Tumbuhan psikoaktif
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua. |
Tumbuhan psikoaktif adalah tumbuhan atau preparatnya yang setelah dikonsumsi menimbulkan efek psikotropik. Seperti yang dinyatakan dalam sebuah karya referensi:
Tumbuhan psikoaktif adalah tumbuhan yang dikonsumsi orang dalam bentuk preparat sederhana atau kompleks untuk memengaruhi pikiran atau mengubah keadaan kesadaran.[1]
Psikoaktivitas dapat mencakup efek sedatif, stimulan, euforia, delirian, dan halusinogenik.
Beberapa ratus tumbuhan psikoaktif telah diketahui.[1] Beberapa contoh populer tumbuhan psikoaktif termasuk kopi arabika, tanaman teh, Nicotiana tabacum (tembakau kultivasi), dan Cannabis (termasuk hasis).
Tumbuhan psikoaktif telah digunakan secara ritual (misalnya peyote sebagai enteogen), secara medis (misalnya opium sebagai analgesik), dan secara terapeutik (misalnya ganja sebagai obat) selama ribuan tahun.[2] Oleh karena itu, signifikansi sosiobudaya dan ekonomi tumbuhan psikoaktif sangat besar.
Sejarah tumbuhan psikoaktif
Banyak tumbuhan mengandung zat yang mengubah suasana hati dan menyebabkan euforia. Beberapa tumbuhan psikoaktif ini telah dikenal sejak zaman kuno. Sejarah budidaya popi dimulai sejak 3400 SM di Mesopotamia. Popi dibudidayakan oleh orang Mesir dan kemudian menyebar ke India dan Cina. Opium banyak digunakan oleh dokter Arab sekitar tahun 1000 M. Kecanduan opium merajalela di Cina, dan setelah opium dilarang pada tahun 1799, penyelundupan opium menjadi industri umum, dan pada tahun 1839, Perang Opium pecah antara Britania dan Cina. Tumbuhan psikoaktif Cannabis sativa sudah dikenal di Cina dan India kuno 5000 tahun yang lalu. Referensi paling awal ditemukan dalam buku apoteker dari tahun 2737 SM. Buku itu ditulis pada masa pemerintahan Kaisar Shennong dari Cina. Pada tahun 1000 M, produk rami telah menyebar ke Timur Tengah dan Afrika. Cannabis kemungkinan besar sampai ke Amerika Selatan pada abad ke-16. Pada abad ke-19, Cannabis digunakan secara medis karena efek narkotikanya. Meskipun banyak artikel ilmiah tentang nilai terapeutik Cannabis diterbitkan di Eropa dan Amerika pada akhir abad ke-19, penggunaan Cannabis dalam pengobatan menurun secara signifikan pada awal abad ke-20.
Contoh
Pada tabel di bawah ini, beberapa contoh tumbuhan psikoaktif penting dan efeknya ditunjukkan.
| Tumbuhan | Penggunaan umum | Konstituen aktif utama | Efek psikoaktif | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Kopi arabika | kopi | kafein | stimulan, untuk sementara menangkal rasa kantuk dan mengembalikan kewaspadaan | ||
| Nicotiana tabacum | tembakau | nikotin | stimulan, relaksan | ||
| Cannabis sativa | hasis | tetrahidrokanabinol | euforia, relaksan, dan peningkat nafsu makan | ||
| Erythroxylum coca | koka | kokain | stimulan, anorektik | ||
| Papaver somniferum | opium | morfin | penanganan nyeri, sedasi, euforia | ||
| Lophophora williamsii | peyote | meskalin | halusinogen | ||
Taksonomi botani
Taksonomi botani membatasi kelompok tumbuhan dan mendeskripsikan serta menamai takson berdasarkan kelompok-kelompok ini untuk mengidentifikasi anggota lain dari takson yang sama. Pembatasan takson diarahkan oleh prinsip-prinsip klasifikasi, dan nama yang diberikan diatur oleh kode nomenklatur. Dalam kerajaan tumbuhan (Plantae), hampir semua tumbuhan psikoaktif ditemukan dalam tumbuhan berbunga (angiospermae).[3] Terdapat banyak contoh fungi psikoaktif, tetapi fungi bukanlah bagian dari kerajaan tumbuhan. Beberapa famili tumbuhan penting yang mengandung spesies psikoaktif tercantum di bawah ini. Spesies yang tercantum hanyalah contoh, dan suatu famili mungkin mengandung lebih banyak spesies psikoaktif daripada yang tercantum.
Fitokimia
Fitokimia adalah studi tentang senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan. Para ahli fitokimia berupaya untuk mendeskripsikan struktur sejumlah besar metabolit sekunder yang ditemukan dalam tumbuhan, fungsi senyawa-senyawa ini dalam biologi manusia dan tumbuhan, serta biosintesis senyawa-senyawa ini. Tumbuhan mensintesis fitokimia karena berbagai alasan termasuk untuk melindungi diri dari serangan serangga dan penyakit tumbuhan. Senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan terdiri dari berbagai jenis, tetapi sebagian besar dapat dikelompokkan menjadi empat kelas biosintesis utama: alkaloid, fenilpropanoid, poliketida, dan terpenoid. Konstituen aktif dari sebagian besar tumbuhan psikoaktif termasuk dalam alkaloid (misalnya nikotin, morfin, kokain, meskalin, kafein, efedrin), suatu kelas produk alami yang mengandung nitrogen. Contoh senyawa psikoaktif asal tumbuhan yang tidak mengandung nitrogen adalah tetrahidrokanabinol (fitokanabinoid dari Cannabis sativa) dan salvinorin A (diterpenoid dari Salvia divinorum). Fitokimia memberikan warna, aroma, dan rasa pada tumbuhan, serta melindunginya dari penyakit menular dan predator. Seperti yang dijelaskan di bagian selanjutnya, fitokimia menghambat pertumbuhan sel kanker, meningkatkan sistem imun, dan mencegah kerusakan DNA yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya. Fakta ini menunjukkan bahwa fitokimia bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh air, makanan, dan udara.
Lihat juga
Referensi
- ^ a b Rätsch, Christian (2004). The Encyclopedia of Psychoactive Plants: Ethnopharmacology and Its Applications. Park Street Press, U.S. ISBN 978-0892819782.
- ^ Schultes, Richard Evans (1976). Hallucinogenic Plants. Illustrated by Elmer W. Smith. New York: Golden Press. hlm. 2, 9, 34. ISBN 0-307-24362-1.
- ^ Schultes, Richard Evans (2001). Plants of the Gods: Their Sacred, Healing, and Hallucinogenic Powers. Rochester, Vermont: Healing Arts Press. ISBN 978-089281979-9.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


