Ubud Writers and Readers Festival

Ubud Writers & Readers Festival
(UWRF)
JenisFestival sastra
Tanggalsetiap bulan Oktober-November
Frekuensisetiap tahun
LokasiUbud, Bali, Indonesia
Tahun aktif2004–sekarang
Acara pertama2004
Terakhir diadakan2023
Acara sebelumnya23–27 Oktober 2024
Acara berikutnya29 Oktober–2 November 2025
PenyelenggaraYayasan Mudra Swari Saraswati
Situs webwww.ubudwritersfestival.com

Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) adalah sebuah festival sastra tahunan yang diadakan di Ubud, Bali, Indonesia. Dibentuk pada tahun 2004, festival ini dianggap sebagai festival sastra terbesar dan paling bermakna di Asia Tenggara, mendatangkan hingga 170 penulis dan seniman dari seluruh penjuru dunia.

Keberadaan UWRF salah satunya bertujuan untuk mempromosikan Ubud sebagai pusat kesenian dan budaya, memamerkan penulis-penulis Indonesia di panggung internasional, dan membantu pengembangan diri pemuda-pemudi Indonesia melalui program pendidikan dan sastra.[1]

Di festival yang diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati ini, diskusi mengenai beragam isu budaya, sastra, dan politik berjalan bersamaan dengan rangkaian peluncuran buku, pemutaran film, santap siang, lokakarya, sesi pembacaan, penampilan musik, tur, dan berbagai pertunjukan.[2]

Sejarah

UWRF digagas oleh Janet DeNeefe, salah satu pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati yang menjadi penyelenggara festival, bersama dengan suaminya Ketut Suardana dan anaknya Laksmi Shari De-Neefe Suardana.[3][4][5] Festival ini dirintis sebagai proyek pemulihan terhadap Bom Bali 2002 dan pertama kali diadakan pada tahun 2004 sebagai bagian dari upaya membantu pemulihan pariwisata, kegiatan ekonomi utama di pulau tersebut, setelah pengeboman teroris yang menyerang distrik Kuta di pulau tersebut setahun sebelumnya.

Sejak tahun 2019, UWRF Edisi Perth, yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Writing WA, menghadirkan forum tahunan bagi para penulis dari kedua negara untuk saling bertukar pikiran mengenai berbagai topik. Setelah dua tahun dilaksanakan secara virtual pada tahun 2021 dan 2022, Edisi Perth kembali diselenggarakan secara luring di Rechatible Hall di Perth, Australia Barat, pada 21-23 Oktober 2023.[6]

Tentang

UWRF dikenal sebagai festival sastra dan gagasan terbesar di Asia yang diikuti oleh para penulis, seniman, pemikir dan pementas tersohor dari seluruh dunia.[7][8] Pada tahun 2019, festival ini dinobatkan sebagai salah satu dari lima festival sastra terbaik di dunia oleh The Daily Telegraph,[9][10] dan pada tahun 2022, ia terpilih menjadi salah satu festival budaya unggulan musim semi oleh The Wall Street Journal.[11] Pada tahun 2023, festival ini juga dinobatkan sebagai acara sastra paling penting di Asia Tenggara oleh koran mingguan Australia, The Saturday Paper.[12] Lalu pada tahun 2024, festival ini masuk ke dalam daftar festival sastra terbaik di seluruh dunia di platform milik Dua Lipa, Service95.[13]

