Aṭṭhakavagga dan Pārāyanavagga

Aṭṭhakavagga–Pārāyanavagga
JenisTeks kanonis
IndukSuttanipāta
AtribusiBhāṇaka
Aṭṭhakavagga dan Pārāyanavagga
Naskah daun lontar berbahasa Pali
PengarangTidak diketahui (tradisi atribusi kepada murid-murid Buddha)
Judul asliAṭṭhakavagga & Pārāyanavagga
NegaraIndia Kuno
BahasaBahasa Pali
SubjekBuddhisme, Sutta Pitaka
GenreKitab suci
DiterbitkanSekitar abad ke-3 SM (tradisi lisan lebih tua)

Aṭṭhakavagga dan Pārāyanavagga adalah dua bagian penting dalam Sutta Nipata, salah satu kitab dari Khuddaka Nikaya dalam Tipitaka (Kitab Suci Buddhisme Theravāda). Kedua koleksi ini termasuk di antara lapisan paling awal dari teks-teks Buddhis yang diketahui.[1]

Aṭṭhakavagga

Nama Aṭṭhakavagga berarti "Kumpulan Delapan" dan merujuk pada serangkaian sutta yang sebagian besar berbentuk syair. Isinya menekankan pelepasan kemelekatan, penghindaran perdebatan dogmatis, dan hidup sederhana.[2] Banyak sarjana meyakini bagian ini merupakan salah satu lapisan paling awal dari ajaran Buddha yang masih bertahan dalam kanon.[3]

Pārāyanavagga

Pārāyanavagga berarti "Jalan Menuju yang Lain" atau "Menuju Sisi Seberang". Koleksi ini terdiri dari dialog antara Buddha dan enam belas brahmana muda yang mencari pencerahan.[1] Tema utamanya adalah pencapaian pembebasan melalui pengetahuan langsung, pelepasan nafsu, dan disiplin batin.

Signifikansi

Kedua bagian ini sering dikaji dalam kajian filologi Buddhis karena bahasanya yang sederhana namun padat, serta gaya puisinya yang menunjukkan ciri tradisi lisan kuno.[2] Ajarannya juga dikutip dalam berbagai tradisi Buddhis non-Theravāda sebagai sumber ajaran awal.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Bhikkhu Bodhi, The Suttanipata: An Ancient Collection of the Buddha’s Discourses Together with Its Commentaries, Boston: Wisdom Publications, 2017, hlm. 1–5.
  2. ^ a b K. R. Norman, A Philological Approach to Buddhism, London: School of Oriental and African Studies, 2004, hlm. 43–48.
  3. ^ Rupert Gethin, The Foundations of Buddhism, Oxford: Oxford University Press, 1998, hlm. 58–60.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement