Wringinanom, Poncokusumo, Malang
Wringinanom | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Malang | ||||
| Kecamatan | Poncokusumo | ||||
| Kode pos | 65157 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.07.07.2014 | ||||
| Luas | 9,748 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 6.356 (2024) | ||||
| Kepadatan | 652 jiwa/km² | ||||
| |||||
Wringinanom adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Wringinanom sendiri terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berada pada ketinggian 850 mdpl dengan kemiringan lahan sekitar 26%, serta suhu rata-rata harian yang berkisar antara 14 °C hingga 23 °C. Saat ini, desa Wringinanom terdiri atas tiga dusun, yaitu Dusun Simpar, Dusun Kunci, dan Dusun Besuki.
Desa Wringinanom memiliki sejumlah fasilitas pendidikan yang terdiri dari 2 Raudhatul Athfal (RA), 3 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan ini mendukung akses pendidikan dasar bagi masyarakat setempat.
Berdasarkan data terbaru, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Desa Wringinanom tercatat sebanyak 2.114 KK. Rinciannya, Dusun Sampar memiliki 597 KK, Dusun Kunci sebanyak 803 KK, dan Dusun Besuki sebanyak 714 KK. Sementara itu, jumlah total penduduk di Desa Wringinanom mencapai 6.317 jiwa, dengan sebaran penduduk di Dusun Sampar sebanyak 1.789 jiwa, Dusun Kunci 2.445 jiwa, dan Dusun Besuki 2.083 jiwa.
Geografi

Batas Wilayah Desa ini adalah:
| Utara | Kecamatan Tumpang |
| Timur | Desa Gubugklakah |
| Selatan | Desa Wonorejo, Desa Poncokusumo |
| Barat | Desa Belung |
Susunan Organisasi Pemerintah Desa Wringinanom

Sejarah
Pada zaman dahulu, menurut penuturan Pak Randi selaku tokoh budaya di Desa Wringinanom, wilayah ini awalnya hanyalah berupa alas (hutan) yang dipenuhi berbagai jenis tanaman, seperti kopi, kayu jati, aren, pinang, jambi, kayu bendo, dan pakisaji. Di tengah hutan tersebut, tumbuh sebuah pohon waringin (beringin) yang unik meskipun sudah tua, daunnya tetap terlihat muda. Dari keunikan itulah kemudian muncul nama "Wringinanom", yang berasal dari kata "Waringin Enom", yang berarti "beringin muda". Nama inilah yang menjadi simbol dan melekat pada desa hingga saat ini.
Kampung pertama yang terbentuk di wilayah Desa Wringinanom terletak di Dusun Besuki. Namun, pemukiman awal yang lebih padat justru berkembang di Dusun Simpar. Pada masa lampau, wilayah Dusun Kunci masih berupa jalur lalu lintas atau jalan penghubung, sedangkan pusat permukiman utamanya berada di bagian selatan dusun tersebut, tepatnya di Kampung Ranti atau yang dikenal pula dengan sebutan Putukan.
Menariknya, penduduk asli Desa Wringinanom berasal dari Suku Tengger, bukan dari Suku Jawa seperti mayoritas penduduk di wilayah sekitarnya. Hal ini mencerminkan keberagaman etnis dan menunjukkan kekayaan budaya yang telah melekat sejak awal terbentuknya desa ini.
Wisata
Disebut sebagai desa wisata, Desa Wringinanom tentunya menyediakan berbagai wisata yang seru. Hampir di setiap dusunnya memiliki wisata unik tersendiri.
Dusun Simpar
Dusun Simpar menawarkan pengalaman wisata sekaligus edukasi. Wisatawan dapat belajar sekaligus menikmati wisata yang ada di Dusun Simpar. Wisata yang ditawarkan Dusun Simpar antara lain adalah kerajinan tas rajut. Wisatawan dapat belajar mengenai pembuatan tas rajut.
Kerajinan Rajut

Dalam wisata ini, pengunjung tidak hanya dapat melihat proses pembuatan produk rajutan, tetapi juga berkesempatan untuk belajar merajut dan mencoba membuat karya yang beragam. Produk cendera mata antara lain; Tas yang dapat dibandrol mulai dari 100.000 IDR hingga 250.000 IDR, syal yang dapat dibandrol mulai dari 50.000 IDR, dompet yang dapat dibandrol mulai dari 100.000 IDR dan gantungan kunci yang dapat dibandrol mulai dari 20.000 IDR.
Dusun Besuki
Tak kalah dengan Dusun Simpar, Dusun Besuki juga menawarkan wisata yang tidak kalah menarik. Wisata yang ditawarkan antara lain adalah Trekking Coban Saripan.

Trekking Coban Saripan
Air terjun Saripan atau sering disebut coban Saripan adalah lokasi wisata yang tersembunyi dan hanya bisa dicapai dengan trekking. Dengan harga paket tracking, fun offroad dan camping 250.000 IDR per orang, wisatawan dapat menikmati air terjun coban saripan yang jernih dan tenang dikelilingi oleh bebatuan alami dapat membuat wisatawan merasakan suasana sejuk sambil menikmati keindahan alam. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati offroad yang menyenangkan dan suasana camping di malam hari bersama keluarga.
Dusun Kunci
Sama halnya dengan Dusun Simpar Dusun Kunci juga menyediakan berbagai wisata yang tidak kalah menariknya. Dusun Kunci terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu Kunci Utara dan Kunci Selatan. Wisata yang ditawarkan Dusun Kunci antara lain; Banyumaro Tubing, Agro Petik Jeruk, Camping & Outbound, Brogger Handycraft.

Banyumaro Tubing
Terletak di Dusun Kunci Selatan, Banyumaro Tubing merupakan salah satu wisata terfavorit di Wringinanom. Dengan harga tiket Short Trip (rute pengarungan kurang lebih 1 km) hanya 75.000 IDR per orang, tiket Medium Trip (rute perjalanan kurang lebih 2 km) hanya 125.000 IDR per orang, tiket Long Trip hanya 150.000 IDR per orang, wisatawan dapat menikmati arus sungai Amprong yang tenang hingga menantang dan dikelilingi tebing dan hutan bambu alami.
Agro Petik Jeruk

Mulai dari 25.000 IDR per orang, wisata ini menawarkan pengalaman langsung memetik jeruk di hamparan kebun jeruk yang asri dan sejuk sambil belajar tentang bagaimana proses budidaya jeruk, mulai dari penanaman, perawatan, hingga masa panennya. Selain itu, wisatawan juga dapat mempelajari tentang manfaat jeruk beserta khasiat - khasiatnya.
Camping & Outbound


Dengan harga mulai dari 100.000 IDR per orang, wisata Camping & Outbound menawarkan pengalaman petualangan dan rekreasi yang menarik bagi para wisatawan. Tersedia area camping yang luas, cocok untuk kegiatan sekolah, komunitas dan keluarga yang ingin menikmati malam di alam terbuka.
Brogger Handycraft
Brogger Handycraft merupakan salah satu wisata edukasi yang cukup terkenal di Desa Wringinanom. Dengan harga 35.000 IDR per orang, wisata ini menawarkan pengalaman membuat sandal dari enceng gondok. Menggunakan bahan kain perca, sandal yang diproduksi menjadi lebih indah. Sebagian besar bahan yang digunakan untuk membuat sandal ini merupakan bahan bekas yang tidak terpakai. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa membawa sandal sebagai cendera mata untuk dibawa pulang.
Budaya
Selain sebagai desa wisata, Desa Wringinanom juga memiliki beberapa budaya : f
Pencak Dor Bromo
sebuah seni bela diri tradisional yang berbeda dengan aliran pencak silat lainnya seperti IPSI, PSHT, Pagar Nusa, maupun Karate. Keunikan Pencak Dor Bromo terletak pada gerakan khasnya yang diiringi dengan suara “dor” sebagai ritme pemacu gerakan.Pencetus seni bela diri ini adalah Mbah Sastrowijoyo, kepala desa kedua yang berasal dari Dusun Simpar. Warisan ini kemudian diteruskan kepada putranya, Mbah Bromono, lalu diajarkan kembali kepada Mbah Wagio yang bermukim di Dusun Kunci, tepatnya di belakang SDN 1 Wringinanom. Dari situlah Pencak Dor mulai tersebar luas di kalangan pemuda desa. Saat ini, pelestarian Pencak Dor Bromo masih dilakukan oleh dua orang tokoh, salah satunya adalah Pak Suryo, yang bahkan mengajarkan seni ini di SDN 1 Wringinanom.
Wayang Kulit