Perjalanan

  • Dalam perhelatan UWRF yang pertama pada 2004, penulis yang diundang meliputi Goenawan Mohamad, Dewi Anggraeni, Toeti Heraty, Dorothea Rosa Herliany, Murti Bunanta, Putu Oka Sukanta, Richard Oh, Mas Ruscitadewi, Bodrex Arsana, Putu Suasta, Warih Wisatsana, A.A Made Djelantik, Wayan Arthawa dan Tan Lioe Ie.[14]
  • UWRF 2005 mengundang beberapa penulis seperti Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, Dewi Lestari, Oka Rusmini, Moemar Emka, Eka Kurniawan, Joko Pinurbo, Azhari Aiyub, Laire Siwi Mentari, Rachmania Arunita, Rosni Idham, Muhammad Salim, Marianne Katoppo, Maliana, Pranita Dewi, dan Kadek Sonia Piscayanti.[14]
  • Pada UWRF 2006, penulis yang diundang adalah Sapardi Djoko Damono, Putu Wijaya, Laksmi Pamuntjak, Linda Christanty, Acep Zamzam Noor, Raudal Tanjung Banua, Ari Pahala Hutabarat, Reza Idria, Fauzan Santa, Goenawan Muhamad, John F. Waromi, Vira Safitri, Sitok Srengenge, Putu Setia, Nirwan Dewanto, Iswadi Pratama, Ida Ayu Oka Suwati Sideman.[14]
  • UWRF 2007, beberapa penulis yang diundang adalah Ahmad Tohari, Anand Krishna, Cok Sawitri, Debra H Yatim, Dorothea Rosa Herliany, Ida Wayan Oka Granoka, Hamid Basyaib, Isbedy Stiawan Zs, Isman Hidayat Suryaman, Julia Suryakusuma, I Ketut Sumatra, Marhalim Zaini, I Gusti Ngurah Harta, Ratih Kumala, Ratna Indraswari Ibrahim, Wiratmadinata.[14]
  • UWRF 2008 adalah yang pertama kali panitia memilih penulis muda untuk diundang menghadiri acara tersebut. Beberapa penulis yang diundang, sudah termasuk Emerging Writers adalah Andrea Hirata, Triyanto Triwikromo, Gede Prama, Melanie Budianta, Mashuri, M. Faizi, Lily Yulianti Farid, Dino Umahuk, Butet Manurung, Dyah Merta, Reda Gaudiamo, Iyut Fitra, Muhamad Guntur Romli, Dewi Ria Utari. Made Adnyana Ole, Nyoman Sutawan, dan Made Sujaya.[14]
  • UWRF 2009 diselenggarakan pada 7-11 Oktober 2009. Penulis terpilih adalah Zeffry J Alkatiri (Jakarta), Nelden Djakababa (Jakarta), Clara NG (Jakarta), Yonathan Rahardjo (Jakarta), Inggit Putria Marga (Lampung), Romi Zarman (Padang), Esha Tegar Putra (Sumatra Barat), Nurhady Sirimorok (Makasar), M Aan Mansyur (Makasar), Tjahjono Widijanto (Jawa Timur), Ernest J.K Wen (Jawa Timur), Dian Hartati (Jawa Barat), Anton Kurnia (Bandung), Doel CP Allisah (Aceh), dan Ahmad Muchlish Amrin (Yogyakarta).[14]
  • UWRF 2010 berlangsung pada 6-10 Oktober dan mengusung tema besar Bhinneka Tunggal Ika: Harmony in Diversity. Dewan Kurator UWRF 2010 terdiri atas penulis kondang Triyanto Triwikromo, Cok Sawitri, dan M Aan Mansyur. Penulis terpilih adalah Zelfeni Wimra, Andha S, Arif Riski, dan Magriza Novita Syahti yang mana keempatnya berasal dari Padang, lalu Kurnia Effendi (Jakarta), Medy Lukito (Jakarta), Nusya Kuswatin (Yogyakarta), Wa Ode Wulan Ratna (Jakarta), Imam Muhtarom (Blitar) dan Wendoko (Semarang), Yudhi Heribowo (Solo), W. Hariyanto (Surabaya), Benny Arnas (Sumatera Selatan), Harry B Koriun (Riau), serta Hermawan Aksan (Bandung).[15]
  • UWRF 2011 dilaksanakan pada 5-9 Oktober 2011. Tema Ubud Readers and Writers Festival 2011 adalah Nandurin Karang Awak – Cultivate the Land Within. Tema ini terinspirasi oleh sebuah baris dalam Gaguritan Salampah Laku, sebuah puisi panjang dalam meter tradisional. Para penulis itu adalah Alan Malingi (Bima/NTB), Arafat Nur (Aceh), Aulia Nurul Adzkia (Ciamis), Budy Utamy (Riau), Fitri Yani (Bandar Lampung), Ida Ahdiah (Tangerang), Irianto Ibrahim (Kendari), Pinto Anugrah (Padang), Ragdi F. Daye (Padang), Rida Fitria (Lumajang), Sandi Firly (Banjarmasin), Sanie B. Kuncoro (Solo), Saut Poltak Tambunan (Jakarta), Satmoko Budi Santoso (Yogyakarta), dan Wahyudin (Banten).[16]
