Butri, Putri Worasetsuda

Butri
บุตรี
Putri Siam
Putri Worasetsuda
Kelahiran(1828-06-17)17 Juni 1828
Istana Raja, Bangkok, Rattanakosin
Kematian1 Desember 1907(1907-12-01) (umur 79)
Istana Dusit, Bangkok, Siam
DinastiChakri
AyahNangklao (Rama III dari Rattanakosin)
IbuUeng Kalyanamitra
AgamaBuddha Theravada
Tanda tanganButri บุตรี

Putri Butri (bahasa Thai: บุตรี; 17 Juni 1828 – 1 Desember 1907) adalah putri bungsu Raja Nangklao (Rama III dari Rattanakosin), yang lahir dari Cik Puan Kehormatan Ueng Kalyanamitra.

Biografi

Putri Butri lahir pada tanggal 17 Juni 1828, putri dari Raja Rama III dan Cik Puan Kehormatan Ueng Kalyanamitra[1] (nama keluarga Tionghoa: Huang dalam Bahasa Mandarin atau Ung dalam Bahasa Hokkien), seorang selir Tionghoa.

Putri Butri tumbuh besar bersama Ratu Debsirindra, yang pada saat itu menyandang gelar Putri Ramphoei, karena Nyonya Ueng telah mengadopsi Putri Ramphoei yang kehilangan orang tuanya.

Di Istana Raja, Putri Butri bertugas sebagai guru bagi semua anak Raja Rama IV, termasuk Raja Rama V di masa kecilnya.[2] Kemudian, pada tahun 1896, Raja Rama V menganugerahinya gelar Putri Worasetsuda[3], dengan tanggung jawab mengawasi berbagai upacara dan tradisi kerajaan kuno di Istana Raja.

Di tahun-tahun terakhirnya, Putri Butri menderita sakit berkepanjangan dan dirawat oleh Ratu Saovabha Phongsri.[4] Ia meninggal dunia pada tanggal 1 Desember 1907, sekitar pukul 5:00 pagi di Istana Dusit, pada usia 80 tahun. Ia adalah anak kerajaan terakhir yang masih hidup dari Raja Rama III. Jenazahnya dibawa kembali ke Istana Raja untuk upacara keagamaan di bawah pengawasan Raja Rama V.[5]

Gelar, gaya, gelar kehormatan dan penghargaan

Gelar bangsawan untuk
Butri, Putri Worasetsuda
Gaya referensiYang Amat Mulia
Gaya penyebutanPaduka Baginda
Gaya alternatifPhra Ong Chao

Gelar dan gaya

  • 17 Juni 1828 - 6 September 1896: Yang Amat Mulia Putri Butri
  • 6 September 1896 – 1 Desember 1907: Yang Amat Mulia Sang Putri Worasetsuda

Kehormatan

Baris ke-1 Penghargaan Yang Termashyur Orde Wangsa Kerajaan Chakri (1892) Nyonya Salib Besar (Kelas Pertama) Yang Termulia Ordo Chula Chom Klao (1893)[6] Medali Kerajaan Raja Rama VI (Kelas Kedua) (1904)[7]

Dalam budaya populer

Nama Putri Butri dan ibunya, Nyonya Ueng, muncul dalam tulisan Anna Leonowens, di mana ia disebutkan telah memenjarakan seorang budak perempuan Muslim bernama L'ore dan putranya, Thook. Leonowens kemudian mengajukan petisi kepada Raja Mongkut (Rama IV) untuk mengatur pembebasan budak tersebut, dan menawarkan untuk menanggung biayanya sendiri.[8]

Peristiwa ini muncul dalam film Anna and the King tahun 1999, tetapi dalam film tersebut, adegan itu menggambarkan Nyonya Ueng berdebat dengan Raja Rama IV dan Leonowens tanpa menampilkan Putri Butri.[1]

Silsilah

Referensi

  1. ^ "ข่าวพระราชทานเพลิง" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา (dalam bahasa ไทย). 1 (60): 529. 8 มีนาคม พ.ศ. 2428. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ Dhammasami, Khammai (2004). A Study of Monastic Education in Burma and Thailand from the Seventeenth Century to the Present (dalam bahasa Inggris). Universitas Oxford. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  3. ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระบรมราชโองการ ประกาศในการสถาปนาพระเกียรติยศ พระเจ้าราชวรวงษเธอพระองค์เจ้าบุตรีในพระเจ้าบรมมหัยยิกาเธอ ขึ้นเป็น พระเจ้าอัยยิกาเธอ กรมหลวงวรเสรฐสุดา, เล่ม ๑๓, ตอน ๒๓, ๖ กันยายน พ.ศ. ๑๘๙๖, หน้า ๒๓๗
  4. ^ ศรีพรหมา กฤดากร ณ อยุธยา, หม่อม. อัตชีวประวัติหม่อมศรีพรหมา กฤดากร. นนทบุรี : สารคดี, 2562, หน้า 127-128
  5. ^ "ข่าวสิ้นพระชนม์" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา (dalam bahasa ไทย). 24 (36): 936. 8 ธันวาคม ร.ศ. 126. Diakses tanggal 17 สิงหาคม พ.ศ. 2561. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์, เล่ม ๑๐, ตอน ๓๕, ๒๖ พฤศจิกายน พ.ศ. ๒๔๓๖, หน้า ๓๗๔
  7. ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเหรียญรัตนาภรณ์ ฝ่ายใน Diarsipkan 2015-10-02 di Wayback Machine., เล่ม ๒๑, ตอน ๓๒, ๖ พฤศจิกายน พ.ศ. ๒๔๔๗, หน้า ๕๗๐
  8. ^ Leonowens, Anna Harriet. The Romance of the Harem. Bedford : Applewood Books, 2010, p. 42-57

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement