Gelidium amansii
| Gelidium amansii | |
|---|---|
| Ilustrasi dari Gelidium amansii | |
| Proses pengeringan Gelidium amansii untuk membuat agar-agar di Jepang | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Klad: | Archaeplastida |
| Divisi: | Rhodophyta |
| Kelas: | Florideophyceae |
| Ordo: | Gelidiales |
| Famili: | Gelidiaceae |
| Genus: | Gelidium |
| Spesies: | G. amansii
|
| Nama binomial | |
| Gelidium amansii | |
Gelidium amansii, juga dikenal dengan nama Korea umutgasari,[1] merupakan spesies alga merah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan umum ditemukan di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 3 hingga 10 meter (10–33 kaki) di berbagai wilayah Asia Timur, seperti Korea Utara dan Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Singapura, serta timur laut Taiwan.[2]
Deskripsi
G. amansii memiliki warna bervariasi dari ungu, merah, hingga merah kekuningan, yang dihasilkan oleh pigmen dari kelompok phycobiliprotein. Struktur tubuhnya bercabang dengan tekstur seperti tulang rawan dan dapat mencapai tinggi antara 8 hingga 30 cm (3–12 inci). Setiap cabangnya biasanya memiliki empat hingga lima daun menyirip berlawanan dengan bentuk berlobus majemuk. Ganggang ini bersifat uniaksial, dengan sel apikal dan sel berputar yang tumbuh dari sumbu utama ke arah luar. Bagian emulurnya padat oleh sel apikal, sementara lapisan epidermis terbentuk dari sel-sel berbentuk bulat di bagian tepi.[3]
Kegunaan
Gracilaria amansii merupakan salah satu sumber pangan laut yang penting di kawasan Asia Timur dan telah lama dikenal tidak hanya sebagai bahan makanan, tetapi juga karena khasiatnya bagi kesehatan.[4] Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi G. amansii dapat memberikan manfaat terapeutik, terutama dalam mendukung pencernaan dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Dalam pengobatan tradisional, alga ini secara turun-temurun digunakan sebagai ramuan alami untuk meredakan sembelit serta membantu detoksifikasi.[5] Di Jepang, G. amansii memiliki nilai budaya tersendiri karena secara historis dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan tokoroten, sejenis mi agar-agar yang telah menjadi bagian dari kuliner tradisional Jepang selama berabad-abad.[6]
Alga ini dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan agar-agar, yang tersusun dari polisakarida agarosa dan agaropektin yang diekstraksi dari dinding selnya yang kaya akan algin. Selain itu, Gracilaria amansii juga sering diolah menjadi berbagai hidangan seperti salad laut, puding, selai, maupun aneka makanan khas di wilayah penghasilnya.[7] Agar yang dihasilkan dari alga ini memiliki peran penting dalam industri, baik sebagai bahan dasar makanan penutup berbentuk gel maupun sebagai media kultur mikroba dalam penelitian bioteknologi karena sifatnya yang ramah lingkungan. Lebih jauh, G. amansii kini tengah diteliti sebagai sumber potensial untuk produksi bahan bakar hayati berbiaya rendah.[8]
Referensi
- ^ "Umutgasari - Ark of Taste". Slow Food Foundation. Diakses tanggal 11 April 2018.
- ^ Chen; Tu; Wu (1 February 2004). "Growth-inhibitory effects of the red alga Gelidium amansii on cultured cells". Biological and Pharmaceutical Bulletin. 27 (2): 180–184. doi:10.1248/bpb.27.180. PMID 14758029.
- ^ "Gelidium amansii". National Taiwan Museum (dalam bahasa Inggris). 2017-11-06. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ "Gelidium amansii (J.V.Lamouroux) J.V.Lamouroux". AlgaeBase (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ Duke, James A. (2002). Handbook of medicinal herbs. Duke, James A., 1929- (Edisi 2nd). Boca Raton, Florida: CRC Press. ISBN 978-0849312847. OCLC 48876592.
- ^ Redaksi (2025-06-19). "Tokoroten, Mi Jeli Tradisional Jepang yang Dimakan dengan". Koenci. Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ Kang, Min-Cheol; Kang, Nalae; Kim, Seo-Young; Lima, Inês S.; Ko, Seok-Chun; Kim, Young-Tae; Kim, Young-Bum; Jeung, Hee-Do; Choi, Kwang-Sik (2016-04-01). "Popular edible seaweed, Gelidium amansii prevents against diet-induced obesity". Food and Chemical Toxicology. 90: 181–187. doi:10.1016/j.fct.2016.02.014. ISSN 0278-6915.
- ^ Wi, Seung Gon; Kim, Hyun Joo; Mahadevan, Shobana Arumugam; Yang, Duck-Joo; Bae, Hyeun-Jong (2009-12-01). "The potential value of the seaweed Ceylon moss (Gelidium amansii) as an alternative bioenergy resource". Bioresource Technology. 100 (24): 6658–6660. doi:10.1016/j.biortech.2009.07.017. ISSN 0960-8524.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