  • UWRF 2012 dilaksanakan pada 3 – 7 Oktober 2012. Kegiatan berupa diskusi panel, workshop dengan mengangkat tema-tema seputar sastra, penulisan kreatif, menerbitkan buku, majalah , film , blog, menulis lirik lagu, membuat puisi dan cerpen, hingga pementasan teater dan musik. Anak muda berbakat dari masing- masing bidangnya yang diundang adalah Graphic & Web Designer Saylow Alrite, penulis puisi Frischa Aswarini, aktifis sosial Pande Putu Setiawan, peraih film terbaik di Festival Film Dokumenter Bali Dwitra J. Ariana (Dadap), photojournalist Anggara Mahendra, musisi sekaligus perintis Akarumput.com Gede Roby Supriyanto (Robi Navicula), penyuka video art Ridwan Rudianto dan masih banyak lagi.[17] Adapun penulis Indonesia yang menjadi tamu undangan serta disponsori untuk hadir dan berbicara pada UWRF 2012, 3-7 Oktober 2012 di Ubud, Bali adalah Arif Fitra Kurniawan (Semarang), Benazir Nafilah (Sumenep), Mugiya Syahreza Santoso (Bandung), Budi Saputra (Padang), Muhary Wahyu Nurba (Makassar), Amanche Franck OE Ninu (Kupang), Olyrinson (Pekanbaru), Niduparas Erlang (Tangerang), Guntur Alam (Bekasi), Astina Triutami (Jakarta), Aprilia RA Wayar (Papua), Ayi Jufridar (Aceh), Indah Darmastuty (Solo), Sunlie Thomas Alexander (Pangkal Pinang), dan Bandung Mawardi (Solo). Dewan kurator memberi komposisi penulis terpilih terdiri dari lima penyair, lima cerpenis, empat novelis, dan satu esais. Mereka terdiri dari empat perempuan dan sebelas pria.
  • UWRF 2013 dilaksanakan pada Pada 11-15 Oktober 2013 Festival memperingati ulangtahunnya yang ke-10 dengan mengambil tema HABIS GELAP TERBITLAH TERANG/Through Darkness To Light. Satu tema yang terkait dengan pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Para penulis terpilih tersebut adalah Bernard Batubara (Pontianak), Adek Risma Dedees (Bengkulu), Alek Subairi (Surabaya), Astri Apriyani (Jakarta), Bayu Maitra (Jakarta), Dea Anugrah (Bangka), Emil Amir (Makassar), Jun Nizami (Tasikmalaya), Frischa Aswarini (Denpasar), Fitrawan Umar (Sulawesi Selatan), Gusrianto (Padang), Ilham Q Moehiddin (Kendari), Ramayda Akmal (Yogyakarta), Mario F Lawi (Kupang), Skylashtar Maryam (Bandung), dan Tosca Santoso (Jakarta). [18]
  • UWRF 2014 dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2014 mengusung tema “Saraswati: Pengetahuan dan Kebijaksanaan. Dewan kurator UWRF tahun ini terdiri atas Ahmad Fuadi, sastrawan Indonesia yang novel-nya Negeri 5 Menara menjadi best-seller, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta telah difilmkan, Debra Yatim, penyair yang juga aktivis hak perempuan, serta Ketut Yuliarsa, penyair, pemusik, dan penulis naskah yang bermukim di Ubud dan Australia. Emerging Writers pada tahun ini adalah Raisa Kamila (Yogyakarta), Absurditas Malka (Bandung), Bambang Kariyawan Ys (Pekanbaru), Bunyamin Fasya (Bandung), Dias Novita Wuri (Tangerang), Erni Aladjai (Makassar), Fadel Ilahi El-Dimisky (Probolinggo), Faisal Oddang (Makassar), Ishack Sonlay (Kupang), Maggie Tiojakin (Jakarta), Ninda Daianti (Jakarta), Regi Sastra Sena (Sukabumi), Rio Fitra SY (Padang), S Metron Masdison (Padang) dan Sulfiza Ariska (Yogyakarta).[19]
  • Edisi ke-12 UWRF diadakan tahun 2015 di 38 tempat di seluruh Bali, di mana lebih dari 200 penulis dari seluruh dunia ambil bagian. Sebuah kontroversi muncul tentang diskusi yang diusulkan tentang pembersihan anti-komunis Indonesia yang menewaskan sekitar 500.000 orang pada tahun 1965.[20] Penulis terpilih tahun ini adalah Zaky Yamani (Bandung), Tia Setiadi (Yogyakarta) , Rio Johan (Baturaja), Andina Dwifatma (Tangerang), Vinca Callista (Cimahi), Gunawan Tri Atmodjo (Surakarta), Norman Erikson Pasaribu (Bekasi), Raedu Basha (Sumenep), Ali Syamsudin (Banjarbaru), Leopold Adi Surya Indrawan (Denpasar) , Jumardi Putra (Kotabaru), Dwi Ratih Ramadhany (Sampang), Adimas Immanuel (Surakarta), Tenni Purwanti (Garut) , Achmad Fawaid (Probolinggo), dan Deddy Arsya (Padang).[21]
  • Edisi ke-13 UWRF diadakan tahun 2016, dihadiri oleh 160 penulis, artis, dan pemain terkemuka dunia.[22] Penulis terpilih adalah Arung Wardhana Ellhafifie dari Bangkalan, Dahlia Rasyad dari Yogyakarta, Deasy Tirayoh dari Kendari, Dimas Indiana Senja dari Yogyakarta, Azri Zakkiyah dari Malang, E. Rokajat Asura dari Cilegon, Gemi Mohawk dari Tangerang, Boni Chandra dari Padang, Joko Sucipto dari Bangkalan, Joseph Rio Jovian Haminoto dari Jakarta, Murizal Hamzah dari Jakarta, Nersalya Renata dari Jakarta, Ni Putu Rastiti dari Denpasar, Royyan Julian dari Pamekasan, Sidik Nugroho dari Pontianak, dan Soetan Radjo Pamoentjak dari Bukittinggi.[23]
  • UWRF 2017 adalah edisi festival yang ke-14, yang diselenggarakan pada 25-29 Oktober, diikuti oleh lebih dari 150 penulis, seniman, dan aktivis dari 31 negara.[24] Adapun 15 penulis emerging yang terpilih adalah Abdul Azis Rasjid dari Banyumas, Ade Ubaidil dari Cilegon, A Nabil Wibisana dari Kupang, Aksan Taqwin Embe dari Tangerang, Bayu Pratama dari Mataram, Erich Langobelen dari Maumere, dan Ibe S Palogai dari Makassar, Mohammad Isa Gautama dari Padang, Morika Tetelapta dari Ambon, M Subhan dari Padang, Naimatur Rofiqoh dari Ponorogo, Rahmat Hidayat Mustamin dari Makassar, Rizki Amir dari Sidoarjo, Taufiqurrahman dari Yogyakarta, dan Seruni Unie dari Surakarta.[25]
  • Edisi ke 15 UWRF diadakan dari 24 Oktober hingga 28 Oktober 2018 yang berfokus pada kesetaraan dan keragaman gender.[26] Penulis terpilih adalah Andre Septiawan dari Pariaman, Sumatera Barat; Pratiwi Juliani dari Rantau, Kalimantan Selatan; Rosyid H. Dimas dari Yogyakarta; Reni Nuryanti dari Aceh; dan Darmawati Majid dari Bone, Sulawesi Selatan. [27]
  • "Karma" adalah tema Festival Penulis dan Pembaca Ubud tahunan ke-16, yang diselenggarakan pada 23-27 Oktober 2019. 180 pembicara dari 30 negara berpartisipasi dalam festival ini. Ada lebih dari 170 program, termasuk diskusi panel tentang berbagai isu, pemutaran film, pameran seni, peluncuran buku dan lokakarya penulisan.[28] Nama-nama penulis emerging terpilih, yaitu: Chandra Bientang dari DKI Jakarta, Ilhamdi Putra dari Padang, Sumatera Barat, Heru Sang Amurwabumi dari Nganjuk, Jawa Timur, Lita Lestianti dari Malang, Jawa Timur, dan Nurillah Achmad dari Jember, Jawa Timur.[29]
  • 2020 UWRF ditunda karena covid-19.[30]
  • 2021, Ubud Writers & Readers Festival berlangsung pada 8-17 Oktober 2021 berkat kolaborasi bersama Writing Western Australia. Total terdapat 130 pembicara yang hadir langsung di Ubud, maupun online. Tema festival diambil dari filosofi Hindu-Bali Mulat Sarira yang berarti refleksi diri. Beberapa penulis yang hadir antara lain; Amitav Ghoshs, Hilmar Farid, André Aciman, Kim Hyesoon, Agustinus Wibowo, Ayu Utami, Desi Anwar, Lala Bohang dan Lara Nuberg, Todung Mulya Lubis, Joko Pinurbo dan Ray Shabir.[31] Penulis terpilih adalah Muhammad Ade Putra, penyair asal Kampar, Riau; Ni Wayan Idayati, penyair asal Bali; Gody Usnaat, penyair asal Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur; Liswindio, penyair asal Bogor, Jawa Barat; Stebby Julionatan, penyair asal Probolinggo, Jawa Timur; Eki Saputra, cerpenis asal Prabumulih, Sumatera Selatan; Intan Andaru, cerpenis asal Banyuwangi, Jawa Timur; Setyaningsih, esais asal Boyolali, Jawa Tengah; Wayan Sumahardika, penulis naskah drama asal Bali; Tias Yuliana, novelis asal Sidoarjo, Jawa Timur.[32]
