An-Nu'man bin Basyir

Infobox orangAn-Nu'man bin Basyir

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahirank. 622 Suntingan nilai di Wikidata
Madinah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian684 Suntingan nilai di Wikidata (61/62 tahun)
Homs Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianPembunuhan rahasia Suntingan nilai di Wikidata
Pemimpin monarki Jund Hims
683 – 684
← Hushain bin Numair
Governor of Kufa (en) Terjemahkan
679 – 680
← Ibnu Ummul HakamUbaidillah bin Ziyad → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanwali (en) Terjemahkan, muhaddits, gubernur Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPertempuran Shiffin dan Pertempuran Marj Rahith Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakAmrah binti Nu'man, Humaidah binti an-Nu'man, Hindun binti an-Nu'man Suntingan nilai di Wikidata
AyahBasyir bin Sa'ad Suntingan nilai di Wikidata
KerabatAbdullah bin Rawahah (mother's brother (en) Terjemahkan)
Al-Mukhtar ats-Tsaqafi (son-in-law (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata

An-Nu'man bin Basyir al-Anshari (ca 622–684) atau Nu'man bin Basyir, adalah seorang sahabat Nabi Islam Muhammad dari kaum Anshar, suku Khazraj. Ayahnya Basyir juga sahabat dan ikut Pertempuran Badar hingga terbunuh (syahid). Nu'man lahir 14 bulan setelah Hijrah Muhammad ke Madinah. Ibunya bernama Amrah bin Rawahah, saudara perempuan Abdullah bin Rawahah.[1] Nasab lengkapnya Nu'man bin Basyir bin Sa'ad bin Tsa'labah al-Amir al-Amin.[2]

Kehidupan

Nu'man meriwayatkan beberapa hadis, diantaranya, ia bertanya pada Muhammad tentang keutamaan amalan sehingga turunlah ayat Quran Surat at-Taubah ayat 19 yang menyatakan orang yang berjihad lebih utama dari sekedar memberi minum jamaah haji dan meramaikan masjidil haram.[3] Ia juga meriwayatkan hadis tentang bacaan Muhammad saat solat Jumat dan Hari Raya yaitu surat al-A'la dan al-Ghasiyyah. Ia pula yang meriwayatkan hadis tentang hati, yang jika hati itu kotor, maka seluruh tubuh ikut rusak. Dan masih banyak hadis lain sebanyak 114 hadis yang diriwayatkan oleh Nu'man.[4]

Saat Pertempuran Khandaq, Nu'man masih kecil, ia ikut mencangkul parit untuk persiapan tempur, lalu saudarinya datang membawa kurma untuknya dan ayahnya dalam jumlah kecil. Bersamaan itu Muhammad lewat lalu mengambil kurmanya menaruhnya di atas kain lalu mengundang semua sahabat untuk memakan kurmanya hingga mencukupi mereka semua.[5]

Semasa Khalifah Utsman, Nu'man menemukan sahabat Nabi Zaid bin Kharijah wafat, lalu saat keluarganya berkumpul, sehabis maghrib, dari mulut Zaid keluar ucapan-ucapan yang membenarkan Muhammad, dan mengingatkan fitnah yang terjadi pada periode akhir Utsman.[6] Ketika Ali mengumumkan diri sebagai Khalifah, Nu'man menolak berbaiat bersama Hassan bin Tsabit, Ka'ab bin Malik, Maslamah bin Mukhallad, Abu Said al-Khudri, Zaid bin Tsabit dan lainnya.[7]

Nu'man adalah seorang panglima dan negarawan Kekhalifahan Umayyah. Ia mendukung Muawiyah selama Perang Saudara Islam I.

Pada tahun 678–680, ia diangkat menjadi wali negeri (gubernur) Kufah, lalu menjadi qadhi (hakim) di Damaskus dan kemudian diangkat menjadi wali negeri Homs oleh Khalifah Yazid I (m. 680–683). Ia dimutasi dari jabatannya di Kufah, karena saat Husain bin Ali hendak ke Kufah, ia memuji Ali sehingga Nu'man digantikan oleh Ubaidillah bin Ziyad.[8] Setelah Pertempuran Karbala dan sebelum Pertempuran al-Harrah, Nu'man diutus Yazid untuk menasihati penduduk Madinah, tetapi ia ditolak.[9]

Setelah kematian Yazid, ia menyatakan kesetiaannya kepada kekhalifahan tandingan yang didirikan oleh Abdullah bin Zubair.

Kematian

Setelah pasukan pro-Umayyah mengalahkan pendukung Ibnu Zubair di Suriah, ia tewas dibunuh saat melarikan diri dari Homs pada 65 H karena menolak mendukung kembali Bani Umayyah dimasa Marwan.[4] Ia terbunuh di desa Birin oleh Khalid bin Khaliy.[2]

Putrinya menikah dengan Malik bin Amr al-Ghassani, pemuda yang pemberani dan mengikuti pertempuran sehingga akhirnya terbunuh akibat luka pertempuran. Setelah berduka setahun hingga lidahnya kelu, putrinya dinikahkan dengan seorang putra raja dan dihadiahkan 1.000 ekor unta.[10]

Referensi

  1. ^ PHd, WAFI MARZUQI AMMAR , LC , MPD I , MA (2024-07-08). QURAN HADIS SMA 2. Wafi Marzuqi Ammar Press. hlm. 19. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Jilid 8. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  3. ^ al-Albani, M. Nashiruddin (2005). Ringkasan Shahih Muslim. Gema Insani. hlm. 518. ISBN 978-979-561-967-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b MA, Dr Hemawati; M.Pd.I, Syahrul Kholid; M.Pd.I, Samsul Rizal (2022-05-01). Hadis Tarbawi. Merdeka Kreasi Group. hlm. 62. ISBN 978-623-5408-07-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, hal.360. ISBN 978-602-98968-3-1
  6. ^ Al-Ibi, Abul Fida' Abdurraqib bin Ali (2020-12-18). Kisah Karomah Para Wali Allah: Sejak Zaman Ibrahim Alaihissalam hingga 1344 Hijriyah (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 148. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Mesir, Tim Riset Majelis Tinggi Urusan Islam. Ensiklopedi Aliran dan Madzhab Di Dunia Islam. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 384. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ Qutaibah, Ibnu. Politik dan Kekuasaan: Dalam Sejarah Para Khalifah. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 351. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Lathif, Prof Dr Abdussyafi Muhammad Abdul. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 606. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ^ Jauzi, Ibnul. Dzammul Hawa: Melepas Diri dari Belenggu Hawa Nafsu (dalam bahasa Melayu). Pustaka Al-Kautsar. hlm. 552. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement