yang dinantikan.[7]
- FSS ke-6 (2024)
Diselenggarakan pada 20–22 September 2024 oleh Pokdarwis desa. Festival ini menampilkan kesenian khas seperti Jaranan Dor dan Tongklek.[8]
- FSS ke-7 (2025)
Berlangsung pada 18–20 September 2025 di Taman Budaya Sukorejo. Tema yang diusung adalah Warga Sukorejo Berkarya: Satu Desa Seribu Karya, Satu Karya Berjuta Makna.[9]
Referensi
- ^ a b "Festival Seni Sukorejo Upaya Lestarikan Kesenian Lokal". Media Center Tuban. 17 September 2018. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Lewat Festival Seni, Cara Desa di Tuban Ini Lestarikan Budaya dan Dongkrak Ekonomi Warga". Jatim Now. 21 September 2024. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Yuk Datang ke Festival Seni Sukorejo". Blok Tuban. 16 September 2018. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Kirab Pusaka dan 1.001 Tumpeng Awali FSS II". Blok Tuban. 25 September 2019. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ FESTIVAL SENI SUKOREJO #3 (VIRTUAL). NGRIPTO RARAS OFFICIAL. 4 Oktober 2020. Diakses tanggal 24 September 2025. ;
- ^ "Festival Seni Sukorejo Resmi Dibuka, Digelar Selama Enam Hari". Pemerintah Kabupaten Tuban. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Festival Seni Sukorejo Tuban 2023, Ratusan Peserta Ikuti Pawai Karnaval Budaya". Berita Keadilan. 3 Oktober 2023. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Pokdarwis Desa Sukorejo Parengan Tuban Sukses Gelar FSS ke-VI". iNews Tuban. 22 September 2024. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ^ "Festival Seni Sukorejo ke-7 Siap Digelar, Wujud Sinergi Warga Lestarikan Budaya". Nusa Daily. 10 September 2025. Diakses tanggal 24 September 2025.
Lihat Pula
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