  • 2022, Ubud Writers & Readers Festival diselenggarakan pada 27–30 Oktober 2022 dan mengambil tema “Memayu Hayuning Bawana” yang berasal dari sebuah filosofi Jawa kuno yang berarti prinsip-prinsip yang digunakan untuk merawat, melindungi dan memperindah alam semesta.[33] Penulis terpilih adalah Andi Makkaraja, asal daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan; Awi Chin, asal daerah Sintang, Kalimantan Barat; Desy Febrianti (Puspa Seruni), asal daerah Situbondo, Jawa Timur; Eko Darmoko, asal daerah Surabaya, Jawa Timur; Iin Farliani, asal daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat; I Putu Juli Sastrawan, asal daerah Klungkung, Bali; I Wayan Agus Wiratama, asal daerah Gianyar, Bali; Sasti Gotama, asal daerah Malang, Jawa Timur; Muhamad Nanda Fauzan, asal daerah Lebak, Banten; Ricky A Manik, asal daerah Jambi.[34]
  • 2023: Festival 2023 menandai Perayaan Ulang Tahun ke-20 Festival, berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 Oktober 2023, dan menjelajahi tema Atita, Wartamana, Anagata: Masa Lalu, Masa Kini, Masa Depan. Festival ini menampilkan lebih dari dua ratus pembicara dan jumlah program yang sama, menarik lebih dari 15,000 pengunjung festival, menjadikannya salah satu edisi tersukses hingga saat ini.[35][36][37]
  • 2024, Ubud Writers and Readers Festival berlangsung pada 23 hingga 27 Oktober, mengangkat tema Satyam Vada Dharmam Chara: Speak the Truth, Practice Kindness. Program ini mengeksplorasi bagaimana kata-kata dan ide membentuk wacana publik, memengaruhi norma sosial, serta bagaimana para penulis dapat memperkuat nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dunia yang semakin bergerak ke arah sebaliknya.[38][39] Penulis terpilih adalah Ade Mulyono (Tegal, Jawa Tengah), Adibah L. Najmy (Gowa, Sulawesi Selatan), Arif Kurniawan (Rejang Lebong, Bengkulu), Arif P. Putra (Padang, Sumatera Barat), Cicilia Oday (Kotamobagu, Sulawesi Utara), Goebahan R. (Tanjungpinang, Kepulauan Riau), Kurnia Gusti Sawiji (Tangerang, Banten), Mega Anindyawati (Sidoarjo, Jawa Timur), Miranda Seftiana (Kandangan, Kalimantan Selatan), Nanda Winar Sagita (Takengon, Aceh). [40]
  • 2025 akan menandai tahun ke-22 Ubud Writers and Readers Festival, dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 2 November, dengan tema Aham Brahmasmi – I Am the Universe. Konsep dalam bahasa Sanskerta ini berasal dari ajaran Hindu kuno dalam Brihadaranyaka Upanishad, yang menandakan kesatuan diri manusia dengan alam semesta atau kekuatan kosmik tertinggi, serta mengakui bahwa setiap individu memiliki potensi kreatif yang sama dengan alam semesta itu sendiri.[41][42] Ke-10 penulis yang lolos seleksi di antaranya ⁠Alief El-Ichwan (Bandung, Jawa Barat), Annisa Ivana (Jakarta), Charlotte Diana (Semarang, Jawa Tengah), Kukuh Yudha Karnanta (Surabaya, Jawa Timur) sampai Ridwan Malik (Garut, Jawa Barat), Rie Arshaka (Banjarbaru, Kalimantan Selatan), Robbyan Abel Ramdhon (Mataram, Nusa Tenggara Barat), Rosul Jaya Raya (Bangkalan, Jawa Timur), Udiarti (Sragen, Jawa Tengah), dan Wawan Kurniawan (Makassar, Sulawesi Selatan).[43]

Referensi

  1. ^ "Yayasan Mudra Swari Saraswati". Ubud Writers & Readers Festival (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-02-19.
  2. ^ "South China Morning Post". Ubud Writers & Readers Festival (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-10-30.
  3. ^ "LAKSMI DENEEFE SUARDANA" (dalam bahasa Indonesian). Ubud Writers and Readers Festival. 10 March 2016. Diakses tanggal 3 November 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ "Laksmi Deneefe Usung Misi Edukasi Anak di Ajang Putri Indonesia". Kumparan. Diakses tanggal January 19, 2022.
  5. ^ "Laksmi Deneefe, Puteri Indonesia Bali 2022 yang Menyukai Dunia Literasi". Tempo (majalah Indonesia). Diakses tanggal March 17, 2022.
  6. ^ "Potato Head's global executive chef Wayan Kresna Yasa coming to Perth for Ubud Writers and Readers Festival". Perth Now. Diakses tanggal 15 April 2024.
  7. ^ "What to expect at Southeast Asia's biggest festival of words and ideas". Asian Correspondent. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-26. Diakses tanggal 26 October 2018.
  8. ^ "The show goes on: Ubud writers festival to bring big names to Bali as Mount Agung rumbles". The Guardian. Diakses tanggal 26 October 2018.
  9. ^ "Calling All Readers! Ubud Writers and Readers Festival to Kick Off This Month". The Jakarta Globe. Diakses tanggal 26 October 2023.
  10. ^ "Ubud writers festival still standing after COVID-19 twists the plot". The Sunday Morning Herald. Diakses tanggal 26 October 2023.
  11. ^ "Why Fall—Not Summer—Is the Best Time for an Island Vacation". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 26 October 2023.
  12. ^ Croggon, Alison (2023-10-28). "Ubud Writers & Readers Festival". The Saturday Paper (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-10-29.
  13. ^ "The Best Literary Festivals To Visit Around The World". Service95. Diakses tanggal 15 April 2024.
  14. ^ a b c d e f "PENULIS TERPILIH UBUD WRITERS & READERS FESTIVAL 2009". ALIANSI SASTRAWAN ACEH [A.S.A]. 2009-05-14. Diakses tanggal 2025-07-02.
  15. ^ antaranews.com (2010-05-24). "Penulis Muda Padang Dominasi UWRF 2010". Antara News. Diakses tanggal 2025-07-02.
  16. ^ "Ubud Writers and Readers Festival 2011". ASEF culture360 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-02.
  17. ^ akademika (2012-04-10). "Bali Emerging Writers Festival : 25 -27 Mei 2012". Pers Akademika (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-02.
  18. ^ Agency, ANTARA News. "Penulis Muda Pontianak Lolos Seleksi 'Ubud Writers and Readers Festival'". ANTARA News Kalimantan Barat. Diakses tanggal 2025-07-02.
  19. ^ Teraslampung.com (2014-05-11). "Sebanyak 15 Penulis Indonesia Lolos Seleksi UWRF 2014". Teraslampung.com. Diakses tanggal 2025-07-02.
  20. ^ "Ubud writers' festival debates massacre 'that we're not supposed to talk about'". The Guardian. Diakses tanggal 31 October 2018.
  21. ^ "16 Penulis Indonesia Terpilih Hadir di Ubud Writers and Readers Festival 2015". detikhot. Diakses tanggal 2025-07-02.
  22. ^ "Literary fest to discover new voices, unexpected conversations". The Jakarta Post. Diakses tanggal 31 October 2018.
  23. ^ Agnes, Tia. "16 Penulis Emerging Indonesia Akan Tampil di UWRF 2016". detikhot. Diakses tanggal 2025-07-02.
  24. ^ "Ubud Writers and Readers Festival Set to Return With Over 150 Speakers". Jakarta Globe. Diakses tanggal 31 October 2018.
  25. ^ antaranews.com (2017-07-11). "Karya 15 penulis terpilih tampil di UWRF 2017". Antara News. Diakses tanggal 2025-07-02.
  26. ^ "2018 Ubud Writers and Readers Festival ends on high note, celebrates gender equality, diversity". The Jakarta Post. Diakses tanggal 31 October 2018.
  27. ^ "5 Penulis Emerging Akan Tampil di Ubud Writers & Readers Festival 2018". kumparan. Diakses tanggal 2025-07-02.
  28. ^ "Calling All Readers! Ubud Writers and Readers Festival to Kick Off This Month". Jakarta Globe. Diakses tanggal 10 January 2020.
  29. ^ "Lima Penulis Emerging Lolos Seleksi Ubud Writers & Readers Festival 2019". Geometry (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-02.
  30. ^ Cahyana, Ludhy (2020-07-17). "UWRF 2020 Ditangguhkan Karena Pandemi, Jadwal Baru Belum Ada". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-30.
  31. ^ "Sempat Tertunda, Ubud Writers & Readers Festival 2021 Kembali Digelar". Review Buku Gramedia (dalam bahasa Inggris). 2021-10-08. Diakses tanggal 2022-11-01.
  32. ^ Editor (2021-06-29). "10 Penulis Emerging Lolos Seleksi Ubud Writers & Readers Festival 2021". Aktual - Cerdas - Terpercaya! (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-02.
  33. ^ "Hadir di Ubud Writers & Readers Festival 2022, Sampoerna Academy Bentuk Kreativitas Anak Melalui Literasi". suara.com. 2022-10-31. Diakses tanggal 2022-11-01.
  34. ^ Liputan6.com (2022-05-31). "10 Penulis Lolos Seleksi Ubud Writers and Readers 2022, Siapa Saja?". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-07-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  35. ^ Post, The Jakarta. "Go to Ubud". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-10-29.
  36. ^ "Ubud Writers & Readers Festival 2023: Minat Literasi Orang Indonesia?". kumparan. Diakses tanggal 2023-10-29.
  37. ^ Yong, Clement (2023-10-19). "Bali's Ubud begins 20th writers' festival aimed at drawing 15,000 people". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0585-3923. Diakses tanggal 2023-10-29.
  38. ^ Krista, Putu. "21 Tahun Ubud Writers & Readers Festival Hadirkan 200 Program Menarik". detikbali. Diakses tanggal 2025-03-11.
  39. ^ Post, The Jakarta. "UWRF unveils 2024 program, featuring over 200 authors, artists, activists - Quick Dispatch". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-11.
  40. ^ Astuti, Tia Agnes. "Ini 10 Penulis Terpilih di Ubud Writers & Readers Festival 2024". detikpop. Diakses tanggal 2025-07-02.
  41. ^ Astuti, Tia Agnes. "UWRF 2025 Hadir Lagi 29 Oktober, Ini Tema yang Diusung". detikpop. Diakses tanggal 2025-03-11.
  42. ^ "Join the Ubud Writers & Readers Festival 2025". uwf (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-11.
  43. ^ Astuti, Tia Agnes. "10 Penulis Terpilih Terbitkan Karya di UWRF 2025". detikpop. Diakses tanggal 2025-07-02.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement