Abu Sa'id al-Khudri

Abu Sa'id al-Khudri (bahasa Arab: أبو سعيد الخدري) adalah salah seorang sahabat Anshar dari Khazraj. Ia merupakan salah satu peserta Baiat Ridwan yang paling muda dan mengikuti berbagai pertempuran selama masa hidup Muhammad dan masa Kekhalifahan Rasyidin. Ia diperkirakan meninggal setelah ikut bertempur dalam Pertempuran Harrah yang terjadi pada tahun 64 H (683 M). Semasa hidupnya, Abu Sa'id al-Khudri termasuk salah satu periwayat hadis terbanyak.[1]
Nasab
Nama lengkap Abu Sa'id al-Khudri adalah Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khazraji al-Anshari. Al-Khudri adalah nisbat pada sebuah kampung kaum Anshar. Ia punya saudari perempuan bernama al-Fari'ah binti Malik dan saudara seibu bernama Qatadah bin an-Nu'man yang terluka dalam Pertempuran Uhud.[1] Istrinya bernama Zainab binti Ka'ab.[2]
Keislaman

Adz-Dzahabi menjelaskan bahwa Abu Sa'id al-Khudri adalah seorang sahabat Muhammad yang hadir pada saat terjadinya Baiat Ridwan dan saat dikenalkan Islam oleh Mushab bin Umair.[1] Abu Sa'id al-Khudri mengajukan diri untuk ikut berperang dalam Pertempuran Uhud pada 625 M tetapi ditolak oleh Nabi karena belum cukup umur (masih 13 tahun). Pada pertempuran ini, ayahnya yaitu Malik bin Sinan terbunuh karena berupaya melindungi Nabi dari serangan musuh yang datang bertubi-tubi.[1]
Dalam perjalanan pulang dari Uhud ke Madinah, Nabi berjumpa dengan Abu Sa'id al-Khudri. Nabi lantas berkata, “Apakah kau Sa'ad putra Malik?” Ia menjawab, “Benar, demi bapakku, engkau, dan ibuku, wahai Rasulullah.” Jawab Nabi,“Allah telah memuliakan ayahmu, wahai Sa'ad.”[1]
Abu Sa'id al-Khudri kemudian mengikuti pertempuran-pertempuran setelahnya seperti Pertempuran Khandak dan lainnya. Saat pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah, Abu Said meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib menyatakan baiat bersama Zubair dan sahabat lain di hari pengangkatan Abu Bakar setelah berdiskusi di rumah Ali.[2] Periwayatan hal ini diperkirakan yang membuat kalangan Syiah kurang menyukai Abu Sa'id.
Ketika Utsman bin Affan terbunuh, Abu Sa'id bersama sahabat Anshar lainnya segera menyatakan baiat pada Ali bin Abi Thalib.[2]
Kematian
Pada Pertempuran Harrah yang terjadi pada tahun 64 H atau 683 M, ia ikut berperang bersama Abdullah bin Hanzalah untuk mempertahankan Madinah dari serangan pasukan Bani Umayyah pimpinan Muslim bin Uqbah. Terdapat riwayat yang berbeda mengenai kematian Abu Sa'id al-Khudri. Ada yang menyatakan bahwa ia meninggal tahun 63 H, 64 H atau 74 H dan dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.[3]
Peninggalan
Abu Sa'id al-Khudri merupakan salah satu perawi hadis yang paling banyak digunakan oleh umat Muslim. Jumlah hadis yang diriwayatkan melaluinya berjumlah 1170 hadis. Abu Sa'id al-Khudri termasuk dalam tujuh orang paling banyak meriwayatkan hadis.[4] Sebanyak 84 dari hadis yang diriwayatkannya ditakhrij oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
- ^ a b c Tabhari, Imam (2012). Terjemah Tarikh ath-Thabari Vol.2. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-8439-68-8
- ^ Ahmad bin Ali Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-Isabah fi tamyiz al-sahabah, Ibn Shaqrun ed., 1328/1910, Vol. 2, p. 35.
- ^ Muhammad Zubayr Siddiqi, Hadith Literature: Its Origin, Development and Special Features, revised by Abdal Hakim Murad, Cambridge, Islamic Texts Society, 1993, p. 18.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