Wayang Kulit biasanya dipentaskan dalam acara Bersih Desa, Bersih Dusun, Nyeladran (penyambutan bulan Ramadan), maupun hajatan warga. Namun, karena biaya pementasan wayang relatif tinggi, masyarakat kini lebih memilih bentuk pertunjukan yang lebih hemat seperti Pakeliran Padat yaitu versi singkat dan padat dari pagelaran wayang tradisional. Dalam masyarakat, terdapat dua kategori pandangan terhadap Wayang Kulit: kelompok yang meyakini cerita pewayangan secara spiritual dan menganggapnya mampu menolak bala, serta kelompok yang sekadar menjadikan pertunjukan wayang sebagai bentuk hiburan dan euforia budaya.
Tradisi Macapat di Desa Wringinanom juga memiliki kekhasan tersendiri yang membedakannya dari wilayah lain di Jawa Timur, terutama wilayah Malangan. Meskipun aturan guru lagu dan guru wilangan tetap sama (misalnya, Asmorogomo memiliki delapan bilangan dan guru lagu “i”), irama dan perasaan (wirasa) yang dibawakan sangat berbeda. Tradisi Macapat Malangan dikenal dengan gaya vokal yang mendayu dan memiliki rentang nada (oktaf) yang tinggi, sehingga memerlukan kemampuan teknik vokal yang mumpuni.
Dalam hal cerita pewayangan, versi yang berkembang di Wringinanom (khususnya versi Tengger) cenderung mengangkat kisah-kisah dewa dan tidak banyak mengulas epos besar seperti Ramayana atau Mahabharata. Berbeda dengan wilayah Sisir Kidul dan Sisir Lor yang lebih sering mengangkat kisah-kisah tokoh manusia seperti Arjuna atau Rama. Versi lokal ini sering disebut sebagai versi Purwa, yaitu cerita-cerita awal dari tradisi pewayangan yang dianggap sangat tua.

Seni Jaranan dan Bantengan
Seni Jaranan di Wringinanom juga memiliki ciri khas tersendiri, khususnya dalam gerakan saat bagian tembangan (lagu pengiring). Saat penari dalam kondisi kalap (kesurupan), mereka biasanya menari sambil membawa kuda lumping dan melakukan gerakan mengejar penonton (nguber). Ragam geraknya berbeda dibandingkan dengan daerah lain seperti Pacitan, Tulungagung, Blitar, dan wilayah barat Jawa Timur lainnya.
Karawitan

Karawitan, atau musik gamelan tradisional, di Wringinanom juga menunjukkan variasi lokal yang menarik. Bahkan antara daerah seperti Sisir Lor dan Sisir Kidul terdapat perbedaan besar, contohnya dalam penggunaan Pathet Miring (sistem nada dalam laras pelog). Di beberapa wilayah, Pathet Miring tidak diperbolehkan nutuk pitu (memukul nada ketujuh), sedangkan di Wringinanom, larangan tersebut tidak berlaku.
Beberapa kepercayaan lokal juga masih dilestarikan, seperti larangan memainkan Ketawang Tengger untuk latihan. Musik ini dipercaya dapat memanggil arwah atau makhluk halus jika dimainkan sembarangan.
Meskipun Desa Wringinanom belum memiliki komunitas budaya yang terorganisasi secara resmi, terdapat sanggar seni bernama Dwipa Malang Pujhet Suwara, yang dipelopori oleh Pak Randi. Sanggar ini menjadi wadah bagi generasi muda dan warga yang lebih tua untuk belajar dan melestarikan seni karawitan dan tradisi lainnya.
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- ^ "Kecamatan Poncokusumo Dalam Angka 2025". Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang. 26 September 2025. Diakses tanggal 10 Januari 2026.
- ^ "Kecamatan Poncokusumo Dalam Angka 2024". Badan Pusat Statistik kabupaten Malang. Diakses tanggal 2025-07-19.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



