Daftar lokomotif di Indonesia

Lokomotif CC203 95 01 menarik Kereta Api Sawunggalih melintasi JPL 81 Bekasi, Jawa Barat

Lokomotif, lok, atau loko adalah bakal pelanting transportasi rel yang menggerakkan kereta api, tetapi tidak digunakan secara langsung untuk mengangkut penumpang. Sementara itu, bakal pelanting berpenggerak yang dapat sekaligus mengangkut penumpang antara lain kereta rel, kereta api berpenggerak sendiri, lori motor, atau kereta berpenggerak. Penggunaan kendaraan ini semakin umum dilakukan pada kereta penumpang, tetapi jarang pada kereta barang.

Saat ini, terdapat lima kelas utama lokomotif yang menjadi armada utama PT KAI. Untuk sistem penomoran lokomotif diatur oleh Kementerian Perhubungan mulai tahun 2011 menggunakan kombinasi huruf,angka yang menunjukan tahun didinaskan dan nomor urut. Kombinasi huruf yang digunakan untuk menunjukkan susunan roda (saat ini ada C, D, BB, dan jenis CC), dan nomor tiga digit digunakan untuk menunjukkan kelas (2 untuk kelas dengan transmisi listrik dan 3 untuk kelas dengan transmisi hidraulis atau mekanik), yang dimulai dari 00. Dua angka di tengah menunjukan lokomotif ini didinaskan pada tahun berapa dan dua atau tiga angka di belakangnya menunjukkan jumlah individu, mulai dari 01.[1]

Misalnya

  • D301 61 25: Lokomotif diesel hidraulis generasi kedua dengan susunan roda D (empat gandar) didinaskan pada tahun 1961 dengan nomor urut 25
  • BB 303 73 01: Lokomotif diesel hidraulis generasi keempat dengan susunan roda Bo-Bo didinaskan pada tahun 1973 dengan nomor urut 01
  • CC 203 95 01: Lokomotif diesel elektrik dengan susunan roda Co-Co generasi ketiga didinaskan pada tahun 1995 dengan nomor urut 01

Berikut ini adalah daftar lokomotif di Indonesia yang pernah/sedang/akan dioperasikan.

Lokomotif uap

Seluruh lokomotif uap di Indonesia dioperasikan selama era kolonial Belanda hingga era PJKA, pada masa-masa 1980-an. Lokomotif pertama di Indonesia adalah NIS 1 dan 2 milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij, untuk melayani jalur kereta api Samarang NIS-Tanggung. Daftar lokomotif uap di Indonesia berikut tidak mencakup semua lokomotif uap yang dioperasikan oleh semua operator KA di Hindia Belanda. Berikut adalah daftar lokomotif uap di Indonesia.[2]

Lokomotif Diesel

Lokomotif diesel adalah kendaraan rel yang menggunakan tenaga diesel untuk menggerakkan seluruh rangkaian kereta api.[2]

Lokomotif Diesel
Lokomotif Diesel-Elektrik
Klasifikasi Lokomotif Pabrik Produksi: Jumlah Unit Yang Diproduksi Jumlah Unit yang Beroperasi Gambar Keterangan
B200 (diberi nama Gajah Mada)[3] SLM (Swiss) 10 Unit 0 Unit lokomotif buatan SLM Swiss yang dikhususkan untuk langsir
BB200 General Motors Electro Motive-Diesel (GM-EMD) ±35 Unit 1 Unit
BB 200 di daerah cepu
lokomotif BB200 adalah lokomotif diesel elektrik milik PT Kereta Api Indonesia buatan pabrik General Motors Electro-Motive Division, Amerika Serikat dengan transmisi daya DC-DC yang saat ini dipakai sebagai lokomotif langsir
BB201 General Motors Electro Motive-Diesel (GM-EMD) ± 11 Unit 0 Unit
Semuanya Afkir, 1 Unit BB201 03 dimonumenkan di BPPT Darman Prasetyo Yogyakarta
BB202 General Motors Electro Motive-Diesel (GM-EMD) 8 Unit 0 Unit
Didatangkan 2x Ke Indonesia pertama pada tahun 1968 sebanyak 3 unit dan tahun 1971 sebanyak 5 unit
BB203 General Electric 59 Unit 5 Unit
BB 203 78 05 MDN milik depo induk medan
52 Unit Dikonversi menjadi CC201 di balai Yasa Lahat dan Balai Yasa Yogyakarta
BB204 SLM (Swiss) 17 Unit 0 Unit
BB 204 yang menarik rangkaian Kereta Api Wisata Danau Singkarak
Lokomotif khusus rel bergerigi, tersisa 2 unit di depo lokomotif solok (BB204 15 dan BB204 16)
CC200 American Locomotive Company (ALCO) dan General Electric 27 Unit 0 Unit
CC 200 15 di museum kereta api ambarawa
saat ini hanya tersisa 1 Unit yaitu CC200 15 di museum Kereta Api Ambarawa sebagai pajangan
CC201 General Electric 144 Unit

