Yahya Cholil Staquf

Yahya Cholil Staquf
Yahya pada tahun 2018
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Mulai menjabat
24 Desember 2021
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Masa jabatan
22 Agustus 2015 – 24 Desember 2021
Sebelum
Pendahulu
Malik Madani
Pengganti
Ahmad Said Asrori
Sebelum
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
Mulai menjabat
24 April 2024
Sebelum
Pendahulu
Noni Purnomo
Pengganti
Petahana
Sebelum
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia
Masa jabatan
31 Mei 2018 – 20 Oktober 2019
Juru Bicara Presiden Republik Indonesia
Masa jabatan
20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001
Informasi pribadi
Lahir15 Februari 1966 (umur 60)
Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia
Partai politik  PKB (2001–2005)
  Independen (2005–sekarang)
Orang tuaCholil Bisri (ayah)
KerabatMustofa Bisri (paman)
Yaqut Cholil Qoumas (adik)
Hanies Cholil Barro (adik)
PendidikanUniversitas Gadjah Mada (tidak selesai)
ProfesiUlama
Politikus
Dikenal karenaMengelola Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin bersama Mustofa Bisri
Instagram: yahyacholilstaquf Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Yahya Cholil Staquf (lahir 16 Februari 1966), yang kerap dikenal dengan nama panggilan Gus Yahya, adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 24 Desember 2021.[1][2] Dalam pemilihan Muktamar ke-34 NU di Universitas Lampung, Bandar Lampung pada 24 Desember 2021, Gus Yahya mengalahkan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama petahana Said Aqil Siroj, dengan Gus Yahya memperoleh 337 suara dan Said Aqil Siroj 210 suara. Ia pernah menjabat sebagai juru bicara Abdurrahman Wahid pada tahun 1999 hingga 2001. Pada tanggal 31 Mei 2018, ia ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden menggantikan Hasyim Muzadi oleh Presiden Joko Widodo.[3] Yahya merupakan mantan anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).[4]

Ia sebelumnya diprediksi akan menjabat sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Indonesia Maju. Pada akhirnya, Presiden Joko Widodo menunjuk adik kandungnya, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai Menteri Agama.[5] Dalam kegiatan kemasyarakatan, Yahya mendirikan “Komunitas Terong Gosong” pada 13 Mei 2009 dan menjabat sebagai ketua dewan pengawas.

Pendidikan

Riwayat pendidikan Gus Yahya tercatat pernah menimba ilmu di pesantren asuhan Ali Maksum di Madrasah Al Munawwir, Sewon, Bantul. Alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta. Pada jenjang pendidikan tinggi, ia tercatat pernah menempuh pendidikan Jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada. Pada saat menjadi mahasiswa, ia juga aktif dalam Organisasi Ekstra Kampus sebagai Ketua Umum Komisariat Fisipol UGM Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta periode 1986-1987.[6]

Kiprah

Kiprah di Nahdlatul Ulama

Kiprah Yahya Cholil Staquf di NU adalah sebagai Katib 'Aam PBNU masa khidmat 2015-2020.[7] Pada Muktamar ke-34 NU di Bandar Lampung, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 yang sebelumnya dijabat dua periode oleh Said Aqil Siroj.[8]

Kiprah di Politik dan Pemerintahan

Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 31 Mei 2018, Gus Yahya dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta.[6]

Kiprah di Kancah Global

Pada tahun 2014, Gus Yahya tercatat sebagai salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat yaitu Bait ar-Rahmah li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-'Alamin yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

Ia juga pernah dipercaya menjadi tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama-Agama di Amerika Serikat-Indonesia yang didirikan berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Presiden Barack Obama dan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2015 untuk menjalin kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia.[9]

Gus Yahya juga pernah didaulat sebagai utusan Pimpinan Pusat GP Ansor dan PKB untuk jaringan politik tersebar di Eropa dan Dunia, Centrist Democrat International (CD), dan European People’s Party (EPP). Selain itu, American Jewish Committee (AJC) pernah mengundangnya berpidato tentang resolusi konflik keagamaan di sana dan menawarkan gagasan bernas.[9]

Gus Yahya sering didaulat menjadi pembicara internasional di luar negeri. Seperti pada Juni 2018, Yahya menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel. Dalam forum ini, Gus Yahya menyuarakan menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. Ia menawarkan perdamaian dunia melalui jalur-jalur penguatan pemahaman agama yang damai.[6]

Pada 15 Juli 2021, Gus Yahya mendapatkan apresiasi tinggi dari tokoh-tokoh perdamaian dunia dalam perhelatan International Religious Freedom (IRF) Summit, di Washington, D.C., Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan pidato kunci dengan judul “The Rising Tide of Religious Nationalism” (Pasang Naik Nasionalisme Religius).

Pada hari ketiga konferensi tingkat tinggi (KTT) tersebut Gus Yahya mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh dunia. Gus Yahya menjelaskan bahwa dinamika bangkitnya nasionalisme religius merupakan bagian metode untuk pertahanan ketika suatu kelompok agama yang biasanya merupakan mayoritas di negaranya merasa terancam secara budaya. Menurut Gus Yahya, kebangkitan ini pun tidak terelakkan lantaran dunia tengah bergulat dalam persaingan antar-nilai untuk menentukan corak peradaban pada masa depan. Selain itu, dinamika internasional telah mengarah pada perwujudan satu peradaban global yang tunggal dan saling berbaur. Pihaknya mempertegas bahwa persaingan yang sengit ini berpotensi besar memicu permusuhan dan kekerasan. Maka dari itu, Gus Yahya mendorong berbagai elemen di dunia menemukan cara untuk mengelolanya sebelum telanjur meletus konflik global yang kian parah.

Kontroversi

Pada 10 Juni 2018, Yahya mengunjungi Israel sebagai tamu American Jewish Committee, sebuah kelompok advokasi Amerika Serikat yang mengadakan konferensi besar di Yerusalem.[10] Hal ini menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan dukungan terhadap Palestina sangat kuat. Bambang Soesatyo dari Golkar juga berkomentar bahwa kunjungan Yahya berpotensi menimbulkan kegaduhan.[11]

Referensi

  1. ^ "Yahya Cholil Staquf Elected as PBNU Chairman". Medcom.id. 24 December 2021. Diakses tanggal 24 December 2021.
  2. ^ TV, Metro. "Ini Alasan Gus Yahya Dipecat dari Kursi Ketum PBNU". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-12-10.
  3. ^ Marguerite Afra Sapiie (31 May 2018). "NU scholar inaugurated as President's adviser". The Jakarta Post. Diakses tanggal 24 December 2021.
  4. ^ Rakhmad Hidayatulloh Permana (24 December 2021). "Sepak Terjang Gus Yahya Staquf: Dari Kiai, Jubir Presiden hingga Ketum PBNU". Detik.com. Diakses tanggal 24 December 2021.
  5. ^ "Cerita Sahabat di Balik Gus Yahya Urung Jadi Menteri Agama". CNN. CNN Indonesia. 26 December 2021. Diakses tanggal 28 December 2021.
  6. ^ a b c Hendartyo, Muhammad (12 Oktober 2021). Wibowo, Eko Ari (ed.). "Profil Yahya Staquf, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU". Tempo.co. Diakses tanggal 13 November 2021.
  7. ^ Tirto.id. "Profil Yahya Cholil Tsaquf". Tirto.id. Diakses tanggal 13 November 2021.
  8. ^ Wicaksono, Adhi (23 Desember 2021). "Yahya Staquf Terpilih Jadi Ketum PBNU Kalahkan Said Aqil di Muktamar". CNN Indonesia. Diakses tanggal 23 Desember 2021.
  9. ^ a b Kabartangsel.com (22 Desember 2020). "Profil dan Biodata Lengkap KH. Yahya Cholil Staquf". Kabartangsel.com. Diakses tanggal 13 November 2021.
  10. ^ "Visiting Israel, Indonesian Muslim leader risks backlash at home". The Times of Israel. The Times of Israel. 12 June 2018. ISSN 0040-7909. Diakses tanggal 24 December 2021.
  11. ^ "House speaker deplores Staquf's visit to Israel". www.republika.co.id. Republika. 16 June 2018. Diakses tanggal 24 December 2021.

Pranala luar

  • Syakir, Muhammad. "Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026, Ini Profil Gus Yahya" dalam https://www.nu.or.id/nasional/terpilih-sebagai-ketua-umum-pbnu-2021-2026-ini-profil-gus-yahya-l6SxY, diakses pada 27 Desember 2021
  • Jumat, 24 Desember 2021, "Sah! Gus Yahya Terpilih Ketua Umum PBNU 2021-2026" dikses pada 19 Januari 2022
  • Habiburrohman, "Inilah Profil Gus Yahya Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2021-2026" dalam https://jatim.nu.or.id/metropolis/inilah-profil-gus-yahya-ketua-umum-pbnu-masa-khidmat-2021-2026-LIUhh, diakses pada 27 Desember 2021

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement