Feniramin

Feniramin
Data klinis
Nama dagangAvil, dll
AHFS/Drugs.comInternational Drug Names
MedlinePlusa606008
Kategori
kehamilan
  • AU: A
Rute
pemberian
Oral; injection (intramuscular or slow intravenous); topical (ophthalmic/nasal solution)
Kode ATC
Data farmakokinetika
MetabolismeHepatic hydroxylation, demethylation and glucuronidation
EkskresiRenal
Pengenal
  • N,N-Dimethyl-3-phenyl-3-pyridin-2-yl-propan-1-amine
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.001.506 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC16H20N2
Massa molar240,35 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • n1ccccc1C(c2ccccc2)CCN(C)C
  • InChI=1S/C16H20N2/c1-18(2)13-11-15(14-8-4-3-5-9-14)16-10-6-7-12-17-16/h3-10,12,15H,11,13H2,1-2H3 checkY
  • Key:IJHNSHDBIRRJRN-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Feniramin adalah suatu antihistamin yang memiliki sifat antikolinergis yang digunakan untuk pengobatan alergi seperti hay fever atau urtikaria. Feniramine mempunyai efek sedasi yang relatif kuat, dan terkadang digunakan sebagai obat tidur seperti antihistamin lain seperti difenhidramin. Feniramine juga umum ditemui pada produk tetes mata yang digunakan untuk pengobatan allergic conjunctivitis.

Feniramin dipatenkan pada tahun 1948.[1] Feniramin biasanya dipasarkan dalam produk kombinasi dengan obat lain, meski ada juga produk yang hanya berisi zat aktif feniramin.

Efek samping

Feniramin bisa menyebabkan kantuk atau bradikardia, sedangkan penggunaan berlebih bisa menyebabkan gangguan tidur.[butuh rujukan]

Overdosis feniramin bisa menyebabkan sawan, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.[butuh rujukan]

Orang yang menggunakan kortisol dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya menghindari penggunaan feniramin karena bisa mengurangi kadar adrenalin (epinefrin) yang bisa menyebabkan kehilangan kesadaran.[butuh rujukan]

Feniramin adalah senyawa yang bersifat delirian (halusinogen) pada dosis yang berbahaya. Konsumsi korisidin untuk tujuan rekreasi berbahaya karena mengandung dekstrometorfan dan klorfenamin yang memberikan efek disosiatif (halusinogenik).[butuh rujukan]

Senyawa turunan

Proses halogenasi feniramin bisa meningkatkan potensinya menjadi 20 kali lipat. Turunan terhalogenasi dari feniramin antara lain klorfenamin, bromfeniramin, deksklorfeniramin, deksbromfeniramin, dan zimelidin. Dua turunan terhalogenasi, fluorfeniramin dan iodofeniramin, sedang diteliti untuk pengobatan malaria dan beberapa jenis kanker.

Senyawa analog feniramin lainnya antara lain triprolidin. Beberapa senyawa yang serupa antara lain difenhidramin, doksilamin, dan tripelenamin.

Stereoisomer

Feniramin mengandung suatu stereocenter dan mempunyai dua enantiomer. Senyawa yang digunakan sebagai obat adalah suatu rasemat, suatu campuran dalam jumlah seimbang antara bentuk (R)- dan (S)-.[2]

Enantiomers of pheniramine

(R)-Pheniramine
CAS number: 56141-72-1

(S)-Pheniramine
CAS number: 23201-92-5

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 546. ISBN 9783527607495. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-14. Diakses tanggal 2020-06-08. ;
  2. ^ von Bruchhausen F, Dannhardt G, Ebel S, Frahm AW, Hackenthal E, Holzgrabe U (2014). Hagers Handbuch der Pharmazeutischen Praxis. Vol. Band 9: Stoffe P-Z (Edisi 5th). Berlin: Springer Verlag. hlm. 121. ISBN 978-3-642-63389-8.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement