Tutty Hayati Anwar

Tutty Hayati Anwar
Tutty sebagai Bupati Majalengka
Bupati Majalengka
Masa jabatan
1998–2008
PresidenSoeharto
B. J. Habibie
Abdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
GubernurNana Nuriana
Danny Setiawan
WakilM. Iqbal
Moch. Ilyas Helmy
Sebelum
Pendahulu
Adam Hidayat
Pengganti
Sutrisno
Sebelum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 1992 – 1998
Pengganti
Moh. Aly Yahya
Sebelum
Daerah pemilihanJawa Barat
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat
Masa jabatan
1987–1992
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Majalengka
Masa jabatan
1982–1987
Informasi pribadi
Lahir(1946-05-09)9 Mei 1946
Maja Selatan, Indonesia
Meninggal24 April 2017(2017-04-24) (umur 70)
Bandung, Indonesia
Partai politikGolkar
Suami/istriAnwar Affandi
Anak3
Orang tua
  • Haryadi Anwar (ayah)
AlmamaterUniversitas Majalengka
Universitas Langlangbuana
ProfesiPolitisi
Guru
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Tutty Hayati Anwar (9 Mei 1946 - 24 April 2017) juga dikenal Tutty Hayati Memed, adalah politikus perempuan asal Majalengka. Ia menjadi bupati wanita pertama di Indonesia.

Kehidupan awal dan pendidikan

Tutty lahir di Maja Selatan pada 9 Mei 1946.[1][2] Ayahnya, Haryadi Anwar, adalah seorang pebisnis yang dekat dengan Soeharto.[3] Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Negeri 1 Maja pada tahun 1959. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan SMP di SMP Negeri 1 Majalengka dan lulus pada tahun 1962. Dari tahun 1959 - 1962, ia menjadi anggota pramuka cabang Majalengka.[2] Setelahnya, ia menyelesaikan bangku SMA dan kemudian berkuliah di IKIP Bandung.[4]

Setelah itu, ia tamat dari KPG Negeri I Majalengka pada tahun 1983. Ia berkuliah di Sekolah Tinggi Hukum Universitas Majalengka dan lulus pada tahun 1988. Dari tahun 1988 hingga 1990, ia belajar hukum di Universitas Langlangbuana.[2]

Karier pendidikan

Tutty bekerja sebagai guru di SD IV Majalengka.[4] Kemudian, ia bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat Ranting Kecamatan Maja dari tahun 1979 hingga 1982. Selanjutnya, ia bekerja di Dinas Pendidikan Cabang Kabupaten Majalengka.[2]

Karier politik

Tutty menjadi anggota partai Golkar pada tahun 1970. Sebagai anggota Golkar, ia juga masuk ke dalam organisasi pro-Golkar yaitu Angkatan Muda Siliwangi (AMS). Dari tahun 1971 hingga 1977, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Rayon AMS Kecamatan Maja. Selanjutnya, ia menjadi pengurus AMS Kabupaten Majalengka selama 6 tahun (1977 - 1983).[2]

Usai berkelana di AMS Majalengka, ia menjadi pengurus AMS pusat dari tahun 1983 hingga 1988. Sebagai pengurus AMS pusat, ia menjabat sebagai Ketua Pitaloka Pusat AMS (1985 - 1988), Bendahara DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) (1985 - 1990), dan Bendahara DPD Golkar Jawa Barat (1987 - 1992).[2]

Pada tahun 1982, Tutty terpilih sebagai Anggota DPRD Majalengka untuk periode 1982 - 1987.[2] Kemudian, ia menjadi Anggota DPRD Jawa Barat untuk periode 1987 - 1992. Pada Pemilu 1992, Tutty turut mencalonkan diri sebagai Anggota DPR-RI untuk Jawa Barat dan ia terpilih dengan nama Tutty Hayati Memed.[2] Setelah terpilih, Tutty bergabung ke Komisi II DPR-RI.[5] Ia terpilih lagi sebagai anggota DPR-RI pada Pemilu 1997 untuk periode 1998-2003 dengan nama Tutty Hayati Anwar.[6] Ia mengundurkan diri sebagai Anggota DPR pada tahun 1998 dan posisinya digantikan oleh Moh. Aly Yahya.[3]

Bupati Majalengka

Tutty dilantik sebagai Bupati Majalengka pada tahun 1998 untuk periode 1998 - 2003 dan menjadi bupati wanita pertama di Indonesia.[7] Ia kembali terpilih sebagai Bupati Majalengka kedua kalinya untuk periode 2003 - 2008 bersama dengan wakilnya Ilyas Helmy setelah melewati serangkaian pemungutan suara oleh anggota DPRD Majalengka sebanyak dua putaran. Pada putaran pertama, ia hanya memperoleh 15 suara sedangkan untuk putaran kedua, ia mendapatkan 24 suara.[8]

Selama menjabat sebagai Bupati Majalengka, ia memberikan bantuan sebesar Rp.60 juga untuk organisasi masyarakat keagamaan di Majalengka.[9] Di samping itu juga, ia memiliki visi untuk menjadikan Kabupaten Majalengka sebagai Kabupaten Agribisnis paling maju di Jawa Barat pada tahun 2010.[4]

Kehidupan pribadi dan meninggal dunia

Tutty menikah dengan Anwar Affandi dan pasangan ini memiliki tiga orang anak.[2] Ia meninggal dunia pada tanggal 24 April 2017 di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin karena kompilasi penyakit.[7] Dia dimakamkan di kompleks pemakaman Desa Maja Selatan.[10]

Referensi

  1. ^ Asyari, Yusuf. "Turut Berduka, Mantan Bupati Majalengka Tutup Usia". jawapos.com. Jawa Pos. Diakses tanggal 10 Maret 2025.
  2. ^ a b c d e f g h i Sekretariat Jenderal DPR-RI 1997, hlm. 480.
  3. ^ a b Ziegenhain, Patrick (2008). The Indonesian Parliament and Democratization. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 81.
  4. ^ a b c Susanto, Susanto. "Tutty Hayati Anwar". sundadigi.com. Universitas Pajajaran. Diakses tanggal 10 Maret 2025.
  5. ^ Sekretariat Jenderal DPR-RI 1997, hlm. 481.
  6. ^ Departemen Penerangan RI, Departemen Penerangan RI (1997). Nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang terpilih dan yang diangkat masa bakti tahun 1997-2002. Jakarta: Direktorat Publikasi, Ditjen Pembinaan Pers & Grafika, Departemen Penerangan RI. hlm. 19.
  7. ^ a b Purnawati, Tati. "Mantan Bupati Majalengka Tutty Hayati Anwar Meninggal Dunia". pikiran-rakyat.com. Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 10 Maret 2025.
  8. ^ Pamungkas, Ridwan. "Tuty Hayati Anwar Terpilih Kembali Memimpin Majalengka". liputan6.com. Liputan 6. Diakses tanggal 10 Maret 2025.
  9. ^ Syaban, A. Ginanjar. "Pengurus NU Majalengka Dilantik". nu.or.id. Nahdlatul Ulama. Diakses tanggal 10 Maret 2025.
  10. ^ Fernando, Putra. "Sabtu Pagi Cabup Maman Ziarah ke Makam Ibu Tuti Hayati Anwar". independensi.com. Independensi. Diakses tanggal 10 Maret 2025.

Bibliografi

  • Sekretariat Jenderal DPR-RI, Sekretariat Jenderal DPR-RI (1997). Buku Kenangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 1987-1992. Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR-RI.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement