Tokawi, Nawangan, Pacitan
Tokawi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pacitan | ||||
| Kecamatan | Nawangan | ||||
| Kode Kemendagri | 35.01.07.2005 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Tokawi adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Desa Tokawi terletak di ujung Barat Laut Kabupaten Pacitan. Kondisi Geografis Desa Tokawi yaitu Pegunungan dan wilayah ini memiliki udara yang begitu sejuk.
Sejarah
Pada awalnya, wilayah desa Tokawi masih termasuk wilayah Kademangan Ngromo.
Pada akhir abad ke XVII (17) ada seorang yang bernama Pawiro, beliau tidak diketahui asal-usulnya. Beliau membuka lahan pemukiman dan lahan Tegal polowijo dan menetap ditempat tersebut. Pada awal abad ke XVIII (18) terbentuk desa Tokawi dan masuk wilayah Kecamatan Nawangan, Pacitan. Pawiro menjadi Lurah pertama di desa Tokawi.
Nama desa tokawi berasal dari bahasa jawa yaitu Toto yang berarti tata, penataan, yang tertata dan kata Kawitan yang berarti awal atau permulaan, Jadi nama Tokawi berarti awal dari sebuah penataan.
Pawiro menjabat lurah di Desa Tokawi selama 39 tahun. Kemudian digantikan oleh Donoredjo selama 35 tahun. Donoredjo tinggal di wilayah Drono, Dukuh Pagergunung. Kemudian digantikan oleh Redjo tirto selama 1 tahun. Setelah itu, Digantikan lagi oleh Damis Martodjoyo yang juga dari wilayah Pagergunung. Pada masa Damis Martodjoyo terdapat perubahan nama di Dukuh Tokawi. Dukuh pagergunung menjadi Dukuh Krajan, Dukuh Tokawi menjadi Dukuh Banaran yang berarti kebeneran atau Kebetulan merupakan asal muasal desa tokawi. Dukuh joso dirubah menjadi Dukuh Badut.
Setelah masa kepemimpinan Damis Martoredjo selama 32 tahun telah selesai, kepemimpinan digantikan oleh Djaimun Pawiroredjo, yang tinggal diwilayah Drono Dukuh Krajan. Pada saat itu Dukuh di Tokawi diperluas menjadi lima dusun yaitu dusun krajan, dusun Banaran, dusun duwet, dusun badut, dan dusun jelok. Kata jelok diambil dari bahasa jawa yaitu Julek - Njulek yang artinya rendah, karena wilayah ini lebih rendah dari wilayah lain.
Djaimun Pawiroredjo menjabat sebagai lurah selama 37 tahun. Kemudian digantikan oleh Daman Hardjo Pawiro yang menjabat selama kurang lebih 47 tahun (1944-1991). Kemudian dilanjutkan oleh Tri Parwono. Pada tahun lurah desa tokawi digantikan oleh Supriyono. Kepemimpinan Supriyono hanya berlangsung 1 tahun. dan di lanjutkan oleh Subiyono (1999-2007). Pada masa kepemimpinan Subiyono, Dusun badut dirubah menjadi Dusun Joso kidul. Tambahan kidul berarti joso bagian selatan, dan untuk membedakan dengan nama joso yang berada di Dusun Duwet. Setelah itu, Kepemimpinan desa Tokawi dipegang oleh Joko Purwanto.[1] Joko Purwanto tinggal di wilayah Kampir, Dusun krajan. Sebuah wilayah paling timur yang berbatasan langsung dengan desa jetis lor. Joko Purwanto menjabat lurah Desa Tokawi lebih dari satu periode, menjabat hingga saat ini (2025).
Referensi
- ^ Marlinawati, Ika (2023). "PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TOKAWI KECAMATAN NAWANGAN KABUPATEN PACITAN" (PDF). SKRIPSI.
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- Marlinawati, Ika (2023). "PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TOKAWI KECAMATAN NAWANGAN KABUPATEN PACITAN" (PDF). SKRIPSI
- Sejarah Desa Tokawi: Sejarah Asal-usul Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan (Juli 3, 2014), infotokawi.wordpress.com, (Diakses Juni 01, 2025)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