92 Unit GE U18C

52 Unit Hasil Konversi BB203

±130 Unit
Unit-Unit lama yang direhab/modifikasi ditandai dengan huruf "R" di akhir Penomorannya
CC202 General Motors Electro Motive-Diesel (GM-EMD) 48 Unit 47 Unit
Dijuluki "Badak Sumatra" karena kekuatannya, 1 Unit afkir karena PLH
CC203 General Electric dan produksi Lokal di INKA Madiun ( GE Locomotif Indonesia) 41 Unit 37 Unit
4 di antara dimiliki oleh PT. TEL (Tanjung Enim Pulp lestari), CC203 juga digunakan untuk menarik Kereta Api Kelas Argo generasi pertama
CC204 General Electric 37 Unit 37 Unit
cc 204 model C20EMP
CC 204 model C18MMi
CC204 memiliki 2 model yaitu C18MMi ( hasil konversi dari CC201 di Balai Yasa Yogyakarta dan INKA Madiun dan C20EMP yang asli didatangkan dari Amerika dilengkapi dengan control komputer ( C20EMP)
CC205 General Motors Electro Motive-Diesel (GM-EMD) 91 Unit 85 Unit
merupakan lokomotif terberat di Indonesia dengan bobot 108ton, digunakan untuk menarik ka Babaranjang, dan memiliki tenaga yang lebih besar dibanding pendahulunya CC202
CC206 General Electric 150 Unit 149 Unit
CC206 Memiliki body kabin ganda seperti lokomotif sebelum tahun 2000an dan boogie dibuat oleh PT. Barata Indonesia, dengan sistem komputer yang lebih baik dibanding CC204
CC207/DF4D (milik Kereta Cepat Indonesia–China untuk kereta cepat Jakarta-Bandung)[4][5][6] CRRC Dalian 1 1 Satu-satunya Lokomotif yang digunakan untuk mendukung sarana KCIC ( Kereta Cepat Indonesia-China) dan memiliki lebar rel Internasional (1435mm)
GK0C (milik Krakatau Steel)[7] CRRC Yangtze 1 1 milik PT. Krakatau Steel dengan gandar B-B dan mesin diesel hidraulik milik Caterpillar dengan standar rel 1.435mm standar internasional
Lokomotif Diesel-Hidraulik
Klasifkasi Lokomotif Pabrik Produksi Jumlah Unit Yang Diproduksi Jumlah Unit Yang Beroperasi Gambar
B301
BB300 Krupp 30 Unit 1 Unit
BB301 Krupp 50 Unit 0 Unit
BB302 Henschel 6 Unit 2 Unit
BB303 Henschel 57 Unit 19 Unit
BB304 Krupp 25 Unit 1 Unit
BB305 Nippon Sharyo, Jenbacher, CFD 7 Unit 0 Unit
BB306 Henschel 22 Unit 1 Unit
Lokomotif Diesel Hidraulik di area Balai Yasa Manggarai.
Lokomotif Diesel Hidraulik di area Balai Yasa Manggarai.
C300
C301
CC300 (milik Ditjen Perkeretaapian) PT INKA 5 Unit 5 Unit
D300 Krupp 30 Unit 1 Unit
D301 Krupp 80 Unit
DD5512 (milik Ditjen Perkeretaapian)[8][9]
Bima Kunthing Bima Kunthing.JPG
Kebo Kuning
Pelita 1
Joko Dolog
Joko Berek
Joko Thole
Ruston (Milik Perhutani Cepu)

Lokomotif listrik

Lokomotif hybrid

Kereta derek

Referensi

  1. ^ Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010 tentang Standar Spesifikasi Teknis Penomoran Sarana Perkeretaapian
  2. ^ a b (Indonesia) Indonesian Heritage Railway: Sarana Diarsipkan 2014-05-13 di Wayback Machine.
  3. ^ "Indonesian Railways". Diakses tanggal 2018-09-13.
  4. ^ "Lokomotif China Railway DF4B Dikirim ke Bandung". Diakses tanggal 2022-02-19.
  5. ^ "Dua Lagi Lokomotif China Railway DF4B Dikirim ke Bandung". Diakses tanggal 2022-02-19.
  6. ^ "Lokomotif DF4B Kembali Tiba di Jakarta, Kali Ini Tidak Sendirian". Diakses tanggal 2022-02-19.
  7. ^ https://redigest.web.id/2017/12/lokomotif-langsir-krakatau-steel-tiba-di-cilegon#.YpMGUR6yR-E
  8. ^ "DD5512: Lokomotif Jepang yang Penuh Misteri". Diakses tanggal 2022-02-19.
  9. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-01. Diakses tanggal 2019-02-26.
  10. ^ https://www.schalke.eu/en/what-we-do/references/

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement