Tokoroten
| Tokoroten | |
|---|---|
Tokoroten dengan kecap asin | |
| Jenis | Wagashi |
| Sajian | Lauk, makanan penutup |
| Tempat asal | Jepang |
| Suhu penyajian | Panas, dingin |
| Bahan utama | Rumput laut (tengusa, ogonori) |
Tokoroten (心太, ところてん) adalah hidangan berbahan agar-agar khas masakan Jepang yang dibuat dari rumput laut jenis agarofit. Secara tradisional, proses pembuatannya melibatkan perebusan tengusa (Gelidium amansii) hingga larut, kemudian didinginkan hingga membentuk gel padat.[1] Gel tersebut selanjutnya ditekan melalui alat ekstrusi untuk membentuk mie tipis. Berbeda dengan hidangan penutup berbasis gelatin, tokoroten memiliki tekstur yang lebih kenyal.[2]
Tokoroten dapat disajikan hangat (dalam bentuk encer) atau dingin (sebagai gel).[3] Rasa dan pelengkapnya bervariasi antar daerah. Saat ini, umumnya dinikmati dengan campuran cuka dan kecap asin,[4] terkadang ditambah nori, cabai, atau wijen. Pelengkap-pelengkap tersebut cukup populer di Wilayah Kanto.[5] Sedangkan di Wilayah Kansai, tokoroten disajikan sebagai hidangan penutup dengan sirup kuromitsu.[6] Di beberapa tempat lain, bahkan ada yang menyajikannya dengan miso dan daun bawang.[7]
Hidangan ini sangat digemari terutama saat musim panas di Jepang, karena rasanya yang ringan dan menyegarkan membuatnya menjadi camilan populer untuk membantu menyejukkan tubuh di cuaca hangat.[8]
Sejarah

Tokoroten telah dikonsumsi di Jepang selama lebih dari seribu tahun. Diduga diperkenalkan dari Tiongkok pada masa Zaman Nara.[9] Pada Zaman Edo, hidangan ini sangat populer sebagai camilan musim panas. Awalnya dibuat untuk langsung disantap dan biasanya dijual di sekitar tempat produksi.[3] Pada abad ke-17, ditemukan bahwa dengan membekukan tokoroten akan menghasilkan produk kering yang tahan lama, yang dikenal sebagai kanten (agar-agar).[3][1] Meskipun tokoroten dapat dibuat dari kanten berbahan rumput laut seperti tengusa (Gelidiaceae) dan ogonori (Gracilaria), saat ini kanten yang diproduksi secara komersial sebagian besar menggunakan ogonori.[9]
Cara pembuatan
Bahan utama, yaitu tengusa, dimasak sampai benar-benar larut lalu didinginkan hingga mengeras membentuk blok gel. Setelah mengeras, gel tersebut dimasukkan ke dalam cetakan dan ditekan untuk dibentuk menjadi mi. Cetakan khusus yang digunakan untuk proses ini disebut tentsuki dalam bahasa Jepang.[10] Setelah menjadi makanan yang seperti mi, tokoroten dapat diberi bumbu atau pelengkap tambahan seperti kecap asin, sirup kuromitsu, atau miso.
Referensi
- ^ a b Mouritsen 2013, hlm. 93.
- ^ Administrator, WAttention (2018-04-03). "A Taste of Sh旬n: Healthy Summer Tokoroten". WAttention.com (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ a b c Armisen & Galatas 1987.
- ^ Ito & Hori 1989.
- ^ "Tokoroten Noodles with Dashi Vinegar Sauce". Happy Donabe Life (dalam bahasa Inggris). 2019-08-09. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ "ところてん、関西ではなぜ黒蜜?" [Why is tokoroten eaten with kuromitsu in Kansai?] (dalam bahasa Jepang). The Nikkei. 25 June 2014. Diakses tanggal 26 April 2017.
- ^ Krisha (2023-07-11). "Tokoroten - Noodle-like sweets from Shizuoka, Japan". Food in Japan (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ "Tokoroten – The Crisp Taste of Summer". Asahi Imports (dalam bahasa Inggris). 2015-08-31. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ a b Shimamura 2010.
- ^ "Tokoroten". Kikkoman Corporation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
Daftar pustaka
- Armisen, Rafael; Galatas, Fernando (1987). "Production, properties and uses of agar". Dalam McHugh, Dennis J. (ed.). Production and Utilization of Products from Commercial Seaweeds. Food and Agriculture Organization. ISBN 9251026122. Diarsipkan dari asli tanggal 24 March 2017. Diakses tanggal 19 December 2016.
- Ito, Keiji; Hori, Kanji (1989). "Seaweed: Chemical composition and potential food uses". Food Reviews International. 5 (1): 101–144. doi:10.1080/87559128909540845.
- Mouritsen, Ole G. (2013). Seaweeds: Edible, Available, and Sustainable. The University of Chicago Press. ISBN 9780226044361.
- Shimamura, Natsu (4 August 2010). "Agar". The Tokyo Foundation. Diakses tanggal 19 December 2016.
- Stephen, Alistair M., ed. (1995). "Agars by Norman F. Stanley". Food Polysaccharides and Their Applications (Edisi 1st). Marcel Dekker – CRC Press. hlm. 198. ISBN 978-082479353-1. OCLC 32389736 – via Google Books.
search Tokoroten nori
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




